Tugas Kelompok b4 + Cover FINAL

download Tugas Kelompok b4 + Cover FINAL

of 260

  • date post

    02-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    487
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Kelompok b4 + Cover FINAL

Strategi

TUGAS KELOMPOK PANCASILAPANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

Oleh: Kelompok B-4Ketua:

R.A. Wita Ferani Kartika1102009229

Anggota:

Jailani1102006135

Latira Lestiyani1102009157

Marinda Nur T.1102009165

M. Ikhsan Amadea1102009186

Mentari Effendi 1102009169

Meta Adriani1102009171

Prisca Ockta P.1102009220

Pritta Devika 1102009221

Putri Indah Permata 1102009228

Radi Tri Hadrian 1102009232

Rahayu 1102009233

Raka Aditya 1102009234

Ratna Sari 1102009237

Riani Putri 1102009243

Ridnia Nur Istiqomah 1102009245

Sandri 1102009258

Tb Fahruroji 1102009280

Tegar Wibawa R. 1102009281

Ulfani Aprilia Kartini 1102009288

Vicky Yunitasari 1102009292

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS YARSI2011/2012DAFTAR ISI

1. TEORI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

2. TUGAS KELOMPOK B4 : ANALISA STRATEGI DAN KONDISI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DALAM MENGGAPAI VISI DAN MISI DI KOTA LUBUK LINGGAU3. TUGAS INDIVIDUAL Contact person Kelompok B-4R.A. Wita Ferani K.(08561459195)

Rahayu(085658282999)

Putri Indah P.(08990989027)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

Oleh: Kelompok B-4Ketua:

R.A. Wita Ferani Kartika1102009229

Anggota:

Jailani1102006135

Latira Lestiyani1102009157

Marinda Nur T.1102009165

M. Ikhsan Amadea1102009186

Mentari Effendi 1102009169

Meta Adriani1102009171

Prisca Ockta P.1102009220

Pritta Devika 1102009221

Putri Indah Permata 1102009228

Radi Tri Hadrian 1102009232

Rahayu 1102009233

Raka Aditya 1102009234

Ratna Sari 1102009237

Riani Putri 1102009243

Ridnia Nur Istiqomah 1102009245

Sandri 1102009258

Tb Fahruroji 1102009280

Tegar Wibawa R. 1102009281

Ulfani Aprilia Kartini 1102009288

Vicky Yunitasari 1102009292

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

2011/2012

A. PENGERTIAN IDEOLOGI

1. Arti IdeologiIdeologi adalah gabungan dari dua kata majemuk idea dan logos, yang berasal dari bahasa Yunani eidos dan logos. Secara sederhana ideologi berarti suatu gagasan yang berdasarkan pemikiran yang sedalam-dalamnya dan merupakan pemikiran filsafat. Dalam arti kata luas istilah ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam artian ini ideologi disebut terbuka. Dalam arti sempit ideologi adalah gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dan bertindak. Dalam artian ini disebut juga ideologi tertutup. Kata ideologi sering juga dijumpai untuk pengertian memutlakakan gagasan tertentu, sifatnya tertutup dimana teori-teori bersifat pura-pura dengan kebenaran tertentu, tetapi menyembunyikan kepentingan kekuasaan tertentu yang bertentangan dengan teorinya. Dalam hal ini ideologi diasosiasikan kepada hal yang bersifat negatif.

Ideologi juga diartikan sebagai ajaran, doktrin, teori, atau ilmu yang diyakini kebenarannya, yang disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaannya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, (Bahan Penataran BP-7 Pusat 1993). Suatu pandangan hidup akan meningkat menjadi suatu falsafah hidup, apabila telah mendapat landasan berpikir maupun motivasi yang lebih jelas, sedangkan kristalisasinya kemudian membentuk suatu ideologi. Keterikatan ideologi dengan pandangan hidup akan membedakan ideologi suatu bangsa dengan bangsa lain.Dalam praktek orang menganut dan mempertahankan ideologi karena memandang ideologi itu sebagai cita-cita, ideologi merumuskan cita-cita hidup. Oleh sebab itu, menurut Gunawan Setiardja (1993) ideologi dapat dirumuskan sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas, yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.

Ideologi berada satu tingkat lebih rendah dari filsafat. Berbeda dengan filsafat, yang digerakkan oleh kecintaan kepada kebenaran dan sering tanpa pamrih apapun juga, maka ideologi digerakkan oleh tekad untuk mengubah keadaan yang tidak diinginkan, menuju ke arah keadaan yang diinginkan. Dalam ideologi sudah ada suatu komitmen, sudah terkandung wawasan massa depan yang dikehendaki dan hendak diwujudkan dalam kenyataan. Jika filsafat merupakan kegemaran dan sebagian kecil orang saja, karena memang tidak semua orang mempunyai kecenderungan pribadi mencari kebenaran tertinggi itu, maka ideologi diminati oleh lebih banyak manusia. Menurut Edward Shils, slah satu pakar mengenai ideologi, jika manusia sudah mencapai taraf perkembangan intelektual tertentu, maka kecenderungan menyusun ideologi ini merupakan suatu ciri dasar kemanusiaan. Manusia sebagai makhluk berpikir akan selalu semakin cerdas dan semakin terdidik sebagai warna masyarakat, semakin meningkatkan kebutuhan akan wawasan ideologi. Oleh karena itu, ideologi merupakan wawasan yang hendak diwujudkan, maka ideologi selalu berkonotasi politik. Ideologi hampir selalu bersumber dari nilai-nilai filsafat yang mendahuluinya dan menghubungkannya dengan politik yang menangani dunia nyata yang hendak diubah. Politik, yang juga bisa diterjemahkan sebagai kebijakan, menyangkut asas serta dasar bagaimana mewujudkan ideologi itu ke dalam kenyataan, khususnya dengan membangun kekuatan yang diperlukan, serta untuk mempergunakan kekuatan itu untuk mencapai tujuan.

Dewasa ini ideologi telah menjadi suatu pengertian yang kompleks. Perkembangan akhir-akhir ini menunjukan terjadinya pembedaan yang makin jelas antar ideologi, filsafat, ilmu, dan teologi. Ideologi dipandang sebagai pemikiran yang timbul karena pertimbangan kepentingan. Di dalam ideologi orang tidak mempermasalahkan nilai kebenaran internalnya. Ideologi dipandang sebagai belief sistem, sedangkan ilmu, filsafat, ataupun teologi merupakan pemikiran yang bersifat refleksif, kritis, dan sistematik, dimana pertimbangan utamanya adalah kebenaran pemikiran. Karena perbedaan itu ideologi disebut sebagai suatu sistem pemikiran yang sifatnya tertutup (Pranarka, 1987: 372).

Dalam perkembangan itu ideologi mempunyai arti yang berbeda. Pertama, ideologi diartikan sebagai weltanschuung, yaitu pengetahuan yang mengandung pemikiran-pemikiran besar, cita-cita besar, mengenai sejarah, manusia, masyarakat, Negara ( science of ideas). Dalam pengertian ini kerap kali ideologi disamakan artinya dengan ajaran filsafat. Kedua, ideologi diartikan sebagai pemikiran yang tidak memperhatikan kebenaran internal dan kenyataan empiris, ditujukan dan tumbuh berdasarkan pertimbangan kepentingan tertentu dank arena itu ideologi cenderung menjadi bersifat tertutup. Ketiga, ideologi diartikan sebagai suatu belief sistem dank arena itu berbeda dengan ilmu, filsafat, ataupun teologi yang secara formal merupakan suatu knowledgy sistem (bersifat refleksif, sistematis, dan kristis)2. Pancasila sebagai Ideologi NasionalIdeologi adalah istilah yang sejak lama telah dipakai dan menunjukan beberapa arti. Semua arti itu menurut destutt de tracy pada tahun 1976, memakai istilah ideologi dengan pengertian science of ideas, yaitu suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Prancis. Namun, Napoleon mencemoohkan sebagai khayalan belaka yang tidak punya arti praktis. Ideologi semcam itu adalah impian semata yang tidak akan menemui kenyataan riil. Namun demikian, ideologi mempunyai arti orientasi yang menempatkan seseorang dalam lingkungan ilmiah dan social. Dalam orientasi ini ideologi mempunyai pandangan tentang alam, masyarakat, manusia, dan segala realitas yang dijumpai serta dialami semasa hidupnya. Terdapat empat tipe ideologi (BP-7 Pusat, 1991: 384), yaitu sebagai berikut.a. Ideologi konservatif, yaitu ideologi yang memelihara keadaan yang ada (Status quo), setidak-tidaknya secara umum, walaupun membuka kemungkinan perbaikan dalam hal-hal teknis.

b. Kontra ideologi, yaitu melegitimasikan penyimpangan yang ada dalam masyarakat sebagai yang sesuai dan malah dianggap baik.

c. Ideologi reformis, yaitu berkehandak untuk mengubah keadaan.

d. Ideologi revolusioner, yaitu ideologi yang bertujuan mengubah seluruh sistem nilai masyarakat itu.

Suatu ideologi yang sama dalam perjalanan hidup yang cukup panjang biasa berubah tipe. Ideologi komunis yang pernah bersifat revolusioner sebelum berkuasa, menjadi sangat konservatif setelah para pendukungnya berkuasa. Dalam perjalanan sejarah Pancasila sebagai ideologi mengandung sifat reformis dan revolusioner.

Kita mengenal berbagai istilah ideologi, seperti ideologi negara, ideologi bangsa, dan ideologi nasional. Ideologi negara khusus dikaitkan dengan pengaturan penyelenggaraan pemerintahan negara. Sedangkan ideologi nasional mencakup ideologi negara dan ideologi yang berhubungan dengan pandangan hidup bangsa. Bagi bangsa Indonesia, ideologi nasionalnya tercermin dan terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Ideologi nasional bangsa Indonesia yang tercermin dan terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah ideologi perjuangan, yaitu yang sarat dengan jiwa dan semangat perjuangan bangsa untuk mewujudkan negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur (Bahan Penataran. BP-7 Pusat, 1933)

Dalam alinea pertama pembukaan UUD 1945 terkandung motivasi, dasar, dan pembenaran perjuangan (kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan). Alinea kedua mengandung cita-cita bangsa Indonesia (Negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur). Alinea ketiga memuat petunjuk atau tekad pelaksanaannya (menyatakan kemerdekaan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa). Alinea keempat memua