TUGAS AKHIR SF 141501 IDENTIFIKASI SISTEM EPITERMAL ... · PDF file TUGAS AKHIR – SF...

Click here to load reader

  • date post

    22-Jan-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS AKHIR SF 141501 IDENTIFIKASI SISTEM EPITERMAL ... · PDF file TUGAS AKHIR – SF...

  • i

    TUGAS AKHIR – SF 141501

    IDENTIFIKASI SISTEM EPITERMAL SULFIDA TINGGI BERDASARKAN DATA MAGNETIK DAN VARIATIONAL MODE DECOMPOSITION

    Nurul Azizah NRP 1113100017

    Dosen Pembimbing Dr. Sungkono M. Si

    DEPARTEMEN FISIKA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2017

  • ii

    HALAMAN JUDUL

    TUGAS AKHIR – SF 141501

    IDENTIFIKASI SISTEM EPITERMAL SULFIDA TINGGI

    BERDASARKAN DATA MAGNETIK DAN VARIATIONAL

    MODE DECOMPOSITION

    NURUL AZIZAH

    NRP 1113100017

    Dosen Pembimbing

    Dr. Sungkono, M.Si

    DEPARTEMEN FISIKA

    FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA

    2017

  • iii

    FINAL PROJECT – SF 141501

    IDENTIFICATION OF HIGH SULFIDATION

    EPITHERMAL SYSTEM BASED ON MAGNETIC DATA

    AND VARIATIONAL MODE DECOMPOSITION

    NURUL AZIZAH

    1113100017

    Advisor Lecturer

    Dr. Sungkono, M.Si

    DEPARTMENT OF PHYSICS

    FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA

    2017

  • iv

  • v

    IDENTIFIKASI SISTEM EPITERMAL SULFIDA TINGGI

    BERDASARKAN DATA MAGNETIK DAN VARIATIONAL

    MODE DECOMPOSITION

    Nama : Nurul Azizah

    NRP : 1113 100 017

    Departemen : Fisika ITS

    Dosen Pembimbing : Dr. Sungkono., M.Si

    Abstrak

    Endapan hasil alterasi hidrotermal berupa sistem

    epitermal sulfidasi tinggi merupakan salah satu sistem yang

    dapat menghasilkan endapan mineral emas. Sifat kemagnetan

    emas dapat dimanfaatkan sebagai dasar pendugaan awal mineral

    emas menggunakan metode magnetik. Penelitian ini untuk

    memisahkan anomali lokal dan regional yang akurat melalui

    analisa 2D-VMD. Hasil ini dibandingkan dengan kontinuitas

    keatas, yang menunjukkan bahwa 2D-VMD dapat digunakan

    untuk pemisahan anomali lokal dan regional secara akurat.

    Selain itu hasil pemisahan anomali lokal regional dengan metode

    Upward Continuation bergantung pada ketinggian yang

    digunakan, sedangkan pada metode 2D-VMD bergantung pada

    pemilihan mode dan asumsi penggunaan besar nilai alpha (α)

    yang digunakan. Semakin kecil Sehingga masing-masing metode

    untuk pemisahan anomali lokal regional ini memiliki kelebihan

    maupun kekurangan. Selanjutnya anomali lokal di reduksi ke

    kutub untuk menunjukkan bahwa daerah lokasi yang di duga

    sebagai zona mineralisasi epitermal sulfidasi tinggi dicirikan

    dengan pola anomalinya yaitu anomali tinggi yang lokal

    dikelilingi anomali rendah.

    Kata Kunci: Anomali lokal-regional, metode 2D-VMD, metode

    upward continuation, RTP, sulfidasi tinggi

  • vi

    IDENTIFICATION OF HIGH SULFIDATION

    EPITHERMAL SYSTEM BASED ON MAGNETIC DATA

    AND VARIATIONAL MODE DECOMPOSITION

    Name : Nurul Azizah

    NRP : 1113 100 017

    Departement : Physics ITS

    Advisor Lecturer : Dr. Sungkono., M.Si

    Abstract

    The precipitate generated from hydrothermal alteration

    which results in a high sulphidation epithermal system is one of

    the systems that can produce gold mineral deposits. The

    properties of gold magnetism can be utilized as the basis for early

    estimation of gold minerals using magnetic methods. This

    research is to separate accurate local and regional anomalies

    through 2D-VMD analysis. This result is compared with the

    upward continuity, which indicates that 2D-VMD can be used for

    accurate local and regional anomaly separation. In addition, the

    result of the local regional anomaly separation by Upward

    Continuation method depends on the height used, whereas the

    2D-VMD method depends on the selection of modes and

    assumptions of the large use of alpha (α) values. The smaller it is

    so that each method for the separation of local regional

    anomalies has both advantages and disadvantages. Furthermore,

    local anomalies are reduced to the poles to show that the area of

    the suspected zone of high epithermal sulphidation mineralization

    is characterized by an anomalous pattern of local anomalies

    surrounded by low anomalies.

    Key Words: Local-Regional Anomalies, 2D-VMD methods,

    upward continuation methods, RTP, high sulphidation

  • vii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang

    selalu memberikan petunjuk, kemudahan serta melimpahkan

    rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

    Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Identifikasi Sistem

    Epitermal Sulfida Tinggi Berdasarkan Data Magnetik dan

    Variational Mode Decomposition”. Penulis menyadari dengan

    terselesaikannya penyusunan tugas akhir ini tidak lepas dari

    bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, maka pada

    kesempatan ini penulis memberikan Ucapan terimakasih terutama

    kepada:

    1. Bapak Dr. Sungkono, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan pengarahan, bimbingan, dan

    dukungan selama proses penyusunan naskah tugas akhir

    ini

    2. Bachtera Indarto, M.Si selaku Dosen Wali atas pengarahan dan dukungan yang telah diberikan selama ini

    3. Prof. Dr. rer. nat. Bagus Jaya Santosa, S.U dan Ibu Yanurita Dwi Hapsari, M.Sc selaku dosen penguji Tugas

    Akhir ini

    4. Dr. Yono Hadi Pramono, M.Eng. selaku Kepala Departemen Fisika FMIPA ITS atas fasilitas dan

    pengarahan yang diberikan selama ini

    5. PT. ANTAM (Persero) Tbk Unit Geomin, atas izin yang diberikan kepada penulis untuk menggunakan data sebagai

    bahan penelitian

    6. Seluruh staf pengajar di Jurusan Fisika FMIPA ITS 7. Hartono Junianto, ayah saya serta keluarga yang selalu

    memberikan semangat, dukungan dan doa untuk penulis

    sehingga dapat terselesaikannya Tugas Akhir ini.

    8. Annisa Rachmi, wanita tangguh dengan segudang ilmu dari

    Yogyakarta, alumni Geofisika UGM. Terimakasih atas

    segala ilmu yang sudah dibagi sehingga memudahkan

    penulis untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini

  • viii

    9. Perempuan tangguh “SS Single” Diajeng, Fairus, Shafiri,

    Fannisa, Befie, Ira, Anisah, Wilda. Yang selalu

    memberikan dukungan, semangat, berbagi keceriaan

    kepada penulis

    10. Tim TA magnetik, shafitri, shona arum, devi, terimakasih

    atas sharing ilmu, dan kebersamaan dalam segala suka

    duka dalam pengolahan data maupun penulisan laporan

    Tugas Akhir

    11. 2007’s Squad, Sisi, Rudi, Farid, Sori. Terimakasih selalu

    menghibur penulis dikala lelah menghampiri

    12. Tempat berkeluh kesah hampir 4 tahun ini, Fertilita dan

    Artika. Terimakasih untuk semangatnya, kebersamaannya,

    dan telah sabar menghadapi penulis

    13. Teman-teman seperjuangan bidang minat Fisika Bumi

    2013

    14. Seluruh penghuni Lab Geofisika, terimakasih atas fasilitas

    dan sharing ilmunya

    15. Teman – teman SUPERNOVA 2013 yang senantiasa

    memberikan dukungan

    16. Semua pihak yang telah membantu yang tidak mungkin

    saya sebutkan satu persatu

    Semoga Tugas Akhir ini memberikan manfaat, baik bagi

    penulis maupun pembaca dalam upaya menambah wawasan

    tentang ilmu Fisika Bumi.

    Surabaya, 17 Juli 2017

    Penulis

    Nurul Azizah

  • ix

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ..................................................................... ii

    Abstrak .......................................................................................... v

    Abstract ........................................................................................ vi

    KATA PENGANTAR ................................................................. vii

    DAFTAR ISI ................................................................................ ix

    BAB I PENDAHULUAN ............................................................. 1

    1.1 Latar Belakang .................................................................... 1

    1.2 Perumusan Masalah ............................................................. 2

    1.3 Batasan Masalah .................................................................. 3

    1.4 Tujuan Penelitian ................................................................. 3

    1.5 Manfaat Penelitian ............................................................... 3

    1.6 Sistematika Penulisan .............................................................. 4

    BAB II ........................................................................................... 5

    DASAR TEORI ............................................................................. 5

    2.1 Alterasi Hidrotermal ............................................................ 5

    2.2 Endapan Hidrotermal .......................................................... 5

    2.3 Endapan Sistem Epitermal .................................................. 6

    2.4 Te