Tugas Analisaa Kultur Jaringan

download Tugas Analisaa Kultur Jaringan

of 18

  • date post

    25-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    234
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Analisaa Kultur Jaringan

TUGAS KULTUR JARINGANANALISIS JURNAL

Pertumbuhan dan Uji Kualitatif Kandungan Metabolit Sekunder Kalus Gatang (Spilanthes acmella Murr.) dengan Penambahan PEG untuk Menginduksi Cekaman Kekeringan

Dosen : Dr. Enni Suwarsi Rahayu, M.SiDr. Ari Yuniastuti, SPt, M.Kes.

Disusun Oleh:1. Rizky Andita Wijayanti (4401412017)2. Iis Sutiyani(4401412026)3. Ros Setiani (4401412040)4. Mei Dewi Rohmawati (4401412041)5. Dini Muthia Sari(4401413092)

JURUSAN BIOLOGIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2015

BAB IPENDAHULUANTumbuhan memiliki banyak kandungan senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Terkadang, banyak penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia melainkan dapat disembuhkan dengan obat alami dari tumbuhan. Sekitar 60-75% penduduk bumi menggantungkan kesehatannya pada tumbuhan (Harvey, 2000). Salah satu tanaman berkhasiat obat ini adalah gatang (Spilanthes acmella Murr.).Tanaman Gatang (Spilanthes acmella Murr.) yang termasuk ke dalam famili Asteraceae telah digunakan sebagai obat tradisional untuk sakit gigi, sakit kepala, asma, rematik, demam, radang tenggorokan dan wasir (Wongsawaktul dan prachayasittikul 2008). Ekstrak dari tanaman Gatang juga menunjukkan aktivitas anti mikroba, antioksidan, dan efek sitotoksik (Prachayasittikul et al. 2008). Spilanthes acmella Murr. mengandung berbagai metabolit sekunder seperti alkaloid (spilanthol) (Gokhale danBhide, 1945, cit. Wongsawatkul dan Prachayasittikul 2008), triterpenoid seperti asam 3-acetylaleuritolic, b-sitostenone, stigmasterol dan stigmasteryl-3-OBD glucopyranosides dan fenolik (asam vanilat, asam trans-ferulat dan asam transisoferulic), kumarin (scopoletin) (Prachayasittikul et al. 2009).Salah satu upaya untuk menghasilkan metabolit sekunder dengan jumlah yang banyak adalah dengan teknologi kultur jaringan seperti kultur kalus (Kristina et al. 2007). Namun, Mantell dan smith (1983) menyatakan bahwa pada umumnya kandungan metabolit sekunder dalam kultur relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh pembentukan metabolit sekunder dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal seperti pemberian elisitor untuk menimbulkan kondisi tercekam dapat digunakan untuk meningkatkan metabolit sekunder (DiCosmo dan Masawa, 1995). Elisitor merupakan stimulus fisika, kimia maupun biologi yang dapat menginduksi respon pertahanan tumbuhanMedia padat yang ditambahkan elisitor PEG telah digunakan untuk menciptakan kondisi cekaman kekeringan dengan menurunkan potensial air pada medium pada berbagai percobaan kultur jaringan. Potensial air yang rendah dimedium menurunkan pembelahan sel dan meningkatkan kandungan metabolit sekunder (Ehsanpour dan Razavizadeh, 2005). Konsentrasi pemakaian PEG sebagai pengatur cekaman kekeringan secara in vitro bervariasi dengan kisaran 0,2- 20%. Dragiiska et al. (1996) memakai 5-10% PEG pada tanaman alfalfa (Medicago sativa). Penelitian Astuti (cit. Yulinda 2010) melaporkan bahwa kandungan alkaloid dari tanaman Catharantus roseus mengalami peningkatan dengan penambahan 1, 3, 5 dan 7 % PEG. Sedangkan Yulinda (2010) mengatakan bahwa kandungan metabolit sekunder triterpenoid pada kultur in vitro tanaman Centella asiatica meningkat dengan penambahan 1 dan 2 % PEG.

BAB IIPEMBAHASANA. Klasifikasi Tumbuhan Gatang (Spilanthes acmella Murr.)LegetanSpilanthes acmella Murr

Nama umumIndonesia:Legetan

KlasifikasiKingdom : Plantae (Tumbuhan)Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)Sub Kelas : AsteridaeOrdo : AsteralesFamili : Asteraceae Genus : SpilanthesSpesies : Spilanthes acmella Murr

(wikipedia.com)B. Morfologi Tumbuhan Gatang (Spilanthes acmella Murr.)Tinggi tumbuhan : 70-80 cmAkar tumbuhan : tunggang, berwarna putih kecoklatanBentuk daun : berbentuk bulat telur, daun tunggal, berhadapan, ujung meruncing, tepi rata, pangkal runcing, berwarna hijau, Panjang daun : 1,5-6 cm, lebar 1-4 cmBunga : berbentuk bulat, benang sari berbentuk jarum, berwarna ungu Buah : keras, berwarna hitam, panjang 1-1,5 mm (wikipedia.com)C. Pengenalan Nama Daerah Tumbuhan Gatang (Spilanthes acmella Murr.)Di Indonesia tumbuhan Sisarah memiliki nama daerah diantaranya di daerah karo (Sirah-rah), Sidikalang dan Siborong-borong (Sisarah), Simalungun (Siru-rus), Minangkabau (Gatang), Melayu (Getang), Ternate (Baga), Jawa Tengah (Legetan), Sunda (Jutang Sawah)D. Sifat Dan Khasiat Tumbuhan Gatang (Spilanthes acmella Murr.)Spilanthes acmella Murr. termasuk ke dalam famili Asteraceae, juga dikenal sebagai tumbuhan penyembuh sakit gigi. Tumbuhan ini merupakan tanaman semak berukuran 30-60 cm. Tanaman ini merupakan tumbuhan asli daerah tropis seperti India, Brazil dan Indonesia. Bagian dari tumbuhan ini yaitu akar, batang, daun dan bunganya digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai obat tradisional. Seperti bunganya sebagai obat gusi berdarah dan sakit gigi. Bagian yang lain seperti akar bisa digunakan sebagai obat diare. Akar, putik bunga dan bagian lainnya mengandung senyawa yang dikenal dengan nama spilanthol yang merupakan stimulan yang sangat kuat dan bersifat analgesik lokal. Tumbuhan ini telah diaplikasikan dalam bidang farmasi, anti sakit gigi dan sebagai obat kumur. Selain itu tumbuhan Gatang (Spilanthes acmella Murr.) juga dapat digunakan untuk obat rematik. Sebagai suplemen nutrisi sejumlah kecil ekstrak tumbuhan telah digunakan sebagai pemanis yang tidak mempengaruhi bau makanan dan minuman. (Supaluk,P.,et all. 2009)E. Senyawa Kimia yang Terkandung Pada Famili AsteraceaeFamili Asteraceae merupakan salah satu famili tumbuhan yang tersebar luas dengan 30.000 spesies dan lebih dari 1100 genus. (Radford 1986) Kebanyakan dari tumbuhan ini mengandung aktivitas antimikroba yang dihasilkan oleh senyawa sesquiterpen sebagai salah satu metabolit sekunder. Selain itu Asteraceae juga mengandung senyawa kimia lain seperti polifenol, flavanoida. (Sabitha A.R.,et all,2006)Salah satu Famili Asteraceae yang sudah diteliti adalah tumbuhan Jombang (Taraxacom Officinale Weber et Wiggers). Herba mengandung flavanoids (isoquerin, hyperin), taraxasterol, taraxacerin, taraxerol, taraxin, kholine, inulin, pektin, koumesterol, asparagin dan vitamin (A,B dan D). Inulin adalah oligosakarida yang mempunyai khasiat prebiotik. Akar mengandung taraxol, taraxerol, taraxin, taraxa sterol, -amyrin, stigmasterol, -sitosterol, choline, levolin, pectin, inulin, kalsium, kalium, glukosa, dan fruktosa. Daun mengandung lutein, violaxanthin, plasloquinone, tannin, karotenoid, kalium, natrium, kalsium, choline, copper, zat besi, magnesium, fosfor, silikon, sulfur, Vitamin (A,B1,B2, C dan D). Bunga mengandung arnidol dan flavoxanthin. (Dalimartha 2008)F. Pertumbuhan Pertumbuhan dapat dianggap sebagai hasil dari beberapa proses metabolisme tumbuhan. pertumbuhan tanaman didefinisikan sebagai ukuran yang dapat diketahui dengan adanya pertambahan panjang, diameter, dan luas bagian tanaman. Parameter lain yaitu dengan adanya pertambahan volume, massa, berat basah dan berat kering tanaman Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain umur, keadaan tanaman, faktor hereditas dan zat pengatur tumbuh. Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan adalah cahaya, temperatur, kelembaban, nutrisis, atau garam-garam mineral, oksigen Dalam jurnal ini, parameter pertumbuhan yang disoroti adalah berat basah tanaman. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan yang disoroti dari jurnal ini adalah faktor internal berupa penambahan Zat Pengatur Tumbuh yaitu PEG (Poli Etilen Glikol)

G. Uji Kualitatif Kandungan Metabolit Sekunder Analisis kualitatif, analisis yang berhubungan dengan identifikasi suatu zat atau campuran yan tidak diketahui. Ada dua langkah utama dalam analisis adalah identifikasi dan estimasi komponen-komponen suatu senyawa. Dalam analisis kualitatif pengamatan visual merupakan hal yang penting. Bila kita dihadapkan pada suatu larutan yang tidak diketahui, pertanyaan yang timbul adalah apakah warnanya? . Warna adalah penting, karena beberapa ion anorganik dapat diketahui dari warnanya yang spesifik. Walau demikian kita tidak boleh menarik kesimpulan secara tepat terutama bila yang dianalisi berupa larutan yang terdiri atas campuran beberapa ion harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kesimpulan yang salah. Metabolit sekunderadalah senyawametabolityang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya.Setiap organisme biasanya menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, bahkan mungkin satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satuspesiesdalam suatukingdom. Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan, tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-fase tertentu. Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya untuk mengatasihamadanpenyakit, menarik polinator, dan sebagai molekul sinyal.Singkatnya, metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya.Metabolit sekunder dihasilkan melalui tahap-tahap reaksi dalam jaringan tumbuhan yang disebut biosintesis. Alkaloid, terpenoid, steroid, dan flafonoid merupakan beberapa contoh senyawa yang dihasilkan dari biosintesis tersebut. Penelitian kandungan kimia untuk satu tanaman (daun, batang, kulit batang, akar, dll) atau melakukan penapisan kandungan kimia terhadap berbagai sepsis tanaman dalam satu famili pada bagian tertentu akan memberikan informasi tentang tingkat evolusi (Sabarwati, 2006 : 45)

Beberapa contoh dari metabolit sekunder adalah:KelasContoh SenyawaContoh SumberEfek dan kegunaan

SENYAWA MENGANDUNG NITROGEN