TM Keamanan Komputer 2003.doc

download TM Keamanan Komputer 2003.doc

of 31

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Makalah tersebut berisi tentang pengertian Smart Card

Transcript of TM Keamanan Komputer 2003.doc

BAB I

PENDAHULUANPerkembangan teknologi smart card beserta derivatifnya adalah sebuah jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan dan keamanan bertransaksi menjadi perhatian utama masyarakat dalam memanfaatkan teknologi smart card.

1.1 Latar Belakang

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang elektronika membawa umat manusia memasuki pola kehidupan masyarakat informasi, dimana kebutuhan akan divais - divais elektronika yang berfungsi tinggi menjadi semakin meningkat untuk menyeimbangi kecepatan pertumbuhan perangkat lunak. Kalau kita meninjau, beberapa perkembangan teknologi yang memicu pesatnya perkembangan teknologi informasi belakangan ini dimulai dari penemuan transistor di Amerika pada tahun 1950 - an yang membuka jalan bagi berkembangnya komputer, dengan teknologi pendukung seperti IC (Integrated Circuit) serta VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit) atau yang lebih dikenal sebagai chip computer.

Sebagai salah satu perkembangan pemanfaatan dari chip ini adalah kartu elektronik atau yang lazim disebut smart card (kartu pintar), dimana pada hakekatnya merupakan aplikasi teknologi yang menerapkan langsung keunggulan yang dimiliki oleh chip semikonduktor yang berisi ribuan bahkan jutaan divais elektronik dalam skala sangat kecil, dalam hal kecilnya ukuran dan kepadatan data yang dimilikinya.

Dalam penerapan pada aspek kehidupan di masyarakat, pengembangan smart card itu sendiri maupun aplikasinya mempunyai prospek dan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan smart card (SIM card) yang digunakan telephon genggam.

Dengan berkembangnya smart card, aplikasi dari smart card mempunyai berbagai fungsi fungsi yang dapat dirasakan di berbagai bidang seperti bidang perbankan, keuangan, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan lain - lain.1.2 Tujuan

Tujuan penulisan makalah tersebut adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui pentingnya peran smart card bagi masyarakat Untuk mengetahui struktur dan implementasi dari smart card

Untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan smart card

1.3 Manfaat

Manfaat penulisan makalah tersebut adalah sebagai berikut : Memberikan informasi mengenai smart card baik secara materi, maupun non materi dalam hal implementasi keamanan smart card serta untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi smart card secara maksimal.

BAB IILANDASAN TEORI2.1 Pengertian Smart Card

Smart card atau sering juga disebut ICC (Integrated Circuit Card) adalah kartu plastic yang berukuran sama dengan kartu kredit yang di dalamnya terdapat chip silicon yang disebut microcontroller. Chip merupakan rangkaian terintegrasi (integrated circuit) yang terdiri dari prosesor dan memori. Chip, seperti layaknya CPU (Central Processing Unit) di komputer, bertugas melaksanakan perintah dan menyediakan power ke smart card. Smartcard merupakan pengembangan dari kartu magnetis, namun berbeda dengan kartu magnetis yang hanya dipakai sebagai tempat penyimpanan data, smart card mempunyai kemampuan untuk memroses dan menginterpretasikan data, serta menyimpan data tersebut secara aman. Apalagi dengan perkembangan algoritma kriptografi, data yang disimpan akan dienkripsi terlebih dahulu, sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak yang tidak berwenang/berhak. Hal ini akan mempersulit pemalsuan kartu. Selain perbedaan dengan adanya chip, smartcard memiliki kapasitas memori yang lebih besar dari kartu magnetis.

2.2 Sejarah Perkembangan Smart CardPemanfaatan kartu plastik dimulai di Amerika Serikat pada awal tahun 1950an. Harga Plastik PVC yang murah telah memungkinkan untuk memproduksi kartu yang kuat dan handal hingga dapat dimanfaatkan untuk penggunaan sehari-hari dibandingkan dengan kartu yang berbahan kertas maupun karton.

Kartu plastik sebagai alat pembayaran pertama kali dikeluarkan oleh Diners Club pada tahun 1950. Kartu tersebut ditujukan untuk kelas individu tertentu menjadikannya sebagai suatu simbol status, memberikan pelayanan pembayaran atas dasar nama baik dan bukan uang tunai. Pada awalnya hanya hotel dan restoran tertentu saja yang menerima model pembayaran seperti itu, sehingga jenis kartu tersebut dikenal dengan sebutan travel and entertainment card.

Dengan masuknya Visa dan Master Card kedalam bisnis kartu plastik telah mendorong penggunaan yang sangat cepat dari Uang plastik sebagai bentuk dari kartu kredit. Peristiwa ini terjadi pertama di Amerika Serikat kemudian menyebar ke eropa dan seluruh dunia dalam beberapa tahun kemudian.

Pertama kali fungsi kartu sangat sederhana. Kartu berfungsi sebagai media penyimpanan data yang dirasakan aman untuk mencegah pemalsuan dan penyalah gunaan. Informasi umum seperti penerbit kartu dicetak pada kartu dan nama pengguna serta nomor kartu diembos. Banyak kartu memiliki panel tanda tangan untuk membubuhkan tanda tangan.

Dengan fasilitas yang dimiliki dan berkembangnya pemanfaatan kartu plastik secara meluas, telah mendorong tindak kriminal dan penyalahgunaan hingga menyebabkan kerugian yang sangat besar. Hal ini mendorong upaya untuk memanfaatkan teknologi yang dapat mendukung dan meningkatkan sistem keamanan pada kartu plastik.

Penyempurnaan pertama adalah dengan menerapkan pita magnetik dibelakang kartu yang berfungsi untuk menyimpan data digital yang dapat dibaca dengan perangkat khusus sebagai tambahan fasilitas pada informasi visual yang tertera pada kartu plastik.

Dengan penerapan pita magnetik pada kartu dan pembacaan dengan perangkat khusus telah mendorong pengembangan sistem otorisasi dengan elektronik hingga mengubah skema proses bisnis dari yang berbasis kertas menjadi elektronis. Hal ini telah berperan besar untuk meningkatkan aspek keamanan dalam rangka pemanfaatan kartu plastik sebagai kartu kredit. Sejalan dengan perubahan proses bisnis yang memanfaatkan transaksi elektronik juga diterapkan sistem Personal Identification Number (PIN) sebagai kata kunci untuk dapat mengakses sistem otorisasi kartu kredit.

Namun dalam perkembangannya penerapan kartu magnetik memiliki kekurangan yaitu dapat dihapus atau diganti dengan informasi lain bilamana seseorang memiliki perangkat yang dapat menembus, membaca dan menulis informasi yang tertanam di dalam pita magnetik kartu kredit. Untuk menghindari hal tersebut informasi pin tidak disimpan di dalam kartu melainkan pada server penerbit kartu di didalam lingkungan yang terjaga.

Pengembangan kartu pintar (smart card) adalah sebagai hasil dari kombinasi antara teknologi kartu dengan sistem proses data elektronis (electronic data processing systems), telah menciptakan peluang baru untuk menerapkan teknologi tersebut.

Perkembangan yang sangat cepat dari microelectronics ditahun 1970an telah memungkinkan untuk mengintegrasikan penyimpanan data dan proses lojik kedalam sebuah chip silikon dalam ukuran beberapa millimetres. Ide untuk memasukan sirkuit terintegrasi (integrated circuit) ke dalam kartu identifikasi telah dipatenkan oleh peneliti Jerman Jurgen Dethloff and Helmut Grotrupp pada awal 1968. Paten tersebut diikuti pada tahun 1970 oleh seorang penemu Kunitaka Arimura di Jepang.

Namun perkembangan nyata pertama dalam pengembangan smart card dilakukan saat Roland Moreno mendaftarkan paten smart card di perancis pada tahun 1974. Dimana pada saat itulah industri semiconductor dapat menyediakan integrated circuits yang dibutuhkan pada harga yang wajar.

Penemuan teknologi smart card yang berasal dari Jerman dan Perancis, sehingga tidak mengejutkan bahwa kedua negara memimpin dalam pengembangan dan pemasaran smart cards. Terobosan terbesar dilakukan pada tahun 1984, saat French PTT (postal and telecommunications services agency) perusahaan telekomunikasi perancis berhasil melakukan uji coba lapangan dengan telepon kartu. Segera smart card dapat membuktikan untuk memenuhi seluruh harapan yang tinggi terhadap kehandalan dan keamanan smart card.

Sebuah pilot project dilakukan di Jerman pada tahun 198485, menggunakan kartu telepon yang berdasar kepada beberapa teknologi yaitu Magnetic-stripe cards, optical-storage (holographic) cards dan smart cards, dimana pada saat pengujian smart card terbukti sebagai pemenang dari uji coba tersebut.

Pengembangan selanjutnya memperlihatkan kesuksesan uji coba kartu telepon berbasis smarct card di perancis dan kemudian di Jerman dengan kecepatan yang mengejutkan. Pada tahun 1986, beberapa juta kartu didistribusikan di Perancis hingga mencapai total 60 ditahun 1990, dan akhirnya ratusan juta kartu diseluruh dunia pada 1997.

Untuk alasan teknis pengguna telepon kabel relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pengguna telepon nirkabel, hal ini menyebabkan perkembangan smart card menjadi lebih cepat pada implementasi teknologi telepon seluler. Keputusan ini telah menjadi keputusan yang sangat menentukan untuk mengenalkan smart card ke jaringan telepon GSM digital. Jaringan tersebut diterapkan di eropa pada tahun 1991dan berkembang hingga keseluruh dunia dengan lebih dari 1 milyar pengguna di 170 negara.

Perkembangan yang lebih lambat terjadi di lingkungan perbankan sebagai akibat dari kompleksitas proses dan permasalahan yang dihadapi. The French banks adalah yang pertama mengenalkan teknologi ini pada tahun 1984, dan mengikuti uji coba 60,000 kartu pada tahun 198283. dibutuhkan 10 tahun sebeleum seluruh bank di Perancis mengunakan teknologi tersebut.

Batu loncatan terpenting dalam pengunaan mendunia smart card sebagai alat pembayaran adalah selesainya spesifikasi EMV yang merupakan upaya bersama Europay, MasterCard and Visa. Versi pertama spesifikasi yang diterbitkan pada tahun 1994. Spesifikasi itu berisi penjelasan detail mengenai kartu kredit yang memanf