Tm 7. Kom Berdasar Arah (1 & 2)

Click here to load reader

  • date post

    15-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    2

Embed Size (px)

description

komunikasi berdasarkan arah

Transcript of Tm 7. Kom Berdasar Arah (1 & 2)

  • MODEL KOMUNIKASIDEFINISIrepresentasi fenomena komunikasi dg menonjolkan unsur-unsur terpenting guna memahami suatu proses komunikasiMenurut Sereno dan Mortensen, suatu model komunikasi adalah deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi.

  • c. B. Aubrey Fisher , model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model.

    d. Sebagian ahli memaknai model sebagai - penyederhanaan teori yang disajikan dalam bentuk gambar. - hakikatnnya model adalah alat bantu. - Sebagai alat bantu, model mempermudah penjelasan fenomena komunikasi dg mempresentasikan secara abstrak ciri-ciri yang dianggap penting & menghilangkan rincian yang tidak perlu.

  • Karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampuradukkan dengan teori. Kita dapat menggunakan kata-kata, angka, simbol, dan gambar untuk melukiskan model suatu objek, teori atau proses.

    Dilihat dari bentuknya, model komunikasi dasar yang akan kita bahas adalah :1. Model komunikasi linear /satu arah2. Model komunikasi sirkuler/ 2 arah

  • Model Komunikasi Linear (Satu Arah)

    Model ini didasari paradigma stimulus-respons. komunikan akan memberikan respons sesuai stimulus yang diterimanya. a. Komunikan adalah mahkluk pasif menerima apapun yang disampaikan komunikator kepadanya. b. Komunikator aktif menyampaikan pesan, c. pesan berlangsung searah dan relative tanpa umpan balik, karena itu disebut linear.

  • Bagan Komunikasi satu arah; Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat/ tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya.misalnya: seseorang menonton TV, mendengar radioblog.its.ac.id

  • Beberapa Tokoh1. Model AristotelesMrp model yang paling klasik dalam ilmu komunikasi. disebut sebagai model retorikal. Model ini membuat rumusan tentang model komunikasi verbal yang petama. Komunikasi terjadi saat pembicara menyampaikan pesannya kepada khalayak dengan tujuan mengubah perilaku mereka. Menurut Aristoteles, pengaruh dapat dicapai oleh seseorang yang dipercaya oleh publik, alasan, dan juga dengan memainkan emosi publik.

  • Kelemahan komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis. model ini tidak memperhitungkan komunikasi non verbal dalam mempengaruhi orang lain.Meskipun model ini mempunyai banyak kelemahan, tapi model ini nantinya akan menjadi inspirasi bagi para ilmuwan komunikasi untuk mengembangkan model komunikasi modern/ komunikasi pulic

  • Model ini mengandung unsur komunikasi utama yi :1. pembicara (speaker), 2. pesan (message), 3. pendengar (listener). 4. setting ( suasana lingkungan yang perlu diciptakan agar komunikasi berlangsung efektif)

    Menurut Aristoteles, untuk berhasil dalam komunikasi public, maka terdapat 3 unsur utama yang harus diperhatikan, yaitu: 1. ethos (kredibilitas komunikator), 2. logos (rutun logika argumentasi yg disampaikan) 3. pathos (kemampuan memainkan emosi).

  • Model Laswell

    Diluncurkan pada 1948, model yang merupakan formula sederhana ini umumnya digunakan untuk mengkaji masalah komunikasi massa. Menurut Laswell unsur-unsur dasar, walau dengan penjabaran dan interpretasi yang tidak persis sama yaitu :komunikator (who), pesan (says what), saluran komunikasi ( in which channel), komunikan ( to whom), dan efek komunikasi (with what effect).

  • 2Model Lasswell (1948)Suatu proses komunikasi selalu mempunyai efek atau pengaruh.rizkife.blogspot.com

  • Model Braddock

    Dalam hal ini Braddock menambahkan dua hal yang ada hubungannya dengan tindak komunikasi yaitu: (1) situasi ini dimana sebuah pesan dikirimkan, (2) Apa tujuan komunikator menyatakan sesuatu.Dennis McQuail dan Braddock memberikan kritik/ komentar mengenai formula Lasswell karena meniadakan unsur feedbackNamun demikian, sempai kini diakui bahwa Formula Lasswell adalah cara yang mudah untuk memperkenalkan situasi proses komunikasi

  • Model C. Shannon-Weaver

    Model ini dibuat oleh ahli matematik Claude Shannon diakhir 1949, disebut juga model matematis atau model teori informasi. Model ini mengambarkan komunikasi sebagai suatu proses linear satu arah. Elemen pertama adalah sumber informasi (information source), menghasilkan pesan (message),yang oleh pemancar (transmitter) diubah menjadi signal.Ketidakmampuan komunikator untuk menyadari bahwa pesan yang dikirim tidak selalu identik dengan pesan yang diterima merupakan salah satu alasan mengapa komunikasi gagal.

  • Menitikberatkan pd pengiriman pesan melalui saluran elektronikSalah satu unsur yg diperhatikan noise (gangguan)Komunikasi berakhir stlh sampai pd destination

  • Model Komunikasi Sirkuler ( Dua Arah)

    Model sirkuler umumnya berangkat dari paradigma antarpribadi, di mana kedudukan komunikator dan komunikan relative setara. Munculnya paradigma baru ini merupakan pemisahan dari paradigma yang lama tentang komunikasi yang linear. Model sirkuler dikritik karena adanya kesamaan tingkat (equality) antara komunikator dan komunikan

  • Komunikasi timbal balik; Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.jendelablog.wordpress.com

  • Model SchrammSchramm membuat serangkaian model, dimulai dari (a) yang sederhana satu arah mirip Shanonn-Weaver, (b) satu model antarpribadi yang juga masih linear, (c) dilanjuntkan pengembangannya yang sirkuler. (d) model komunikasi massa.Schramm menggunakan unsur source dan destination tapi tidak memunculkan transmitter dan receiver, yang ada adalah encoder (alat penyandi) dan decoder (alat penyandi balik). Menurut model ini, source boleh menjadi seorang individu atau organisasi, sinyalnya adalah bahasa dan destination-nya adalah pihak lain kepada siapa sinyal itu ditujukan

  • Scrhamm menggambarkan komunikasi sebagai proses sirkuler. Untuk pertama kalinya ia menggambarkan dua titik pelaku komunikasi yang melakukan fungsi encoder, interpreter, decoder.Dalam proses sirkuler ini, setiap pelaku komunikasi bertindak sebagai encoder dan decoder. Ia meng-encode pesan ketika menerimanya. Pesan yang diterima kembali dapat disebut umpan balik, yang tetap ia beri nama message. Umpan balik inilah yang telah membuat model linear menjadi sirluker

  • Umpan Balik Dalam Proses KomunikasiUmpan Balik Dalam Proses Komunikasi Wilbur Schramm yang dikutip dan diterjemahkan olehOnong Uchjana Effendi dalam bukunya Dimensi-dimensi Komunikasi menyatakan bahwa :komunikasi akan berhasil, apabila pesan yang disampaikan komunikator cocok dengan frame ofreference yakni pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yangdiperoleh komunikan. Selanjutnya menurut Schramm bahwa bidang pengalaman (field ofexperience) merupakan faktor yang penting dalam komunikasi. Jika bidang pengalamankomunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar.Sebaliknya bila pengalaman komunikan berlainan, akan terdapat kesukaran untuk mengerti satusama lain. Dengan demikian apabila dalan proses komunikasi dimana komunikator berusahamemahami dan menyesuaikan diri dengan frame of reference dan field of experience darikomunikan yang pada gilirannya komunikan akan berusaha memaknai pesan dari komunikatortersebut, sehingga akan muncul tanggapan dari komunikan terhadap komunikator yangdinamakan umpan balik/ feedback. Umpan balik sangat penting sekali karena dengan umpanbalik ini kita dapat menilai proses komunikasi itu telah berhasil dalam arti membuahkan suatuefek. Umpan balik tidak menunjukkan setiap perilaku, melainkan menunjukkan pertautan(relationship) antara perilaku komunikator, tanggapan komunikan tersebut dan efek tanggapankomunikan tersebut kepada perilaku komunikator selanjutnya. Dengan demikian umpan balikberifat langsung dan tidak langsung. Umpan balik langsung (immediate feedback) terjadi dalamKomunikasi Interpersonal dan dalam komunikasi kelompok kecil yang komunikator dapatmelihat dan mendengar komunikan secara langsung. Umpan balik tertunda (delayed feedback)terjadi dalam berbagai jenis situasi komunikasi, tetapi lebih sering terjadi pada komunikasimassa. Dilain segi umpan balik tertunda dalam komunikasi massa bersifat selektif, dankomunikator hanya memperoleh wawasan mengenai bagaimana sebagian kecil darikomunikannya merasakan tentang pesan yang disampaikannya , juga umpan balik tertundabiasanya datang agak lamba

  • Model NewcombDanceHelical (Helical Dance) a. Dance mengatakan bahwa dewasa ini kebanyakan orang menganggap bahwa pendekatan sirkular adalah paling tepat dalam menjelaskan proses komunikasi.b. Heliks (helix), yakni suatu bentuk melingkar yang semakin membesar menunjukkan perhatian kepada suatu fakta bahwa proses komunikasi bergerak maju dan apa yang dikomunikasikan kini akan mempengaruhi struktur dan isi komunikasi yang datang menyusul. c. Dance menggarisbawahi adanya sifat dinamik dari komunikasi.

  • Proses komunikasi, seperti halnya semua proses sosial, terdiri dari: unsur-unsur, hubungan-hubungan dan lingkungan-lingkungan yang terus menerus berubah. Dalam percakapan ,misalnya bidang kognitif secara tetap membesar pada mereka yang terlibat. Para aktor komunikasi secara sinambung memperoleh informasi mengenai topik termasa tentang pandangan orang lain, pengetahuan dan sebagainya.

  • Model Newcomb (model segi tiga)

    Model Newcomb diluncurkan pada1953. Dalam model ini Newcomb mengembangkan modelnya berdasarkan karya terdahulu dari ahli psikologi Header (1946).

    Bentuk model adalah segitiga, namun karena menggambarkan kesamaan derajat antara pelaku komunikasi, dimana penerima pesan tidak lagi dianggap pasif, yang tercermin dalam bentuk panah bolak-balik, maka model ini kita masukkan ke dalam kelompok sirkuler.

  • Keberhasilan komunikasi dua arah di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi :1. kejelasan pesan,2. cara penyampaian pesan,3. perilaku komunikasi, 4. situasi (tempat dan waktu) komunikasi. About these ads

  • Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya peyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas. Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah diserap dan dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibanding hanya diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.

  • Komunikasi adalah sebuah hal yang penuh makna. Tentunya bila komunikasi itu mampu mengungkap secara optimal segala curahan hati, pokok pemikiran, dan ungkapan kasih atau benci, dari pihak-pihak yang saling berkomunikasi.Masalah adalah masing-masing pihak kerap kalil berbicara dg bahasa yang unik, sesuai dengan wawasan dan perkembangan intelektualitasnya

  • Terkadang, antara ibu dan anak mengomunikasikan cinta kasih dengan cara yang berbeda. Masing-masing juga punya cara spesifik untuk membuat lelucon, canda, atau basa-basi, yang seringkali dipahami berbeda oleh pihak lain.Saat anak masih kecill, mungkin pihak orang tua yang lebih banyak mengalah, terutama ketika seorang anak merasa dicuekin, akibat permintaannya sulit ditangkap oleh sang ibu.

  • aturan etika dalam berkomunikasiDalam hal ini, Islam sudah memberika aturan : maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduaanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(Al-Isra:23)

  • Sang ibu yang harus bekerja keras memeras otak untuk memahami bahasa si anak. Saat anak sudah beranjak dewasa, di mana tingkat kepekaannya meningkat, daya nalarnya juga bertambah kuat, sementara tingkat kestabilan emosinya masih kurang, pola berpikir dan wawasannya mulai membentuk, terjadilah egoisme

    terganggunya komunikasi vertical antara kedua belah pihak.

  • Sang ibu memang sudah selayaknya bersabar, dan sudah dibekali peranti kesabaran yang luar biasa. Namun seringkali seorang anak masih merasa kurang. Segala bentuk keinginannya dan arah pikirannya selalu ingin ditampilkannya secara sempurna, dan dapat ditangkap dan dipahami secara sempurna pula., ia tidak ingin realisasi pemikirannya mengalami hambatan, dikritik atau bahkan dihujat. Terutama, di saat ia membutuhkan pengakuan terhadap keberadaan dirinya dalam keluarga.

  • pokok yang harus diperhatikan Pertama: Pelajari cara berkomunikasi yang baik dan benar, Tujuannya : agar seorang mampu mengucapkan kata-kata mulia, seperti yang dianjurkan dalam Al-Quran/ kitab lain Karena selain kestabilan emosi, kebagusan bahasa amat diperlukan dalam komunikasi yang baik. Hal itu juga perlu, bila kita mengacu pada apa yang diungkapkan oleh Ali bin Abi Thalib, Berbicaralah kepada orang sesuai dengan yang mereka ketahui/pahami. Apakah kalian ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan? (Diriwayatkan oleh al-Bukhari I/59)

  • Kedua: Pelajari gaya dan model komunikasi yang biasa dilakukan agar tidak mudah terjebak pada prasangka atau kesalahan komunikasi.

    Untuk itulah perlu diperhatikan beberapa langkah praktis yang bias diambill, di antaranya:

    a. Berusaha membuka dialog secara praktis Artinya, jangan membiarkan munculnya suasana kaku ketika berkomunikasi secara langsung (karena ada beberapa persoalan prinsipil yang sempat merenggangkan hubungan).

  • Menjadi pendengar yang baik jangan menunjukkan mimik muka mengejek atau merendahkan atau menyatakan ketidak setujuan secara kasar. Menghargai perasaan menjaga perasaan agar tidak tersinggung oleh ungkapan yang seremeh apapun. Seringkali seorang/ pimpinan menjadi tidak mampu menyetujui usulan bawahan, hanya karena tersinggung oleh cara bicaranya yang kasar dan kurang beradab.

  • Jangan menyela Menyela berakibat pada putusnya pembicaraan adalah tindakan yang kurang beradab dan mengganggu kelancaran komunikasi timbal balik. Jangan ngelantur berbicara ngelantur, keluar dari subyek pembicaraan. Biasanya karena secara kebetulan bertemu dengan hal-hal di luar materi dialog yang menarik perhatiannya. Itu sama sekali tidak layak terjadi dalam komunikasi

  • Hindari pertengkaran Jangan merusak dialog yang sejuk menjadi pertengkaran. Hal ini bias dipicu karena : -kesalahpahaman yang terlalu dibesarkan, - nada bicara yang tidak terkontrol - ucapan-ucapan yang kurang layak.

    Jangan memaksakan pendapata. Bila dialog tidak mencapai kesepakatan, jangan terburu-buru memaksakan pendapat. b. Ulangi saja dialog itu di kesempatan lain, dg cara yg berbeda. c. Bila komunikasi lisan dirasa kurang optimal, boleh dicoba gunakan komunikasi melalui surat dan sejenisnya. Mungkin, dengan tidak adanya kontak verbal secara langsung, gejolak emosi bisa ditekan seminimal mungkin.