TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI FASHION DALAM

download TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI FASHION DALAM

of 10

  • date post

    13-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    246
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI FASHION DALAM

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

    TESIS

    KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI FASHION DALAM

    NOVEL-NOVEL KARYA SYAHMEDI DEAN

    OLEH

    NUKE LADYNA ANGGERAWATI

    121324153004

    MAGISTER KAJIAN SASTRA DAN BUDAYA

    FAKULTAS ILMU BUDAYA

    UNIVERSITAS AIRLANGGA

    SURABAYA

    2016

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

    KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI FASHION DALAM

    NOVEL-NOVEL KARYA SYAHMEDI DEAN

    TESIS

    Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Humaniora pada

    Magister Kajian Sastra dan Budaya

    Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga

    NUKE LADYNA ANGGERAWATI

    121324153004

    MAGISTER KAJIAN SASTRA DAN BUDAYA

    FAKULTAS ILMU BUDAYA

    UNIVERSITAS AIRLANGGA

    SURABAYA

    2016

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    iii

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    iv

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    v

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    vi

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

    ABSTRAK

    Penelitian ini berjudul Konstruksi identitas melalui fashion dalam novel-novel

    karya Syahmedi Dean bertujuan untuk menganalisis fashion yang ditampilkan dan konstruksi identitas tokoh-tokoh. Fashion dalam novel populer, menjadi isu penting yang ingin diangkat dalam penelitian ini. Gaya berpakaian tidak terlepas dari gaya hidup saat ini. Dunia fashion tengah berkembang pesat seiring perkembangan jaman dan kemajuan media, banyak dari generasi muda yang mengangkat tema fashion sebagai karyanya, tidak terkecuali dalam novel metropop.

    Penelitian ini memanfaatkan kode-kode pembacaan Roland Barthes untuk melihat pemaknaan fashion yang ditampilkan, hasil yang didapat adalah fashion sebagai ekspresi individualistik, fashion untuk menunjukkan peran, status sosial, dan simbol politis, fashion untuk kesepadanan berbusana dan mitos kecantikan. Konstruksi identitas tokoh-tokoh dalam novel Syahmedi Dean melalui fashion yang ditampilkan, dianalisis menggunakan teori identitas sosial dari Jenkins.

    Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa Syahmedi Dean mengkonstruksikan identitas tokoh-tokohnya melalui fashion yang ditampilkan. Konstruksi identitas adalah pembentukan identitas seseorang melalui berbagai cara, dalam hal ini melalui fashion. Ini terlihat dari hasil analisis dan pembacaan mendalam mengenai konstruksi pikiran tokoh dan konsep dualisme antara I dan Me yang disebutkan oleh Jenkins. Dari hal tersebut diketahui, bahwa konstruksi identitas melalui fashion dapat digunakan sebagai pemenuhan kepentingan bagi seseorang. Disisi lain, fashion juga merupakan tuntutan dari pekerjaan, sehingga membuat mereka berperilaku sesuai dengan fashion yang dipakai. Konstruksi identitas tokoh-tokoh melalui fashion yang ditampilkan menunjukkan bahwa tokoh Alif, Didi, Raisa dan Nisa membentuk identitasnya melalui melalui fashion, untuk mencapai kepentingan masing-masing sekaligus merupakan tuntutan dalam pekerjaan, terutama mereka yang bekerja di bidang media. Upaya yang dilakukan tokoh-tokoh dalam novel untuk masuk ke lingkungan fashion (seperti orang-orang yang berkerja di majalah, kaum sosialita, artis, model) bukan hanya membentuk identitas baru sebagai sosok yang lebih memperhatikan penampilan, namun mereka juga harus rela kehilangan hal-hal yang lebih berharga, seperti mengorbankan identitas atau jati diri mereka sebelumnya, rusaknya hubungan keluarga, dan kehilangan orang-orang yang dicintai. Hilangnya identitas atau jati diri mereka sebelum masuk ke lingkungan fashion inilah yang ditekankan dalam pemaknaan akhir kisah yang tidak bahagia dalam tokoh-tokoh ini.

    Kata Kunci: Novel, Fashion, Kode-kode Pembacaan, Konstruksi Identitas.

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    vii

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

    ABSTRACT

    This research is entitled Identity Construction through fashion in novels by Dean Syahmedi, this research is meant to analyze the fashion which is displayed and the identity construction of characters. Fashion in popular novel, becomes the important issue which wants to be appointed in this research. The style dress cannot be separated from the lifestyle now a days. The fashion world is rapidly developing along with the times and progress of media, there are many youths which are appointed a fashion theme as their work, there is no exception in metropop novel.

    This research has been done by utilize the reading codes by Roland Barthes in order to observed the fashion shows, social status, and politic symbol, fashion for equivalence of dress and beauty myth. The identity construction of this characters on the novels by Syahmedi Dean through fashion has been analyzed by using the theory of social identity from Jenkins.

    Based on the result of analysis it is found that Syahmedi Dean has been constructing identity through fashion characters shown. The identity construction is the formation of a person's identity through a variety of ways, in this matter is in the form of fashion. It is supported by the analysis result and depth reading related with the mind construction of characters and the dualism concept between I and Me which are stated by Jenkins. It is found that the identity construction through fashion is able to use as the fulfillment of interest for someone. On the other side, fashion also the demands of the job, therefore it makes their behavior is in accordance with fashion they used. Identity Construction of characters through fashion shown indicate that the characters of Alif, Didi, Raisa and Nisa are formed their identity through many ways, in order to achieve the individual interest as well as the demand of jobs, mainly they were works in media field. The efforts which has been done by the characters in this novel includes to the fashion environment (such as people who works in magazine, socialite, actress, model) not only just to formed the new identity becomes someone that is more concerned about the appearance, but they also have to be willing to lose things that are more valuable, such as compromising their identity or their previous identity, breakdown of family relationships, and lost the people they loved. Loss of identity before entering into the fashion environment, this matter is emphasized in the meaning of the story ofan unhappy ending on these characters.

    Keywords: Novel, Fashion, Reading Codes, Identity Construction.

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    viii

    TESIS KONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI. NUKE LADYNA ANGGERAWATI

    KATA PENGANTAR

    Assalamu alaikum Wr. Wb

    Puji syukur kehadirat Allah atas segala rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga

    saya dapat menyelesaikan tesis yang berjudul Konstruksi Identitas Melalui Fashion dalam

    Novel-novel Karya Syahmedi Dean yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh

    gelar Magister Humaniora di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

    Penyelesaian tesis ini banyak melibatkan dan mendapat bantuan dari berbagai pihak Pada

    kesempatan ini, perkenankanlah saya menyampaikan rasa terima kasih pada pihak-pihak

    yang telah membantu dalam proses penyelesaian tesis ini.

    1. Ibu Diah Ariani Arimbi S.S., MA., Ph.D, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya,

    Universitas Airlangga dan pembimbing kedua yang telah bersedia meluangkan

    waktu untuk memberikan bimbingan, pengarahan, dan motivasi;

    2. Ibu Nur Wulan Dra., MA., Ph.D selaku pembimbing utama, dan juga Ketua

    Program Studi Kajian Sastra dan Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas

    Airlangga Surabaya yang telah memberikan waktu untuk masukan atau pun saran

    yang membangun dalam penyelesaian tesis ini, sehingga tesis ini pun terselesaikan

    dengan baik;

    3. Pak Bramantio, M.Hum, selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Naratologi Magister

    Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga Surabaya, yang telah membantu

    memberikan saran demi kemajuan dan lancarnya tesis ini;

    4. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Magister Kajian Sastra dan Budaya Universitas

    Airlangga Surabaya yang selama ini telah memberikan masukan dan ilmunya;

    5. Kedua orang tua, Sumedi dan Siti Sadiyah atas limpahan kasih sayangnya dan

    dukungannya selama ini sehingga mampu melewati saat-saat tersulit;

    6. Adik saya, Meidyana Ira Prabawanti, yang telah berbagi kasih sayang selama ini,

    dan semoga termotivasi untuk menyelesaikan studinya;

    7. Haorrahman Dwi Saputra, atas kesabaran dan pengertiannya selama ini;

    8. Sahabat-sahabat saya, di kelas Kajian Sastra dan Budaya, Sandra, Yuni Kus, Mbak

    Yuni, Mbak Lila, Mbak Vera, Mbak Karin, Mbak Fidy, Mbak Evi, Mas Fatoni,

    Naren, Hilmy, terima kasih atas dukungan dan waktunya selama ini. Terimakasih

    telah mengajarkan arti perjuangan bersama meraih mimpi. Semoga ilmu kita

    bermanfaat dan barokah;

  • ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

    ix

    TESIS