TUGAS KDM.docx

3
KASUS 3 Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV. KASUS 3 Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV. KASUS 3 Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV. KASUS 3 Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV.

Transcript of TUGAS KDM.docx

Page 1: TUGAS KDM.docx

KASUS 3Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV.

KASUS 3Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV.

KASUS 3Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV.

KASUS 3Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV.

KASUS 3Ny. GH, 44 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam karena luka di kaki kiri yang tidak kunjung sembuh. Luka berawal dari luka jahitan di punggung kaki karena kecelakaan. Luka tidak kunjung sembuh dan semakin meluas. Saat dilakukan rawat luka oleh perawat, luka ada dari bagian betis bawah sampai jari kaki. Pada bagian tumit, terlihat tulang pasien. Dari luka, keluar nanah dan beberapa ulat. Pasien mengatakan takut dan minder karena penyakitnya. Dari hasil pemeriksaan darah, di dapatkan GDA 456 g/dL. Pasien mengatakan menderita penyakit gula sejak 1 tahun yang lalu. Ibu Ny. GH meninggal karena penyakit gula. Saat dikaji oleh perawat, Ny. GH sedang akan makan siang. Perawat memberikan injeksi insulin 8 IU IC di deltoid kanan sebelum pasien makan. Setelah makan, pasien minum obat oral dan mendapatkan injeksi ceftriaxon 1 x 1 gram IV.

Page 2: TUGAS KDM.docx

KASUS 4Tn. EF, 33 tahun, 60 kg, dirawat di ruang Bedah F dengan open fraktur femur 1/3 distal dextra, close fraktur costae 3,4,5 dextra dan hematototak dextra karena kecelakaan sepeda motor 5 hari yang lalu. Dari hasil pengkajian, pasien mengatakan nyeri saat bergerak dan nyeri saat bernafas. Nyeri dirasakan skala 9, di semua bagian tubuh terutama, paha, dan dada. Nyeri semakin berat saat bergerak. Nyeri seperti di tusuk. Saat perawat mencoba menggerakkan jari kaki kanan dan jari kaki kiri, pasien kesakitan. Jari pasien kaku. Pasien mengatakan ketakutan untuk bergerak. Pasien terpasang traksi di kaki kanan dengan beban 7 kg. Pasien mengatakan marah terhadap keadaanya dan menghujat tuhan. Dia tidak akan lagi menyembah tuhan. Karena setelah semua ibadah yang dia lakukan selama ini, masih saja di beri musibah. Tuan EF, sudah 3 hari ini tidak mau sholat, berdoa maupun istighfar.

KASUS 4Tn. EF, 33 tahun, 60 kg, dirawat di ruang Bedah F dengan open fraktur femur 1/3 distal dextra, close fraktur costae 3,4,5 dextra dan hematototak dextra karena kecelakaan sepeda motor 5 hari yang lalu. Dari hasil pengkajian, pasien mengatakan nyeri saat bergerak dan nyeri saat bernafas. Nyeri dirasakan skala 9, di semua bagian tubuh terutama, paha, dan dada. Nyeri semakin berat saat bergerak. Nyeri seperti di tusuk. Saat perawat mencoba menggerakkan jari kaki kanan dan jari kaki kiri, pasien kesakitan. Jari pasien kaku. Pasien mengatakan ketakutan untuk bergerak. Pasien terpasang traksi di kaki kanan dengan beban 7 kg. Pasien mengatakan marah terhadap keadaanya dan menghujat tuhan. Dia tidak akan lagi menyembah tuhan. Karena setelah semua ibadah yang dia lakukan selama ini, masih saja di beri musibah. Tuan EF, sudah 3 hari ini tidak mau sholat, berdoa maupun istighfar.

KASUS 4Tn. EF, 33 tahun, 60 kg, dirawat di ruang Bedah F dengan open fraktur femur 1/3 distal dextra, close fraktur costae 3,4,5 dextra dan hematototak dextra karena kecelakaan sepeda motor 5 hari yang lalu. Dari hasil pengkajian, pasien mengatakan nyeri saat bergerak dan nyeri saat bernafas. Nyeri dirasakan skala 9, di semua bagian tubuh terutama, paha, dan dada. Nyeri semakin berat saat bergerak. Nyeri seperti di tusuk. Saat perawat mencoba menggerakkan jari kaki kanan dan jari kaki kiri, pasien kesakitan. Jari pasien kaku. Pasien mengatakan ketakutan untuk bergerak. Pasien terpasang traksi di kaki kanan dengan beban 7 kg. Pasien mengatakan marah terhadap keadaanya dan menghujat tuhan. Dia tidak akan lagi menyembah tuhan. Karena setelah semua ibadah yang dia lakukan selama ini, masih saja di beri musibah. Tuan EF, sudah 3 hari ini tidak mau sholat, berdoa maupun istighfar.

KASUS 4Tn. EF, 33 tahun, 60 kg, dirawat di ruang Bedah F dengan open fraktur femur 1/3 distal dextra, close fraktur costae 3,4,5 dextra dan hematototak dextra karena kecelakaan sepeda motor 5 hari yang lalu. Dari hasil pengkajian, pasien mengatakan nyeri saat bergerak dan nyeri saat bernafas. Nyeri dirasakan skala 9, di semua bagian tubuh terutama, paha, dan dada. Nyeri semakin berat saat bergerak. Nyeri seperti di tusuk. Saat perawat mencoba menggerakkan jari kaki kanan dan jari kaki kiri, pasien kesakitan. Jari pasien kaku. Pasien mengatakan ketakutan untuk bergerak. Pasien terpasang traksi di kaki kanan dengan beban 7 kg. Pasien mengatakan marah terhadap keadaanya dan menghujat tuhan. Dia tidak akan lagi menyembah tuhan. Karena setelah semua ibadah yang dia lakukan selama ini, masih saja di beri musibah. Tuan EF, sudah 3 hari ini tidak mau sholat, berdoa maupun istighfar.