Tugas Koas Mata

download Tugas Koas Mata

of 21

  • date post

    06-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    254
  • download

    9

Embed Size (px)

description

ilmu kesehatan mata

Transcript of Tugas Koas Mata

Case I : TBC dan DM tipe 2

1. Gambarkan dan sebutkan bagian dari penampang sagital bola mata !

Cornea :

Merupakan lanjutan dari sklera, transparan, tebal 0,5-1 mm, tidak mengandung pembuluh darah

Terdiri dari lapisan: stratum epitelium, lamina elastica anterior, stratum propium, lamina elastica posterior, & stratum mesothelium

Nutrisi didapat dari a.ciliaris anterior & humor aquasus

Sclera :

Merupakan lapisan terluar dari bola mata

Terbentuk oleh jaringan fibrous dengan serat elastis

Retina :

Merupakan membran saraf yang tipis, halus, transparan

Mengandung fotoreseptor, yaitu sel batang & sel kerucut

Ke arah belakang diteruskan sebagai nervus optikus

Humor aquosus :

Merupakan larutan garam yang encer, mengisi COA

Diproduksi oleh procc.ciliaris pada corpus ciliare Lensa crystalina :

Bentuknya biconvex, avaskuler, tidak berwarna, transparan, bagian belakang lebih cembung, diameter 9 mm, tebal 4 mm, terletak di belakang iris & di depan corpus vitreum

Fungsi : untuk memfokuskan cahaya di retina sehingga terjadi gambaran yang sempurna

Corpus vitreus :

Merupakan larutan garam & protein yang mempunyai konsistensi kenyal

Fungsi : untuk menyangga bola mata supaya tidak mudah mengkerut

Tidak mengandung pembuluh darah, nutrisinya dari pembuluh darah retina & corpus ciliare

Conjunctiva :

Merupakan membran yang menutup sklera & kelopak bagian belakang

Mengandung kelenjar musin yang dihasilkan oleh sel Goblet

Disarafi oleh n.trigeminus

Pada tepi bebas palpebra ada cilia (bulu mata)

2. Gambarkan dan jelaskan Lintasan Penglihatan / Visual Pathway !

Jalur penglihatan merupakan istilah untuk jalur saraf yang menghubungkan bagian belakang mata dengan visual cortex. Yaitu bagian otak yang menafsirkan citra cermin yang dilihat oleh retina.

Bidang pandang masing-masing mata terbagi menjadi sisi nasal dan temporal. Jalur penglihatan pada masing-masing sisi terdiri dari :

A. Syaraf optik yang terdiri dari urat-urat halus dari bidang nasal dan temporal.

B. Chiasma, merupakan tempat pertemuan saraf-saraf optik dari kedua belah mata; urat-urat halus dari masing-masing retina melintas kesisi lainnya, dan urat halus temporal berada pada sisi yang sama dan membentuk :

Lintasan optik (optic tract).

Radiasi optik, yang menyebar ke dalam.

Occipital cortex

Visual cortex kanan menerima informasi dari kedua bagian kiri bidang pandang, sedangkan visual cortex kiri menerima dari bagian kanan bidang pandang. Serabut saraf optik dari sisi temporal bidang pandang menuju ke cortex sisi yang sama, tetapi yang dari bidang nasal menyeberang pada chiasma dan menuju ke cortex sisi yang berlawanan.

Agar suatu obyek dapat dilihat maka harus terjadi bayangan di retina dan bayangan ini harus dapat dihantarkan ke otak, yaitu ke korteks visual di fissure kalkarina untuk selanjutnya disadari. Dengan demikian kita melihat obyek dengan mata dan dengan otak. Mekanisme melihat ini sangat rumit dan meliputi melihat bentuk, ruang dan warna. Bola mata merupakan suatu sistem kamera yang mempunyai sistem lensa, diafragma, dan film. Sebagai sistem lensanya adalah kornea, cairan akuos, lensa mata dan vitreum. Sebagai diafragma adalah palpebra dan pupil. Sebagai filmnya ialah retina.

Suatu obyek dapat terlihat paling jelas kalau cahaya dari obyek tepat jatuh pada retina, tepatnya di makula lutea. Dapat tidaknya cahaya dari jauh tak terhingga terfokus pada retina saat mata istirahat tergantung pada kekuatan refraksi mata dan panjang aksis bola mata. Apabila fokus tepat di retina, maka mata tersebut dikatakan emetrop. Apabila fokus jatuh di depan retina maka dikatakan miop, dan apabila fokus jatuh di belakang retina maka dikatakan hipermetrop. Jadi agar bayangan jelas, maka dibutuhkan media refrakta yang jernih dengan kekuatan refraksi yang cocok dengan panjang sumbu bola mata, serta retina sebagai penangkap bayangan yang baik.

3. Gambarkan produksi dan sirkulasi Humor Aquosus !

Humor aqueous diproduksi oleh corpus ciliaris.

Setelah dikumpulkan di bilik mata belakang, humor aqueous mengalir melalui pupil ke bilik mata depan lalu ke anyaman trabekular Meshwork di sudut bilik mata depan. Kemudian melalui kanalis Schlemm, humor aqueous mengalir ke dalam sistem vena (Vena Ciliaris Anterior).

Outflow dari humor aqueous tergantung pada:

Lebar sudut bilik mata depan (COA)

Kerapatan jaringan trabekulum Meshwork

4. Sebutkan pembagian klinis Katarak beserta gejala dan tanda pada tiap stadium !

Berdasarkan usia, katarak dapat diklasifikasikan menjadi:

Katarak Kongenital

Merupakan katarak yang mulai terjadi sebelum atau setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun. Katarak kongenital merupakan penyebab kebutaan pada bayi yang cukup berarti terutama akibat penanganan yang kurang tepat.

Katarak kongenital digolongkan dalam katarak:

Kapsulolentikular dimana pada golongan ini termasuk katarak kapsular dan katarak Polaris

Katarak lentikular termasuk dalam golongan ini katarak yang mengenai korteks atau nucleus lensa saja

Dalam kategori ini termasuk kekeruhan lensa yang timbul sebagai kejadian primer atau berhubungan dengan penyakit ibu dan janin local atau umum. Untuk mengetahui penyebab katarak kongenital diperlukan pemeriksaan riwayat prenatal infeksi ibu seperti rubella pada kehamilan trimester pertama dan pemakaian obat selama kehamilan. Kadang-kadang pada ibu hamil terdapat riwayat kejang, tetani, ikterus, atau hepatosplenomegali. Bila katarak disertai dengan uji reduksi pada urine yang positif, mungkin katarak ini terjadi akibat galaktosemia. Sering katarak kongenital ditemukan pada bayi premature dan gangguan sistem saraf seperti retardasi mental.

Pemeriksaan darah pada katarak kongenital perlu dilakukan karena ada hubungan katarak kongenital dengan diabete mellitus, kalsium, dan fosfor. Hampir 50% dari katarak kongenital adalah sporadic dan tidak diketahui penyebabnya. Katarak kongenital prognosisnya kurang memuaskan karena bergantung pada bentuk katarak. Bila terdapat nistagmus maka keadaan ini menunjukkan hal yang buruk. Dikenal bentuk-bentuk katarak kongenital yaitu katarak piramidalis atau Polaris anterior, katarak piramidalis atau Polaris posterior, katarak zonularis atau lamelaris, katarak pungtata dan lain-lain,

Pada pupil mata bayi yang menderita katarak kongenital akan terlihat bercak putih atau suatu leukokoria. Pada pemeriksaan leukokoria dilakukan dengan melebarkan pupil. Pada katarak kongenital total penyilit yang dapat terjadi adalah macula lutea yang tidak cukup mendapat rangsangan. Macula ini tidak akan berkembang sempurna walaupun dilakukan ekstraksi katarak maka visus biasanya tidak akan mencapai 5/5. Hal ini disebut ambliopia sensoris (ambyopia ex anopsia). Katarak kongenital dapat menimbulkan komplikasi lain berupa nistagmus dan strabismus

Katarak Juvenil

Merupakan katarak yang lembek dan terdapat pada orang muda, yang mulai terbentuknya pada usia kurang dari 9 tahun dan lebih dari 3 bulan. Katarak juvenile biasanya merupakan kelanjutan katarak kongenital.

Katarak SenilisMerupakan semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di atas 50 tahun. Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui secara pasti. Secara klinik dikenal dalam 4 stadium yaitu:

Katarak Insipien

Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeriji menuju korteks anterior dan posterior (katarak kortikal). Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Katarak subkapsular posterior, kekeruhan mulai terlihat pada anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa dan korteks berisi jaringan degenerative (benda Morgagni) pada katarak insipient. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama.

Katarak Intumesen

Kekeruhan lensa disertai dengan pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadi bengkak dan besar yang mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding dengan keadaan normal. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glaucoma. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan mengakibatkan myopia lentikular. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah, yang mengakibatkan miopisasi. Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa.Katarak Imatur

Sebagian lensa keruh atau katarak. Katarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa. Pada katarak imatur akan dapat bertambah volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotic bahan lensa yang degenerative. Pada keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil, sehingga terjadi glaucoma sekunder.

Katarak Matur

Pada katarak matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion kalsium yang menyeluruh. Bila katarak imatur atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar, sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kalsifikasi lensa. Kedalaman bilik mata depan akan normal kembali, tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh, sehingga uji bayangan iris negative.

Katarak Hipermatur

Merupakan katarak yang mengalami proses degenerasi lanjut, dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. Masa lensa berdegenerasi keluar dari kapsul lensa sehingga lensa mengecil, ber