Tugas Anatomi - Amenorea

download Tugas Anatomi - Amenorea

of 23

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Anatomi - Amenorea

Medical Faculty Of Methodist University

BAB I

PENDAHULUANAmenorrhea (A [bahasa Yunani yang berarti Negatif], men [bulan atau rembulan], rohia [aliran] ) adalah gejala yang lazim dari berbagai jenios keadaan patofisiologik. Amenorea biasanya terjadi apabila perubahan yang dinamis dan berirama yang terjadi pada system endocrine reproduktif tidak diinisiasikan atau dihentikan oleh perubahan anatomic, genetic, atau fungsional. Amenorea merupakan keadaan dimana menstruasi berhenti pada masa menstruasi teratur. Biasanya seorang wanita akan mengalami haid pertama sekitar usia 10 tahun hingga 16 tahun, jika usianya sudah menginjak 16 tahun dan belum haid, berarti hal ini perlu diwaspadai dan mendapat perhatian. Hal ini terjadi kemungkinan karena fungsi indung telur hormon tidak normal, kesehatan atau masalah tekanan jiwa dan emosi. Namun, pada wanita hamil, menyusui, dan menopause wajar jika wanita tersebut tidak mengalami haid.

Amenorrhea

Page 1

Medical Faculty Of Methodist University

Amenorea merupakan perubahan umum yg terjadi pada beberapa titik dalam sebagian besar siklus menstruasi wanita dewasa. Sepanjang kehidupan individu,tidak adanya menstruasi dapat berkaitan dengan kejadian hidup yang normal seperti kehamilan,menopause,atau penggunaan metode pengendalian kehamilan. Selain itu, terdapat beberapa keadaan atau kondisi yang berhubungan dengan amenore yang abnormal,dan tantangan bagi para pemberi pelayanan kesehatan adalah untuk membedakan antara amenore normal dan yang abnormal,serta menemukan penyebab amenore abnormal. Istilah amenore scara tradisional ditetapkan pada salah satu dari tiga kondisi klinis di bawah ini: 1. Masa remaja awal (usia 14 th atau lebih muda),yang belum prnah mngalami mens dan belum menampakkan adanya tanda-tanda karakteristik seksual sekunder. 2. Masa remaja(usia 16 th atau lebih muda),yang belum pernah mengalami mens,atau yang belum menampakkan tanda-tanda fisik adanya karakteristik seksual sekunder. 3. Wanita yang sudah pernah menstruasi, namun tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang berkisar antara 3 sampai 6 bulan.

Amenorrhea

Page 2

Medical Faculty Of Methodist University

BAB II

PEMBAHASANA. DEFINISI Amenorea adalah tidak datangnya menstruasi tepat waktu siklusnya yang normal merisaukan wanita antara perbatasa sampai dengan menopause. Untuk menegakkan diagnose amenorea harus diketahui siklus menstruasi. Amenorea terjadi oleh karena : Gangguan embriologi pertumbuhan genitalia interna dan externa. Kelainan ginetik. Gangguan endokronologi,dan lainnya

Rencana menegakkan diagnose amenorea,dilakukan: Anamnesa yang cermat Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium. Mempergunakan alat canggih. Melakukan beberapa tes khusus. Untuk kepentingan terapi yang adekuat.

Amenorea ialah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Lazim diadakan pembagian antara amenorea primer dan amenorea sekunder. Kita berbicara tentang amenorea primer apabila seorang wanita berumur 18 tahun ke atas tidak pernah mendapat haid, sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat haid, tetapi kemudian tidak dapat lagi (Wiknjosastro, 2008)

Amenorea adalah tidak ada atau berhentinya menstruasi secara abnormal yang mengiring penurunan berat badan akibat diet penurunan berat badan dan nafsu

Amenorrhea

Page 3

Medical Faculty Of Methodist University

makan tidak sehebat pada anoreksianervosa dan tidak disertai problem psikologik (Kumala, 2005)

Amenorea primer umunya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui, seperti kelainan-kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul kemudian dalam kehiduapan wanita, seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor-tumor, penyakit infeksi, dan lain-lain. Istilah kriptomenorea menunjuk kepada keadaan di mana tidak tampak adanya haid karena darah tidak keluar berhubung ada yang menghalangi misalnya pada ginatresia himenalis, penutupan kanalis servikalis dan lain-lain. Selanjutnya, ada pula amenorea fisiologik, yakni yang terdapat dalam masa sebelum pubertas, masa kehamilan, masa laktasi, dan sesudah menopause.

B. JENIS AMENOREA Amenorea Sekunder Amenorea sekunder adalah berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan. Amenore sekunder adalah tidak haid selama 6 bulan pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami haid teratur atau selama 12 bulan pada wanita yang mempunyai haid tidak teratur. Amenore sekunder adalah berhenti haid selama 6 bulan atau lebih pada wanita yang sudah pernah mengalami haid dan bukan pada wanita yang tidak hamil, menyusui atau menopauseAngka kejadian berkisar antara 1 5%. Amenorea Primer Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi pada wanita usia 16 tahun. Amenorea primer terjadi pada 0.1 2.5% wanita usia reproduksi

Amenorrhea

Page 4

Medical Faculty Of Methodist University

C. EVALUASI AMENOREA Untuk membedakan kedua bentuk amenora primer atau sekunder,diperhatikan kelainan anatomis.Pada beberapa keadaan amenorea primer atau sekunder mempunyai sebab yang sama,sehingga perlu dasar yang pasti.Dikemukankan gambaran sebab amenorea primer dan sekunder sebagai berikut: Primer amenorea Hipothalamus atau Pituitary gland. Gangguan pengeluaran GnRH Gangguan siklus HPO. Hiperestrogen,hiperandrogen menahun. Poli kistik sindroma. Ovarium. Hipergonadotropin amenorea karena gonad anovulasi Kehamilan,laktasi menopause. Hipothalamus dan Pituitary gland. Defisiensi sekresi GnRH. Stres berat psikologis,fisik dan nutrisi. Penyakit sistemik. Gangguan siklus HPO. Hiperestrogenik,hiperandrogenik anovulasi menahun. Poli kistik ovarii sindroma. Pituitary gland Hiperprolaktenemia. Ovariumnya . Hipergonadotropin amenorea dan pos Sekunder amenorea

disgenesis. Uterus dan vagina. Tidak terbentuk sama sekali Mayer-Rokitansky-Kusner Hauser sindroma. Androgen intensif. Obstruksi. Imperorasi himen

karena ovarium premature. Uterus Tekanan endometrium obat seperti terhadap oral

kontrasepsi atau suntikannya.

Amenorrhea

Page 5

Medical Faculty Of Methodist University

D. ETIOLOGI Amenorea primer

Kelainan kromosom. Beberapa jenis kelainan kromosom dapat menyebabkan sel telur terganggu sehingga berpengaruh pada siklus menstruasi.

Gangguan pada kelenjar hipotalamus. Organ vagina yang tidak sempurna. Pembentukan organ kelamin yang tidak sempurna semasa janin bisa menyebabkan seorang perempuan tidak memiliki bagian vagina dengan sempurna. Misalnya seorang perempuan tidak memiliki uterus, rahim, atau bahkan vagina. Organ vagina yang tidak sempurna berpengaruh pada siklus menstruasi.

Gangguan pada kelenjar pituari. Kelenjar pituari adalah kelenjar yang bertanggungjawab pada siklus menstruasi perempuan. Jika kelenjar ini mengalami gangguan seperti tumor, peradangan, ataupun infeksi maka siklus menstruasi ikut terganggu.

Struktur vagina yang tidak normal. Bentuk dari vagina, baik bentuk luar ataupun dalam, berpengaruh pada siklus menstruasi. Menstruasi bisa saja terjadi, tapi karena bentuk vagina yang menghalangi darah haid keluar tubuh, maka menstruasi dianggap tidak pernah terjadi.

Pubertas terlambat. Kegagalan dari fungsi indung telur. Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina) Gangguan pada susunan saraf pusat. Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah menstruasi dapat dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal

Amenorrhea

Page 6

Medical Faculty Of Methodist University

Amenorea sekunder

Kehamilan. Selama kehamilan, kaum wanita tidak akan mendapat haid. Ini merupakan penyebab terbanyak dari amenorea sekunder

Penggunaan pil kontrasepsi. Beberapa jenis alat kontrasepsi seperti pil KB bisa membuat siklus menstruasi terganggu. Menstruasi bisa kembali normal jika penggunaan pil KB dihentikan.

Masa menyusui. Ibu yang sedang dalam masa pemberian ASI eksklusif seringkali tidak mendapat haid, meski sudah melahirkan. Kehamilan bisa berdampak panjang terhadap siklus menstruasi.

Beban pikiran atau stres. Beban pikiran yang terlampau berat bisa berpengaruh terhadap kelenjar hipotalamus yang mengatur keseimbangan hormon tubuh. Jika hormon tubuh terganggu, siklus haid dan pembuahan bisa terhenti sementara. Menstruasi akan datang kembali jika si perempuan sudah tidak stres.

Pengaruh obat. Beberapa jenis obat bisa berpengaruh pada siklus menstruasi. Misalnya obat jenis antidepresi, antipsikotik, dan obat kemoterapi.

Gangguan keseimbangan hormon tubuh. Kelebihan atau kekurangan berat badan. Kelebihan ataupun kekurangan berat badan bisa mengganggu fungsi hormonal tubuh. Perempuan yang memiliki

Amenorrhea

Page 7

Medical Faculty Of Methodist University

kelainan pada makanan seperti anoreksia atau bulimia seringkali mengalami amenorea.

Olahraga yang terlalu berat. Wanita yang gemar berolahraga berat bisa mengalami gangguan siklus haid.

Gangguan pada kelenjar tiroid. Gangguan pada kelenjar ini bisa menyebabkan produksi prolaktin, hormon yang bertanggungjawab pada kesuburan wanita, terganggu. Akibatnya siklus menstruasi ikut terganggu.

Stress dan depresi Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas

Gangguan hipotalamus dan hipofisis Gangguan indung telur Obat-obatan Penyakit kronik dan Sindrom Asherman

Dalam keadaan normal,bayi wanita dengan alat genitalianya baik,dapat terjadi perdarahan.Perdarahan lucut endometrium uterus karena mendapatkan ransangan

Amenorrhea

Page 8

Medical Faculty Of Methodist University

estrogen plasenta.Perdarahan sedikit dan tidak memerlukan pengobatan karena akan berhenti dengan sendirinya. Fisiologi menstruasi sangat kompleks dan berkaitan endorgan peranan uterus panca dengan

indra,hypothalamus,hipopise,ovarium

endometriumnya.penjabaran secara singkat sebagai berikut: Jarang di jumpai gonadotropin releasing hormonal (GnRH) dikeluarkan secara dini sehingga mengaktifkan sistim hipothalamo-hipophise,ovarial,dan uterus

aksis,sehingga terjadi pubertas prekok. Ransangan pulsatif GnRH,dihambat nuklus amigdalea melalui arkus dan nucleus arcuatus hypothalamus,sampai usia sekitar 8 tahun. Pengeluaran GnRH menyebabkan proses follikulogenesis,anovulatoir,terjadilah peningkatan konsentrasi estrogen menyebabkan : Pembesaran uterus dengan proliferas endometriumnya. Menimbulkan pembentukan putting susu. Bertambahnya pertumbuhan jasmani. Terjadi leukorea fisiologis. Ransangan GnRH meningkatkan aktivitas ovarium,mulai mengeluarkan androgen atau berasal dari kelenjar adrenal. Membentuk tanda seksual sekunder. Pertumbuhan rambut aksilla dan rambut pubis. Ransangan feed back estrogen ovarium,karena mengubah androgen menjadi

estrogen,menyebabkan dikeluarkanya: Folikel stimulating hormonal (FSH). LH-lutoinazing hormonal di ikuti oleh ovulasi. Proses feedback estrogen pada hypothalamus,hipophise dengan berlangsungnya ovulasi,menunjukkan sistim : hipothamo-pituitary dan ovarial aksis telah mateng. Permulaan kematengannya hanya sedikit di keluar progesterone,menyebabkan: Menstruasi anovulatoir. Estrogen dominan,sehingga tumbuh kembang genitalia dan tanda seks sekundar makin menonjol.

Amenorrhea

Page 9

Medical Faculty Of Methodist University

Terjadi penyimpangan menstruasi bersifat irregular,sampai umur pubertas sekitar 16-17 tahun. Dijumpai makin muda umur menarch: Ransangan panca indra makin cepat mature, akibat arus informasi makin mengglobal. Tahanan nucleus arkuatus pada hypothalamus menurun,makin banyak dan beragam informasi menuju hypothalamus dan mempercepat keluarnya GnRH. Penjabaran pembentukan puti ng susu dan distribusi pertumbuhan rambut adalah: Putting susu (tanner B2) Rambut pubis (tanner PH2) Rambut pubis (tanner PH3) Menarche 10-11 th. 10,5-11,5th. 11-12 th. 12-13 th.

E. PATOFISIOLOGI Disfungsi hipofise terjadi gangguan pada hipofise anterior gangguan dapat berupa tumor yang bersifat mendesak ataupun menghasilkan hormone yang membuat menjadi terganggu. Kelainan kompartemen IV (lingkungan) gangguan pada pasien ini disebabkan oleh gangguan mental yang secara tidak langsung menyebabkan terjadinya pelepasan neurotransmitter seperti serotonin yang dapat menghambat pelepasan gonadrotropin.Kelainan ovarium dapat menyebabkan amenorrhea primer maupun sekuder. Amenorrhea primer mengalami kelainan perkembangan ovarium ( gonadal disgenesis ). Kegagalan ovarium premature dapat disebabkan kelainan genetic dengan peningkatan kematian folikel, dapat juga merupakan proses autoimun dimana folikel dihancurkan. Melakukan kegiatan yang berlebih dapat menimbulkan amenorrhea dimana dibutuhkan kalori yang banyaksehingga cadangan kolesterol tubuh habis dan bahan untuk pembentukan hormone steroid seksual ( estrogen dan progesterone ) tidak tercukupi. Pada keadaaan tersebut juga terjadi pemecahan estrogen berlebih untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar dan terjadilah defisiensi estrogen dan progesterone yang memicu terjadinya

amenorrhea.Pada keadaan latihan berlebih banyak dihasilkan endorphin yang merupakan derifat morfin.Endorphin menyebabkan penurunan GnRH sehingga

Amenorrhea

Page 10

Medical Faculty Of Methodist University

estrogen dan progesterone menurun.Pada keadaan tress berlebih cortikotropin realizinghormone dilepaskan.Pada peningkatan CRH terjadi opoid yang dapat menekan pembentukan GnRH.

F. KLASIFIKASI AMENOREA PATOLOGIK Amenorea primer dan amenorea sekunder masing-masing mempunyai sebabsebab sendiri, pada amenorea primer kelainan gonad memegang peranan penting. Akan tetapi, banyak sebab ditemukan pada kedua jenis amenorea, oleh karena itu, klasifikasi di bawah ini mencakup sebab-sebab pada amenorea primer dan amenorea sekunder. 1. Gangguan Organik Pusat, Sebab Organik : Tumor, radang, destruksi 2. Gangguan Kejiwaan seperti: Syok emosional, psikosis, anoreksi, nervosa, pseudosiesis 3. Gangguan poros hipotalamus hipofisis seperti: sindrom amenorea-galaktorea, sindrom stein-laventhal, amenorea hipotalamik, 4. Gangguan hipofisis sidrom sheehan dan penyakit simmonds, Tumor, Adenoma Basofil (Penyakit Cusching, Ademona Asidofiil (Penyakit Gigantisme), ademona Kromofob (Sindrom Forbes-Albright) 5. Gangguan Gonad seperti: Kelainan Kongnital, Disgenesis ovarii (sindrom Turner), Sindrom Testicular feminization, Menoupause Prematur,The Intensitive Ovary, Penghentian fungsi ovarium karena operasi, radiasi, radang, dan sebagainya,Tumor sel-granulosa, sel-teka, sel-hilus, adrenal, arenoblastoma, 6. Gangguan Glandula Suprarenalis Sindrom adrenogenital, Sindrom Chushing, Penyakit Addison, 7. Gangguan Glandula Tiroidea, Hipotireoidi, Hipertireoidi, Kretinnisme

Gangguan Pankreas, Diabeter Mellitus, Gangguan Uterus, vagina, Aplasia dan Hipoplasia uteri, Sindrom Asherman, Endometritis tuberkulosa, Histerektomi, Aplasia vagine, 8. Penyakit penyakit umum seperti: Penyakit umum, Gangguan Gizi Obesitas 9. Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid. Premenstrual Tension merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa

Amenorrhea

Page 11

Medical Faculty Of Methodist University

hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang-kadanag berlangsung terus sampai haid berhenti. Gejala-gejala yang tidak seberapa berat banyak dijumpai, terutama pada wanita-wanita berumur antara 30 dan 45 tahun. Keluhan-keluhan terdiri atas gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah. Insomnia, nyeri kepala, perut kembung, mual, pembersaran dan rasa nyeri pada mamma, dan sebagainya, sedangkan pada kasus-kasus yang berat terdapat depresi, rasa ketakutan, gangguan konsntrasi dan peningkatan gejala-gejala fisik tersebut di atas. 10. Gangguan pola Menstruasi. Semua sistem kontrasepsi progestogen mengubah pola menstruasi, tetapi mekanisme yang mendasari gangguan menstruasi ini masih belum banyak dipahami. Perubahan-perubahan ini tidak dapat diduga, bervariasi sampai beberapa tingkat terhadap metode dan sangat bervariasi antara masing-masing wanita. Pada sebagian besar pemakaian (kontrasepsi

progestrogen) terjadi peningkatan insidensi bercak darah yang tidak teratur dan sedikit atau perdarahan diluar siklus, kadang-kadang berkepanjangan, dan kadang-kadang dengan oligominore atau bahkan amenorrhea (Hanafi, 2005). G. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMENGARUHI AMENOREA 1. Faktor Internal a. Organ Reproduksi

Faktor yang mempengaruhi amenorea adalah vagina tidak tumbuh dan berkembang dengan baru, rahim yang tidak tumbuh, indung telur yang tidak tumbuh. Tidak jarang ditemukan kelainan lebih komplek pada rahim atau rahim tidak tumbuh dengan sempurna. Kelainan ini disebut ogenesis genitalis bersifat permanen artinya wanita tersebut tidak akan mendapatkan haid selama lamanya.

b. Hormonal

Alat rerpoduksi wanita merupakan alat akhir (endorgan). Yang dipengaruhi oleh system hormonal yang komplek. Rangsangan yang datang dari luar masuk dipusat panca indra diteruskan melalui Striae terminalis menuju pusat

Amenorrhea

Page 12

Medical Faculty Of Methodist University

yang disebut Puberitas Inhibitor dengan hambatan tersebut tidak terjadi rangsangan terhadap hypothalamus, yang akan memberikan rangsangan pada Hipofise Pars Posterior sebagai Mother of Glad (pusat kelenjar-kelenjar). Rangsangan yang terus menerus datang di tangkap panca indera, dengan makin selektif dapat lolos menuju hypothalamus dan selanjutnya terus menuju hipotalamus dan selanjutnya terus menuju hipofise anterior (depan) mengeluarkan hormon yang dapat merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifiknya yaitu kelenjar tyroid memproduksi hormone tiroksin, kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron, sedangkan kelenjar adrenal menghasilkan hormon adrenalin. Pengeluaran hormon spesifik sangat penting untuk tumbuh kembang mental dan fisik.

Perubahan yang berlangsung dalam diri wanita dikendalikan oleh hypothalamus yakni suatu bagian tertentu pada otak manusia. Kurang lebih wanita mengalami datang bulan atau haid, maka hypothalamus itu mulai menghasilkan zat kimia, atau yang kita sebut sebagai hormon yang akan dilepaskannya. Hormon pertama yang dihasilkan adalah perangsang kantong rambut (FSH : Folikel Stimulating Hormon). Hormon ini merangsang pertumbuhan folikel yang mengandung sel telur dalam indung telur. Terangsang oleh FSH ini, maka folikel itupun menghasilkan estrogen yang membantu pada bagian dada dan alat kemaluan wanita. Meningkatkan taraf estrogen itu dalam darah mempunyai pengaruh pada hypothalamus yang disebut Feed back negative. Hal ini menyebabkan faktor berkurangnya faktor pelepasan FSH, akan tetapi juga membuat hypothalamus melepaskan suatu zat yang kedua yakin faktor pelepas berupa hormon lutinasi pada gilirannya pula hal ini menyebabkan kelenjarnya bawah otak melepaskan hormon lutinasi, (LH : Lutinishing Hormon).

Hormon LH ini menyebabkan salah satu folikel itu pecah dan mengeluarkan sel telur untuk memungkinkan terjadinya pembuahan. Folikel yang tersisa akan berantakan dan di kenal dengan korpus luteum. Yang selanjutnya menghasilkan estrogen, lalu mulai mengeluarkan suatu zat baru yang disebut

Amenorrhea

Page 13

Medical Faculty Of Methodist University

progesterone ini mempersiapkan garis alas dari rahim untuk menerima dan memberi makanan bagi sebuah sel telur yang telah dibuahi apabila sel telur tidak di buahi maka taraf estrogen dan progesterone dalam aliran darah akan merosot, sehingga menyebabkan garis alas menjadi pecah-pecah

c. Penyakit

Beberapa penyakit kronis yang menjadi penyebab terganggunya siklus haid, kanker payudara dan lain-lain. Kelainan ini menimbulkan berat badan yang sangat rendah sehingga datangnya haid akan terganggu

2. Faktor Eksternal a. Status Gizi

Kecukupan pangan yang esensial baik kualitas maupun kuantitas sangat penting untuk siklus menstruasi. Setiap orang dalam siklus hidupnya selalu membutuhkan dan mengkonsumsi berbagai bahan makanan yang

mengandung zat gizi. Zat gizi mempunyai nilai yang sangat penting yaitu untuk memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan, terutama bagi mereka yang masih dalam pertumbuhan.

Beberapa ahli mengatakan perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak, lebih lama mengalami menstruasi dari pada wanita yang kurus.

b. Gaya hidup

Gaya hidup ialah perilaku atau tingkah laku manusia sehari-hari yang merupakan kebiasaan dan berbeda antara individu yang satu dan yang lain. Mengetahui hal ini berarti mengetahui apa yang dapat dijual kepada mereka, juga dimana atau cara bagaimana mereka dapat dijangkau. Gaya hidup boleh kita artikan, pola tingkah laku sehari-hari yang patut dijalankan oleh suatu kelompok sosial di tengah masyarakat, sesuai tuntunan agama. Seperti

Amenorrhea

Page 14

Medical Faculty Of Methodist University

melakukan kebiasaan yang baik untuk menciptakan hidup sehat setiap hari, sebaliknya menghindari kebiasaan buruk yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Gaya hidup yang tidak pernah olahraga dan beraktivitas fisik dapat menyebabkan gangguan pada tubuh yaitu terganggunya siklus menstruasi. Makan dengan porsi yang cukup dan sesuai jadwal serta mengandung gizi seimbang (4 sehat 5 sempurna) dapat menyebabkan kondisi tubuh terasa fit dan terhindar dari kekurangan gizi sehingga siklus menstruasi berjalan normal.

H. MANISFESTASI KLINIK Tanda amenorea adalah tidak didapatkannya menstruasi pada usia 16 tahun, dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder (perkembangan payudara,

perkembangan rambut pubis), atau kondisi dimana wanita tersebut tidak mendapatkan menstruasi padahal sebelumnya sudah pernah menstruasi. mendapatkan

Gejala lainnya tergantung dari apa yang menyebabkan terjadinya

amenorea. Perkembangan pubertas pada wanita normal digambarkan melalui Stadium Tanner yaitu :

Stadium Usia Perkembangan Payudara Perkembangan Tanner

Stadium Tanner

Rambut Pubis (Perkembangan (perkembangan Payudara) rambut Pubis)

Pertumbuhan Papila payudara Awal (8-10 tahun) mulai menggunung

Belum ada rambut pubis

1

1

Amenorrhea

Page 15

Medical Faculty Of Methodist University

Thelarche (9-11)

Seperti Adrenarche

Seperti Adrenarche

2

1

untuk Stadium 2 untuk Stadium 2

Adrenarche (9-11)

2

2

Puncak Pertumbuhan (11-13) 3 3

Menarche (12-14)

4

4

Dewasa (13-16)

5

6

I. KELAINAN YANG DAPAT MENYEBABKAN AMENORE Kompartemen I : gangguan pada uterus dan patensi

Kompartemen II : gangguan pada ovarium Kompartemen III : gangguan pada hipofisis

Amenorrhea

Page 16

Medical Faculty Of Methodist University

Kompartemen IV : gangguan pada hipotalamus

1. Sindroma Ovarium Polikistik pada permukaan ovarium terbentuk kista-kista kecil yang berasal dari sejumlah folikel primordial yang tidak dapat mencapai tahap maturasi sempurna. Keadaan ini ditandai oleh gangguan haid dan hirsuitisme ( pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan).

2. Hiperandrogenemia Sistem reproduksi wanita berada dibawah pengaruh kadar hormon seksual pria yang tinggi. Keadaan ini terjadi pada kasus tumor ovarium tertentu dan tumor adrenal atau kelainan kongenital tertentu lain.

3. Hiperprolaktinemia Kenaikan kadar hormon prolaktin yang terjadi akibat aktivitas berlebihan atau tumor pada hipofisis.

4. Kegagalan Ovarium atau disebut pula sebagai menopause dini. Kadar estrogen yang tidak memadai menyebabkan tidak terjadinya proses ovulasi sehingga siklus haid akan berhenti.

5. Abnormalitas vagina dan uterus Pada kasus himen imperforatus ( selaput dara menutup seluruh lubang vagina ) atau sinekhiae uterus (perlekatan dinding rahim) akan menyebabkan gangguan haid dan pada kasus himen imperforatus akan terjadinya nyeri yang bersifat siklis akibat pembendungan darah haid dalam vagina dan uterus ( hematokolpos dan hematometra ).

6. Hipomenorea Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau kurang dari biasa. Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kuran akiba

Amenorrhea

Page 17

Medical Faculty Of Methodist University

dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal. Adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas.

7. Hipermenorea (Menoragia) Hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Sebab kelainan ini antara lain karena hipoplasia uteri (mengakibatkan amenorea, hipomenorea), asthenia (terjadi karena tonus otot kurang), myoma uteri (disebabkan oleh kontraksi otot rahim kurang, cavum uteri luas, bendungan pembuluh darah balik), hipertensi, dekompensio cordis, infeksi (misalnya : endometritis, salpingitis), retofleksi uteri (karena bendungan pembuluh darah balik), penyakit darah (misalnya werlhoff dan hemofili).

J. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemerikasaan dari kepala sampai ujung kaki memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan untuk menegakkan diagnosanya,amenorea pada tingkat pertama di tentukan: Berat badan,tinggi badan Habitus Telapak tangannya

Berkaitan dengan berat badan dapat di tentukan: Berat badan rendah pada hypothalamus amenorea Berat badan segmen atas lebih tinggi (lebih dari 0,85) kemungkiana resisten insulin atau hiperandogenesis. Defisiensi pertumbuhan linier kamungkinan terjadi pada: Pituitary growth hormonal defisiensi Kelainan genetic tidak terbentuknya gonad.

Amenorrhea

Page 18

Medical Faculty Of Methodist University

Pemeriksaan Penunjang :

1. Pada amenorea primer, apabila didapatkan adanya perkembangan seksual sekunder maka diperlukan pemeriksaan organ dalam reproduksi (indung telur, rahim, perlekatan dalam rahim) melalui pemeriksaan USG, histerosalpingografi, histeroskopi, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Apabila tidak didapatkan tanda-tanda perkembangan seksualitas sekunder maka diperlukan pemeriksaan kadar hormon FSH dan LH. 2. Setelah kemungkinan kehamilan disingkirkan pada amenorea sekunder, maka dapat dilakukan pemeriksaan Thyroid Stimulating Hormone (TSH) karena kadar hormon tiroid dapat mempengaruhi kadar hormon prolaktin dalam tubuh. Selain itu kadar hormon prolaktin dalam tubuh juga perlu diperiksa. Apabila kadar hormon TSH dan prolaktin normal, maka Estrogen / Progestogen Challenge Test adalah pilihan untuk melihat kerja hormon estrogen terhadap lapisan endometrium dalam rahim. Selanjutnya dapat dievaluasi dengan MRI.

K. PENATALAKSANAAN Anamnesis yang baik dan lengkap sangat penting. Harus diketahui, apakah amenorea primer atau skunder. Dihubungkan antara amenorea dan faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan emosional, apakah ada kemungkinan kehamilan, apakah penderita menderita penyakit akut atau menahun, apakah ada gejala-gejala metabolik, dan lainnya Sesudah itu dilakukan pemeriksaan fisik, seperti tinggi badan, berat badan, ciri-ciri kelamin skunder, hirsutisme. Lalu dilakukan pemeriksaan ginekologik untuk mengetahui adanya jenis ginatresi, adanya aplasia vagina, keadaan klitoris, aplasia uteri, adanya tumor, ovarium dan sebagainya. Apabila pemeriksaan klinis tidak memberikan gambaran yang jelas, dilakukan pemeriksaan berikut : 1. Pemeriksaan foto rontgen thorak untuk TB pulmonem, dari sella tursika untuk mengetahui adanya perubahan dari sella tursika tersebut

Amenorrhea

Page 19

Medical Faculty Of Methodist University

2. Pemeriksaan sitologi vagina 3. Tes toleransi glukosa 4. Pemeriksaan mata 5. Kerokan uterus 6. Pemeriksaan metabolisme basal (T3 dan T4) Pemeriksaan yang memerlukan fasilitas khusus : 1. Laparaskopi, untuk mengetahui hipoplasia uteri, aplasia uteri, disgenesis ovarium, tumor ovarium, ovarium polikistik 2. Pemeriksaan kromatin seks untuk mengetahui apakah penderita secara genetik seorang wanita 3. Pembuatan kariogram dengan pembiakan sel-sel guna mempelajari kromosom 4. Pemeriksaan kadar hormon (T3, T4, FSH, LH, estrogen, prolaktin, 17ketosteroid) Pengelolaan pada pasien ini tergantung dari penyebab. Bila penyebab adalah kemungkinan genetic, prognosa kesembuhan buruk.Menurut beberapa penelitian dapat dilakukan terapi sulih hormone, namun fertilitas belum tentu dapat dipertahankan.

Terapi Pengobatan yang dilakukan sesuai dengan penyebab dari amenorrhea yang dialami, apabila penyebabnya adalah obesitas maka diit dan olahraga adalah terapinya, belajar untuk mengatasi stress dan menurukan aktivitas fisik yang berlebih juga dapat membantu. Pembedahan atau insisi dilakukan pada wanita yang mengalami Amenorrhea Primer. Pengobatan yang dilakukan sesuai dengan penyebab dari amenorea yang dialami, apabila penyebabnya adalah obesitas, maka diet dan olahraga adalah terapinya. Belajar untuk mengatasi stress dan menurunkan aktivitas fisik yang berlebih juga dapat membantu. Terapi amenorea diklasifikasikan berdasarkan penyebab saluran

Amenorrhea

Page 20

Medical Faculty Of Methodist University

reproduksi atas dan bawah, penyebab indung telur, dan penyebab susunan saraf pusat.

Amenorrhea

Page 21

Medical Faculty Of Methodist University

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Amenorrhea

Page 22

Medical Faculty Of Methodist University

DAFTAR PUSTAKA

1. Price Sylvia A and Lorraine M. Wilson, Amenore, Patofisiologi, Vol.2 edisi 6, EGC, 2005, Hal. 1284 1287. 2. Prawiroharjo Sarwono, Amenorea, Ilmu Kandungan, Edisi ke-II Cetakan ke-5, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, 2007, Halaman 205 222. 3.

Amenorrhea

Page 23