The Blueprint

download The Blueprint

of 25

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    166
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of The Blueprint

BAB IPENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANGCorporate Social Responsibility (CSR) mulai menjadi concern perusahaan-perusahaan di Indonesia ketika Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang mewajibkan perusahaan melakukan CSR telah disahkan. Namun jauh sebelum itu, perusahaan-perusahaan besar di Indonesia sudah berkiblat pada perusahaan-perusahaan di Eropa dan Amerika yang telah lebih dulu sadar akan pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder dan lingkungan di mana mereka melakukan kegiatan usaha.Menurut Dr. Sukarmi, S.H.,M.H. dalam artikel Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan iklim penanaman modal pada website resmi Departemen Hukum dan HAM, CSR harus dimaknai bukan lagi hanya sekedar responsibility karena bersifat voluntary, tetapi harus dilakukan sebagai mandatory dalam makna liability karena disertai dengan sanksi. Penanam modal baik dalam maupun asing tidak dibenarkan hanya mencapai keuntungan dengan mengorbankan kepentingan-kepentngan pihak lain yang terkait dan harustunduk dan menaatiketentuan CSR sebagai kewajiban hukum jika ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan menciptakan iklim investasi bagi penanam modal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai melalui pelaksanaan CSR. CSR dalam konteks penanaman modal harus dimaknai sebagai instrumen untuk mengurangi praktek bisnis yang tidak etis.Masih menurut Sukarmi, ilustrasi yang menggambarkan keinginan dari berbagai anggota dewan pada waktu itu adalah kewajiban CSR terpaksa dilakukan, khususnya di Indonesia, karena banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia lepas dari tanggung jawabnya dalam mengelola lingkungan. Pengalaman menunjukkan, bahwa banyak sekali perusahaan yang hanya melakukan kegiatan operasional tetapi kurang sekali memberikan perhatian terhadap kepentingan sosial. Beberapa contoh kasus, seperti: Lumpur Lapindo di Porong, lalu konflik masyarakat Papua dengan PT Freeport Indonesia, konflik antara masyarakat Aceh dengan Exxon Mobil yang mengelola gas bumi di Arun, pencemaran oleh Newmont di Teluk Buyat, dan sebagainya. Alasan lainnya adalah kewajiban CSR juga telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan BUMN. Perusahaan-perusahaan pelat merah telah lama menerapkan CSR dengan cara memberikan bantuan kepada pihak ketiga dalam bentuk pembangunan fisik. Kewajiban itu diatur dalam Keputusan Menteri BUMN maupun Menteri Keuangan sejak tahun 1997. Oleh karena itu, perusahaan yang ada di Indonesia sudah waktunya turut serta memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan dimana perusahaan itu berada. (http://www.djpp.depkumham.go.id/hukum-bisnis/84-tanggung-jawab-sosial-perusahaan-corporate-social-responsibility-dan-iklim-penanaman-modal.html) Perkembangan CSR sebagai salah satu aspek penting dalam keberlangsungan dan keberlanjutan perusahaan disadari betul oleh para pengusaha Indonesia yang memiliki perusahaan yang sudah cukup mapan. Mereka sadar bahwa CSR akan membuat perusahaannya dikenal oleh publik karena menjalankan program-program yang baik, sehingga citra dan reputasi perusahaan pun akan ikut terangkat.Menurut The World Business Council for Sustainable Development (WBSCD) dalam Membedah Konsep dan Aplikasi CSR, CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan adalah komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal, dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas. (Wibisono, 2007)Berdasarkan hal tersebut di atas, perusahaan tentunya akan memfasilitasi program-program CSR yang akan mengangkat nama perusahaan baik di mata konsumen, maupun stakeholder lain yang berhubungan langsung dan tidak langsung dengan perusahaan. Hal ini menunjukkan CSR sebagai salah satu pilar penting yang akan menopang keberlangsungan sebuah perusahaan.PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai perusahaan Indonesia yang cukup mapan telah melihat akan pentingnya CSR secara jeli sejak puluhan tahun lalu. Dengan semakin berkembangnya CSR sebagai faktor yang sangat berpengaruh bagi peningkatan citra dan reputasi perusahaan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk membuat dan menjalankan program-program CSR yang tidak hanya berguna bagi kepentingan masyarakat, tetapi juga memiliki news value yang cukup tinggi untuk menciptakan efek publisitas di media massa yang meliputnya sehingga publik dapat menyadari bahwa perusahaan ini concern akan tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat dan lingkungan.Menyadari hal tersebut, penulis tertarik untuk dapat mempelajari, mengetahui, dan menggali lebih dalam mengenai aspek CSR dalam sebuah perusahaan terutama pada divisi PR PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam rangka mempelajari program-program dan penerapan tanggung jawab sosial perusahaan yang berkesinambungan.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN KERJA MAGANGDengan mengikuti kerja magang, penulis dapat mengetahui pelaksanaan kegiatan CSR di perusahaan, tujuan dan fungsi, serta strategi dan peran CSR di perusahaan tersebut . Program kerja magang merupakan hal penting bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah didapatkannya ke dalam dunia kerja. Dengan mengikuti kerja magang, penulis dapat mengetahui bagaimana dinamika dan perkembangan dunia usaha dan persaingannya saat ini, sehingga setelah lulus kelak, penulis bisa dengan cepat beradaptasi di lingkungan kerja yang akan dihadapi.Tujuan diadakannya kerja magang adalah:1. Mengaplikasikan ilmu-ilmu Public Relations yang didapatkan pada masa kuliah selama enam semester, khususnya pada bidang CSR, dengan dunia industri2. Memahami, membuat, dan menjalankan program-program CSR perusahaan3. Melatih profesionalitas penulis dalam penerapan kedisiplinan, pengelolaan krisis, dan penyelesaian masalah

1.3. WAKTU DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KERJA MAGANGKegiatan kerja magang dilakukan selama tiga bulan penuh yang dimulai pada 7 Juli 2011 dan berakhir pada 7 Oktober 2011. Peserta magang diwajibkan unutk mengikuti peraturan yang berlaku dalam institusi tempat magang. Waktu yang ditetapkan oleh perusahaan adalah masuk kerja mulai pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 17.00 dengan total waktu sembilan jam kerja.Pembagian kerja diatur oleh Bapak Hisyam Harris selaku pembimbing lapangan ketika melakukan wawancara kedua pada 5 Juli 2011. Selama tiga bulan kerja magang, penulis ditempatkan di bagian CSR pada divisi CPR PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai asisten CSR Supervisor. Ketika itu ada tiga orang mahasiswa yang magang pada bagian yang sama, serta total tujuh mahasiswa magang pada divisi CPR yang tersebar di bagaian CSR, Media Relations, Government Relations, dan CPR Designer. Selanjutnya, beliau memberikan deskjob apa saja yang harus penulis kerjakan selama kegiatan kerja magang berlangsung.Selama menjadi mahasiswa magang di bagian CPR, hal-hal yang dikerjakan penulis mulai dari pembuatan konsep hingga terjun langsung ke lapangan pada setiap program CSR yang dijalankan. Penulis juga sesekali diajak mencoba mengerjakan pekerjaan/kegiatan yang dilakukan oleh bagian-bagian lain dalam divisi CPR.

BAB IIGAMBARAN UMUMPT INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK

2.1.SEJARAH SINGKAT PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBKPada awalnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk didirikan dengan nama PT Panganjaya Intikusuma pada tahun 1990 yang kemudian berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur ketika melakukan Penawaran Saham Perdana yang tercatat pada Bursa Efek Jakarta dan menjadi perusahaan terbuka pada tahun 1994.PT Indofood Sukses Makmur Tbk memiliki visi menjadi A Total Food Solutions Company. Untuk mencapai visi tersebut, perusaahaan memiliki misi:1. Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan2. Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, proses produksi, dan teknologi kami3. Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan4. Meningkatkan stakehoders values secara berkesinambunganDalam beberapa dekade ini, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran. Kini, Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (Grup) yang saling melengkapi sebagai berikut: Produk Konsumen Bermerek (CBP). Kegiatan usahanya dilaksanakan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 7 Oktober 2010. ICBP merupakan salah satu produsen makanan dalam kemasan terkemuka dan dikenal di Indonesia untuk makanan dalam kemasan. Bogasari. Memiliki kegiatan usaha utama memroduksi tepung terigu dan pasta. Kegiatan usaha Grup ini didukung oleh unit perkapalan dan kemasan. Agribisnis. Kegiatan usahanya terkonsentrasi pada Indofood Agri Resources Ltd. (Indoagri), yang tercatat di Bursa Efek Singapura, dan anak-anak perusahaannya termasuk PT London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum), yang tercatat di BEI. Kegiatan usaha utama Grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan, pemuliaan, dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran minyak goring, margarine dan shortening bermerek. Di samping itu, kegiatan usaha Grup ini juga mencakup oemuliaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman lainnya. Distribusi. Memiliki jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia. Grup ini mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak-anak perusahaannya, serta berbagai produk pihak ketiga. (Laporan Tahunan PT Indofood Sukses Makmur Tbk 2010)

Secara spesifik, Departemen CSR memiliki misi sebagai berik