Transistor Bipolar - x

of 19/19
TRANSISTOR BIPOLAR TRANSISTOR BIPOLAR
  • date post

    05-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Transistor Bipolar - x

Transcript of Transistor Bipolar - x

  • TRANSISTOR BIPOLAR

  • Transistor bipolarSemikonduktor di-dop untuk mendapatkan kristal npn dan pnp kristal ini disebut transistor junctionDaerah n mempunyai banyak sekali elektron pita konduksi dan daerah p mempunyai banyak sekali hole. Hal ini transistor junction sering disebut transistor bipolar

  • Tiga Daerah Transistor

  • Sebuah transistor memiliki tiga daerah yang sudah didoping, emitter, basis dan kolektor.Pn junction muncul diantara basis dan emitter, disebut sebagai dioda emitter. Sementara pn junction lainnya berada diantara basis dan kolektor, disebut dioda kolektor.

  • Walau transistor terlihat seperti dibentuk oleh dua diode yang disambungkan, sebuah transistor sendiri tidak bisa dibuat dengan menyambungkanduadioda. Untuk membuat transistor,bagian-bagiannya harus dibuat dari sepotong kristal silikon, dengan sebuah daerah basis yang sangat tipis.

  • Emiter didoping banyak, memiliki tugas untuk mendorong elektron bebas masuk ke basis. Sedangkan basis bertugas melewatkan sebagian besar elektron ke kolektor.Kolektor sesuai dengan namanya mengoleksi elektron-elektron tersebut. Karena itu arus pada kolektor, besarnya hampir sama dengan besarnya arus emitter. Arus basis biasanya kurang dari 5% arus emitter.Transitor npn

  • Banyaknya doping pada kolektor adalah di antara banyaknya doping pada emiter dan basisKolektor merupakan yang terbesar dari ke tiga daerah tersebutKolektor harus menghamburkan lebih banyak panas dari pada emiter dan basis

  • Transistor pnpMerupakan komplemen dari transistor npn

  • Transistor Tanpa Bias

  • Transistor Yang Dibias RF

  • Arus TransistorArus KonvensionalArah Elektron

  • Arus Transistor

  • Perbandingan antara besarnya arus kolektor dengan arus basis disebut current gain, penguatan arus, dinyatakan dengan symbol dc atau hFE. Untuk transistor daya rendah nilainya biasanya antara 100 hingga 300.

  • HUBUNGAN COMMEN EMITER (CE)

  • Pada rangkaian Common Emitter, emitter dihubungkan ke ground. Bagian basis-emitter transistor seolah seperti sebuah dioda biasa, sedang bagian basis kolektor seperti sumber arus yang besarnya sama dengan penguatan arus dikalikan arus basis.Transistor memiliki daerah aktif, daerah jenuh, daerah cut off serta daerah breakdown.Daerah aktif digunakan pada penguatan linear, sedang daerah jenuh dan cut off digunakan pada rangkaian digital.

  • Pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.

  • Jenis-Jenis Transistor Simbol Transistor dari Berbagai Tipe PNPNPNP-ChannelN-ChennelBJTJFET

  • BJT (Bipolar Junction Transistor)Dapat dibayangkan sebagai dua dioda yang terminal positif atau negatifnyaberdempet,sehinggaada tiga terminal yaitu emiter (E), kolektor (C), dan basis (B).Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik. Rasio antara arus pada koletordenganarus pada basis biasanya dilambangkan dengan atau hFE. biasanya berkisar sekitar 100 untuk transistor-transisor BJT.

  • FET (Field Effect Transistor)Transistor Kutub Tunggal