Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

download Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

of 23

  • date post

    03-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

  • 7/28/2019 Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

    1/23

    I. TINJAUAN PUSTAKA

    I.1. Anatomi dan Fisiologi

    Abdomen adalah rongga terbesar dalam tubuh. Bentuknya lonjong dan

    meluas dari atas dari drafragma sampai pelvis di bawah. Rongga abdomen

    dilukiskan menjadi dua bagian, abdomen yang sebenarnya yaitu rongga sebelah

    atas dan yang lebih besar dari pelvis yaitu rongga sebelah bawah dan lebih kecil.

    Batas-batas rongga abdomen adalah di bagian atas diafragma, di bagian bawah

    pintu masuk panggul dari panggul besar, di depan dan di kedua sisi otot-otot

    abdominal, tulang-tulang illiaka dan iga-iga sebelah bawah, di bagian belakang

    tulang punggung dan otot psoas dan quadratus lumborum. Bagian dari rongga

    abdomen dan pelvis beserta daerah-daerah (Pearce, 1999).

    Abdomen terletak di antara thorax dan pelvis. Cavitas abdominis dibatasi

    oleh dinding abdomen, terpisah oleh cavitas thoracis oleh diafragma, bagian atas

    terlindung oleh sangkar dada, dan ke arah caudal bersinambungan dengan cavitas

    pelvis. Cavitas abdominis berisi peritoneum, organ cerna (gaster, intestinum, hepar,

    vessica biliaris, pancreas, lien, ren, glandula suprarenalis, kedua ureter). Cavitas

    abdominis biasanya dibagi menjadi:

    I.1.A. Sembilan area yang dibatasi oleh 4 bidang- dua bidang horizontal

    (subcostal dan trantuberkular) dan dua bidang vertical (medioclavicula).

    1

  • 7/28/2019 Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

    2/23

    Rongga Abdomen dan Pelvis (Pearce, 1999)

    Keterangan :

    1. Hipokhondriak kanan

    2. Epigastrik

    3. Hipokhondriak kiri

    4. Lumbal kanan

    5. Pusar (umbilikus)

    6. Lumbal kiri

    7. Ilium kanan

    8. Hipogastrik

    9. Ilium kiri

    I.1.B. Empat kuadran, yang dibatasi oleh 2 bidang yaitu 1 bidang horizontal

    (transumbilical) dan 1 bidang vertical (median), menjadi regio kuadran kanan atas,

    kuadran kiri atas, kuadran kanan bawah dan kuadran kiri bawah (Moore,Agur,2002)

    2

    http://4.bp.blogspot.com/_EibTHldYDRU/TF13ULQEChI/AAAAAAAAAb0/Iwvq1r9thl8/s1600/a.jpg
  • 7/28/2019 Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

    3/23

    Sumber: http://anatomy.med.umich.edu/surface/abdomen/ab_quad.html

    Gambar.2 Empat regio abdomen

    I.2. Anatomi dalam abdomen

    I.2.A.Peritoneum dan Cavitas peritonealis

    Peritoneum adalah selaput serosa yang tembus pandang dan sinambung ,

    terdiri dari dua lapis: (1). Peritoneum parietal yang melapisi dinding abdomen dan

    (2). Peritoneum visceral yang menutupi visera (misalnya gaster dan intestinum).

    Sedangkan cavitas peritonealis adalah ruang antara kedua lembar peritoneum ,

    merupakan sebuah rongga potensial karena organ-organ tersusun berdekatan di

    dalamnya. Dalam cavitas peritonealis, terdapat sedikit cairan sebagai lapisan tipis

    untuk melumas permukaan peritoneum sehingga memungkinkan viscera abdomenbergerak satu terhadap yang lain. Peritoneum dan cavitas peritoneal terdapat dalam

    cavitas abdominis. Hubungan antara viscera abdomen dan peritoneum adalah :

    I.2.A.1.Organ intraperitoneal, adalah viscera abdomen yang diliputi oleh

    peritoneum visceral, misal gaster.

    3

  • 7/28/2019 Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

    4/23

    I.2.A.2.Organ extraperitoneal (retroperitoneal), adalah viscera yang treletak antara

    peritoneum parietal dan dinding abdomen dorsal, misalnya ren, pancreas, colon

    ascenden, dan colon descenden

    Mesenterium adalah lembar ganda peritoneum yang berawal sebagai lanjutan

    peritoneum visceral pembungkus sebuah organ.Mesenterium menghubungkan

    organ bersangkutan dengan dinding tubuh, Viscera abdomen yang memiliki

    mesenterium mudah bergerak dimana derajat kebebasan bergerak bergantung dari

    ukuran panjang mesenterium.

    Terdapat 3 regio, yaitu rongga peritoneal, ruang retroperitoneal, dan rongga

    pelvis. Rongga pelvis ini mengandung bagian-bagian dari rongga peritoneal maupun

    ruang retroperitoneal (American college of surgeons committee on trauma,2004)

    I.2.A.2.a. Rongga peritoneal

    Dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian atas dan bawah. Rongga peritoneal

    atas dilindungi oleh bagian bawah dari dinding thorak yang mencakup diafragma,

    hepar, lien, gaster, dan colon transversum.Disebut juga bagian thoracoabdominal

    abdomen. Sedangkan rongga peritoneal bawah berisi usus halus, bagian colon

    ascenden, colon descenden, colon sigmoid, dan pada wanita organ reproduksi

    internal.

    I.2.A.2.b. Rongga pelvis

    Rongga pelvis dilindungi oleh tulang pelvis, terdapat di dalamnya rectum,

    vesica urinaria, pembuluh-pembuluh illiaca, dan pada wanita organ reproduksi

    internal.

    4

  • 7/28/2019 Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

    5/23

    I.2.A.2.c. Rongga retroperitoneal

    Merupakan rongga yang berada di belakang dinding peritoneum yang

    melapisi abdomen, dan di dalamnya terdapat aorta abdominalis, vena cava inferior,

    sebagian besar dari duodenum, pancreas, ginjal, dan ureter serta sebagian posterior

    dari colon ascenden dan colon descenden, serta bagian pelvis yang terletak

    retroperitoneal. Cedera pada organ retroperitoneal sulit dikenali karena daerah ini

    jauh dari jangkauan pemeriksaan fisik dan juga cedera pada bagian ini tidak akan

    memperlihatkan tanda maupun gejala peritonitis(American college of surgeons

    committee on trauma, 2004).

    I.2.B. Organ-organ dalam abdomen dapat dibagi menjadi:

    I.2.B.1.Organ Intraperitoneal

    I.2.B.1.a. Lambung dan Duodenum

    Lambung terletak oblik dari kiri ke kanan menyilang di abdomen atas tepat

    di bawah diafragma. Lambung anterior di batasi di superior oleh diafragma, di

    anterior oleh M.rectus abdominis, kanan oleh lobus hepatis sinistra, dan posterior

    lambung berhubungan dengan pancreas, adrenalis sinistra, ginjal dan diafragma.Curvatura mayor berdekatan dengan colon transversum, dan curvature minor

    berbatasan dengan hepar. Dalam keadaan kosong lambung menyerupai tabung

    bentuk J dan bila penuh berbentuk seperti buah pir raksasa. Kapasitas normal

    lambung adalah 1-2 liter. Secara anatomis lambung terdiri atas fundus, corpus,

    antrum piloricum atau pylorus( Sabiston,2010 dan Price SA,Wilson LM,2006).

    I.2.B.1.b.Duodenum melengkung sekeliling caput pankreatis dalam bentuk

    C yang dimulai pada pylorus dan berakhir pada ligamentum Treitz, dengan panjang

    sekitar 10 inchi dan dibagi menjadi 4 bagian : superior, descenden, horizontal, dan

    ascenden. Lapisan duodenum analog dengan lambung, kecuali bagian pangkal dan

    akhirnya, semuanya merupakan organ retroperitoneum. Duodenum mendapat suplai

    darah dari a. gastroduodenalis, dimana cabang terminal dari a.gastroduodenalis

    adalah a.pancreaticoduodenalis superior yang beranastomose dengan a.

    pancreaticoduodenalis inferior.

    5

  • 7/28/2019 Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

    6/23

    I.2.B.1.c. lambung, berfungsi sebagai :

    a. Tempat penyimpanan makanan sementara.

    b. Mencampur makanan.

    c. Melunakkan makanan.

    d. Mendorong makanan ke distal.

    e. Protein diubah menjadi pepton.

    f. Susu dibekukan dan kasein dikeluarkan.

    g. Faktor antianemi dibentuk.

    h. Khime yaitu isi lambung yang cair disalurkan masuk duodenum (Pearce,

    2005).

    I.2.B.1.d.Usus halus

    Duodenum merupakan bagian paling proksimal usus halus, yang akan

    dilanjutkan oleh jejunum dan ileum. Panjang usus halus mesenterica sekitar 20 kaki,

    tetapi bervariasi besarnya karena kontraksi dan relaksasi, sehingga dalam keadaan

    alamiah sekitar 10 kaki.Empat puluh persen pertama terdiri dari jejunum, dan 60

    persen kemudian merupakan ileum. Tak ada batas yang pasti antara bagian usus

    halus. Ketebalan dinding usus halus berubah bertahap menjadi lebih tipis ke arah

    distal, demikian pula dengan lebar lumen.Jejunum dan ileum digantung dari suatumesenterium, pangkalnya meluas sekitar 15 cm dari ligament treitz setinggi L2 ke

    valve ileocaecalis di kuadran kanan bawah setinggi L4-5. Sehingga jejunum

    cenderung terletak dalam kuadran kiri atas dan ileum dalam kuadran kanan bawah

    abdomen.

    Usus halus terletak di daerah umbilicus dan dikelilingi usus besar.

    Usus halus dapat dibagi menjadi beberapa bagian :

    a. Duodenum adalah bagian pertama usus halus yang panjangnya 25 cm.

    b. Yeyenum adalah menempati dua per lima sebelah atas dari usus halus.

    c. Ileum adalah menempati tiga pertama akhir dari usus halus.

    6

  • 7/28/2019 Trauma Tumpul Abdomen - Ricky Zulkarnain

    7/23

    I.2.B.1.e. Hepar

    Hati bersifat lunak dan lentur dan menduduki regio hypochondrium kanan,

    meluas sampai regio epigastrium. Permukaan atas hati cembung melengkung pada

    permukaan bawah diaphragma. Permukaan postero-inferior atau permukaan viseral

    membentuk cetakan visera yang berdekatan, permukaan ini berhubungan dengan

    pars abdominalis oesophagus, lambung, duodenum, flexura coli dextra, ginjal kanan,

    kelenjar suprarenalis, dan kandung empedu.

    Dibagi dalam lobus kanan yang besar dan lobus kiri yang kecil, yang

    dipisahkan oleh perlekatan peritonium ligamentum falciforme.

    Lobus kanan terbagi menjadi lobus quadratus dan lobus caudatus oleh

    adanya kandung empedu, fissura untuk ligamentum teres hepatis, vena cava

    inferior, dan fissura untuk ligamentum venosum. Porta hepatis atau hilus hati

    ditemukan pada permukaan postero-inferior dengan bagian atas ujung bebas

    omentum majus melekat pada pinggirnya. Hati dikelilingi oleh capsula fibrosa yang

    membentuk lobulus hati. Pada r