Tugas Ekologi .

download Tugas Ekologi .

of 32

  • date post

    21-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Ekologi .

  • 7/24/2019 Tugas Ekologi .

    1/32

    TUGAS MATA KULIAH EKOLOGI UNTUK PERTAMBANGAN

    PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

    DI PT. BUKIT ASAM

    OLEH :

    LINA RIANTI

    22113039

    BIDANG LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

    PROGRAM MAGISTER REKAYASA PERTAMBANGAN

    FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN

    INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

    2014

  • 7/24/2019 Tugas Ekologi .

    2/32

    I. Profil perusahaan dan usaha pertambangan

    Sejarah PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero),Tbk., berawal dengan

    dimulainya penambangan batubara di Tanjung Enim pada tahun 1919. Saat itu tambang

    batubara pertama mulai dibuka dan beroperasi di Air Laya dengan system penambangan

    terbuka atau open pit mining. Tambang bawah tanah atau underground mining di Tanjung

    Enim mulai dilakukan tahun 1923 sampai tahun 1940-an. Pada tahun 1938, produksi

    untuk kepentingan komersial mulai dilakukan di dua lokasi tambang yaitu di tambang Air

    Laya untuk batubara jenis bituminous dan di daerah tambang Suban untuk batubara jenis

    semi-antrasit.

    Ketika tuntutan nasionalisasi perusahaan Belanda kian kencang, buruh tambang

    Bukit Asam ikut berjuang menuntut status yang sama. Tahun 1960 pemerintah

    menyetujui pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).

    Pada tanggal 2 Maret 1981, PN TABA berubah status menjadi Perusahaan

    Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) yang seterusnya

    disebut PTBA. Pendirian PTBA berdasarkan Peraturan Pemertintah Nomor 42 tahun

    1980 dengan Akta Notaris Mohamad Ali Nomor 1, yang telah diubah dengan Akta

    Notaris Nomor 5 tanggal 6 Maret 1984 dan Nomor 51 tanggal 29 Mei 1985 dari Notaris

    yang sama. Akta pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri

    Kehakiman dalam surat Keputusan Nomor C2-7553-HT.01.04.TH85 tanggal 28

    November 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara Nomor 33 tambahan Nomor 550

    tanggal 25 April 1986. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali

    perubahan yang terakhir berdasarkan Akta Notaris Nomor 57 tanggal 15 Desember 2006

    dari Notaris Nila Noordjasmani Soeyasa Besar,SH; Notaris pengganti Imas Fatima,SH.

    Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik

    Indonesia dalam surat Keputusan Nomor W7-HT.01.04-5158 tanggal 19 Desember 2006

    serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 12 tanggal 9 Februari

    2007 tambahan Nomor 146.

    Pada akhir 2002, PTBA mulai menjadi perusahaan publik dan sahamnya mulai

    tercatat di Bursa Efek Surabaya dengan kode PTBA.

    Tujuan Perseroan berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yaitu berusaha

    dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian terutama pertambangan batubara

    dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

  • 7/24/2019 Tugas Ekologi .

    3/32

    Perseroan menjalankan kegiatan usaha-usaha sebagai berikut :

    - Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi,

    pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan bahan-bahan galian terutama

    batubara.

    - Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil produksi bahan-bahan galian

    terutama batubara

    -

    Memperdagangkan hasil produksi hasil sendiri maupun pihak lain, baik di dalam

    maupun di luar negeri.

    - Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap.

    - Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait

    pertambangan batubara dan hasil olahannya.

    a. Struktur Organisasi

    Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis, efisien dan efektif dengan

    perkembangan industri sekaligus menunjang pertumbuhan kinerja yang optimal.

    b. Sumber daya dan cadangan batubara

    PT. Bukit Asam terletak di Kecamatan Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim

    Propinsi Sumatera Selatan, perjalanan dari Palembang ke lokasi memerlukan waktu 5

    - 6 jam. Perseroan memiliki dan mengoperasikan wilayah Izin Usaha Produksi IUP

    Operasi Produksi untuk tambang batubara di Tanjung Enim seluas 66.414 hektar,

  • 7/24/2019 Tugas Ekologi .

    4/32

    meliputi Kabupaten Muara Enim dan Lahat di Provinsi Sumatera Selatan, yang terdiri

    atas:

    Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010, 29 Okt 2010): 7.621 Ha

    Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010, 30 Apr 2010): 3.300 Ha

    Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010, 13 Apr 2010): 4.500 Ha

    Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010, 13 Apr 2010): 2.423 Ha

    Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010, 13 Apr 2010): 22.937 Ha

    Banjarsari, Kungkilan, Bunian, Arahan Utara, Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/

    Pertamben/2003): 24.751 Ha

    Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010, 30 Apr 2010): 882 Ha.

    Tambang batubara Ombilin seluas 2.950 hektar, yakni: Lembah Segar dan

    Talawi (05.87.Perindagkop, 30 Apr 2010): 2.950 Ha.

    Selain IUP Operasi Produksi tersebut, Perseroan juga memegang hak IUP Operasi

    Produksi dilokasi Peranap, Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010, 27 Apr

    2010) seluas 17.100 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran, kotamadya Samarinda

    (melalui anak perusahaan PT Internasional Prima Coal atau IPC) dengan no

    keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010, 19 Jul 2010) seluas 3.238 Ha.

    Merujuk pada hasil taksiran sumber daya (resources assessment) pihakindependen yaitu International Mining Consultant (IMC) pada Desember 2008,

    total sumber daya batubara Perseroan mencapai 7,3 miliar ton yang tersebar di seluruh

    wilayah KP Perseroan. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1,8 miliar

    ton.

    c. Produk batubara

    Perseroan memiliki beberapa jenis produk batubara, yang dibedakan berdasarkan

    kualitas bahan yang terkandung yang ada di dalamnya.

  • 7/24/2019 Tugas Ekologi .

    5/32

    d.

    Lokasi operasi perseroan

    II.

    Kondisi ekologis wilayah pertambangana. Iklim dan topografi

    Lokasi penambangan terletak pada daerah beriklim tropis. Curah hujan

    maksimum adalah 4627 mm/tahun, curah hujan minimum adalah 1367 mm/tahun.

    Sedangkan curah hujan rata -rata tertinggi yaitu 449,6 mm padabulan Januari dan

    terendah yaitu 111,5 mm pada bulan Juni.

    Daerah penambangan PTBA merupakan daerah daratan rendah dengan

    beberapa bukit disekitarnya, yaitu Bukit Murman, Bukit Munggu, Bukit Tapuan, dan

    Bukit Asam serta dilalui oleh dua buah sungai yaitu Sungai Enim disebelah timur dan

  • 7/24/2019 Tugas Ekologi .

    6/32

    Sungai Lawai disebelah barat . Daerah sepanjang Sungai Enim merupakan dataran

    rendah dengan bukit tertinggi adalah Bukit Asam yaitu 282 mdpl .

    Secara umum mempunyai topografi yang bervariasi mulai dari dataran rendah,

    perbukitan sampai dataran tinggi. Dataran rendah menempati sisi bagian selatan, yaitu

    daerah yang terdapat aliran sungai -sungai kecil yang bermuara di sungai Lawai dan

    sungai Lematang dengan ketinggian 50 m di atas permukaan laut. Daerah

    perbukitan dan dataran tinggi terdapat di bagian barat dengan elevasi tertinggi 100

    meter di atas permukaan laut. Pada kedua daerah ini banyak dijumpai vegetasi yang

    sebagian besar merupakan tumbuhan hutan tropika dan semak belukar.

    b. Ekosistem terrestrial

    Jenis tumbuhan lokal di wilayah pertambangan PT.BA adalah :

    Beberapa spesies vegetasi yang ditemukan adalah :

  • 7/24/2019 Tugas Ekologi .

    7/32

    Lithologi utama yang dijumpai adalah Formasi pembawa batubara yang

    didominasi batuan lempung lanauan yang berumur Mio -pliosen, selain itu ada juga

    endapan sungai tua yang berumur kuarter serta tanah timbunan lama. Jacson, 1961

    dalam M. Irlan, menyatakan siklus pengendapan terbagi dalam dua fase, fase pertama

    yaitu fase Transgresi menghasilkan kelompok Telisa yang terdiri dari Formasi Talang

    Akar, Formasi Baturaja dan Formasi Gumai. Kelompok Telisa ini diendapkan secara

    tidak selaras di atas batuan batuan berumur Tersier. Fase kedua yaitu fase Regresi

    menghasilkan endapan kelompok Palembang yang terdiri dari formasi Air Benakat,

    Formasi Muara Enim dan formasi Kasai.

    1. Formasi Air Benakat

    Formasi Air Benakat berumur Miosen Tengah, Formasi ini tersusun oleh batu

    lempung pasiran, batupasir glaukoli tan. Diendapkan pada lingkungan laut neritik

    dan berangsur menjadi laut dangkal, dengan ketebalan 100 - 800 meter.

    2. Formasi Muara Enim

    Formasi Muara Enim diendapkan selaras diatas Formasi Air Benakat, Formasi ini

    berumur Miosen Atas yang tersusun oleh ba tupasir lempungan, batulempung

    pasiran dan batubara serta merupakan indikasi yang mengandung batubara.

    Formasi ini merupakan hasil pengendapan lingkungan laut neritik sampai rawa.Di

    daerah Air Laya Formasi Muara Enim tertindih oleh endapan sungai yang tidak

    selaras. Ketebalan formasi ini berkisar antara 150750 meter.

    3. Formasi Kasai

    Formasi Kasai diendapkan selaras di atas Formasi Muara Enim.Formasi ini

    tersusun oleh batupasir tufaan, batulempung dan sisipan batubara tipis.

    Lingkungan pengendapan Formasi ini adalah daratan sampai transisi.Formasi

    Muara Enim merupakan endapan rawa sebagai fase akhir regresi yang

    menghasilkan endapan batubara yang penting, seperti yang terdapat pada Bukit

    Asam.

    Secara stratigrafi, litologi yang dijumpai termasuk dalam Formasi Muara Enim, terdiri

    dari (diurutkan dari bawah ke atas) :

    1. Lapisan Batubara C (Lapisan Petai) adalah lapisan batubara yang bersih dari

    lapisan pengotor dengan ketebalan berkisar 6,5 m sampai 10 m, rata rata

    mempunyai nilai kalor 7281 8540 Kcal/Kg dan termasuk dalam jenis batub