Teori Seni dalam Tiga Tahap Kebudayaan

download Teori Seni dalam Tiga Tahap Kebudayaan

of 19

  • date post

    18-Dec-2014
  • Category

    Career

  • view

    8.084
  • download

    4

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Teori Seni dalam Tiga Tahap Kebudayaan

  • 1. Tugas Paper I Matakuliah Antropologi Seni MAPPING TEORI SENI Dosen Pengampu : Prof. Dr. Y. Sumandiyo Hadi Disusun Oleh : Aditya NirwanaPROGRAM STUDI PENCIPTAAN & PENGKAJIAN SENI PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2012
  • 2. DAFTAR ISIDAFTAR ISI .................................................................................................. 2BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang........................................................................................... 31.2. Rumusan Masalah...................................................................................... 31.3. Tujuan........................................................................................................ 4BAB II PEMBAHASAN2.1. Tiga Tahap Kebudayaan............................................................................ 52.2. Seni Sebagai Bentuk Mimesis................................................................... 62.3. Seni Sebagai Bentuk Ekspresi................................................................... 92.4. Seni Dalam Konsep Fungsional................................................................ 13BAB III KESIMPULAN3.1. Kesimpulan ............................................................................................... 183.2. Saran.......................................................................................................... 18DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 19Aditya Nirwana (122 0701 412), Tugas Antropologi Seni - Mapping Teori Seni 2
  • 3. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistemgagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yangdijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 2009 : 144). Senimerupakan salah satu wujud kebudayaan yang bersifat artifact, yakni benda-benda hasil karya manusia disamping dua wujud kebudayaan yang lain yaituideas, dan activities. Cultural Studies selalu menjadi topik yang menarik, khususnya bidangseni yang dikaji dengan perspektif kebudayaan atau antropologi, dimanakebudayaan selalu berkembang, selalu bergeser, sesuai dengan sifatnya yangsuper-organik. Perubahan-perubahan tersebut, yang telah lalu dan yang sekarang,tahap yang telah lalu dan tahap yang sekarang, semuanya terekam dalam sebuahwujud karya seni. Rekam jejak pergeseran-pergeseran atau perubahan nilaibudaya dalam kurun waktu tertentu tersebut dapat dilihat dari perwujudan karyaseni dalam kurun waktu itu sendiri, bahkan untuk melihat sejauh mana tingkatperadaban sebuah bangsa, maka karya seni menjadi indikator peradaban tersebut.1.2. Rumusan Masalah Masalah yang diangkat dalam kajian ilmiah ini, ialah penulis mencobauntuk mengkaitkan antara tiga teori seni mengenai seni sebagai bentuk mimesis,seni sebagai bentuk ekspresi manusia, serta seni sebagai bentuk yang fungsionaldengan teori tiga tahap kebudayaan yang diajukan oleh van Peursen, yakni tahapmitis, tahap ontologis, dan tahap fungsional. Sejauh mana kebertautan antaraketiga teori seni tersebut dengan tiga tahap kebudayaan, signifikasi, sertaimplikasinya di dalam karya seni, serta bagaimana konstruksi argumen yangdisintetis untuk menemukan keberkaitan tersebut. Disamping itu, bagaimana sikapseniman terhadap karya seni berangkat dari teori-teori tersebut.Aditya Nirwana (122 0701 412), Tugas Antropologi Seni - Mapping Teori Seni 3
  • 4. 1.3. Tujuan Tujuan dari dibuatnya kajian ilmiah ini ialah mengetahui sejauh manahubungan antara tiga teori seni mengenai seni sebagai bentuk mimesis, senisebagai bentuk ekspresi manusia, serta seni sebagai bentuk yang fungsionaldengan teori tiga tahap kebudayaan. Disamping itu juga mengetahui bagaimanapola pikir atau sikap seorang seniman dalam mencipta karya pada tahap-tahaptersebut.Aditya Nirwana (122 0701 412), Tugas Antropologi Seni - Mapping Teori Seni 4
  • 5. BAB II PEMBAHASAN2.1. Tiga Tahap Kebudayaan Tiga tahap kebudayaan diusulkan oleh van Peursen dalam bukunya yangberjudul Strategi Kebudayaan. Pendekatan skematis tersebut dijabarkan dalamsebuah bagan yang memperlihatkan tiga tahap perkembangan kebudayaan untukmembeberkan suatu gambaran sederhana mengenai perkembangan kebudayaanmanusia. Tiga tahap kebudayaan menurut van Peursen (1988 : 18) antara lain : 1. Tahap pemikiran mitis Yang dimaksud dengan tahap mitis ialah sikap manusia yang merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib sekitarnya, yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekuasaan kesuburan, seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa primitif. 2. Tahap pemikiran ontologis Yang dimaksud dengan tahap kedua atau ontologis ialah sikap manusia yang tidak hidup lagi dalam kepungan kekuasaan mistis, melainkan yang secara bebas ingin meneliti segala hal. Manusia mengambil jarak kepada sesuatu yang dahulu dirasakan sebagai kepungan. 3. Tahap pemikiran fungsional Tahap ketiga atau fungsional ialah sikap dan alam pikiran yang makin nampak pada manusia moderen, yang mana tidak lagi terpesona oleh lingkungannya (sikap mitis), dan tidak lagi dengan kepala dingin mengambil jarak dengan obyek penyelidikannya (sikap ontologis), namun manusia ingin mengadakan relasi-relasi baru, suatu kebertautan yang baru terhadap segala sesuatu dalam lingkungannya. Namun begitu, dalam ketiga pemikiran di atas, tidak dapat dikatakanbahwa suatu tahap pemikiran lebih maju dari tahap pemikiran lainnya, atausebaliknya, suatu tahap pemikiran lebih terbelakang daripada tahap pemikiranyang lain, sebab ketiganya memiliki peranan masing-masing. Pada tahap mitismisalnya, sekalipun bentuk kebudayaan dan cara pemanfaatan benda-benda sangatAditya Nirwana (122 0701 412), Tugas Antropologi Seni - Mapping Teori Seni 5
  • 6. berbeda dengan dunia modern, namun dalam sebuah mitos kita dapatmenyaksikan bagaimana manusia menyusun strategi, dan mengatur hubunganantara kekuatan alam dan manusia, sehingga dapat dipahami bahwa dalam duniamitis menampakkan suatu sifat manusiawi yang umum. Begitu juga dengankebudayaan timur dan kebudayaan barat, konsep mengenai timur-barat merupakansebuah konsep kontras kebudayaan. Konsep ini mediskuskan mengenai kontrasantara kebudayaan timur yang mempunyai pandangan yang mementingkankehidupan kerohanian, mistik, pikiran pre-logis, keramah-tamahan, dan kehidupansosial, sebaliknya kepribadian barat mempunyai pandangan hidup yangmementingkan kehidupan material, pikiran logis, hubungan berdasarkan asasguna, dan individualism. Namun mengenai konsep kontras kebudayaan timur-barat tersebut tidaklah mutlak benar. Bedasarkan hal tersebut, penulis berargumen bahwa ada sebuahketerkaitan yang erat antara tiga tahap kebudayaan tersebut dengan seni sebagaibentuk mimetis, seni sebagai bentuk ekspresi, dan seni sebagai bentuk fungsional.Hubungan keterkaitan tersebut tetap dilandasi dengan prinsip tidak ada dari salahsatu hal tersebut lebih maju dari yang lain atau sebaliknya, satu hal lebihterbelakang dari yang lain. Seperti yang dapat kita saksikan pada era kotemporersekalipun, konsep mimetik juga memiliki perannya, misalnya pada karya pop-artAndi Warhol, dimana pengaruh konsepsi mimesis nampak pada hampir sebagianbesar karya ilustrasi maupun desain grafis yang ia ciptakan.2.2. Seni Sebagai Bentuk Mimesis Pada tahap pemikiran mitis, manusia terkepung oleh kekuatan-kekuatangaib sekitarnya, yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekuasaan kesuburan,yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekuasaan kesuburan, sepertidipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa primitif. Begitu juga dengankesenian, kesenian sebagai artifact, yakni wujud dari kebudayan disamping ideadan activities juga dipengaruhi oleh hal-hal yang berbau mitos. Hal ini nampaksekali dalam berbagai macam bentuk kesenian, misalkan di Timur Tegah, terdapatsuku Nomad yang pada saat mereka memasang tenda-tenda pada sebuah oase,Aditya Nirwana (122 0701 412), Tugas Antropologi Seni - Mapping Teori Seni 6
  • 7. lalu memperagakan sebuah peristiwa dari zaman purbakala ketika para dewaberkelahi dengan raksasa yang merebut ruang hidup mereka. Suku itumemperagakan peristiwa tersebut dalam bentuk tarian-tarian meniru sang dewaseperti apa yang ada di dalam pikiran mereka dalam sebuah gerakan-gerakan. Di kepulauan Mentawai, terdapat Turuk Laggai yang merupakan tarianbudaya yang menyimbolkan binatang yang ada di lingkungan mereka tempati.Dalam turuk langgai, liukan tubuh dan rentakan kaki penari mengikuti iramagendang