tgs bipolar

download tgs bipolar

of 41

  • date post

    01-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of tgs bipolar

Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

Referat dan Laporan Kasus

BIPOLAR

Disusun Oleh : Sri Handaryati Rara Faudhiah 04454210021109 05488660026709

Pembimbing : dr. H. Jaya Mualimin, Sp. KJ, M.Kes

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan KlinikLAB/SMF KESEHATAN JIWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN RSKD ATMA HUSADA MAHAKAM SAMARINDA 2011

B B E L

Gangguan bipolar (GB) adalah gangguan mood (suasana p rasaan) yang dikarakt ristikkan dengan episode depresi dan manik atau hipomanik. Dahulu gangguan ini dikenal sebagai manic-depressive illness. Pada awalnya antara skizofrenia dengan gangguan bipolar saling bertumpang tindih dalam penegakan diagnosisnya namun kemudian diberi batasan yang jelas oleh Emil Kraeplin, seorang psikiater Austria. Depresi adalah suatu kondisi suasana perasaan yang menetap sedih dalam jangka waktu panjang. Sedangkan pada kondisi manik atau hipomanik terdapat suatu kondisi suasana perasaan yang berkebalikan dengan depresi di mana terdapat suatu suasana perasaan yang gembira secara berlebih -lebihan, meluas, atau iritable (mudah menjadi marah). Kondisi mood yang meningkat ini akan menyebabkan perubahan pada diri pasien meliputi peningkatan energi, gangguan tidur, gangguan makan, rasa percaya diri yang berlebihan, waham kebesaran, kontrol impuls yang buruk, hingga perilaku agresi dan tanpa perhitungan. Hipomanik adalah kondisi mood yang menyerupai manik namun dalam derajat lebih ringan. Episode manik harus berlangsung sekurangnya 1 minggu, sedangkan episode hipomanik berlangsung sekurangnya 4 hari. Episode depresif dari gangguan bipolar memiliki kriteria diagnostik yang sama dengan gangguan depresi mayor episode tunggal. Sedangkan pada gangguan bipolar episode campuran terdapat gejala-gejala manik atau hipomanik dan depresi yang berganti-ganti secara cepat pada suatu periode waktu yang berlangsung sekurangnya satu minggu. Pada tampilan klinis, seorang yang menderita gangguan bipolar episode campuran biasanya mengalami kondisi mood yang sangat tidak stabil. Secara umum, terdapat dua jenis gangguan bipolar, pada gangguan bipolar tipe satu, ditemukan sekurangnya satu episode manik. Sedangkan pada gangguan bipolar tipe dua ditemukan sekurangnya satu episode hipomanik. Salah diagnosis dan terlambatnya penegakan diagnosis GB sering terjadi sehingga terapi yang akurat terlambat diterima oleh pasien dengan GB. Oleh

karena itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) membuat suatu tuntunan GB yang dapat digunakan secara nasional. Tuntunan ini bertujuan agar diagnosis yang akurat dapat ditegakkan sedini mungkin supaya

penatalaksanaan yang komprehensif dapat segera diberikan kepada pasien dengan GB. Penatalaksanaan yang komprehensif terdiri dari intervensi farmakologik dan nonfarmakologik. Tuntunan ini terutama memberikan arahan tentang penggunaan psikofarmakologi pada pasien dengan GB. Pemilihan psikofarmakologi adalah berdasarkan penilaian kritis terhadap obat-obatan yang digunakan pada GB dan juga disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

B B II L KASUS

Pemeriksaan dilakukan selama 2 minggu dalam masa Kepaniteraan Klinik

bagian Ilmu Kedokteran Jiwa di RSKD Atma Husada Mahakam Samarinda mulai tgl 25 Februari s.d 8 Maret 2011

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Agama Status Perkawinan Pendidikan Pekerjaan Suku Alamat

: Tn. RH : 20 Tahun : Laki-laki : Protestan : Belum Kawin : sampai dengan Kelas 2 SMA : Tidak Bekerja : Batak : Perum BTN NO. 20 Balikpapan

Pasien saat ini dirawat di Ruang Adaptasi Elang RSKD Atma Husada

Samarinda.

Sebab Utama Masuk Rumah Sakit Pasien mengamuk dan membahayakan orang lain

Autoanamnesa:

Heteroanamnesa:

Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang:

Riwayat Keluarga Genogram:

Ayah:

Ibu:

Riwayat Kelahiran, Pertumbuhan dan Perkembangan: Tempat /Tanggal lahir:

Balikpapan, 11 Agustus 1990

Keadaan ibu sewaktu hamil: baik, tidak ada masalah ANC: dilakukan rutin setiap bulan setelah usia kandungan 5 bulan Di

Bidan Riwayat Persalinan : di oleh Komplikasi kehamilan dan persalinan : APGAR score Berat Badan Lahir Pemberian ASI/susu botol

Perkembangan Anak

Riwayat Penyakit Dahulu:

Riwayat Psikiatri Sebelumnya :

No 1

Tanggal MRS 8/10/07

Tanggal KRS 30/10/07

Alasan MRS Baru RUTAN setelah ditahan 8 bulan karena menikam kakak perempuan, indikasi suicide, tingkah aneh, curiga. laku selalu

Diagnosis

Terapi Rizodal 2 x 1

keluar Observasi

psikotik akut. Algamax 1 x 0,5 mg Promactil 1 x 100 mg L:D= 1:1

2

1/11/07

13/12/07

Pasien bingung, hipersalivasi, jalan menunduk.

Gangguan

Rizodal 2x1 0,5

jiwa yang tak Algamax terinci mg (0-0-1)

Promactil 100 mg (0-0-1)

3

16/12/07

13/3/08

Mengamuk,

Skizofren

THD 2x1/2 Halloperidol 5 mg 2x1/2 CPZ 2 mg 2x1

tidak bisa tidur Paranoid dan keluyuran 3 hari, tidak

mau makan 1 hari,

Prilaku Anti Sosial: Kejahatan : Pasien sering melakukan kekerasan pada orang-orang di

sekitarnya. Judi : Pasien mulai sering berjudi sejak ayahnya meninggal. Pelanggaran yang pernah dilakukan :

Menikam

kakak

kandung

perempuannya. Hukuman : Dipenjarakan selama 8 bulan

Keadaan Hidup Saat Ini: Saat ini pasien masih dirawat di RSKD Atma Husada Mahakam

Samarinda, namun selalu minta pulang karena merasa sudah sembuh. Pasien pernah sangat marah kepada ibunya karena tidak menepati janji

untuk datang menjenguknya. Saat itu pasien mengamuk dan memukul temannya yang dirawat di Ruang adaptasi. Karena itu pasien sempat diikat selama beberapa hari.

Pada saat ibu

pasien datang menjenguk, ibunya mengatakan kepada pasien agar pasien menganggap bahwa ibunya sudah mati saja, sehingga pasien tidak lagi kangen kepada ibunya.

Kepribadian Sebelum Sakit Riwayat Sosial:

Sejak duduk di sekolah dasar pasien merupakan anak yang nakal dan sulit

diatur. Namun apapun keinginan pasien selalu berusaha dipenuhi oleh ayahnya. Setiap kali membeli makanan, pasien harus mendapa tkan jatah yang pertama kali. Jika jatahnya diambil lebih dulu oleh saudaranya yang lain, pasien akan sangat marah.

Kegiatan dan Minat:

Afek:

Watak/karakter:

Pendapat Umum: Terhadap moralitas: Pandangan masa depan: Terhadap Kesehatan:

Energi dan Inisiatif:

Pemeriksaan Fisik: Status Generalis Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi napas Suhu Kepala Mata

: Sakit ringan : kompos mentis : 110/70 mmHg : 88x / menit : 24x / menit : afebris : deformitas (-), rambut hitam, tidak mudah dicabut : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, refleks

pupil baik Leher Mulut

: pembesaran kelenjar getah bening (-) : oral higiene cukup, tampak gigi pasien yang caries

Jantung Paru Abdomen Ekstremitas

: BJ I/II normal, murmur (-), gallop (-) : vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-) : datar lemas, nyeri tekan (-), bising usus (+) normal : simetris, akral hangat, edema -/-, perfusi perifer cukup

Status Neurologikus Gejala rangsang selaput otak (-) Pupil bulat, isokor, 3mm/3mm, RCL +/+ Refleks fisiologis normal Nervus kranialis: kesan paresis (-), nistagmus (-) Refleks patologis (-) Gejala ekstrapiramidal : gaya berjalan dan postur tubuh normal, stabilitas

postur tubuh normal, keseimbangan, tremor (+)

rigiditas

ekstremitas tidak ada,

gangguan

Sensibilitas : parestesia di kaki-tangan kiri dan kanan (-)

Pemeriksaan Psikiatri (keadaan mental) Perilaku umum : penampilan sesuai, sikap terhadap tenaga kesehatan

mudah diarahkan namun banyak permintaan. Berbicara : cepat dan keras Afek : Berubah- ubah, ketakutan suasana ruang adaptasi (+), merasa

dikurung, anxietas (+), ekspresi appropriate. Pola pikir : koheren, melompat-lompat, flight of idea. Isi pikir : waham (-) Persepsi : Halusinasi (-), ilusi (-) Obsesi kompulsi : (-) Orientasi : tempat (+), waktu (+), orang (+) Daya ingat : pasien mampu mengingat pengalamannya di masa lalu,

pasien mampu menuliskan nomor hp ibunya, pasien mampu mengingat dengan cepat nama orang yang baru dikenalnya. Perhatian dan konsentrasi : atensi (+), sulit berkonsentrasi, mudah

dialihkan.

Intelegensi

: cukup

Insight : pikiran saat ini merasa ingin pulang, ingin cari kerja, atau

digembalakan oleh pendeta.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

A.

Defi i i Gangguan bipolar (GB) merupakan gangguan jiwa yang bersifat episodik

dan ditandai oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi, dan campuran, biasanya rekuren serta dapat berlangsung seumur hidup.

B.

E i emi l i Banyaknya orang yang mengalami gangguan ini adalah berkisar 1-3% dari

keseluruhan total populasi di Amerika Serikat. Sedangkan jumlah yang menderita gangguan ini di Indonesia, tidak diketahui dengan pasti. Sekitar 10%, individu dengan gangguan depresi mayor biasanya akan mengalami episode manik atau hipomanik pada perkembangan penyakitnya. Onset usia yang muda,

ditemukannya gejala-gejala psikotik (menyerupai skizofrenia), dan ditemukannya episode depresi berulang merupakan faktor risiko munculnya gangguan bipolar. Prevalensi GB I selama kehidupan mencapai 2,4%, GB II berkisar antara 0,3%4,8%, siklotimia antara 0,5%-6,3%, dan hipomania antara 2,6%-7,8%. Total prevalensi spektrum bipolar, selama kehidupan, yaitu antara 2,6%-7,8% Menurut perkiraan, rata-rata angka morbiditas dari pasien yang tidak diterapi adalah 14 tahun di mana akan muncul kondisi hilangnya produktifitas dan gangguan dala