Tugas biokimia iii

download Tugas biokimia iii

of 25

Embed Size (px)

Transcript of Tugas biokimia iii

  • 1. KELOMPOK III : WA ODE AULIA NURFATULLAH DEWI KUSUMANINGSIH SITI CHOIROTIN INTAN LESTARI WAODE PIANA RASNI DESY

2. KARBOHIDRAT Golongan senyawa terdiri dari unsur-unsur C,H dan O . Merupakan derivat (senyawa turunan) aldehid atau keton dari senyawa-senyawa alkohol polihidrat. Di peroleh melalui sintesa lemak dan proten. Sejumlah besar sumber karbohidrat berasal dari bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan dalam tubuh hewan. Dari tumbuh-tumbuhan : dihasilkan oleh proses fotosintesis Mencakup selulosa yang merupakan rangka tumbuh-tumbuhan dan pati dari sel-sel tanaman. Pada jaringan hewan: Dalam bentuk glukosa dan glikogen Merupakan sumber energi bagi aktivitas. 3. SIFAT PENTING KARBOHIDRAT Mengalami proses oksidasi dan reduksi. Berkondensasi dan berpolimerasi dengan asam dan basa. Membentuk glikosida. 4. KLASIFIKASI KARBOHIDRAT Monosakarida bentuk karbohidrat yang tidak dapat di hidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana. Disakarida karbohidrat yang bila terhidrolisis menghasilkan dua molekul monosakarida yang sama atau berbeda. Oligosakarida karbohidrat yang bila terhidrolisis menghasilkan 3 6 unit monosakarida. Polisakarida karbohidrat yang bila terhodrolisis menghasilkan lebih dari 6 unit monosakarida. 5. ZAT GULA SUMBER (LOKASI) MAKNA PENTING BIOKIMIAWI D - Ribosa Asam asam nukleat Unsur unsure structural asam nukleat dan koenzim,mis. ATP, NAD, NADP, flavoprotein,zat antara dalam lintasan pentose fosfat D - Ribulosa Terbentuk dalam berbagai proses metabolisme Zat antara dalam lintasan pentose fosfat D- Arabinosa Gum arabicum, plum (prem) dan ceri Unsure pembangun glikoprotein D xilosa Gum kayu, proteoglikan, glikosaminoglikan Unsure pembentuk glikoproptein D - Loksosa Otot jantung Unsure pembentuk liksoflavin yang diisolasi dari otot jantung manusia 6. ZAT GULA SUMBER MAKNA PENTING BIOKIMIAWI MAKNA KLINIS D - Glukosa Sari buah,hidrolisis pati,gula tebu,maltosa dan laktosa Zat gula dalam tubuh. Gula ini dibawa oleh darah,merupakan bentuk utama yang digunakan oleh jaringan Terdapat dalam urine (glikosuria) pada diabetes mellitus akibat kenaikan kadar glukosa darah D - Fruktosa Sari buah,madu,hidrolisis gula tebu,dan inulin (dari Jerusalem artichoke) Dapat diubah menjadi glukosa dalam hati serta usus,dengan demikian dapat dipakai dalam tubuh Intoleransi fruktosa bawaan menimbulkan akumulasi fruktosa dan hipoglikemia D - Galaktosa Hidrolisis,laktosa Dapat diubah menjadi glukosa dalam hati dan dimetabolisir.disintesis dalam kelenjar mammae untuk membuat laktosa susu. Unsure pembentuk glikolipid dan glikoprotein Kegagalan metabolismenya menimbulkan galaktosemia dan katarak D Manosa Hidrolisis manan dan gum tanaman Unsure pembentuk banyak senyawa glikoprotein 7. Tabel : berbagai bentuk heksosa dengan makna fisiologis ZAT GULA SUMBER MAKNA KLINIS Maltosa Hasil pencernaan oleh amylase atau hidrolisa pati.sereal dan malt yang sedang bertunas Laktosa Susu,dapat ditemukan dalam urine selama kehamilan Pada defesiensi lactase,malabsorbsi menyebabkan diare dan kembung Sukrosa Gula tebu dan gula bit.sorghum ,nanas,akar wortel Pada defisiensi sukrase,malabsorbsi menyebabkan diare dan kembung Trehalosa Fungi dan ragi, zat gula utama dalam homolimfe insekta 8. Lanjutan Beberapa penyakit yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat : DM Galaktosemia Glikogen storage disease Intoleransi susu Proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh manusia meliputi : Glikolisis Glikogenesis Glikogenolisis Glukoneogenesis 9. GLIKOLISIS Merupakan proses penguraian glukosa. Rangkaian reaksi dalam glikolisis merupakan jalur/lintasan utama penggunaan glukosa dan ditemukan dalam semua sel tubuh. Memberikan lintasan utama bagi metabolisme fruktosa dan galaktosa yang berasal dari bahan makanan. Menghasilkan asetil KOA dan oksidasi dalam siklus asam sitrat. 10. Lanjutan Kemampuan glikolisis untuk menghasilkan ATP dalam keadaan tanpa oksigen ( ANAEROB ) kondisi ini memungkinkan penampilan kerja otot rangka pada unjuk kerja yang sangat tinggi pada saat oksidasi aerob tidak mencukupi dan juga meemungkinkan jaringan dengan kemampuan glikolisis yang berarti untuk tetap hidup dalam kondisi anoksia. Sebaliknya, otot jantung mempunyai untuk kerja yang buruk dalam kondisi anoksia. 11. MANIFESTASI KLINIS Defisiensi enzim glikolisis ( misal pirufat kinase) mengakibatkan anemia hemolitik. Defisiensi enzim piruvat dehidrogenesa mengakibatkan asidosis laktat. Laju glikolisis mengikat mengakibatkan sel kanker yang tumbuh laju dgn cepat. 12. Beberapa enzim yang terlibat dalam proses glikolisis glukosa menjadi piruvat dan laktat yaitu: HEKSONIKASE Menjamin pasokan glukosa bagi jaringan. Terdapat dalam semua sel kecuali hati. Memiliki afinitas yang tinggi terhadap glukosa. GLUKOKINASE Mengeluarkan glukosa didalam darah setelah makan. Memiliki afinitas yang rendah terhadap glukosa. Enzim spesifik untuk glukosa. FOSFOFRUKTOKINASE Mengkatalisasi ATP untuk memproduksi fruktosa 1.6 bifosfat. Berperan penting dalam pengaturan kecepatan glikolisis. LAKTAT DEHIDROGENASE Dengan bantuan NADH mereduksi piruvat menjadi laktat. 13. Lintasan Reaksi dikatalisasi oleh Metode untuk membentuk ~ P Jumlah ~ P (ATP) yang terbentuk per Mol glukosa Glikolisis Gliseraldehid 3 fosfat dehidrogenase Oksidasi 2 NADH pada rantai respiratorik 6 Fosfogliserat kinase Oksidasi pada tingkat substrat 2 Piruvat kinase Oksidasi pada tingkat substrat 2 10 Konsumsi ATP dimungkinkan lewat reaksi yang dikatalisis oleh heksokinase dan fosfofruktokinase -2 Netto 8 14. Siklus asam sitrat Piruvat dehidrogenase Oksidasi 2 NADH pada rantai respiraorik 6 Isositrat dehidrogenase Oksidasi 2 NADH pada rantai respiraorik 6 Ketokglutarat dehidrogenase Oksidasi 2 NADH pada rantai respiraorik 6 Suksinat tiokinase Oksidasi pada tingkat substrak 2 Suksinat dehidrogenase Oksidasi 2 FADH2 pada rantai respiraorik 4 Malat dehidrogenase Oksidasi 2 NADH pada rantai respiraorik 6 Netto 30 Jumlah total permol gloksa dalam keadaan aerob 38 Jumlah total permol gloksa dalam keadaan anaeraob 2 15. Proses oksidasi glukosa menghasilkan sampai 38 mol ATP dalam keadaan aerob dan 2 mol ATP dalam keadaan anaerob. Dalam proses oksidasi aerob, melalui glikolisis diperoleh netto 8 mol ATP. Sedangkan melalui asam sitrat adalah 30 mol ATP. 16. Sebagian besar ATP terbentuk sebagai hasil fosforilasi yang terjadi. GLIKOGEN Merupakan bentuk cadangan karbohidrat yang utama dalam tuubuh manusia. terutama dihepar (6 %) & otot (1 %) tapi otot jumlahnya 3 hingga 4 kali dari dalam hepar. Berfungsi sebagai sumber hexosa yang tersedia bagi proses glikolisis didalam otot itu sendiri. Glikogen hepar sebagian besar berhubungan dengan simpanan dan pengiriman hexosa keluar, untuk mempertahankan kadar gula darah khususnya saat-saat sebelum sarapan. Hampir seluruh simpanan glikogen hepar mengalami deplesi 12-18 jam puasa, sedangkan glikogen otot dapat mengalami deplesi setelah melakukan olahraga yang berat dan lama. 17. Proses glikogenesis terutama terjadi dalam hepar dan otot Glukosa akan mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6 fosfat. Reaksi ini lazim sebagai reaksi pertama dalam lintasan glikolisis glukosa. Reaksi fosforilasi ini dikatalisis oleh: Heksokinase dalam otot Glukokinase dalam hepar Glukosa 6 fosfar akan berubah menjadi glukosa mono fosfat yang dikatalisis oleh fosfoglukomutase. 18. Enz P + Glu 6 fosfat enz + Glukosa 1,6 bifosfat < > enz P + glikosa 1 fosfat Glukosa monofosfat UPD Glc + (C) UDP + (C) Glikogen glikogen 19. Penyadengan penyimpangan glikogen (Glycogen Storage Diseases), merupakan penyakit bawaan, adalah kelompok kelaianan bawaan yang ditandai oleh penumpukan glikogen dengan jumlah atau jenis yang abnormal di dalam jaringan. Beberapa diantaranya : Glikogenosis tipe I (Penyakit Von Glikogenosis tipe II (Penyakit pompe) Glikogenesis tipe III (Penyakit forbes atau cori) Glikogenosis tipe IV (Amilopektinosis , andersen diseases) Glikogenosis tipe V (Defisiensi Miofosforilase,Sindrom Mc Ardle) Glikogenosis tipe VI (Penyakit Hers) Glokogenosis tipe VII (Penyakit Tarui) Gikogenesis tipe VIII (Defisiensi Enzim foforilase kinase hepar) 20. Glukoneogenesis Mencakup semua mekanisme dan lintasan yang bertanggung jawab dalam mekanisme perubahan senyawa-senyawa non karbohidrat menjadi karbohidrat atau glikogen. Subrat utama : asam-asam amino glukogenik, laktat, gliserol, dan propionate ( yang paling penting pada hewan pemamah biak ). Jaringan utama yang berperan : hati dan ginjal karena mengandung komplemen lengkap enzim-enzim yang di butuhkan. 21. Lanjutan Glukonoegenesis memenuhi kebutuhan tubuh akan glukosa pada saat karbohidrat tidak tersedia dalam jumlah yang cukup dalam bahan makanan. Mekanisme glukoneogenesis dipakai untuk membersikan berbagai produk metabolisme jaringan lainnya dari dalam darah, misalnya laktat yang di hasilkan oleh otot eritrosit, dan gliserol yang terus menerus dihasilkan oleh jaringan adiposa. 22. Beberapa enzim penting yang berperan dalam proses glukoneogenesis adalah : Glukosa 6 fosfatase Di perlukan untuk proses konversi glukosa 6 fosfat menjadi glukosa. Di temukan dalam hepar, ginjal, juga dalam otot lurik. Keberadaannya memungkinkan jaringan untuk menambah glukosa ke dalam darah. Fruktosa 1,6 bifosfatase Di perlukan untuk proses pembalikan glikolisis : konvesi fruktosa 1,6 bifosfat menjadi fruktosa 6 fosfat. Enzi mini menentukan daoat tidaknya suatu jaringan mensintesis glikogen baik dari piruvat maupun dari triosa fosfat. Di temukan dalam hepar, ginjal, juga dalam otot lurik. 23. Lanjutan Pirufat karboksilase Terdapat dalam mitokondria Dengan adanya ATP, vitamin biotin dan CO2 mengubah asam piruvat menjadi asam aksaloasetat. Biotin berguna untuk mengikuti CO2 dari bikarbonat pada enzim sebelum penambahan CO2 kepada piruvat. Fosfoenol piruvat karboksilase Mengkatalisis konversi oksaloasetat