TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN ... pembatalan yang terjadi di Kec. Simpang Tiga, Kedua...

Click here to load reader

  • date post

    31-Oct-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN ... pembatalan yang terjadi di Kec. Simpang Tiga, Kedua...

  • TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN AKAD JUAL BELI PESANAN PERABOT SECARA PANJAR

    DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR (Analisis terhadap Pembatalan Sepihak dalam Konsep Bai’ Istiṣna’)

    SKRIPSI

    Diajukan Oleh:

    IRHAMNA

    Mahasiswi Fakultas Syari’ah dan Hukum Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah

    NIM: 121309873

    FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY

    DARUSSALAM - BANDA ACEH 2018 M / 1439 H

  • iv

    ABSTRAK

    Nama : Irhamna Nim : 121309873 Fakultas/Prodi : Syari’ah dan Hukum/ Hukum Ekonomi Syari’ah Judul Skripsi : Tinjauan Hukum Islam terhadap Pembatalan Akad Jual

    Beli Pesanan Perabot di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar (Analisis terhadap Pembatalan Sepihak dalam Konsep Bai’ Istiṣna’)

    Tanggal sidang : 24 Januari 2018 Tebal skripsi : 70 Halaman Pembimbing I : Dr. Bismi Khalidin, S.Ag, M.Si Pembimbing II : Misran, S.Ag., M.Ag

    Kata Kunci : Pembatalan, Akad dan Bai’ Istiṣna’

    Transaksi jual beli sudah menjadi kegiatan sehari-hari dalam masyarakat baik dalam bentuk barang yang telah jadi maupun barang yang belum jadi. Namun sekarang ini tetap banyak bentuk jual beli yang tetap dikembangkan karena tuntutan keadaan seperti jual beli pesanan perabot secara panjar yang menyerupai konsep bai’ istiṣna’. Namun dalam pelaksanaannya terkadang menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti pembatalan. Pembatalan kerap terjadi pada saat barang sedang diproduksi maupun sudah diproduksi sebagaimana kasus di Kecamatan Simpang Tiga. Permasalahan penelitian ini adalah Pertama bagaimana praktik jual beli pesanan perabot secara panjar dan sebab-sebab pembatalan yang terjadi di Kec. Simpang Tiga, Kedua bagaimana konsekuensi dan penyelesaian terhadap pembatalan sepihak pada jual beli pesanan perabot secara panjar di Kec. Simpang Tiga dan Ketiga bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pembatalan sepihak dalam akad jual beli pesanan perabot secara panjar. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yang diperoleh dari penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (Library research). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui Pertama, Praktik jual beli pesanan perabot secara panjar yang dilakukan di Kecamatan Simpang Tiga yaitu dengan cara pembeli memesan barang kepada penjual dengan menyebutkan spesifikasi yang diinginkan pembeli. pembatalan sebelah pihak kerap kali terjadi dengan alasan-alasan yaitu meninggalnya pihak pembeli, barang tidak sesuai dengan yang dipesan dan memenuhi kebutuhan keluarga yang mendesak. Kedua, konsekuensi bagi pihak pembeli di samping rugi namun juga mendapatkan keuntungan, begitu juga dengan penjual. Adapun penyelesaiannya dilakukan dengan cara perdamaian. Ketiga, Menurut hukum Islam pembatalan akad jual beli pesanan perabot pada dasarnya sangat bertentangan, karena tidak sesuai dengan prosedur yang ada serta tidak adanya keridhaan dari pihak penjual. Namun karena penyelesaian dengan cara perdamaian, dan adanya keridhaan antara kedua belah pihak maka pembatalan sepihak terhadap akad jual beli pesanan perabot menjadi sah menurut pandangan hukum Islam.

  • v

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillahi Rabbal ‘Alamin, puji serta syukur atas kehadiran Allah

    SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya berupa akal pikiran dan

    kesehatan kepada manusia sehingga dapat berfikir dan mengembangkan potensi

    yang ada pada dirinya. Shalawat serta salam selalu senantiasa tercurahkan kepada

    baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dansahabatnya yang

    telah menjadi tauladan bagi sekalian manusia dan alam semesta.

    Berkat rahmat dan hidayah Allah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

    dengan judul “Tinjauan Hukum Islam terhadap Pembatalan Akad Jual Beli

    Pesanan Perabot Secara Panjar di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten

    Aceh Besar (Analisis terhadap Pembatalan Sepihak dalam Konsep Bai’

    Istiṣna)”. Skripsi ini disusun guna melengkapi dan memenuhi sebagian syarat

    untuk memperoleh gelar sarjana pada program studi Hukum Ekonomi Syariah

    Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

    Selama penyusunan skripsi ini penulis mendapat bimbingan, motivasi,

    perhatian, semangat serta doa dari banyak pihak. Oleh karena itu penulis ingin

    menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga yang tulus kepada Bapak

    Dr. Bismi Khalidin, S.Ag., M.Si selaku pembimbing I dan Bapak Misran, S.Ag.,

    M.Ag selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan sehingga

    skripsi ini terselesaikan. Ucapan terimakasih tidak lupa pula penulis ucapkan

    kepada Bapak Dr. Ridwan Nurdin M.C.L. selaku Penasehat Akademik yang telah

    memberikan motivasi agar terselesainya skripsi ini, serta ucapan terimakasih

    kepada Dekan Fakultas Syariah dan Hukum beserta stafnya, Ketua Program Studi

    Hukum Ekonomi Syariah, dan semua dosen dan asisten yang telah membekali

    ilmu kepada penulis sejak semester pertama hingga akhir.

    Melalui kesempatan ini penulis menyampaikan syukur dan terimakasih

    yang tak terhingga kepada Ayahanda tercinta Rusli dan Ibunda tercinta Yusniati,

    yang telah memelihara dengan penuh kasih sayang dan mendidik dengan

    pengorbanan yang tak terhingga, dan tanpa bosan-bosannya memberi nasehat,

  • vi

    dukungan moril dan materil serta doa yang tidak dapat tergantikan oleh apapun di

    dunia ini dan hanya Allah yang mampu membalasnya. Begitu juga kepada

    segenap anggota keluarga kakak Musfirah beserta adek Lily Rahmati dan Nazirun

    Sabar yang tiada henti-hentinya memberi dorongan moral dan tulus serta

    mendoakan sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan.

    Penulis juga mengucapkan terima kasih banyak kepada toko Perabot

    Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar yang telah bersedia dalam memberikan data

    untuk penelitian ini. Tidak lupa pula penulis ucapkan terimakasih kepada sahabat-

    sahabat tercinta terutama untuk Qadri Maulidar , Rizki Maulida Putri, Fera Eka

    Putri, Zakiatur Rahmah, Yuni Fujiana, Yenni Mardasari, Rama Fitri, serta kepada

    seluruh sahabat-sahabat Unit 5. Dan kepada sahabat KPM-Reguler Gampong

    Ladang Panton Luas, yang telah membantu penulis baik langsung maupun tidak

    langsung dalam merampungkan tugas akhir ini.

    Penulis menyadari, bahwa dalam penulisan skripsi ini banyak kekurangan

    baik dari segi isi maupun penulisannya yang sangat jauh dari kesempurnaan.

    Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan,

    demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang, semoga Allah SWT

    membalas jasa baik yang telah disumbangkan oleh semua pihak. Amin

    Banda Aceh, 8 Januari 2018

    Penulis

    Irhamna

  • vii

    PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN DAN SINGKATAN

    Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri P dan K Nomor: 158bTahun 1987 – Nomor: 0543 b/u/1987

    1. Konsonan

    No Arab Latin Ket No Arab Latin Ket

    1 ا Tidak dilam bangkan

    16 ط ṭ t dengan titikdi bawahnya

    2 ب b 17 ظ ẓ z dengan titikdi bawahnya 3 ت t 18 ع ‘ 4 ث ṡ s dengan titikdi atasnya 19 غ g 5 ج J 20 ف f 6 ح ḥ h dengan titikdi bawahnya 21 ق q 7 خ Kh 22 ك k 8 د D 23 ل l 9 ذ Ż z dengan titikdi atasnya 24 م m 10 ر R 25 ن n 11 ز Z 26 و w 12 س S 27 ه h 13 ش Sy 28 ء ’

    14 ص ṣ s dengan titikdi bawahnya 29 ي y

    15 ض ḍ d dengan titikdi bawahnya

    2. Konsonan Vokal Bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal

    tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. a. Vokal Tunggal

    Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harkat, transliterasinya sebagai berikut:

  • viii

    Tanda Nama Huruf Latin َ◌ Fatḥah a ِ◌ Kasrah i ُ◌ Dammah u

    b. Vokal Rangkap Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harkat dan huruf, transliterasinya gabungan huruf, yaitu:

    Tanda dan Huruf

    Nama Gabungan

    Huruf َ◌ ي Fatḥah dan ya ai َ◌ و Fatḥah dan wau au

    Contoh:

    كیف : kaifa ھول : haula

    3. Maddah Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf,

    transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

    Harkat dan Huruf

    Nama Huruf dan

    Tanda

    َ◌ا/ ي Fatḥah dan alifatau ya ā

    ِ◌ي Kasrah dan ya ī ُ◌ي Dammah dan wau ū

    Contoh:

    قَالَ : qāla َرَمى : ramā قِْیلَ : qīla یَقُْولُ : yaqūlu

    4. Ta Marbutah (ة) Transliterasinya untuk ta marbutah ada dua. a. Ta marbutah (ة) hidup

    Ta marbutah (ة) yang hidup atau mendapat harkat fatḥah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah t.

    b. Ta marbutah (ة) mati

  • ix

    Ta marbutah (ة) yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah h.

    c. Kalau pada suatu kata yang akhir huruf ta marbutah (ة) diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al, serta bacaan kedua kata itu terpisah maka ta marbutah (ة) itu ditransliterasikan dengan h.

    Contoh:

    َرْوَضةُ ْاالَْطفَالْ : rauḍah al-aṭfāl/ rauḍatul aṭfāl َرةْ اَ ْلَمِدْینَةُ اْلُمنَوَّ : al-Madīnah al-Munawwarah/ al-Madīnatul

    Munawwarah

    طَْلَحةْ : Ṭalḥah

    Catatan:

    Modifikasi 1. Nama orang berkebangsaan Indonesia ditulis seperti biasa tanpa

    transliterasi, seperti M. Syuhudi Ismail. Sedangkan nama-nama lainnya dituli