Trauma Tumpul Okuli

download Trauma Tumpul Okuli

of 32

  • date post

    28-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    49
  • download

    1

Embed Size (px)

description

TRAUMA OCULI

Transcript of Trauma Tumpul Okuli

SMF/Laboratorium Ilmu Penyakit Mata Tutorial KlinikFakultas KedokteranUniversitas Mulawarman

TRAUMA OCULI DEXTRA + PARESE NERVUS OCULOMOTORIUS (N. III) UNISOLATED

Oleh :Gina Magda Riana0808015021Dessy Vinoricka Andriyana0808015022

Pembimbing :dr. Manfred Himawan, Sp.M

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik SMF/Laboratorium Ilmu Penyakit MataFakultas Kedokteran Universitas MulawarmanRSUD Abdul Wahab SjahranieSamarinda20147

DAFTAR ISI

BAB 1PENDAHULUAN

Mata mempunyai sistem pelindung yang cukup baik seperti rongga orbita, kelopak, dan jaringan lemak retrobulbar selain terdapatnya reflex memejam atau mengedip mata masih sering mendapat trauma dari dunia luar. Trauma dapat mengakibatkan kerusakan pada bola mata dan kelopak, saraf mata, dan rongga orbita. Kerusakan mata akan dapat mengakibatkan atau memberikan penyulit sehingga mengganggu fungsi penglihatan (1).Trauma pada mata merupakan tindakan sengaja maupun tidak sengaja yang menimbulkan perlukaan pada mata. Trauma mata memerlukan perawatan yang tepat dan pencegahan terhadap penyulit yang diakibatkannya (2). Secara garis besar tauma mata.okuli dibagi dalam 3 klasifikasi, yaitu trauma tu,mpul, trauma tajam, dan trauma kimia. Pada trauma tumpul, meskipun dari luar tidak tampak adanya kerusakan yang berat, tetapi transfer energi yang dihasilkan dapat memberi konskuensi cedera yang fatal.Trauma tumpul pada mata dapat merupakan penyebab kebutaan unilateral pada anak dan dewasa muda yang diakibatkan oleh benda yang jeras atau tidak keras dengan ujung tumpul, dimana benda tersebut dapat mengenai dengan kencang atau lambat sehingga terjadi kerusakan pada jaringan bola mata atau daerah sekitarnya (1). Kelainan yang ditimbulkan akibat trauma tumpul pada bola mata ini tergantung dari jaringan yang terkena, yaitu palpebra, konjungtiva, kornea, uvea, lensa, retina, hingga papil saraf orbita. Perubahan yang terjadi juga salah satunya dapat menyebabkan kelainan pada pergerakan bola mata dimana gerakan mata ini dikontrol oleh saraf kranialis, yaitu N. III, N. IV, dan N. VI.Pada laporan tutorial kasus ini, akan dibahas mengenai parese Nervus Okulomotorius (N. III) yang diakibatkan oleh trauma tumpul pada mata. Untuk dapat memberikan penanganan yang sesuai pada penderita, maka disini kami akan membahas mengenai gejala dan tanda yang didapatkan melalui anamnesis dan pemeriksaan yang sesuai.

BAB 2LAPORAN KASUS

2.1.Anamnesis2.1.1.Identitas PasienNama:Ny. JUsia:54 tahunAlamat:Jalan Trikora, RT. 16Pekerjaan:Ibu Rumah TanggaPendidikan Terakhir:SMPAgama:Islam

2.1.2.Keluhan UtamaAir mata berdarah

2.1.3.Riwayat Penyakit SekarangPasien mengaku mata kanannya mengeluarkan airmata bercampur darah sesaat setelah mata kanan pasien menghantam stang sepeda 1 hari SMRS. Pasien mengaku hantaman yang mengenai mata kanan pasien tersebut sangat keras, sehingga menyebabkan kelopak mata pasien bengkak, penglihatan mendadak menurun, nyeri bola mata hebat, dan mata mengeluarkan air bercampur darah. Kurang lebih 1 jam setelah kejadian, pasien mengeluh nyeri pada bola mata semakin hebat, menjalar sampai kepala kanan hingga pasien mengalami mual muntah, dan darah yang keluar dari mata tidak mau berhenti. Sebelum datang ke IGD RSUD AWS, pasien sempat mendapat pertolongan di IGD RS Dirgahayu, diberi obat tetes, kemudian di perbolehkan pulang.

2.1.4.Riwayat Penyakit DahuluPasien tidak memiliki riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, maupun alergi obat.

2.2.Pemeriksaan Fisik2.2.1.Status GeneralisKeadaan Umum:BaikKesadaran:KomposmentisStatus Gizi:Kesan baikTanda-Tanda VitalTekanan Darah:130/ 80 mmHgNadi:82 kali/ menitRespirasi:18 kali/ menitSuhu:37,2C per aksilerCephal, colli:Normocephal, tidak tampak pernafasan cuping hidung, tidak terdapat pembesaran KGBThoraks: Bentuk dada normal, gerakan nafas simetris, sonor di seluruh lapang paru, suara nafas vesikuler, S1 S2 tunggal reguler, tidak ada suara nafas dan jantung tambahan.Abdomen: Tidak distended, peristaltik usus normal, supel, timpaniEkstremitas: Tidak ada edema pada keempat ekstremitas, tidak ada tofus, clubbing finger dan kelainan bentuk lainnya, akral hangat, waktu pengisian kapiler < 2 detik

2.2.2.Status Oftalmologi1. Ketajaman PenglihatanODOS

Visus1/60> 5/60

KoreksiTidak dilakukanTidak dilakukan

AddisiTidak dilakukanTidak dilakukan

Distansia pupilTidak dilakukanTidak dilakukan

2. Kedudukan Bola MataODOS

StrabismusAda, fiksasi inferolateralTidak ada

EksoftalmusTidak adaTidak ada

EnoftalmusTidak adaTidak ada

Gerakan bola mataMenurun pada gerakan ke arah medialBaik ke semua arah

3. SupersiliaODOS

WarnaHitamHitam

DistribusiNormalNormal

4. Palpebra Superior dan InferiorODOS

EdemaAdaTidak ada

EkimosisAdaTidak ada

Nyeri tekanAdaTidak ada

BlefarospasmeAdaTidak ada

EktropionTidak adaTidak ada

EntropionTidak adaTidak ada

TrikiasisTidak adaTidak ada

SikatriksTidak adaTidak ada

Fissura palpebraTidak adaTidak ada

PtosisTidak adaTidak ada

HordeolumTidak adaTidak ada

KalazionTidak adaTidak ada

5. Konjungtiva Tarsalis Superior dan InferiorODOS

HiperemisAdaTidak ada

EdemaTidak adaTidak ada

SekretAdaTidak ada

SikatriksTidak adaTidak ada

AnemisTidak adaTidak ada

KemosisTidak adaTidak ada

6. Konjungtiva BulbiODOS

SekretAdaTidak ada

Injeksi KonjungtivaAdaTidak ada

Injeksi SiliarTidak adaTidak ada

PterigiumTidak adaTidak ada

PinguekulaTidak adaTidak ada

Nevus PigmentosusTidak adaTidak ada

NodulTidak adaTidak ada

Corpus alienumTidak adaTidak ada

7. Sistem lakrimalisODOS

HiperemisTidak adaTidak ada

EdemaTidak adaTidak ada

BenjolanTidak adaTidak ada

8. SkleraODOS

WarnaPutihPutih

IkterikTidak adaTidak ada

Nyeri tekanTidak adaTidak ada

9. KorneaODOS

KejernihanJernihJernih

PermukaanLicinLicin

InfiltratTidak adaTidak ada

SikatriksTidak adaTidak ada

UlkusTidak adaTidak ada

Arkus senilisAdaAda

EdemaTidak adaTidak ada

Tes PlacidoTidak dilakukanTidak dilakukan

10. Bilik Mata DepanODOS

KedalamanDalamDalam

KejernihanJernihJernih

HifemaTidak adaTidak ada

HipopionTidak adaTidak ada

11. IrisODOS

WarnaCoklat tuaCoklat tua

SinekiaTidak adaTidak ada

KolobomaTidak adaTidak ada

12. PupilODOS

LetakSentralSentral

BentukBulatBulat

Refleks cahayaPositif, lambatPositif

13. LensaODOS

KejernihanJernihJernih

LetakDi tengahDi tengah

Shadow test(-)(-)

14. Fundus OkuliPemeriksaan fundus okuli tidak dilakukan

2.3.ResumeWanita usia 54 tahun datang ke IGD RSUD AWS dengan keluhan mata kanan terus mengeluarkan airmata bercampur darah setelah terhantam stang sepeda. Keluhan tersebut disertai dengan penglihatan yang turun mendadak, nyeri bola mata kanan yang menjalar sampai kepala kanan, dan mual muntah. Dari pemeriksaan oftalmologi, didapatkan VOD 1/60, ekimosis periorbita dekstra, laserasi konjungtiva OD, dan penurunan refleks pupil OD.

2.4.Diagnosis KerjaTrauma tumpul okuli dekstra dengan laserasi konjungtiva dan Parese Nervus Okulomotorius dengan keterlibatan pupil.

2.6.PenatalaksanaanPlanning :1) DiagnosisUsulan pemeriksaan :2) Terapeutik Infus manitol 20% 350 cc dalam 24 jam Timolol eye drop 3 x gtt II OD Ciprofloxacin eye drop 3 x gtt II OD Asam mefenamat 3 x 500 mg3) Monitoring4) Edukasi

BAB 3TINJAUAN PUSTAKA

3.1.Definisi Trauma Tumpul OkuliTrauma tumpul merupakan trauma pada mata yang diakibatkan benda yang keras atau benda tidak keras dengan ujung tumpul, dimana benda tersebut dapat mengenai mata dengan kencang atau lambat sehingga terjadi kerusakan pada jaringan bola mata atau daerah sekitarnya.3,4 Trauma tumpul biasanya terjadi karena kecelakaan di rumah, kekerasan, ledakan, cedera olahraga, dan kecelakaan lalu lintas.1 Trauma tumpul dapat bersifat Coupe maupun Counter Coupe, yaitu terjadinya tekanan akibat trauma diteruskan pada arah horisontal di sisi yang berseberangan sehingga jika tekanan benda mengenai bola mata akan diteruskan sampai dengan makula.3,4

Gambar 3.1. Gambar anatomi bola mataTrauma okuli tumpul dapat berupa non-peroforasi, perforasi, laserasi, maupun ruptur. Menurut Birmingham Eye Trauma Terminology definisi trauma pada mata dapat didasarkan pada tabel berikut5:

Tabel 3.1. Definisi trauma Okuli menurut BETT 5

3.2.Klasifikasi Trauma OkuliMenurut klasifikasi BETT trauma okuli dibedakan menjadi closed globe dan open globe. Closed globe adalah trauma yang hanya menembus sebagian kornea, sedangkan open globe adalah trauma yang menembus seluruh kornea hingga masuk lebih dalam lagi. Selanjutnya closed globe injury dibedakan menjadi contusio dan lamellar laceration. Sedangkan open globe injury dibedakan menjadi rupture dan laceration yang dibedakan lagi menjadi penetrating, IOFB, dan perforating.5

Bagan 3.1. Klasifikasi Trauma Okuli Menurut BETT 5

Sumber lain menyatakan klasifikasi trauma okuli sebagai berikut:

Bagan 3.2. Skema diagram alur mengenai trauma okuli

Menurut skema diatas, secara garis besar trauma okuli dibagi menjadi dua yaitu trauma okuli non perforans dan perforans, yang keduanya memiliki potensi menimbulkan ruptur pada perlukaan kornea, iris dan pupil. Trauma tumpul mampu menimbulkan trauma okuli non perforans yang dapat menimbulkan komplikasi sepanjang bagian mata yang terkena (bisa meliputi mulai dari bagian kornea hingga retina). Selain berdasarkan efek perforasi yang ditimbulkan trauma okuli juga juga bisa diklasifikasikan berdasarkan p