TroubleShooting Komputer

download TroubleShooting Komputer

of 35

  • date post

    15-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    2

Embed Size (px)

description

q

Transcript of TroubleShooting Komputer

  • TROUBLESHOOTING HARDWARE KOMPUTER

    Gambaran Umum

    Modul ini membahas proses troubleshooting untuk komponen hardware komputer. Siklus

    troubleshooting mentetailkan teknik-teknik yang digunakan untuk mendiagnosa permasalahan

    komputer dan penerapan penyelesaiannya. Sekali diagnosa telah dibuat, para mahasiswa akan

    memahami langkah-langkah diperlukan untuk membenarkan permalasahan dengan hardware,

    unit di sekitar komputer, Internet, dan peralatan akses jaringan.

    13.1 Dasar-dasar troubleshooting

    13.1.1 Apakah troubleshooting itu

    Troubleshooting yang efektif menggunakan teknik yang telah terbukti untuk mendiagnosa dan

    memperbaiki permasalahan komputer. Beberapa langkah logis membuat proses

    troubleshooting cara yang paling efisien untuk menyelesaikan masalah komputer.

    Gambar 1 menampilkan proses troubleshooting. Siklus dimulai dengan mengidentifikasi

    permasalahan. Kemudian, informasi harus dikumpulkan untuk mendefinisikan penyebabnya.

    Kemudian, sebuah solusi dikembangkan dan diteraokan. Akhirnya, solusi tersebut diujikan.

    Apabila permasalahan dipecahkan, siklus troubleshooting berakhir dengan membuat dokumen

    solusi tersebut. Apabila permasalahan tidak terpecahkan, siklus tersebut dimulai dari awal dan

    proses diulang sampai sebuah solusi ditemukan. Setiap langkah-langkah didetailkan di bagian

    berikutnya.

    Gambar 2 adalah sebuah aktivitas menarik dan menghentikan langkah-langkah dalam siklus

    troubleshooting. Aktivitas ini akan membantu mahasiswa dengan keteringatan dan

    keterbiasaan dengan langkah-langkah troubleshooting.

    13.1.2 Mengidentifikasi permasalahan

  • MALANG

    NETWORKING NOW! Troubleshooting Hardware Komputer - 2

    Pada langkah ini, permasalahannya telah teridentifikasi. Ini meliputi menjelaskan gejala

    umum sehingga penyebab yang memungkinkan dapat ditentukan. Hasilnya adalah sebuah

    pernyataan yang mendetail yang dengan jelas memaparkan permasalahan. Tanpa sebuah

    pemahaman yang jelas mengenai permasalahannya, teknisi tidak dapat mengumpulkan

    informasi yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah solusi yang sesuai.

    13.13 Mengumpulkan informasi

    Ketika permasalahan telah teridentifikasi, langkah berikutnya adalah mengumpulkan

    informasi sehingga sebuah solusi dapat dikembangkan. Troubleshooting yang cepat dan

    efisien melibatkan pengumpulan informasi yang tepat untuk mengembangkan solusi yang

    akurat. Permasalahan komputer dapat berjarak dari yang paling sederhana sampai yang luar

    biasa kompleks. Bagaimana pun juga, permasalahan komputer dapat menjadi semakin rumit

    apabila teknisi tidak memiliki informasi yang tepat.

    Teknisi mungkin memiliki banyak sumber yang bersedia membantu mereka untuk

    mendiagnosa permasalahan tersebit. Teknisi dapat menggunakan digital multimeter (DMM),

    peralatan diagnosa berbasis software, dan pengguna akhir untuk mendapatkan informasi.

    Teknisi bisa secara visual menginspeksi sistemnya, mencari komponen yang rusak, dan

    mendengarkan bukti-bukti dari sebuah permasalahan.

    Pengguna akhir dapat memberikan wawasan tentang bagaimana komputer beroperasi sebelum

    sistemnya bermasalah. Teknisi dapat mendokumentasi perubahan apapun yang dibuat

    pengguna akhir yang mungkin berdampak merugikan pada sistem. Pengguna akhir juga dapat

    menjelaskan perubahan apa saja pada sistem, kesalahan yang diterima, dan performa sistem

    sebelum permasalahan.

    Teknisi perlu untuk mengetahui bagaimana menanyai dengan tepat para pengguna akhir.

    Berikut ini adalah beberapa pertanyaan tipikal yang perlu ditanyakan teknisi:

  • MALANG

    NETWORKING NOW! Troubleshooting Hardware Komputer - 3

    Dapatkah kesalahan tersebut dijelaskan? Dokumentasikan penjelasan mengenai permasalahan tersebut.

    Apakah pesan kesalahan diterima? Komputer diperlengkapi dengan peralatan diagnosa sendiri. Apabila komputer gagal pada pengujian diagnosa sendiri, secara tipikal biasanya

    membuat pesan kesalahan.

    Minta pengguna akhir mengingat kembali pesan kesalahan tersebut. Dalam kasus kesalahan power-on-self-test (POST), tanyakan pada konsumen jumlah beeps yang terdengar.

    Apakah permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya? Cobalah untuk menetapkan batas waktu kejadiannya. Batas waktu akan membantu mengidentifikasi penyebab potensial

    kejadian tersebut. Apabila permasalahan pernah terjadi sebelumnya, dokumentasikan

    perubahan yang dibuat pada sistem.

    Apakah ada perubahan pada sistem? Temukan perubahan yang terjadi pada hardware dan software. Perubahan yang dibuat dalam usaha untuk memperbaiki permasalahan

    sebelumnya dapat menjadi sumber permasalahan terbaru. Selain itu, penambahan atau

    pemindahan hardware dan software dapat menciptakan permasalahan yang tidak terlihat

    dengan sumber-sumber sistem.

    Catatan:

    Ingatlah untuk mendekati para pengguna akhir dengan sikap yang hormat dan sopan.

    Beberapa pengguna akhir mungkin ragu untuk mengakui apa yang telah mereka lakukan pada

    sistem. Pendekatan yang profesional meneguhkan kepercayaan yang dibutuhkan sehingga

    para pengguna akhir dapat berdiskusi tentang perubahan apapun.

    Dapatkah kesalahan direproduksi? Mereproduksi permasalahan akan memungkinkan para pengguna akhir menjelaskan kesalahan yang sebenarnya. Teknisi di tempat kemudian

    dapat melihat dan merasakan permasalahan pada tangan pertama.

    Peringatan:

  • MALANG

    NETWORKING NOW! Troubleshooting Hardware Komputer - 4

    Jangan mereproduksi kesalahan apabila berdampak buruk pada komponen komputer.

    Misalnya, jangan mereproduksi sebuah permasalahan seperti memancarkan suplai tenaga.

    Setelah menanyai semua pertanyaan yang penting, mendapatkan jawaban-jawaban, dan

    mengevaluasi semua jawaban tersebut, permasalahannya seharusnya disempitkan menjadi

    yang berhubungan dengan hardware atau software. Permasalahan tersebut kemudian

    disempitkan ke komponen tertentu atau bagian dari sistem. Ketika ini terjadi, teknisi

    kemudian dapat berlanjut dengan mengembangkan sebuah solusi untuk permasalahan

    sebagaimana disebutkan di bagian berikut.

    Penyelesaian Masalah Server Jaringan

    Berikut ini adalah beberapa pertanyaan tipikal untuk ditanyakan ketika ada permasalahan

    dengan server jaringan:

    Kapankah terakhir kali server jaringan beroperasi? Perubahan apa yang terjadi sejak terakhir kali server jaringan beroperasi? Hardware apa yang baru-baru ini ditambahkan ke server jaringan? Software apa yang baru-baru ini ditambahkan ke server jaringan? Siapakah yang pertama kali melaporkan ada permasalahan server jaringan? Di manakah buku catatan server jaringan? Bagaimanakah dampat kegagalan server jaringan pada operasional perusahaan?

    Gunakan pikiran untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan:

    Apakah ruangan server terlampau panas? Apakah ruangan server berada di atas kelembaban operasi maksimum untuk

    perlengkapan?

    Apakah ada semacam bau atau sesuati yang terbakar di ruangan server? Apakah ada asap yang terlihat di ruangan server? Apakah alarm server berbunyi?

  • MALANG

    NETWORKING NOW! Troubleshooting Hardware Komputer - 5

    Apakah alarm UPS berbunyi? Apakah lampu kesalahan menyala dalam disk drive? Apakah ada komponen server jaringan yang panas bila dipegang? Apakah kawat tenaga diputuskan dari komponen komponen manapun? Apakah kabel jaringan diputuskan dari peralatan jaringan manapun, termasuk server? Apakah semya kabel SCSI eksternal terhubungkan?

    Menggunakan pikiran untuk menjawab pertanyaan mendasar ini adalah bagian integral dari

    troubleshooting. Yang juga penting adalah peralatan hardware/software dan kegunaan.

    13.1.4 Mengembangkan sebuah solusi

    Menciptakan sebuah solusi adalah langkah ketiga dalam proses troubleshooting. Teknisi akan

    mengevaluasi data yang terkumpul. Para teknisi akan menggunakan pengalaman, logika,

    pertimbangan, dan pemikiran untuk mengembangkan sebuah solusi. Kadang-kadang,

    diagnosa awal akan terbukti tidak sukses dan strategi harus direvisi. Troubleshooting adalah

    sebuah kemampuan yang didapat dari belajar yang akan terbukti dengan waktu dan

    pengalaman.

    13.1.5 Penerapan solusi

    Langkah keempat dalam siklus troubleshooting adalah menerapkan solusi. Secara esensial,

    langkah ini melibatkan teknisi mengerjakan komputer tersebut. Teknisi mencoba solusi tadi

    dengan manipulasi tangan pada komponen komputer, yang bisa jadi hardware atau software.

    Ada beberapa hal untuk diingat ketika menerapkan solusi pada sebuah permasalahan:

    Selalu backup data yang kritis sebelum membuat perubahan apapun yang punya potensi mengkorup data yang tersimpan di komputer.

    Selalu memulai dengan hal yang sederhana lebih dulu Rubah hanya satu hal di satu waktu dan cek dua kali pengaruhnya pada komputer

  • MALANG

    NETWORKING NOW! Troubleshooting Hardware Komputer - 6

    Kembalikan perubahan yang membuat permasalahan menjadi lebih buruk atau menyebabkan kerusakan yang lebih jauh pada sistem

    13.1.6 Apakah permasalahan terselesaikan?

    Memastikan permasalahan telah teratasi adalah langkah kelima dalam siklus troubleshooting.

    Setelah sebuah solusi telah diterapkan, teknisi dapat menjalankan pengujian diagnosa,

    inspeksi secara visual, dan mendengarkan sistem untuk memastikan bahwa permasalahan

    telah terpecahkan. Kemudian, teknisi harus memastikan bahwa para pengguna akhir puas

    dengan hasilnya.