TUGAS MAKALAH

download TUGAS MAKALAH

If you can't read please download the document

  • date post

    31-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    933
  • download

    43

Embed Size (px)

description

Transdermal adalah salah satu cara administrasi obat dengan bentuk sediaan farmasi/obat berupa krim, gel atau patch (koyo) yang digunakan pada permukaan kulit, namun mampu menghantarkan obat masuk ke dalam tubuh melalui kulit (trans = lewat; dermal = kulit).Umumnya penggunaan transdermal adalah pada obat-obatan hormon, misalnya estrogen. Yang paling umum ditemui mungkin koyo untuk menghilangkan kecanduan rokok, atau menghilangkan nafsu makan (berfungsi sebagai pelangsing). Bentuk transdermal menjadi pilihan terutama untuk obat-obat yang apabila diberikan secara oral bisa memberi efek samping yang tidak diinginkan. Misalnya efek penggumpalan darah akibat estrogen oral, atau iritasi lambung pada obat-obat antiinflamasi non steroid dan aspirin/asetosal. Kulit yaitu organ terbesar dari tubuh manusia dengan tebal 0,5 - 5 mm yang melindungi struktur-struktur dibawahnya dan berfungsi sebagai cadangan kalori. Struktur kulit manusia terdiri dari tiga lapisan yang masing-masing tersusun dari berbagai jenis sel dan memiliki fungsi bermacam-macam. Ketiga lapisan itu adalah epidermis, dermis dan hipodermis (subkutan).

Transcript of TUGAS MAKALAH

TUGAS MAKALAHPENGEMBANGAN TEKNOLOGI FARMASI( TRANSDERMAL )OLEH :KELOMPOK VIMICIE E. SARIWATING(N111 05638)GRISYE TORRY(N111 05665)A. RIAN HARIANTY L.(N111 05651)SRI RISKI SILAWANE(N111 05679)CORY RANDA(N111 05636)NIKI TRINOWATI(N111 05670) SURIANI BEDDU(N111 05675)RACHMAH ISLAMIWAN NOR FADZLINANURHAINUN IBRAHIMFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR2010TRANSDERMAL Transdermal adalah salah satu cara administrasi obat dengan bentuk sediaan farmasi/obat berupa krim, gel atau patch (koyo) yang digunakan pada permukaan kulit, namun mampu menghantarkan obat masuk ke dalam tubuh melalui kulit (trans = lewat; dermal = kulit).Umumnya penggunaan transdermal adalah pada obat-obatan hormon, misalnya estrogen. Yang paling umum ditemui mungkin koyo untuk menghilangkan kecanduan rokok, atau menghilangkan nafsu makan (berfungsi sebagai pelangsing). Bentuk transdermal menjadi pilihan terutama untuk obat-obat yang apabila diberikan secara oral bisa memberi efek samping yang tidak diinginkan. Misalnya efek penggumpalan darah akibat estrogen oral, atau iritasi lambung pada obat-obat antiinflamasi non steroid dan aspirin/asetosal. Kulit yaitu organ terbesar dari tubuh manusia dengan tebal 0,5 - 5 mm yang melindungi struktur-struktur dibawahnya dan berfungsi sebagai cadangan kalori. Struktur kulit manusia terdiri dari tiga lapisan yang masing-masing tersusun dari berbagai jenis sel dan memiliki fungsi bermacam-macam. Ketiga lapisan itu adalah epidermis, dermis dan hipodermis (subkutan).Gambar 1. Penampang Kulit Manusia Epidermis memiliki ketebalan 100-150 m dan terdiri dari 4 lapisan antara lain stratum basale, stratum spinosum, stratum granulosum dan stratum korneum. Di bagian dalam lapisan epidermis terdapat sel-sel berbentuk kubus yang cepat membelah diri sementara sel-sel di lapisan luar mati dan menggepeng. Sel-sel epidermis berikatan erat satu sama lain melalui desmosom titik yang berhubungan dengan filamen keratin intrasel untuk membentuk suatu lapisan pembungkus kohesif yang kuat. Komponen utama epidermis adalah protein keratin yang dihasilkan oleh sel-sel keratinosit. Keratin adalah bahan yang kuat dan memiliki daya tahan tinggi serta tidak larut dalam air. Keratin mencegah hilangya air tubuh dan melindungi epidermis dari iritan atau mikroorganisme penyebab infeksi. Pada epidermis pula akan dijumpai sel pigmen (Melanosit). Melanosit mensintesis dan mengeluarkan melanin sebagai respon terhadap rangsangan hormon hipofisis anterior, hormon perangsang melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone). Melanin merupakan pigmen hitam yang menyebar ke seluruh epidermis untuk melindungi sel dari radiasi sinar UV. Sel-sel imun yang disebut sel Langerhans terdapat di seluruh epidermis. Sel ini mengenali zat asing atau mikroorganisme yang masuk ke kulit dan memulai mekanisme serangan imun. Stress dapat mempengaruhi fungsi sel Langerhans dengan meningkatkan rangsang simpatis. Radiasi sinar UV dapat mengurangi kemampuan sel Langerhans mencegah kanker. Lapisan yang menyusun epidermis dari yang terdalam hingga paling luar:a. Stratum basaleLapisan yang terdiri dari lapis tunggal sel muda yang tidak terdiferensiasi dan berbentuk tabung. Berperan memperbaharui epidermis dan menggantikan sel-sel stratum korneum yang sudah mati pada permukaan kulit.b. Stratum spinosumLapisan ini terdiri dari sel berbentuk poligonal masih memiliki nukleus dan organel namun mengandung filamen keratin lebih banyak dibandingkan sel yang ada di stratum basale. Antar sel dihubungkan oleh desmosom yang dapat pecah sehingga melanosit dan leukosit dapat bermigrasi.c. Stratum granulosumLapisan ini merupakan tempat terjadinya aktivitas biokimia dan perubahan bentuk morfologi sel sehingga pada zona ini terdapat campuran sel yang hidup dengan sel keratin yang mati. Polipeptida membentuk gabungan sel keratin, membentuk lapisan spinosum yang bergerak pada zona transisi menjadi molekul serat keratin yang tidak larut.d. Stratum korneumLapisan terluar dari kulit ini merupakan barier pertama untuk difusi zat-zat termasuk air. Memiliki ketebalan 10-20 m saat kondisi kering dan dapat menebal saat kondisi basah. Tersusun atas 10-25 lapisan sel yang kompak, rata, kering dan sel keratin. Sel-sel lapisan stratum korneum secara fisiologi tidak aktif dan akan selalu digantikan dari lapisan epidermis di bawahnya. Kulit manusia terdiri dari 10-70 folikel rambut dan 200-250 kelenjar keringat untuk setiap cm2 luas tubuh. Bagian kulit yang mengandung komponen di atas hanya 0,1 % dari total luas kulit manusia, walaupun demikian zat asing terutama yang larut dalam air kemungkinan dapat berpenetrasi ke dalam kulit melalui bagian kulit tersebut lebih cepat dibandingkan kontak dengan stratum korneum. Lapisan jaringan ikat yang mengandung 75 % serat kolagen (untuk kekuatan), 4 % serat elastin (untuk peregangan) dan 0,4 % serat retikulin. Serat-serat kolagen dan elastin tersusun secara acak dan menyebabkan dermis teregang dan memiliki daya tahan. Asam hialuronat yng disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat memiliki mekanisme kerja melapisi protein dan menyebabkan kulit menjadi elastis dan turgor (tegang). Di seluruh dermis terdapat pembuluh darah, saraf sensorik dan simpatis, pembuluh limfe, folikel rambut serta kelenjar keringat dan sebasea (minyak).Pembuluh darah dalam lapisan ini berfungsi sebagai regulator temperatur dan tekanan serta menyalurkan dan membuang bahan makanan serta sisa ekskresi. Pada dermis pula terdapat sel mast yang mengeluarkan histamin selama peradangan dan makrofag yang memfagositosis sel-sel mati dan mikroorganisme. Lapisan yang terletak dibawah dermis ini terdiri dari lemak dan jaringan ikat yang berfungsi sebagai peredam kerja dan insulator panas. Selain itu lapisan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan kalori.ABSORPSI PERKUTAN Absorpsi perkutan adalah masuknya molekul obat dari luar kulit ke dalam jaringan di bawah kulit untuk kemudian memasuki sirkulasi dalam darah. Molekul obat yang berkontak dengan kulit dapat terpenetrasi dengan tiga jalur penetrasi potensial, yaitu melalui kelenjar keringat, melalui folikel rambut dan kelenjar minyak (sering disebut jalur appendageal), atau menembus langsung stratum korneum. Obat masuk melalui kelenjar keringat dan folikel rambut disebabkan karena adanya pori-pori di antaranya sehingga memungkinkan obat tersebut berpenetrasi. Rute appendageal mengakibatkan waktu difusi yang pendek dan untuk molekul polar. Jalur appendageal hanya mencakup 0,1% area untuk penyerapan pada kulit, sehingga perannya dalam penetrasi dapat diabaikan. Hal tersebut mengakibatkan teknik peningkatan penetrasi lebih difokuskan pada peningkatan penghantaran melalui statum korneum dibandingkan dengan jalur appendageal, terkecuali pada iontophoresis dimana pengunaan muatan elektrik untuk membawa molekul menuju kulit terutama melalui jalur appendagal memiliki hambatan elektrik yang lebih rendah. Pada kulit normal, jalur utama penetrasi obat umumnya melalui lapisan epidermis melewati stratum korneum, di mana jumlah obat yang berpenetrasi tergantung luas permukaan tempat yang dioleskan dan tebal membran. Lalu rute transepidermal ini disebut sebagai jalur utama penetrasi obat karena luas permukaan epidermis 100 sampai 1000 kali lebih luas dari permukaan kelenjar lemak atau keringat. Lapisan penentu pada absorbsi transepidermal adalah stratum korneum. Secara mikroskopik bagian antar sel di dalam stratum korneum berisi bahan lemak yang amorf dan volumenya mencapai 5 % dari volume total. Adanya lemak, keratin, dan lapis ganda yang bermuatan listrik dapat menghambat proses absorpsi obat. Berdasarkan kepolaran molekul, molekul yang polar akan membentuk ikatan hidrogen dengan bagian protein dalam lapisan filamen protein, sedangkan molekul yang tidak polar di mana kelarutannya dalam minyak lebih besar akan larut dalam lemak yang terdapat pada filamen. Komponen lemak yang ada pada stratum korneum ini merupakan kendala utama yang menyebabkan rendahnya penetrasi obat melalui lapisan ini. Kerusakan atau perubahan pada lapisan sratum korneum akan memperbesar laju difusi suatu bahan obat karena perubahan permeabilitas dari stratum korneum. Jalur difusi melalui stratum korneum melalui dua jalur yaitu : jalur transeluler dan jalur interseluler. Jalur transeluler bekerja dengan menembus sel sedangkan jalur interseluler melewati ruang antar sel. Rute yang lebih umum adalah melalui rute interseluler. Bahan obat melintasi membran lipid antara korneosit. Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi perkutan :1. Konsentrasi obat merupakan faktor yang penting. Umumnya, jumlah obat yang diabsorpsi secara perkutan per unit luas permukaan per satuan waktu akan meningkat, bila kosentrasi obat pada sistem penghantaran obat transdermal ditambah.2. Obat dengan bobot molekul antara 100-800 dengan kelarutan dalam lemak dan airseimbang dapat berpermeasi pada kulit. Bobot molekul yang ideal untuk Transdermal Drug Delivery System adalah 400 atau kurang.3. Harga koefisien partisi obat yang tergantung dari kelarutannya dalam air dan minyak. Harga ini menentukan laju perpindahan melewati daerah absorbsi. Koefisien partisi dapat diubah dengan memodifikasi gugus kimia dalam struktur obat dan variasi pembawa.4. Kondisi pH akan mempengaruhi tingkat disosiasi serta kelarutan obat yang bersifat lipofil.5. Profil pelepasan obat dari pembawanya, tergantung dari afinitas obat terhadap pembawa, kelarutan obat dalam pembawa, dan pH pembawa.6. Komposisi sistem tempat pemberian obat, yang ditentukan dari permeabilitas stratum korneum yang disebabkan hidratasi dan perubahan struktur lipida.7. Adanya efek depot pada lapisan tanduk atau stratum korneum sehingga dapat terjadi ikatan yang bersifat irreversibel dan dapat memodifikasi permeasi kulit.8. Peningkatan suhu kulit dapat menyebabkan perubahan difusi yang disebabkan oleh peningkatan kelar