Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan dan Good Governance

download

of 14

Embed Size (px)

description

 

transcript

  • 1. PENTINGNYA TLHP DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG GOOD GOVERNANCE PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH INSPEKTORAT InspektoratProvinsiJawaTengah: KamiBerdayakanGoodLocalGovernment Ungaran, 10Juni 2014

2. 2 GOOD GOV. Akuntabilitas Efektifitas+ Efisiensi Keterbukaan (interrelated) Gak Kum Kepekaan (responsiveness) Kesetaraan (equity) Transparansi Partisipatif LEMBAGA PELAKU Profesionalisme Perimbangan Kekuasaan Leadership Competency BEBAS DARI KKN KESEJAHTE RAAN DAN KEADILAN SOSIAL KUALITAS YANBLIK PRIMA MOST IMPROVED BUREAUCHR ACY 3. 3 mBoten Korupsi, mBoten Ngapusi! GARIS KEBIJAKAN GUBERNUR JAWATENGAH MENUJUJAWATENGAH SEJAHTERADANBERDIKARI 7MISI: 1. Membangun Jateng berbasis Trisakti Bung Karno berdaulat di bidang Politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan; 2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran; 3. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang bersih, jujur dan transparan, mboten korupsi, mboten ngapusi; 4. Memperkuat kelembagaan sosial masyarakat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan; 5. Memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan proses pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang banyak; 6. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat; 7. Meningkatkan infrastruktur untuk mempercepat pembangunan Jawa Tengah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. SASARAN: 1. Meningkatnya kinerja tata kelola pemerintahan; 2. Meningkatnya profesionalisme dan kompetensi aparatur serta sistem pola karier yg jelas; 3. Meningkatnya cakupan layanan pengukuran IKM; 4. Terwujudnya kelembagaan PTSP; 5. Terwujudnya tertib administrasi kependudukan; 6. Terwujudnya peny. pemerintahan bebas KKN; 7. Tercapainya LKD opini WTP; 8. Terwujudnya SPIP; 9. Terwujudnya penegakan dan harmonisasi produk hukum yg mendorong pencapaian akuntabilitas dan kondusivitas. RPJMD PROV. JATENG 2013-2018 (PERDA JATENG No.5/2014) 4. 4 5. 5 KITA ??? 6. 6 BAD GOVERNANCE SPIP ZONA INTEGRITAS 20 PROGRAM PENCEGAHAN KORUPSI a.l : -LHKPN -Pengendalian GRATIFIKASI -Saran Perbaikan BPK/KPK/APIP KPK-RI BPKP-RI KORSUPGAH KORUPSI WBK WBBM 7. 7 PROGRAM PENCEGAHAN KORUPSI PROV. JATENGTAHUN 2014 LHKPN Wajib Lapor LHKPN diperluas Pej. Struktural Eselon I, II, III dan IV dan yang setara; LHKPN sbg persyaratan seleksi pengangkatanPejabat Struktural PENGENDALIAN GRATIFIKASI Training OfTrainer (TOT) Pelatihan Pejabat (Eselon II) Workshop dan PembentukanTim Program Pengendalian Gratifikasi (Eselon III). Bertahap pada 24 SKPD dan DPRD. TL HASIL KORSUPGAH Memperbaiki SOP. Meninjau kembali format Bantuan Keuangan/Hibah. Menyusun Program Aksi Perbaikan yg terintegrasi dengan Rencana Aksi daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (RAD-PPK) 8. PERAN INSPEKTORAT DAERAH Unit Kerja/ SKPD Mengurangi Kesempatan Korupsi Menghilangkan Perilaku Koruptif TIDAK TERJADI KORUPSI PEMBINAAN PENGAWASAN - CONSULTING PARTNER - QUALITY ASSURANCE -WATCH DOG PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU LEMBAGA PNS INTEGRITAS PROFESIALISME KOMPETENSI MEMPERKUAT INTERNAL CONTROL - Tupoksi - Keuangan - Sarpras - Kepegawaian - SPIP GOOD GOV. 9. 9 - APIP/Pemeriksa berkewajiban mengkomunikasikan HP kpd Auditi, Pimpinan dan masy. - PimpinanAuditi WAJIB melaksanakan saran/rekomendasi HP. - Wakil Gub dan Wakil Bupati/Walikota bertanggungjawab mengoordinasikan pelaksanaanTLHP (Permendagri 23/2007) SANKSI JIKATIDAK MENINDAKLANJUTI REKOMENDASI HP PIDANA (UU 15/2006) DISIPLIN PNS (PP 53/2010) TL HP BPK-RI selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP diterima (UU 15/2006 dan Peraturan BPK-RI No.2/2010). TL HP APIP selambat-lambatnya 90 hari setelah LHP diterima (Permenpan RB No.09/2009). 10. 10 TEMUAN BERSIFAT FINANSIAL = KORUPSI??? 11. 11 SARAN SEBAB KONDISI AKIBAT KETIDAKPATUHAN KELEMAHAN SPI TEMUAN 3E JenisTemuan KRITERIA 12. 12 TEMUAN BERSIFAT FINANSIAL KEKURANGAN PENERIMAAN POTENSI KERUGIAN NEGARA/DAERAH/MASY. KERUGIAN NEGARA/DAERAH/MASY. (SUDAHTERJADI) PENYEBAB IRREGULARITIES/ KELALAIAN (MALADMINISTRASI) FRAUD/KECURANGAN (KESENGAJAAN) PERBAIKAN INTERNAL CONTROL : Sistem dan Prosedur; Mekanisme; Penatausahaan; Pembinaan Pegawai, dll SARAN/REKOMENDASI TIDAKTERBUKTI TERBUKTI TIPIKOR ??? TIDAK DITINDAK LANJUTI DITINDAK LANJUTI RESIKO BERKURANG (TERKENDALI) RESIKO BERTAMBAH (TIDAKTERKENDALI) RESIKOTETAP (TIDAK TERKENDALI) 13. 13 SARAN/REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAANTIDAK HANYA DIPENUHI TINDAKLANJUTNYA SECARA ADMINISTRASI, HARUS DILAKSANAKAN SUNGGUH-SUNGGUH UNTUK MEMPERBAIKI SISTEM PENGENDALIAN INTERN. SISTEM PENGENDALIAN INTERNYANG KUAT MENGURANGI RESIKO TERJADINYA PENYIMPANGAN. DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN : PAHAMI ATURAN DAN KETENTUANTERKAIT. TAATI DAN LAKSANAKAN SESUAI ATURAN SUPAYATIDAK BANYAKTEMUAN : 14. TIDAK ADA PERATURAN YANG BAIK ATAU BURUK, YANG ADA ADALAH ORANG-ORANG YANG MELAKSANAKAN PERATURAN DENGAN CARA YANG BAIK ATAU DENGAN CARA YANG BURUK. TERIMA KASIH