Tugas Kultur Jaringan

download Tugas Kultur Jaringan

of 44

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    131
  • download

    0

Embed Size (px)

description

makalah tugas Kultur Jaringan Tanaman

Transcript of Tugas Kultur Jaringan

KULTUR JARINGAN TANAMANAPLIKASI KJT UNTUK PERBANYAKAN TANAMANSOMATIC HYBRIDISATION AND GENE TRANSFORMATION OF MANGO (Mangifera indica L.)

Oleh:KELOMPOK 3ANGGOTA KELOMPOK :

Ni Kadek Nia Sri Wirandani1208505003Ni Putu Widiastuti1208505011Desak Made Ary Diantini1208505034Pande Made Diah Antaryami H.P.R1208505041Ni Putu Wiwik Indriani1208505043Ni Putu Eka Rismawati1208505066

JURUSAN FARMASIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS UDAYANA2014

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangMangga (Mangifera indica L.) adalah anggota dari keluarga Anacardiaceae dan termasuk tanaman buah yang paling banyak ditanam di dunia. Mangga merupakan buah tropis musiman yang penting. Buah mangga memiliki kandungan vitamin A dan C yang cukup tinggi, masing-masing sebesar 1.000 IU/100 g bobot segar dan 20 mg/100 g bobot segar (Sistrunk dan Moore, 1983).Beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan tanaman ini adalah bahwa kultivar mudah rusak selama pengangkutan, daya simpan rendah, gugur buah muda tinggi sehingga produksi buah rendah (dari ribuan bunga yang tumbuh jadi buah hanya 1%), peka terhadap serangan hama penyakit, sedikitnya jumlah benih yang diperoleh, sifat panikula dan bunga yang kompleks, tingkat kesuksesan yang rendah dalam penyerbukan, penurunan kualitas buah yang berlebihan, siklus hidup yang panjang, heterozigositas tanaman dan problema problema lainnya (Nakasone dan Paull, 1988). Salah satu cara untuk mengatasi masalah dalam pengembangan tanaman mangga adalah dengan merakit varietas baru yang berproduksi tinggi dan tahan terhadap hama, penyakit serta cekaman abiotik. Perbaikan kualitas dan kuantitas mangga dapat dilakukan melalui kegiatan pemuliaan tanaman sehingga perbaikan dapat berlangsung stabil dan mewaris. Dalam pemuliaan tanaman perbaikan secara genetik dapat dilakukan untuk menambah keragaman karakteristik tanaman mangga dan untuk memenuhi persyaratan tentang kualitas mangga tersebut, baik secara konvensional maupun inkonvensional. Secara konvensional dilakukan melalui persilangan atau mengawinkan bunga dengan meletakkan pollen pada stigma. Hasil dari persilangan adalah terjadinya proses pembentukan buah dan biji. Secara inkonvensional dapat dilakukan melalui seleksi mutan, produksi tanaman homozigot, hibridisasi somatik, atau transfer gen (Widiastoety, 2001).Hibridisasi somatik melalui fusi protoplasma merupakan teknik persilangan untuk menghasilkan hibrida melalui fusi sel tubuh. Hibridisasi somatic melalui fusi protoplasma memberikan kemungkinan untuk terjadinya persilangan beda genus dan spesies. Transformasi genetik adalah proses untuk memodifikasi satu atau dua tanaman yang diinginkan yang memiliki sifat agronomi, namun tetap mempertahankan karakteristik unik dari kultivar aslinya. Penerapan teknologi transfer gen ini memungkinkan penyisipan gen-gen penting tertentu saja, sehingga sifat lain diharapkan tidak berubah (Rahmawati, 2006).Agrobacterium merupakan kelompok bakteri gram negatif yang berasosiasi dengan tanaman. Beberapa anggota dari kelompok ini dapat menyebabkan penyakit pada tanaman (Matthysse, 2005). Salah satu jenis Agrobacterium ini adalah Agrobacterium rhizogenes yang menyebabkan penyakit akar berambut pada tanaman tingkat tinggi. Bakteri Agrobacterium rhizogenes dapat menginduksi perkembangan percabangan yang banyak di tempat akar yang terinfeksi sehingga disebut dengan hairy root. Regenerasi tanaman mangga setelah infeksi Agrobacterium rhizogeneswill diharapkan dapat memiliki jumlah akar yang lebih banyak, dan ada kemungkinan untuk menumbuhkan tanaman melalui organogenesis atau embriogenesis somatik dari akar rambut (Cabrera et al, 1996)Penelitian ini merupakan penelitian mengenai hibridisasi somatic mangga melalui fusi protoplas pada tingkat kultivar dan transformasi gen menggunakan Agrobacterium rhizogenes pada beberapa varietas mangga Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi baru mengenai teknik hibridisasi somatic dan transformasi yang efektif menggunakan Agrobacterium rhizogenes pada varietas mangga.

1.2 Rumusan Masalah1.2.1 Bagaimana teknik hibridisasi somatik melalui fusi protoplasma pada varietas mangga?1.2.2 Bagaimana teknik transformasi gen menggunakan Agrobacterium rhizogenes pada varietas mangga?

1.3Tujuan1. 3.1Mengetahui teknik hibridisasi somatik melalui fusi protoplasma pada varietas mangga.1.3.2 Mengetahui teknik transformasi gen menggunakan Agrobacterium rhizogenes pada varietas mangga.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Tanaman Mangga (Mangifera indica L.)Mangga yang berkembang di Indonesia diperkirakan berasal dari India, yang dipercaya pemeliharaannya telah ada seiring peradaban India. Sejarah pun mencatat bahwa mangga pertama kali ditemukan oleh Alexander Agung di lembah Indus, India.Kata mangga sendiri berasal dari bahasa Tamil, yaitu Mangas atau man-kay. Dalam bahasa botani, mangga disebut Mangifera indica L. yang berarti tanaman mangga berasal dari India. Dari India, sekitar abad ke-4 SM, tanaman mangga menyebar ke berbagai negara, yakni melalui pedagang India yang berkelana ke timur sampai ke Semenanjung Malaysia. Pada tahun 1400 dan 1450, mangga mulai ditanam di kepulauan Sulu dan Mindanau, Filipina, di pulau Lizon sekitar tahun 1600, dan di kepulauan Maluku pada tahun 1665 (Pracaya, 2011).

2.1.1 Taksonomi dan Morfologi Tanaman ManggaDalam tatanama sistematika (taksonomi) tumbuhan, tanaman mangga diklasifikasikan sebagai berikut:Kingdom: Plantae Divisi: SpermatophytaSub divisi: AngiospermaeKelas: DicotyledonaeOrdo: SapindalesFamili: Anacardiaceae Genus: MangiferaSpesies: Mangifera spp.(Pracaya, 2011)Tanaman mangga tumbuh dalam bentuk pohon berbatang tegak, bercabang banyak, serta rindang dan hijau sepanjang tahun. Tinggi tanaman dewasanya bisa mencapai 10-40 m dengan umur bisa mencapai lebih dari 100 tahun. Morfologi tanaman mangga terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga. Bunga menghasilkan buah dan biji yang secara generatif dapat tumbuh menjadi tanaman baru (Pracaya, 2011).Mangga rata-rata berbunga satu kali sehingga panen buah dapat dilakukan beberapa kali dalam satu periode karena buah tidak masak bersamaan. Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun sedangkan mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. Buah panen pertama hanya mencapai 10-15 buah, pada tahun ke-10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon, pada umur 15 tahun mencapai 1000 buah/pohon, dan produksi maksimum tercapai pada umur 20 tahun dengan potensi produksi mencapai 2000 buah/pohon/tahun (Pracaya, 2011). Buah mangga memiliki keanekaragaman bentuk antara lain bulat, bulat-pendek dengan ujung pipih, dan bulat-panjang agak pipih. Susunan tubuh buah terdiri dari beberapa lapisan, yaitu sebagai berikut:a. Kulit buahBuah mangga yang muda memiliki kulit berwarna hijau, namun menjelang matang berubah warna menurut jenis dan varietasnya.b. Daging buahBuah mangga yang masih muda pada umumnya memiliki daging buah yang berwarna kuning keputih-putihan. Menjelang tua daging buah berubah menjadi kekuning-kuningan sampai kejingga-jinggan. Rasa daging buah mangga bervariasi, yaitu asam sampai manis dengan aroma yang khas pada setiap varietas mangga.c. Biji Biji mangga berkeping dua dan memiliki sifat poliembrional, karena dari satu biji dapat tumbuh lebih dari satu bakal tanaman.

2.1.2 Jenis dan Varietas Tanaman ManggaPengembangan varietas mangga dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Masing-masing varietas mangga dapat dibedakan berdasarkan ukuran, warna daging,rasa, aroma, dan bentuk buah. Selain itu juga dapat dibedakan berdasarkan sifat pohon, ukuran, dan bentuk daun. Di Indonesia ada beberapa jenis dan varietas mangga komersial yang sudah terkenal bagus mutunya, antara lain:a. Mangga GolekDalam bahasa Jawa, golek berarti mencari. Berdasarkan kata itu pulalah penamaan jenis mangga ini karena setelah menikmati rasanya orang akan mencari lagi buah mangga yang baru saja dimakan. Daging buah tebal, lunak dengan warna kuning tua. Daging buahnya boleh dikatakan tidak berserat, tidak berair (kalau diiris tidak banyak mengeluarkan air). Aromanya cukup harum dengan rasa yang manis (Pracaya, 2011).b. Mangga Arumanis Disebut mangga arumanis karena rasanya manis dan aromanya harum (arum). Daging buah tebal, lunak berwarna kuning, dan tidak berserat (serat sedikit). Aroma harum, tidak begitu berair, dengan rasa yang manis, tapi bagian ujung kadang-kadang masih ada rasa asam (Pracaya, 2011).c. Mangga ManalagiDisebut manalagi karena sekali makan orang akan mencarinya lagi. Rasa mangga manalagi seperti perpaduan rasa antara golek dan arumanis. Kemungkinan pohon mangga manalagi merupakan hasil persilangan alami antara golek dengan arumanis. Buah ini sering dimakan dalam keadaan masihkeras, tetapi daging buah sudah kelihatan kuning (Pracaya, 2011).d. Mangga MaduMangga ini disebut madu karena rasanya manis seperti madu lebah. Daging buah yang sudah masak berwarna kuning. Bagian dalam kuningnya makin ke dalam makin tua seperti warna madu. Serat daging buah sedikit. Kadar air buah sedang dengan rasanya yang manis seperti madu dan aromanya harum (Pracaya, 2011).e. Mangga UdangMangga ini berasal dari Desa Hutanagonang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Panjang rata-rata mangga ini hanya sekitar 6 cm. Dikenal dua jenis mangga udang, yaitu yang berukuran kecil dan berukuran besar. Buahnya berbentuk lonjong. Kulitnya tipis dan berwarna hijau muda pada waktu muda, lalu berubah menjadi kuning keemasan setelah tua. Daging buahnya berwarna kuning, lunak berair, rasanya manis, berserat, dan aromanya harum (Pracaya, 2011).f. KuiniDalam taksonomi tumbuhan, kuini merupakan tanaman mangga dengan spesies Mangifera odorata Griffith yang masih berkerabat dekat dengan bacang. Warna kulit buah muda hijau dan setelah masak hijau kekuningan pada pangkalnya, dengan permukaan kulit licin. Warna daging