teori sablon

download teori sablon

of 12

  • date post

    16-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.927
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of teori sablon

Tutorial kali ini adalah tutorial dan langkah paling awal dalam pengerjaan menyablon, yaitu membuat film sablon. Tutorial ber-seri ini khusus untuk sablon diatas objek kaos. Film sablon adalah cetakan gambar dalam bentuk print di atas kertas yang nantinya akan digunakan untuk membentuk afdruk di screen atau kain saring. Nah, kertas inilah yang disebut film sablon. Banyaknya cetakan kertas film sablon ini tergantung dari banyaknya warna dari gambar yang akan kita sablon, misalnya gambar di bawah ini :

Gambar untuk di sablon Maka banyak cetakan film sablon adalah 3 buah, karena warna desain terdiri dari 3 warna. yaitu Hitam, Putih dan merah (Asumsi warna dasar kaos adalah Biru muda). Ok, langsung saja kita belajar mempraktekkan bagaimana cara membuat film sablon. Siapkan desain yang ingin dicetak Untuk mendownload gambar tutorial ini, klik disini. Edit gambar di photoshop untuk memisahkan warnanya. 1. Buka file gambar dengan program photoshop 2. Klik menu Select >> Color range

Color range ini berguna untuk menyeleksi bagian gambar dengan parameter sebuah warna yang kita tentukan. Klik dibagian gambar yang berwarna hitam, maka otomatis semua bagian yang berwarna hitam akan terseleksi. Jangan lupa untuk memperhatikan Skala Fuzziness-nya untuk tolerance sesuai keinginan. Lalu klik OK. Maka bagian warna hitam pun akan terseleksi dengan baik. 3. Klik kanan di bagian yang sudah terseleksi pilih Layer via Copy

Perhatikan panel layers anda (untuk memunculkan panel layers klik Windows >> Layers), Maka Layer anda akan bertambah 1 layer dimana layer tersebut hanya terisi bagian yang warna hitam saja. 4. Lakukan langkah ke-3 untuk pemisahan layer warna yang lainnya yaitu putih dan merah sehingga anda memiliki 4 Layer

5. Layer-layer yang telah dipisahkan tadi selanjutnya diberi warna hitam semua Klik salah satu layer yang ingin diberi warna hitam sambil menekan tombol Ctrl di keyboard, maka layer tersebut akan terseleksi bagian yang ada warnanya. Lalu warnai dengan tool brush berwarna hitam pekat. Lakukan pada ketiga layer tsb. 6. Print masing2 layer di kertas dengan ukuran yang sama. Sekali lagi, Ukurannya harus sama. Untuk mencetak satu-persatu layer-layer yang telah dipisahkan tadi, anda tinggal menghidupkan atau mematikan icon bergambar mata yang ada di sebelah layer.

Print tiap layer (pemisahan warna) masing2 1 kertas. Ingat, kalo bisa print quality-nya yang bagus agar hasilnya cetakannya berwarna hitam pekat. Jika sudah selesai di cetak, anda harus masuk kedalam pembuatan afdruk di screen atau kain saring. Nantikan terus kelanjutan tutorialnya ya. Kalo ada pertanyaan, silahkan isi form komentar di bawah ini.

Kelihatannya ini adalah permasalahan umum yang dihadapi oleh para pemula sablon yaitu ketika mencetak warna putih di kaos gelap. Banyak sekali pertanyaan yang terkait dengan permasalahan tinta putih ini. Kenapa ya warna lain bagu2 aja, tapi warna putihnya kok tipis? Kenapa ya kalo cetak warna putih di kaos gelap gak bisa bisa halus dan daya tutupnya kurang. Ya memang tinta putih ini memang butuh perhatian khusus. mulai dari teknik sablon sampai pada hal-hal kecil yang juga harus diperhatikan. Tidak seperti tinta hitam atau gelap yang kita cetak di kaos cerah, meskipun anda menggunakan ukuran screen kurang tepat, tanpa off contact dan sudut rakel yang tidak benar ketika mencetak, biasanya tidak terjadi masalah yang signikan pada hasil sablonnya. Terlepas dari masalah tinta putihnya yang bagus atau nggak, kayaknya permasalahan ini bisa diminimalisir dengan beberapa tips yang juga digunakan oleh para ahli sablon. Berikut ini beberapa hal yang penting anda perhatikan : 1. Gunakan ukuran mesh Screen yang lebih besar lubangnya. Ukuran mesh sangat berpengaruh terhadap turunnya tinta ke kaos ketika rakel digesut. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu tipis tinta yang turun ke kaos. Maka ada baiknya anda gunakan screen dengan ukuran mesh lebih besar. Tapi jangan salah ya, ukuran mesh itu semakin besar angka T-nya maka semakin kecil lubangnya. Jadi, gunakan ukuran screen dengan T lebih kecil. Jangan terlalu kecil ukuran T-nya, nanti malah jadi kasar hasilnya. Disarankan ukuran screen berkisar pada T-48 sampai T- 61. 2. Harus ada Off Contact. Off contact adalah sebutan untuk jarak/gap antara kain screen dan kaos ketika proses cetak. Off contact ini bertujuan agar ada ruang kecil yang bagi tinta untuk turun ke kaos dengan lebih banyak. Jika anda menggunakan mesin rotary, ada settingan untuk mengatur off contact ini. Atau jika anda masih menggunakan cara manual, bisa dengan mengganjal bagian bawah screen dengan busa atau karet

berukuran 3-5 mm. Lihat gambar di bawah ini :

3. Perhatikan Angle/sudut rakel yang tepat. Kesalahan dalam mengambil angle/sudut dari rakel ketika proses gesut banyak terjadi pada pemula. Hal ini juga menyebabkan tinta yang turun ke kaos tidak sempurna. perhatikan gambar berikut ini untuk lebih jelasnya.

Sudut rakel yang SALAH

Sudut rakel yang benar Demikian Tips mengatasi permasalahan sablon tinta putih. Semoga membantu Salam,,,

terhitung sudah 2 hari saya gak posting disini. Semenjak publish posting Bedanya sistem warna RGB dan CMYK rasanya koq males banget ya nulis. Entah karena ada orderan sablon kaos yang cukup banyak atau emang lagi males aja. Online sih sering tapi malah tergiur sama baca2 artikel orang, sambil maen Fb or riset2 pasar. Hah,,, emang dunia online kadang2 suka bikin lupa berkarya nih. Go Offline aja deh dulu,,, Tips kali ini buat para newbie sablon yang sering dibikin stress sama obat sablon yang namanya Pasta. Ada yang tanya ke saya, koq waktu coba sablon kaos, di screen bekas pasta karetnya gak mo ilang. Udah dicoba pake remover juga ga bisa, malah yg ilang film di screen-nya. Bekas pasta karet nya tetep nempel di screen tolong bantuin yach.????????? Penting banget untuk diketahui bagi pemula, kebanyakan Pasta emang punya sifat yang gampang kering. Gak boleh terlalu lama nempel di screen dan didiamkan. Jangankan terlalu lama, lebih dari 10 menit aja, pasta itu bakalan kering dan susah sekali dibersihin. Kadang2 para newbie yang baru coba nyablon, ketika mentransfer pasta ke kaos, screen diangkat dan taruh begitu aja. Ngerokok dulu lah, ngopi dulu, ngobrol dulu. Dia gak tau dalam sekejap, tuh pasta ngering di screen. Dan alamak kayaknya nggak mungkin lagi dibersihin. Coba aja tanya solusinya ke toko sablon, paling2 jawabannya gini Beli aje yang baru bozz !. Hehe :) Tipsnya, besok2 kalau nyablon, setiap satu kali kita nyablon, buru2 deh di lap pake kain basah, baru terusin lagi. Kalau bisa sediain aja wadah kecil yang bisa nampung air disamping kita waktu nyablon, sama lap-nya juga. Nanti kalo udah mahir sablon, bisa 5 kali naik sablon, 1 kali ngelapnya. Karena sudah mulai terbiasa untuk nembak atau ngukur tempat meletakkan screen di atas kaos. Kalo mau istirahat dulu atau mau dilanjutin besok nyablonnya dan film di screen masih dibutuhkan, jangan lua untuk segera membersihkan screen dan pastikan dulu screen-nya bersih dari pasta dengan membilasnya dengan air atau bisa juga dengan bantuan cairan m3. Discharge Printing adalah jenis sablon yang mencabut warna dasar kaos. Biasanya orang juga menyebut jenis sablon ini dengan sebutan cabut warna. Jenis sablon ini yang paling saya suka diantara jenis sablon lainnya, karena sifatnya yang tidak ada karetnya dan hasil sablonnya meresap ke dalam bahan kaos. Jenis sablon ini menggunakan powder Discharge yang ditambahkan ke dalam adonan tinta. Tapi jangan heran ya kalau nanti ketika nyoba jenis sablon ini, ada bau-bau yang nggak sedap. Bau Jengkol. Maklum, mungkin bahan dasar pembuat powder discharge ini dari jengkol. Hehe,, becanda.

Teman yang baru di bidang sablon pasti bertanya-tanya, apa sih Discharge ? Atau apa sih cabut warna? bagaimana sih kira2 hasil sablonnya ? Oke, saya jelasin dengan bahasa yang agak sedikit mudah di mengerti. Sebelumnya saya mau tanya dulu, udah pernah nyablon pake pigmen/extender? Kalo udah pernah, kita tau bahwa pigmen atau extender memiliki sifat transparan, tanpa karet dan meresap ke dalam serat kain. Pigmen atau extender ini biasanya digunakan untuk kain berwarna cerah saja kan. Berarti, pigmen atau extender ini tidak akan muncul warnanya jika di sablon ke kain yang gelap. Kalo belum pernah, silahkan dicoba aja dulu. Nah, untuk menyablon pigmen pada kaos warna gelap, maka powder discharge inilah yang berperan. Powder ini akan mencabut warna dasar kain (yang gelap itu), sehingga berwarna putih/abu2. Jika warna dasar kain sudah tercabut, maka pigmen pun bisa terlihat warnanya di kaos. Mudah-mudahan paham ya,,,, Kalo mau lebih bagus lagi sih sebenarnya pasangan powder ini pake tinta plastisol 100. Cocok banget untuk jenis sablon raster atau halftone. CAT RUBBER: Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu. CAT TRANSPARAN: Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya. CAT EXTENDER: