Terstruktur Manajemen Negara Revisi

download Terstruktur Manajemen Negara Revisi

of 25

  • date post

    07-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    397
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Terstruktur Manajemen Negara Revisi

1 OPTIMALISASI PERAN MANAJEMEN GUNA MENYELESAIKAN KONFLIK DI INDONESIA DALAM RANGKA PENATAAN PEMBANGUNAN PERTAHANAN NEGARA BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. Globalisasi berdampak pada percepatan perkembangan ilmu pengetahuan pada

satu sisi, namun pada sisi lain dapat menyebabkan konflik pada manusia yang tidak siap menghadapi keadaan yang cepat berubah. Persepsi seseorang terhadap konflik dilatar belakangi oleh pengalaman, tingkat pendidikan dan pengaruh lingkungan sosial. Keberadaan konflik pada suatu Negara tidak dapat dihindarkan, dengan kata lain bahwa konflik akan selalu hadir dan tidak dapat dielakkan. Konflik tidak terjadi begitu saja secara mendadak tanpa sebab dan proses akan tetapi melalui tahapan-tahapan tertentu. Proses terjadinya konflik terdiri dari tiga tahap, pertama peristiwa sehari-hari, kedua adanya tantangan dan yang ketiga timbulnya pertentangan1). Perbedaan pendapat dan pertentangan kepentingan di dalam masyarakat merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik, untuk itu aparat keamanan dan aparat pemerintahan lainnya harus berusaha untuk melakukan deteksi dini dan cegah dini guna mencegah meluasnya konflik antar masyarakat yang dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa. b. Sejarah perjalanan NKRI yang panjang dan didalam perjalanannya sering dengan Negara tetangga terkait permasalahan perbatasan dan lain

mendapat ancaman baik yang datang dari dalam negeri sendiri maupun dari luar khususnya sebagainya. Permasalahan dalam negeri yang sarat dengan konflik SARA yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa yang timbul dari adanya rasa ketidakadilan dan pengaruh dari pihak asing, bahkan ada beberapa daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Perubahan paradigma dalam kehidupan bermasyarakat hanya bersifat utopis (bersifat khayal, hanya bagus dalam gambaran tetapi sulit diwujudkan) dengan adanya tuntutan dan desakan masyarakat untuk menuju era demokratisasi.1)

Hendricks W. (1992)

2

Perjalanan reformasi tanpa konsep yang diaplikasikan akan membawa dampak yang sangat luar biasa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bila dihadapkan saat bangsa sedang dilanda krisis multidimensi telah membuat instabilitas nasional karena kepentingan individu dan kelompok lebih diutamakan dari pada kepentingan Negara, hal ini dibutuhkan suatu pertahanan Negara yang maksimal. c. Pertahanan Negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan

Negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan ganguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara2. Pertahanan Negara diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina kemampuan, daya tangkal Negara dan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman3, dan juga kita mengetahui bahwa pertahanan Negara bukan hanya milik TNI tetapi merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa, dan diselenggarakan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan system pertahanan Negara4. Berhubungan dengan penyelenggaraan Pertahanan Negara dibutuhkan suatu manajemen yang berkualitas dan saat ini sangat banyak organisasi Publik, Organisasi Non profit dan Organisasi privat (Bisnis) serta Militer berdiri sendiri dan terpadu diberbagai Negara khususnya Amerika, Jepang, Australia dan Singapura serta Inggris menggunakan berbagai macam model manajemen. Berkaitan dengan hal tersebut maka di Indonesia umumnya dan khususnya TNI segera merumuskan manajemen yang tepat, guna menentukan model yang sesuai dengan kondisi bangsa dan Negara Indonesia, maka diperlukan suatu analisa terhadap beberapa model manajemen yang diantaranya adalah manajemen perubahan, modern, strategi, dan manajemen mutu terpadu. 2. Maksud dan Tujuan.

a.

Maksud.

Tulisan ini untuk memberikan gambaran tentang bagaimana

Optimaliasi peran Manajemen Mutu terpadu TNI dalam rangka penataan Pembangunan Pertahanan Negara.2

) Pasal 1 UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara huruf 1. ) Pasal 6 UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. 4 ) Pasal 7 UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.3

3

b.

Tujuan.

Memberikan sumbangan pikiran kepada pimpinan TNI

sebagai pengambil keputusan guna dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan selanjutnya. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. :

a. b. c. d. e. 4.

Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V

: Pendahuluan. : Landasan Pemikiran. : Tinjauan Teoritas Manajemen pada penataan pembangunan Pertahanan Negara. : Analisis Optimalisasi Peran manajemen dalam Penataan pembangunan Pertahanan Negara. : Penutup. Naskah ini dibuat dengan menggunakan metode diskriptif

Metode dan Pendekatan.

analistis dengan pendekatan kepustakaan dan pengalaman penugasan. 5. Pengertian.

a.

Manajemen.

Kata manajemen merupakan suaru proses di dalam penggunaan

sumber daya secar efektif untuk mencapai sasaran tertentu. b. Manajemen perubahan adalah suatu kegiatan mengelola perubahan yang terjadi

akibat pengaruh dari eksternal dan berdampak internal hingga persoalan majerial. c. Manajemen Modern Adalah proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian,

pengendalian dan pengawasan, yang dalam fungsi pengorganisasian memerlukan kegiatan serasi, selaras dan seimbang serta dilengkapi dengan fungsi lainnya guna mencapau tujuan organisasi. d. Manajemen Strategik merupakan sejumlah keputusan dan tindakan yang

mengarah pada penataan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran.

4

e.

Manajemen Mutu Terpadu (TQM)

yang merupakan pengelolaan yang

berkualitas dan merupakan suatu manajemen kontemporer atau masa kini yang modern di era informasi ataupun yang lebih dikenal sebagai globalisasi yang dituntut kapasitas manajemen organisasi untuk melakukan transformasi menuju perubahan manajemen yang bermutu. BAB II LANDASAN PEMIKIRAN 6. Umum. Rancangan pembangunan jangka menengah nasional tahun 2004 2009

pada Peraturan Presiden RI Nomor 7 tahun 2005 mempunyai visi diantaranya terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara yang Aman dan damai, di dalam peraturan ini pada Bab 7 terdapat program peningkatan kemampuan pertahanan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman militer serta ancaman bersenjata terhadap keutuhan bangsa dan Negara, pembangunan kemampuan pertahanan relatif terabaikan sehingga mengakibatkan turunnya kemampuan pertahanan Negara secara keseluruhan, gerakan separatisme di NAD dan Papua serta konflik horizontal di Maluku, Maluku Utara, Poso dan Mamasa menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan Indonesia tidak saja rentan terhadap ancaman dari luar tetapi juga belum mampu meredam gangguan dari dalam5. Kondisi Globalisasi (Westernisasi, Internasionalisasi, Universalisasi dan Deteritorialisasi) mengakibatkan suatu perubahan yang lebih banyak berdampak negatifnya bila Indonesia tidak mempersiapkan pertahanan negara dalam mengatasi ancaman militer dan nir militer, untuk itu diperlukan adanya suatu landasan pemikiran dalam penataan pembangunan pertahanan negara yang menggunakan suatu manajemen yang tepat. 7. Landasan Historis. Sejarah tingkat perkembangan manajemen merupakan suatu

evolusi gerakan yang dimulai dari masa studi waktu gerak oleh Bapak manajemen ilmiah Fredererick, ilmiah adalah pemisahan antara perencanaan dan pelaksanaan, dan sampai saat ini masih digunakan di Jepang dan Amerika serta Eropa. Manajemen yang memiliki prinsip prinsip baik seperti halnya Top manajemen berperan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kualitas, mengakui adanya krisis kualitas dalam organisasinya, menganggap yang dilayani baik eksternal dan internal penting dan pentingnya perbaikan yang berkelanjutan,5

) Perpres No. 7 tahun 2005 tentang RPJMN hal 67.

5

serta perlu tindakan yang nyata dan perlu diselenggarakan pelatihan untuk SDM6.

Sektor

pertahanan Negara saat ini masih berada pada urutan keempat dibawah fungsi pelayanan umum, pendidikan dan ekonomi7, kondisi yang ada tentang krisis ekonomi sejak tahun 1998 telah memperlambat pembangunan disegala bidang, hal ini sangat dipengaruhi oleh masing masing instansi yang menggunakan model manajemen tradisional, maka dari landasan historis tersebut diatas kita semua telah mengerti dan memahami tentang kelemahan kelemahan yang terjadi dan mengakibatkan tumpang tindihnya (Overlaping) dari strategi strategi dalam menggunakan model manajemennya. Melihat kondisi nyata saat ini, maka TNI belum dapat maksimal dalam menyusun pembangunan pertahanannya sesuai ranah wewenangnya dibidang tangung jawabnya, dikarenakan permasalahan dan persoalan persoalan tersebut diatas. 8. Landasan Filosofis. a. Landasan idiil. Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, memiliki

kekuatan yang mengikat secara hukum pada seluruh tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai ideologi Negara, Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenaran, ketetapan dan kemanfaatannya bagi bangsa Indonesia. Sebagai komponen bangsa dan selaku komponen utama pertahanan, TNI dalam menjalankan tugasnya menjamin keutuhan dan kedaulatan wilayah NKRI serta keselamatan segenap bangsa dengan selalu berpegang teguh pada Sapta Marga yang berdasarkan Pancasila perlu didukung oleh semua yang terkait dalam penyelenggaraan optimalisasi pertahanan Negara dengan menggunakan manajemen yang tepat, sehingga Departemen Pertahanan dan Departemen lainnya dan semua komponen bangsa bersatu padu meningkatkan kualitas kinerjanya dalam mengoptimalkan penataan pembangunan pertahanan Negara yang berlandaskan Pancasila. b. Landsan Konstitusional. Dalam UUD 1945 memuat secara jelas sistem dan

bentuk Negara, pemerintahan yang bersifat demokratis, serta cita cita dan tujuan Nasional, bahwa Negara Republik Indonesia bertanggung jawab m