TONGGAK BARU PEMBARUAN KOPERASI INDONESIA H.03 H 3 Kongres Koperasi III Tonggak Baru Pembaruan...

download TONGGAK BARU PEMBARUAN KOPERASI INDONESIA H.03 H 3 Kongres Koperasi III Tonggak Baru Pembaruan Koperasi

of 24

  • date post

    08-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    212
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TONGGAK BARU PEMBARUAN KOPERASI INDONESIA H.03 H 3 Kongres Koperasi III Tonggak Baru Pembaruan...

No. 05 - Juli.2017KOPERASI & UKM

@KemenkopUKMTonggak Baru Sejarah Koperasi Indonesia

Sri Untari BisowarnoImpian Mewujudkan Cita-Cita Koperasi

Bedah Rumah Ala Koperasi Syariah BMI

TONGGAK BARU PEMBARUAN KOPERASI

INDONESIAH.18H.16H.03

20172

Penanggung Jawab: Hardiyanto, Redaktur: Darmono, Redaktur Pelaksana: Bambang Sunaryo, Penyunting/Editor: M.Maulana, S.I.Kom, Edy Haryana, S.Sos, Desain: Muhammad Ali, Adhiguna Suryadi, Mulyadi, Fotografer: Timbul Priyono, Topik, Kurniawan, Sekretariat: Nurlailah, Fira Desiana Nasril, Suhandi, Imam Ahmad Al Hushori, Sutarsono. S.sos, Ali Imron Rasidi, Rr. Dwitya Suci, Pradityo Ariwibowo, Nur Sholeh, M. Kamal, Wira Suanda

Daftar isi

Agung SudjatmokoKetua Harian DekopinMerumuskan Langkah Pasca-Kongres Koperasi III

P erjalanan gerakan koperasi di Indonesia selama 70 tahun telah mengalami banyak kemajuan. Koperasi terbukti memberikan

kesejahteraan bagi anggotanya, dan

memberikan kontribusi nyata bagi

pembangunan ekonomi. Bayangkan

kontribusi koperasi ke Produk Domestik

Broto (PDB) meningkat menjadi

3,99 persen, jauh di atas angka 1,71

persen seperti disebutkan selama

ini. Koperasi juga turut menciptakan

lapangan pekerjaan dan pemerataan

kesejahteraan.

Kontribusi koperasi sebesar 3,99

persen terhadap PDB tentu menjadi

berita menggembirakan, karena

menununjukkan perkembangan

signifikan koperasi baik kelembagaan

maupun usahanya.Betapa tidak,

pencapaian itu terjadi hanya 2 tahun

setelah berjalannya pemerintahan

baru di era Presiden Jokowi dan Wakil

Presiden Jusuf Kalla.

Namun demikian, masih banyak

koperasi yang belum berjalan sesuai

dengan prinsip-prinsip koperasi.

Banyak koperasi yang menghadapi

persoalan secara internal, gagal

mencapai tujuannya dan bahkan

ada koperasi yang digunakan untuk

kegiatan investasi illegal.

Semua ini merupakan tantangan yang

harus kita hadapi, untuk mewujudkan

amanat dalam UUD 1945 pasal 33,

yang menyatakan bahwa perekonomian

disusun sebagai usaha bersama

berdasar atas azas kekeluargaan.

Pesan Presiden Joko Widodo dalam

Hari Koperasi ke-70 di Makassar, 12

Juli 2017 sangat kuat dan jelas, bahwa

koperasi harus terus meningkatkan

semangat reformasi koperasi sebagai

kekuatan bersama yang mampu

bersaing dan cepat beradaptasi dengan

perkembangan zaman.

Koperasi adalah institusi penting

dalam perekonomian tanah air,

sehingga koperasi dituntut mampu

berkompetisi dan bersaing dengan

perusahaan korporasi dan BUMN.

Koperasi bukan lagi institusi ekonomi

yang terbelakang, tradisional dan

ketinggalan zaman.

Koperasi kini diperhadapkan pada

tantangan untuk bergerak cepat

seiring dengan modernisasi dunia

usaha. Yang dibutuhkan sekarang

adalah pengelolaan koperasi secara

professional, peningkatan kompetensi

dengan membangun kekuatan SDM,

beradaptasi dengan teknologi dan siap

memasuki era globalisasi .

Gerakan koperasi sudah sangat

lama mendambakan kinerja koperasi

yang benar-benar bisa dibanggakan,

yang dapat membangun optimisme

akan masa depan koperasi Indonesia.

Selamat Hari Koperasi ke-70!

Edi KartikaKoperasi Dituntut Profesional

2 DAFTAR ISI

3 LIPUTAN KHUSUS

6 LAPORAN HARKOPNAS

14 WAWANCARA KOPERASIKartini SarsilaningsihKWIQ Merajut Asa Diaspora Indonesia

16 WAWANCARA KOPERASISri Untari BisowarnoImpian Mewujudkan Cita-Cita Koperasi

20 GALERI FOTOGaleri Foto

32017

Kongres Koperasi III

Tonggak Baru Pembaruan Koperasi Indonesia

Liputan Khusus

K ongres Koperasi III menjadi goresan sejarah baru gerakan koperasi di tanah air. Sebuah deklarasi, yang disebut dengan

Deklarasi Makassar lahir dari

Kongres yang berlangsung pada

13 14 Juli 2017 tersebut.

Kongres Koperasi III hanya

berlangsung dua hari dihadiri sekitar

800 orang penggerak koperasi

yang merupakan pengurus Dekopin

wilayah, induk koperasi, akademisi,

serta pakar dari seluruh wilayah

Indonesia.

Kongres yang dibuka oleh

Presiden Joko Widodo itu berhasil

merumuskan butir-butir deklarasi

sekaligus rekomendasi yang men-

egaskan kembali komitmen kebang-

saan untuk menyusun perekonomian

yang lebih berkeadilan berdasarkan

Pancasila dan UUD 1945. Deklarasi

dan Rekomendasi kemudian diserah-

kan secara resmi kepada pemerin-

tah, diterima oleh Menteri Koperasi

dan UKM Puspayoga, yang sekaligus

menutup acara Kongres Koperasi III

itu.

Lima butir Deklarasi Makas-

sar tersebut akan menjadi pijakan

baru bagi koperasi untuk menjadi

sebuah institusi ekonomi penting di

Indonesia. Kelak, koperasi tidak bisa

lagi dipandang sebelah mata, sebab

tumbuhnya ekonomi Indonesia juga

ditopang oleh koperasi. Koperasi

diharapkan sejajar dengan swasta

dan BUMN.

Deklarasi Makassar, pada butir

pertama secara tegas mendorong

reformasi, revitalisasi, rehabilitasi,

dan modernisasi koperasi Indonesia.

Kedua, meminta Pemerintah dan

MPR kembali kepada pasal 33 UUD

1945 dan melaksanakannya secara

konsisten dan bertanggung jawab

melalui sistem perekonomian yang

berkeadilan.

Sejurus dengan itu butir ketiga,

mendesak pemerintah melaku-

kan langkah-langkah pemerataan

dan menjembatani kesenjangan

antarwilayah, sektor, dan kelom-

pok pendapatan dengan berbagai

cara. Regulasi koperasi yang hingga

kini masih mengambang di DPR

mendapat sorotan tajam, sehingga

dalam butir keempat, kongres

menegaskan agar pemerintah dan

DPR segera menyelesaikan RUU

Koperasi.

Dalam butir kelima, sekaligus

penutup, gerakan koperasi me-

nyatakan kelembagaan koperasi

terbukti mampu menjembatani

kesenjangan maka hanya koperasi-

DEKLARASI DAN REKOMENDASI KONGRES KOPERASI KE TIGA 12 - 14 JULI 2017

DEKLARASI MAKASSAR1. Melakukan reformasi, revitalisasi, rehabilitasi, dan modernisasi koperasi Indonesia

yang sesuai dengan jatidiri koperasi serta kearifan lokal.

2. Mendorong Pemerintah dan MPR untuk kembali kepada pasal 33

undang-undang dasar 1945 dan melaksanakannya secara konsisten dan

bertanggung jawab melalui sistem perekonomian yang berkeadilan.

3. Mendesak kepada Pemerintah untuk melakukan langkah-langkah pemerataan dan

menjembatani kesenjangan antar wilayah, sektor, dan kelompok pendapatan melalui

pembangunan infrastruktur, fisik dan sosial, serta Reformasi Agraria dan energi,

termasuk redistribusi aset serta lahan yang wajib melibatkan peran serta Koperasi.

4. Mendesak kepada Pemerintah untuk segera menyelesaikan

Rancangan Undang-Undang Perkoperasian dan menyusun Undang-Undang

Perekonomian Nasional yang menempatkan BUMN, BUMS dan Koperasi dalam

kedudukan yang setara.

5. Meyakini bahwa koperasi sebagai kelembagaan ekonomi pedesaan mampu

menjembatani kesenjangan maka hanya Koperasi-lah yang akan membangun

kebersamaan & gotong royong untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

20174

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menerima hasil Kongres Koperasi III dari

Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid pada penutupan Kongres, Jumat (14/7) di

Makassar.

lah yang akan membangun keber-

samaan dan gotong royong untuk

menjaga Negara Kesatuan Republik

Indonesia (NKRI).

Butir-butir Deklarasi Makassar itu

sejatinya merupakan bentuk keg-

elisahan atas persoalan mendasar

koperasi selama ini. Konsep

koperasi sebagai soko guru per-

ekonomian bangsa masih menjadi

cita-cita yang belum juga terwujud.

Itu sebabnya tuntutan terhadap

kembalinya pelaksanaan pasal

33 UUD 1945 sangat kuat. Para

penggerak koperasi menilai sistem

ekonomi yang diterapkan sekarang

faktanya hanya menciptakan ruang

ketidakadilan.

Ketua Pelaksana Kongres

Koperasi III, Burhanuddin Abdul-

lah, mengatakan penyelenggaran

kongres didasari oleh keprihatinan

terhadap perjalanan koperasi dan

kinerja perekonomian Indonesia

yang masih menyisakan kesenjangan

antarwilayah, sektor, dan kelompok

pendapatan. Koperasi yang sejak

sebelum kemerdekaan diyakini akan

membangun kesejahteraan yang

berkeadilan ternyata belum mampu

memberikan sumbangan yang

berarti bagi kemakmuran bangsa.

Kekurangmampuan tersebut ber-

lanjut sampai sekarang pada saat

koperasi merayakan hari jadinya

yang ke-70 tahun.

Ketua Umum Dekopin Indonesia

Nurdin Halid dalam sambutan penu-

tupan kongres berkata, Kongres

menjadi momentum bagi bangsa

Indonesia untuk meneguhkan kem-

bali ekonomi berdasarkan konstitusi,

membangun ekonomi kerakyatan,

menjadikan koperasi sebagai basis,

dan merumusk