tugas astronomi

download tugas astronomi

of 21

  • date post

    01-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    58
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Teropong

Transcript of tugas astronomi

BAB IPENDAHULUAN1. LATAR BELAKANGAstronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari berbagai sisi dari benda-benda langit seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, dan gerak dan bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Cina, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.Sehingga teleskop atau yang juga disebut teropong sangat berperan penting bagi perkembangan ilmu astronomi2. RUMUSAN MASALAHA. Pengertian teropongB. Teropong biasC. Teropong pantulD. Sejarah Obsevatorium Bosscha dan Teleskopnya

BAB IIPEMBAHASANTEROPONGA. Pengertian teropongTeropong adalah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra daribenda yang diamati. Teropong merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi. Teropong atau teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh agar nampak lebih dekat dan jelas, karena teropong memperbesar ukuran, sudut dan juga kecerahan bendanya. Teropong sudah digunakan pada abad ke 17 namun sampai sekarang tidak ada yang tahu siapakah yang pertama kali menemukan teropong. Banyak orang menganggap penemu pertama teleskop atau teropong adalah ahli optika dari Belanda yaitu Hans Lippershey pada 2 oktober 1608 mencoba mempatenkan teleskop yang di buatnya, namun ditolak oleh dewan penilai. Setelah itu pada tahun 1609 Galileo membuat sebuah teleskop yang terdiri dari dua buah lensa dan sebuah pipa organa sebagai tabungnya. Galileo juga membuat banyak macam teropong dan melakukan penemuan dalam bidang ast. Teropong yang dibuat oleh Galileo sekarang lebih dikenal dengan sebutan teropong panggung.onomi yang membuatnya terkenal.Saat ini ada 2 jenis utama teropong, yaitu:a. Teropong biasb. Teropong pantul

Teropong bias menggunakan lensa sebagai obyektif untuk membiaskan cahaya. Beberapa contoh teropong bias adalah : Teropong bintang atau teropong astronomi Teropong bumi Teropong prisma atau binokuler Teropong panggung

Teropong pantul merupakan teropong bintang yang disusun dari bahan cermin cekung, cermin datar dan lensa. Fungsi lensa obyektif diganti dengan cermin cekung. Perbesaran bayangan pada teropong ini sama dengan teropong bintang bias. Jenis teropong pantul adalah Teropong newton Teropong cassegrain Teropong gregorian

B. Teropong bias 1. Teropong bintangTeropong bintang adalah alat yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda di luar angkasa seperti bulan, bintang, komet, dan lain sebagainya. Sifat bayangannya adalah maya, terbalik dan diperbesar.Benda-benda yang diamati letaknya sangat jauh sehingga sinar-sinar sejajar menuju ke lensa objektif. Kumpulan sinar sejajar yang berasal dari bagian atas bintang dan bagian bawah bintang membentuk bayangan nyata dan terbalik di bidang fokus lensa objektif. Selanjutnya bayangan bintang dilihat lensa okuler sebagai benda.

Sama seperti mikroskop, sebuah teropong bintang terdiri dari dua buah lensa cembung, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler dengan jarak fokus objektif lebih besar daripada jarak fokus okuler (fob > fok). Diagram sinar pembentukan pada teropong untuk mata tak berakomodasi sebagai berikut:

Pada gambar diatas menunjukan prinsip dasar dari suatu teropong bintang. Pada gambar tampak sebuah benda jauh terletak di depan lensa objektif. Bayangan yang dibentuk lensa objektif adalah nyata, terbalik dan diperkecil. Hasil bayangan ini merupakan benda untuk lensa okuler. Agar bayangan yang dibentuk oleh lensa okuler diperbesar dan terletak di depan mata, maka hasil bayangan lensa objektif harus jatuh antara titik fokus dan titik pusat lensa okuler. Dalam praktek ini dapat dilakukan dengan menggerakan lensa okuler maju dan mundur. Perlu diketakuhui bahwa bayangan akhir dari suatu teropong bintang bersifat terbalik namun karena karena fokus perhatian kita adalah bintang atau planet yang dari jauh tampak simetris maka bayangan terbalik tidaklah terlalu mengganggu.

Pada gambar diatas menujukan pembentukan bayangan pada teropong bintang ketika benda jauh (sinar datangnya sejajar) sinar ini akan jatuh di fokus lensa objektif. Bayangan di titik fokus lensa objektif ini merupakan benda terhadap lensa okuler berjarak Sok. Pada teropong Sob = tidak terhingga, maka :

Sehingga panjang teropong adalah

Pada umumnya orang melihat melalui teropong tanpa berakomodasi karena akomodasi akan menyebabkan mata lelah karena dibutuhkan waktu yang lama. a. Perbesaran mata berakomodasi minimum atau tanpa akomodasi Sok = , artinya bayanganyang terlihat di teropong berada pada posisi yang sangat jauh.

Sehingga perbesaran bayangan adalah

b. Perbesaran mata berakomodasi maksimum artinya , bayangan yang di liahat berada pada titik dkat mata. Tanda negatif menunjukan bayangan yang dilihat bersifat maya.

Maka pembesarannya adalah

c. Perbesaran mata berakomodasi pada jarak x. Perbesaran pada kondisi ini diartikan mata melihat bayanyan akhir berada pada jarak x.

Jadi perbesaran bayangan adalah

2. Teropong bumiTeropong bumi digunakan untk melihat benda-benda di permkaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa cembung yang masing-masing berperan sebagai lensa objektif, lensa pembalik, lensa okuler. Lensa pembalik berfungsi membalik bayangan dari lensa objektif agar teramati seperti keadaan aslinya oleh lensa okuler (tidak terbalik).

Lensa pembalik ini terdiri dari suatu lensa positif. Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif di titik I yang berjarak 2fpb dari lensa pembalik (dengan fpb adalah fokus lensa pembalik). Bayangan ini bersifat nyata, terbalik dan akan menjadi benda bagi lensa pembalik. Bayangan yang dibentuk oleh lensa pembalik akan bersifat nyata tegak dan terletak di titik I yang berada pada jarak 2fpb di sebelah kanan lensa. Selanjutnya lensa okuler akan membentuk bayangan akhir yang akan terlihat oleh mata.Selain keberadaan lensa pembalik, prinsip kerja teropong bumi sama dengan prinsip kerja teropong bintang. Perbesaran bayangan pada teropong bumi juga dapat ditentukan dengan rumus:

Maka rumus panjang teropng bumi dapat dilihat dari gambar di atas

Kedua rumus tersebut juga merupakan rumus pengamatan dengan mata tidak berakomodasi. Untuk pengamatan teropong bumi dengan mata berakomodasi maksimal bayangan yang di bentuk oleh lensa pembalik berada di antara titik fokus okuler dan titik pusat optik lensa okuler. Oleh lensa okuler akan di bentuk bayangan maya, tegak dan diperbesar.

Pada lensa objektif sok = . Sehingga fob = sob . Maka panjang teropong adalah

Dan perbesaran bayangan adalah

3. Teropong prisma Teropong prisma terkenal dengan nama kekeran merupakan variasi dari teropong bumi. Teropong prisma lensa pembalik diganti dengan menggunakan prisma sama kaki. Alasan lensa pembalik di ganti dengan prisma agar ukuran teropong tidak terlalu panjang. Prisma dapat membalik bayangan yang di bentuk oleh lensa objektif. Proses pembalikan bayangan diilustrasikan pada gambar di bawah. Dalam gambar tampak sinar datang dari benda ke prisma , setelah mengalami pemantulan total di prisma sinar ini keluar, namun sekarang terjadi pertukaran sinar atas menjadi sinar bawah dan sebaliknya. Pada teropong prisma di butuhkan dua buah prisma, prisma pertama digunakan untuk membalik benda dari atas ke bawah dan prisma kedua digunakan untuk membalikan sisi kiri-kanan.

4. Teropong panggungTeropong panggung atau teropong galileo dibuat agar bayangan yang dihasilkan tegak. Galileo menggunakan lensa negatif sebagai lensa okuler.

Gambar dibawah mengilustrasikan diagram suatu teropong galileo. Sinar sejajar dari benda yang jauh tak terhingga, jatuh diblakang lensa negatif. Sifat bayangan ini maya terbalik. Bayangan ini akan menjadi benda maya bagi lensa negatif maka akan terbentuk bayangan akhir yang tegak di titik tak terhingga. Mata normal akan melihat bayangan ini dengan jelas jika tidak berakomodasi. Sehingga terlihat dari gambar bahwa panjang teropng adalah

Sehigga perbesaran bayangan teropong panggung sama seperti terepong bintang sok = fok . fok bernilai negatif karena pada lensa cekung.

C. Teropong pantulUntuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang bintang yang jauh, dibutuhkan lensa teleskop yang besar. Lensa yang besar mampu menerima banyak cahaya dari bintang-bintang sehingga pembentukan bayangan akan lebih jelas. Namun sayang sekali lensa yang besar memiliki aberasi sferis yang besar. Aberasi Sferis yaitu gejala kesalahan terbentuknya bayangan yang diakibatkan pengaruh kelengkungan lensa atau cermin. Aberasi semacam ini akan menghasilkan bayangan yang tidak memenuhi hokum-hukum pemantulan atau pembiasan. Untuk menghindari aberasi sferis ini sangat sulit apalagi memakai lensa yang berdiameter lebih dari 1 meter. Dan sangat susah membuat lensa yang berdiameter lebih dari satu meter yang bebas dari gelembung-gelembung udara didalamnya.Karena itu maka orang mulai mengganti lensa dengan cermin berbentuk cekung-parabola. Cermin parabola bebas dari aberasi sferis dan juga tidak akan terjadi penguraian warna seperti yang mungkin terjadi pada lensa. Keun