TUGAS MAKALAH

download TUGAS MAKALAH

of 27

  • date post

    24-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tugas makalah

Transcript of TUGAS MAKALAH

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPILPROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALAPROVINSI ACEH

TUGAS MAKALAH PEMANFAATAN MATERIAL GRANULAR SEBAGAI MATERIAL PERKERASAN JALAN ( Ir. YUHANIS YUNUS..)DI SUSUN OLEH : HASNAINIJOLY SRIANTYSRI BUDIANI

I. PENDAHULUAN

Agar suatu pembangunan jalan dapat berfungsi secara sempurna, maka harus didukung dengan ilmu mekanika tanah (geotechnical engineering) yang harus dapat membuat perkiraan dan pendugaan yang tepat tentang kondisi tanah di lapangan. Untuk mempelajari tentang ilmu geoteknik ini maka perlu dibuat suatu pengembangan ilmu tentang material granular yang akan mendasari dalam analisis dan desain perencanaan suatu pondasi dalam pembuatan jalan, hal ini dibuat dalam rangka pembuatan makalah dengan judul Pemanfaatan Material Granular sebagai Material Perkerasan Jalan.Pemanfaatan dari material granular sebagai bahan dasar dari pekerjaan konstruksi perkerasan jalan dapat dipelajari dengan tahapan sebagai berikut :I. Sumber MaterialDapat berupa material pasir, kerikil dan batu pecah.

II. Pengolahan MaterialDalam hal proses stone crusher

III. Pemanfaatan MaterialMeliputi pemanfaatan sebagai sub base course, base course dan surface course.

IV. Bentuk Pengujian Material Granular Dapat dilihat dari gradasi, ukuran butiran, kekerasan butiran, keawetan, tekstur permukaan, kebersihan material, penyerapan, adhesi dan tahanan gelincir/kekesatan.

V. KesimpulanDengan dipelajarinya material granular maka dapat diketahui pemanfaatan serta permasalahan yang sering ditemukan pada material granular.

Demikian tugas pembuatan makalah yang sederhana ini dibuat dengan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki, maka diharapkan saran dan kritik yang membangun. Akhir kata semoga makalah pemanfaatan material granular sebagai material perkerasan jalan ini berguna serta bermanfaat dan penulis ucapkan terima kasih.

I. SUMBER MATERIAL

Material granular adalah sekumpulan butir - butir batu pecah, kerikil, pasir, atau mineral lainnya baik berupa hasil alam maupun buatan (SNI No: 1737-1989-F). Menurut Silvia Sukirman, (2003), material granular merupakan butirbutir batu pecah, kerikil, pasir atau mineral lain, baik yang berasal dari alam maupun buatan yang berbentuk mineral padat berupa ukuran besar maupunkecil atau fragmenfragmen.

Gambar 1.1. Jenis material granularAgregat terdiri atas agregat kasar (kerikil/batu baur) dan agregat halus (pasir), batu pecah dan jika diperlukan menggunakan bahan pengisi atau filler. Pasir untuk ukuran nominal agregat yang kurang dari 5 mm dan batu kerikil adalah agregat yang mempunyai ukuran nominal yang lebih dari 5 mm.

1.1. PasirPasir adalah salah satu bahan agregat halus yang berbentuk butiran-butiran kecil. Agregat halus pasir dapat berupa pasir alam atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu, harus terdiri dari butir-butir yang tajam, keras dan tidak hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca.Agregat halus pasir tidak boleh mengandung Lumpur lebih dari 5% berat kering dan tidak boleh mengandung bahan-bahan organis terlalu banyak. Pasir untuk spesi pasangan dan plesteran, harus seluruhnya dapat melalui saringan dengan lubang-lubang persegi 3 mm.Menurut kegunaannya, pasir dapat dibedakan menjadi : a. Pasir UrugPasir urug adalah pasir yang digunakan untuk mengurug pondasi dan bagian bawah keramik yang biasanya dicampur dengan batuan kecil dan kayu.

Gambar 1.2 Pasir Urugb. Pasir PasangPasir pasang dapat digunakan sebagai pemasangan tembok.

c. Pasir Beton

Pasir beton dapat digunakan sebagai bahan pembuat pasangan beton

Gambar 1.3. Pasir beton

d. Pasir Aspal Pasir aspal digunakan sebagai bahan pembuat aspal

Gambar 1.3. Pasir Aspal

1.2. KerikilKerikil adalah agregat kasar yang berguna untuk gampuran beton dan dasar jalan. Kerikil mengandung mineral seperti batu, karena pengerasan dan banyaknya kuarsa. Warnanya kuning hingga abu-abu, dan sifatnya tahan terhadap ouaca, keras.Agregat kasar kerikil dapat berupa kerikil alam atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu, dengan ukuran butir umumnya lebih besar dari 5 mm dan terdiri dari butir-butir yang keras, tidak berpori dan beraneka ragam ukurannya.Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% berat kering, dan tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton, zat-zat yang reaktif alkali.

1.3. Batu PecahBatu belah merupakan batu bulat yang dipecah menjadi bongkahan-bongkahan yang lebih kecil. Batu belah sangat baik untuk pondasi lajur dan pondasi setempat karena ujungnya runcing sehingga satu dan yang lainnya akan saling mencengkram cukup kuat dalam pondasi. Batu belah yang baik harus keras, padat, bersih dan tidak lapuk.

Gambar 1.5. Batu pecah

II. PENGOLAHAN MATERIAL

Material yang digunakan sebagai bahan dalam campuran pekerjaan konstruksi perkerasan dapat diambil dari alam (quarry) yang berupa pasir, kerikil atau batuan. Kadang batuan dari alam (quarry) berukuran besar sehingga perlu dilakukan pemecahan terhadap batuan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam campuran. Guna mendapatkan kerikil atau batuan pecah yang sesuai dengan ukuran yang diharapkan (memenuhi amplop grading) maka diperlukan suatu alat untuk memecah material tersebut. Alat pemecah batuan yang digunakan adalah stone crusher.

Stone Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai dengan spesifikasi (persyaratan gradasi) yang dibutuhkan. Pada pekerjaan crushing ini biasanya diperlukan beberapa kali pengerjaan pemecahan, tahap - tahap pekerjaan ini beserta jenis crusher yang digunakan antara lain :1. Pemecahan tahap pertama oleh jenis primary crusher.2. Pemecahan tahap kedua oleh secondary crusher.3. Pemecahan - pemecahan selanjutnya jika ternyata diperlukan, oleh tertiary crusher.

Tahap - tahap pekerjaan pemecahan pada crusher dapat dilihat pada diagram alir sebagai berikut :

Gambar 2.1 Diagram Alir Material pada Crusher

Gambar 2.1. Diagram Alir Material pada Crusher2.1. Tipe Stone CrusherBeberapa macam peralatan pemecah batu (stone crusher) meliputi : 1. Primary Crusher, biasanya menggunakan tipe crusher : a. Jaw crusher (pemecah tipe rahang)Jaw crusher digunakan untuk mengurangi besar butiran pada tingkat pertama, untuk kemudian dipecah lebih lanjut oleh crusher lain. Jenis ini paling efektif digunakan untuk batuan sedimen sampai batuan yang paling keras seperti granit atau basalt. Jaw crusher merupakan mesin penekan (compression) dengan rasio pemecahan 6 : 1.Keuntungan yang diperoleh dari jaw crusher antara lain karena kesederhanaan konstruksinya, ekonomis dan memerlukan tenaga yang relatif kecil. Ukuran material yang dapat dipecah oleh crusher ini tergantung pada feed opening (bukaan) dan kekerasan batu yang akan dipecah. Umumnya untuk material hasil peledakan, material yang berukuran sampai dengan 90% dari feed opening (bukaan) dapat diterima. Untuk batuan yang tidak terlalu keras disarankan berukuran 80% dari feed opening (bukaan).b.Gyratory Crusher (pemecah giratori)Crusher ini beroperasi dengan kisaran. Bagian crusher pemecah berbentuk Conis, karena itu kadang disebut cone crusher. Gyratory crusher hampir sama dengan jaw crusher, perbedaannya terletak pada cara pemberian tekanan dimana untuk gyratory crusher tekanan diberikan dari arah samping. Hasil pemecahan crusher ini rata - rata berbentuk kubus dan agak uniform hal ini karena bentuk lengkung dari cone dan bowl yang mempunyai permukaan cekung (concave).c.Impact Crusher (pemecah tipe pukulan)Impact crusher disarankan terutama untuk batu kapur atau untuk penggunaan dengan abrasi lebih rendah. Impact crusher ada 2 jenis yaitu impact breaker dan hammer mill. Kedua jenis ini pada prinsipnya sama, perbedaannya terletak pada jumlah rotor dan ukurannya. Impact breaker mempunyai satu atau dua buah rotor dan ukurannya lebih besar daripada hammer mill. Impact breaker menghasilkan produk yang bentuknya seperti kubus meskipun semula merupakan batu lempengan serta meningkatkan kualitas agregat dan mempertinggi kapasitas plant.

2.Secondary Crusher, biasanya menggunakan tipe crusher :a.Cone CrusherSelain sebagai crusher sekunder, cone crusher juga dapat digunakan untuk pasir dan kerikil serta material yang memiliki butir asal (sebelum dipecah) 20 - 25 cm dimana tidak memerlukan lagi crusher primer.b.Roll CrusherRoll Crusher diperlukan untuk menghasilkan produk dengan ukuran tertentu. Crusher jenis tekanan ini menghasilkan variasi pemecahan yang lebih besar dibanding jenis crusher lainnya. Kapasitas roll crusher tergantung dari jenis batuan, ukuran crusher primer, ukuran batuan yang diinginkan, lebar roda dan kecepatan roda berputar. Ditinjau dari jumlah rollnya ada beberapa macam tipe roll crusher yaitu : Single Roll (silinder tunggal), biasanya digunakan untuk memecahkan batuan yang lembab dan tidak menguntungkan jika digunakan untuk memecahkan batuan yang abrasif. Crusher tipe ini memiliki rasio pemecahan maksimum 7 : 1. Double Roll (silinder ganda), memiliki rasio pemecahan 2 - 2,5 : 1. Triple Roll (silinder tiga), memiliki rasio pemecahan 4 - 5 : 1.c.Hammer Mill (pemecah tipe pukulan)Hammer Mill digunakan untuk batu kapur berkualitas tinggi, dengan kadar abrasif kurang dari 5%, menghasilkan jumlah besar material halus. Hammer Mill dapat menerima feed material berukuran sampai dengan 20 cm dan memiliki rasio pemecahan 20 : 1.

3.Tertiary Crusher, biasanya menggunakan tipe crusher :a. Roll Crusher (pemecah tipe silinder)Selain sebagai crusher sekunder, roll crusher dapat juga digunakan sebagai crusher tersier.b.Rod Mill (pemecah tipe batang), dimaksudkan untuk mendapatkanmaterial yang lebih halus.c.Ball Mill (pemecah tipe bola), dimaksudkan untuk mendapatkan materialyang lebih halus.