TM - Audit

of 21

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    13
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TM - Audit

TUGAS MANDIRIETIKA PROFESIONALMata Kuliah: Pemeriksaan Akuntansi

Nama Mahasiswa: SudirmanNIM : 110810024Kode Kelas: 131-AC008-N1Dosen: Vargo Christian L. Tobing, S.E., M.Ak.

FAKULTAS EKONOMIPROGRAM STUDI AKUNTANSIUNIVERSITAS PUTERA BATAM 2013

KATA PENGANTARMarilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas dan penambahan wawasan statistika yang berjudul Etika Profesi.Harapan penulis, semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat khususnya bagi penulis Fakultas Ekonomi Universitas Putera Batam dan kalangan pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Batam, Des 2013

Penulis

Perlunya Etika Profesional Bagi Organisasi ProfesiDasar pikiran yang melandasi penyusunan etika profesional setiap profesi adalah kebutuhan profesi tersebut tentang kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa yang diserahkan oleh profesi, terlepas dari anggota profesi yangmenyerahkan jasa tersebut. Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Umumnya masyarakat sangat awam mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh suatu profesi karena kompleksnya pekerjaan yang dilaksanakan oleh profesi. Masyarakat akan sangat menghargai profesi yang menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan anggota profesinya, karena dengan demikian masyarakat akan terjamin untuk memperoleh jasa yang dapat diandalkan dari profesi yang bersangkutan. Jika masyarakat pemakai jasa tidak memiliki kepercayaan terhadap profesi akuntan publik, dokter, atau pengacara maka layanan tersebut kepada klien dan masyarakat pada umumnya menjadi tidak efektif. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit akan menjadi lebih tinggi jika profesi akuntan publik menerapkan standar mutu yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan audit yang dilakukan oleh anggota profesi tersebut.

Kode Etik Ikatan Akuntan IndonesiaEtika profesional dikeluarkan oleh organisasi profesi untuk mengatur perilaku anggotanya dalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat. Etika profesional bagi akuntan di indonesia disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ), sebagai organisasi profesi akuntan. Dalam kongresnya tahun 1973, IAI untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan di Indonesia. Kode etik ini kemudian disempurnakan dalam kongres IAI tahun 1981 dan tahun 1986, dan kemudian diubah lagi dalam kongres IAI tahun 1990, 1994, 1998. pembahasan mengenai kode etik profesi akuntan ini didasarkan pada kode etik Ikatan Akuntan Indonesia yang diterapkan dalam kongres VIII tahun 1998.Ikatan Akuntan Indonesia beranggotan dari berbagai tipe ( auditor independen dan auditor internal ), akuntan manajemen, akuntan yang bekerja sebagai pendidik, serta akuntan sektor publik. Dengan demikian etika profesional yang dikeluarkan oleh IAI tidak hanya mengatur anggotanya yang berpraktik sebagai akuntan publik, namun mengatur perilaku semua anggotanya yang berpraktik dalam berbagai tipe profesi auditor dan profesi akuntan lain.Organisasi IAI dibagi menjadi empat kompartemen 1. Kompartemen akuntan ublik2. Kompartemen akuntan manajemen3. Kompartemen akuntan pendidik4. Kompartemen akuntan sektor publikPasal-pasal dalam kode etik akuntan menjadi dua golongan:1. Pasal yang mengatur perilaku semua akuntan anggota IAI2. Pasal-pasal yang mengatur perilaku semua akuntan yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.Kode etik akuntan indonesia dibagi menjadi 9 bagian berikut :1. Pembukuan2. Bab I : Kepribadian3. Bab II : Kecakapan profesional4. Bab III : Tanggungjawab5. Bab IV : Ketentuan Khusus6. Bab V : Pelaksanaan kode etik7. Bab VI : Suplemen dan penyempurnaan8. Bab VII : Penutup9. Bab VIII : Pengesahan.Bab I s.d Bab III berisi pasal-pasal yang mengatur semua akuntan anggota IAI sedangkan Bab IV ketentuan khusus berisi pasal-pasal yang mengatur secara khusus anggota IAI yang berpraktik dalam akuntan publik. Mulai tahun 1998 sampai sekarang nama tersebut diubah kembali menjadi ke Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia (Kode IAI). Tidak hanya perubahan nama yang terjadi, namun juga terjadi perubahan struktur etika profesional yang dipakai oleh IAI. Dalam Kode Etik IAI juga berlaku sejak tahun 1998, organisasi IAI menetapkan delapan Prinsip Etika yang berlaku bagi seluruh anggota IAI, baik yang berada dalam Kompartemen Akuntan Publik, Kompartemen Akuntan Manajemen, Kompartemen Pendidikan, maupun Kompartemen Akuntan Sektor Publik.

Akuntan Publik dan Auditor IndependenKantor akuntan publik menyediakan jasa bagi masyarakat berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik. Berdasarkan standar tersebut, kantor akuntan publik dapat menyediakan jasa :1. Jasa audit atas laporan keuangan historis2. Jasa atestasi atas laporan keuangan prospektif atau asersi selain yang dicantumkan dalam laporan keuangan historis3. Jasa akuntansi dan review4. Jasa konsultasikarena akuntan yang bekerja di kantor akuntan publik dapat mengerjakan berbagai penugasan dalam berbagai jenis jasa tersebut, maka perlu diadakan pembedaan istilah akuntan publik dan auditor independen. Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik ( auditing , atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultasi ). Independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis, yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik.

Perbedaan bisa dilihat dari gambar dibawah ini. (Gambar 1.1)Jenis Jasa yang dihasilkanTipe AkuntanAuditorPraktisiJasa Audit atas Laporan Keuangan HistorisJasa Pemeriksaan, Jasa Akuntansi dan Review, Jasa KonsultasiTipe Akuntan Publik

Gambar 1.1 Perbedaan istilah Akuntan Publik, Auditor dan PraktisiRerangka kode etik Ikatan Akuntan IndonesiaKode etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini :1. Prinsip etikaPrinsip etika memberikan rerangka dasar bagi aturan etika yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip etika disahkan oleh kongres IAI dan berlaku bagi seluruh anggota IAI.2. Aturan etikaAturan etika disahkan oleh rapat anggota kompartemen dah hanya mengikat anggota kompartemenyang bersangkutan.3. Interpretasi etikaInterpretasi etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh pengurus kompartemen setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya, sebagai panduan penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.4. Tanya jawabTanya dan jawab memberikan penjelasan atas setiap pertanyaan dari anggota kompartemen tentang aturan etika beserta interpretasinya. Dalam kompartemen akuntan publik, tanya dan jawab ini dikeluarkan oleh dewan standar profesional akuntan publik.

Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan IndonesiaBerikut ini dicantumkan Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia yang diputuskan dalam Kongres VIII tahun 1998.

PRINSIP ETIKA PROFESIIKATAN AKUNTAN INDONESIA

Mukadimah01 Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela.Dengan menjadi anggota seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hokum dan peraturan.02 Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik IAI menyatakan pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada public, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dalam perilaku profesionalnya.Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi.

Prinsip Kesatu : Tanggung Jawab ProfesiDalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.01. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peranan tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggungjawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

Prinsip Kedua : Kepentingan PublikSetiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atau profesionalisme.01. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada objektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadapkepentinganpublik. Kepentingan publik didefenisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.02. Profesi akuntan tetap berada pada posisi yang pent