Tips Bagi Pemain Futsal

download Tips Bagi Pemain Futsal

of 1

  • date post

    21-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    96
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tips Bagi Pemain Futsal

Tips Bagi Pemain FutsalAdapted by Ipunk Ragil Coaching Clinic: Pemanasan Buat Kiper Sebelum melakoni pertandingan, pemanasan mutlak dilakukan. Hukumnya wajib. Sebab, pemanasan yang cukup akan membuat pemain lebih cepat beradaptasi dengan ritme pertandingan. Juga menghindari dari cedera yang parah. Nah, pertanyaannya bagaimanakah pemanasan yang sebaiknya dilakukan seorang kiper?Apakah berbeda dengan pemain-pemain lainnya? Secara garis besar, sama. Pemanasan awal ditujukan untuk melemaskan semua otot. Hanya, ada beberapa gerakan pemanasan untuk kiper yang berbeda dengan pemain lain. Kiper sebaiknya menambah porsi pemanasan yang bertujuan melemaskan tubuh bagian atas. Juga bagian punggung. Salah satu bentuk pemanasan untuk kiper, misalnya, dengan melakukan gerakan ke kiri dan kanan dalam posisi tertidur. Caranya, ada rekan lain yang membantu kiper tersebut dengan menangkap dan memberikan bola secara vertikal. Posisi rekan tersebut harus berdiri. Kemudian dia harus melemparkan bola ke arah kiper dengan arah bola yang berganti-ganti. Ke kiri atau kanan. Dalam pertandingan, kiper sering sekali melakukan gerakan-gerakan yang mengandalkan tubuh bagian atas. Misalnya memotong umpan-umpan lambung lawan. Karena itu, pemanasan seperti di atas sangat penting sekali. Meski begitu, jangan lupakan pemanasan untuk kaki. Sebab, sama dengan pemain lain, kiper akan melakukan tendangan-tendangan jarak jauh yang membutuhkan tenaga dan kaki yang prima. Coaching Clinic: Pemanasan Buat Defender Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar pada gerakan-gerakan pemanasan buat defender, midfielder, dan striker. Awalnya, semua nyaris sama. Namun melihat tugas dan peran mereka selama pertandingan, ada beberapa variasi pemanasan yang dianjurkan berbeda.

Untuk defender, sebelum melakukan pertandingan, harus pastikan kondisi lutut benar-benar siap. Karena itu, lakukan pemanasan yang bisa melemaskan otot-otot di sekitar lutut. Misalnya loncat-loncat ringan dan ketika kaki di udara, sedikit ditekuk. Tidak perlu lama, yang penting cukup.

Juga jangan lupakan bentuk pemanasan yang menitikberatkan pada bagian tubuh bagian belakang. Terutama punggung. Kecenderungannya, defender akan sering melakukan lompatan-lompatan tinggi. Butuh energi lebih dan otot yang siap untuk melakukannya. Itu sangat penting. Sebab selama ini jika pemain kurang melakukan pemanasan yang cukup di tubuh bagian belakang, kerap bermasalah dengan punggungnya. Contohnya usai melakukan lompatan yang berisiko tinggi, otot akan tertarik dan terasa nyeri. Terakhir, selain punya kecepatan lari yang berfungsi mengimbangi striker lawan, defender biasanya dituntut bisa melakukan tekel bersih. Nah, untuk melakukan tekel yang tidak membahayakan diri sendiri dan lawan, tentunya tubuh harus benar-benar siap. Lagi-lagi pemanasan yang benar, mutlak dibutuhkan. Coaching Clinic: Pemanasan Buat Gelandang Dibandingkan dengan posisi lain, ada kecenderungan, pemain di posisi gelandang lebih banyak melakukan lari. Rata-rata, di tiap pertandingan, gelandang akan berlari sepanjang 6-8 km. Nah, lebih dari itu, gelandang dipastikan akan sering melakukan sprint. Karena itu butuh kondisi yang benar-benar siap. Terutama di bagian lutut. Jangan berharap bisa melakukan tugas gelandang dengan baik, jika lutut selalu bermasalah

Banyak sekali jenis pemanasan yang berfungsi menjaga kestabilan lutut. Terpenting cara melakukannya benar. Dan tidak perlu waktu yang lama.Secara umum, jenis pemanasan untuk gelandang sebenarnya standar. Hanya, dianjurkan ada porsi lebih untuk pelemasan di bagian paha dan betis. Ingat, sering kali gelandang kram atau otot tertarik ketika dia kurang melakukan pemanasan. Awal pemanasannya sederhana. Bisa saja lari pendek. Jaraknya 15-20 meter. Hanya, tingkat kecepatannya yang diubah-ubah. Pertama sprint kemudian baliknya pelan. Ini bisa dilakukan secara bertahap. Cukup 3-5 kali putaran. Baru setelah itu dilakukan peregangan. Nah, disini lah, peregangan di bagian paha mutlak diperhatikan. Sebab, disadari atau tidak, otot-otot di bagian ini akan melakukan aktivitas yang luar biasa. Coaching Clinic: Pivot and Rote

Pivot Membiarkan lawan memiliki ruang tembak adalah sebuah kesalahan besar dalam futsal. Dengan luas lapangan yang tidak terlalu besar, lawan bisa langsung menendang ke gawang setelah melewati garis tengah. Untuk itu, upaya menutup ruang tembak lawan harus dilakukan dengan kokoh tanpa melakukan pelanggaran berat. Dalam futsal, sering terjadi situasi ketika seorang pemain menerima umpan dengan posisi memunggungi gawang. Saat itu, bek lawan pasti mencoba mengambil bola tersebut dari belakang. Upaya pemain yang menerima bola salah satunya adalah dengan melakukan pivot (gerakan memutar) sambil tetap menguasai bola. Nah, sebagai seorang bek pasti tak akan membiarkan lawan membalikkan badannya setelah menerima umpan. Sebab, jika hal ini sampai terjadi maka lawan akan punya ruang tembak. Minimal dia bisa melakukan umpan kepada rekannya. Perhatikan berat badan pemain lawan sebelum melakukan antisipasi. Jangan terlalu cepat bereaksi, karena bisa saja gerakan yang dilakukan adalah sebuah gerakan tipuan. Lebih utamakan melakukan marking yang menekan ruang geraknya dan tak bisa leluasa membawa bola Rote Mengutip pernyataan Johan Cruyff, Sepak bola adalah permainan yang dilakukan dengan menggunakan otak. Tentu saja hal ini juga berlaku bagi futsal. Maka, selain melatih fisik dan teknik, olah otak dan mental juga diperlukan bagi seorang pemain. Salah satunya adalah dengan latihan rote atau menghafal tanpa berpikir. Secara umum bisa diartikan sebagai gerakan-gerakan otomatis yang hanya bisa muncul dari hasil perpaduan antara latihan fisik dan mental yang berkesinambungan. Syaraf dan otak cenderung tidak aktif tanpa ada impuls yang masuk. Keduanya hanya bisa aktif ketika ada sinyal perubahan yang masuk ke otak. Jadi, sebuah pola latihan baru bisa efektif ketika ada unsur mental, fisik, dan spiritualnya. Artinya, setiap berlatih, minimal tiga unsur tersebut selalu ada. Latihan yang akan Anda jalani ini bisa meningkatkan ketangkasan mengendalikan bola, terutama ketika Anda sedang mempelajari dasar-dasar bermain futsal. Tapi, jangan lupa, Anda belajar dengan langsung praktik. Semakin dalam analisis yang dilakukan, semakin besar keuntungan yang Anda peroleh dari permainan ini. Coaching Clinic Futsal: Man to Man Marking

Pada umumnya cara penjagaan relatif sama dengan sepak bola yakni dalam posisi head to head dengan lawan. Hanya, ada beberapa pembeda yang perlu dilakukan dalam latihan. Hal itu adalah:

1. Ketika berhadapan langsung, sebaiknya posisi badan agak miring. Ini akan memudahkan kita, ketika lawan berhasil melewati. Kita tak akan tertinggal jauh ketika sama-sama melakukan sprint dan mengejar bola. Sebaliknya, jika berhadapan langsung, besar kemungkinan kita akan kesulitan mengejar lawan yang melewati kita karena dia lebih dulu melakukan sprint. Ingat, sprint di futsal jaraknya amat pendek. 2. Perhatikan jarak antara bola dengan posisi kita. Jangan terlalu jauh dan jangan terpengaruh dengan gerak tipu pemain lawan. Pada saat kita fokus pada bola, akan mudah untuk memotong serangan lawan dan memulai variasi serangan Futsal plays set pieces out A

Petunjuk: Pemain diposisikan seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pemain nomor 3 berjalan ke arah pemain nomor 1 yang melewati bola kepadanya. Nomor Player 3 mengembalikan bola ke pemain nomor 1, berbalik dan berjalan ke arah tujuan. Player nomor 1 melewati bola atas pemain bek ke nomor 3. Pemain nomor 3 tembakan pada tujuan. Pemain nomor 2 dan 4 harus mengambil pembela mereka jauh dari tujuan untuk membuat ruang bagi pemain nomor 3, jika tidak ada ruang yang cukup. Ini bagian set dapat digunakan ketika tim membela diposisikan tinggi di lapangan atau ketika mereka bermain menekan Futsal plays set pieces out B

Petunjuk: Pemain diposisikan seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kiri (eksekusi sangat mirip dengan potongan set sebelumnya). Pemain nomor 3 berjalan ke arah pemain nomor 1 yang melewati bola kepadanya. Pemain nomor 3 mengembalikan bola ke pemain nomor 1 (kali ini ia tidak berjalan ke arah tujuan). Sementara jumlah pemain 2 berjalan pelan menuju tengah lapangan dan kemudian ia mengubah arah dan berjalan di depan gawang. Player nomor 1 melewati bola atas pembela ke nomor pemain 2 tembakan yang pada tujuan. Nomor Player 4 harus mengambil bek nya jauh dari tujuan untuk membuat ruang bagi pemain nomor 2, jika tidak ada ruang yang cukup. Ini bagian set dapat digunakan ketika tim membela diposisikan tinggi di lapangan atau ketika mereka bermain menekan.

PERATURAN 1LAPANGAN

UKURAN

Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang: Panjang : Minimal25 m, Maksimal 42 m Lebar : Minimal 15 m, Maksimal 25 m Ukuran Pertandingan Internasional: Panjang : Minimal 38 , maksimal 42 m Lebar : Minimal 18 m ,Maksimal 22 m

TANDA LAPANGAN

- Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line). - Lebar garis pembatas 8 cm. - Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah. - Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.

DAERAH PINALTI

Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut : - Seperempat Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang. - Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.

TITIK PINALTI

- Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah