Teori Konsumsi Islami

download Teori Konsumsi Islami

of 36

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    952
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Teori Konsumsi Islami

Pertemuan 5

Teori Konsumsi IslamiAziz Budi Setiawan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

1. 1. 2. 2. 3. 3. 4. 4.

Bahasan Pertemuan 5 Bahasan Pertemuan 5 Maslahah dalam Konsumsi Maslahah dalam Konsumsi Hukum Utilitas dan Maslahah Hukum Utilitas dan Maslahah Keseimbangan Konsumen Keseimbangan Konsumen Hukum Permintaan dan Hukum Permintaan dan Penurunan Kurva Permintaan Penurunan Kurva Permintaan

Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition

Chapter 14: Page 2

Overview Awal (1) Overview Awal (1) Setiap hari kita membuat sejumlah keputusan bagaimana Setiap hari kita membuat sejumlah keputusan bagaimana mengalokasikan sumber dayauntuk memenuhi berbagai kebutuhan. mengalokasikan sumber dayauntuk memenuhi berbagai kebutuhan. Contoh: baca koran vs melihat tv, sarapan apa dan dimana, dll. Contoh: baca koran vs melihat tv, sarapan apa dan dimana, dll. Dalam menentukan pilihan Dalam menentukan pilihan harus menyeimbangkan antara harus menyeimbangkan antara preferensi dan ketersediaan sumber daya. preferensi dan ketersediaan sumber daya. hal ini melahirkan fungsi hal ini melahirkan fungsi permintaan. permintaan. Dalam Ekon Konv Dalam Ekon Konv konsumen diasumsikan selalu bertujuan untuk konsumen diasumsikan selalu bertujuan untuk memperoleh kepuasan (utility) dalam kegiatan konsumsinya. memperoleh kepuasan (utility) dalam kegiatan konsumsinya. Utility secara bahasa Utility secara bahasa berguna (usefulness), membantu (helpfulness) berguna (usefulness), membantu (helpfulness) atau menguntungkan (advantage). atau menguntungkan (advantage). Dalam kontek Ekon Dalam kontek Ekon utilitas kegunaan barang yang dirasakan oleh utilitas kegunaan barang yang dirasakan oleh seorang konsumen ketika mengkonsumsi sebuah barang. Kepuasan dan seorang konsumen ketika mengkonsumsi sebuah barang. Kepuasan dan utilitas dianggap sama, meskipun sebenarnya kepuasan adalah akibat utilitas dianggap sama, meskipun sebenarnya kepuasan adalah akibat yang ditimbulkan oleh utilitas. yang ditimbulkan oleh utilitas. Dalam Ekon Konv Dalam Ekon Konv (1) konsumen diasumsikan selalu mengiginkan (1) konsumen diasumsikan selalu mengiginkan tingkat kepuasan yang tertinggi. Barang A dan B, mana yang tertinggi ?. tingkat kepuasan yang tertinggi. Barang A dan B, mana yang tertinggi ?. (2) Masalah selanjutnya adalah mungkinkah konsumen mengkonsumsi (2) Masalah selanjutnya adalah mungkinkah konsumen mengkonsumsi barang tersebut ?? dia akan melihat dana atau anggaran yang barang tersebut dia akan melihat dana atau anggaran yang dimiliki. Kalau ada dan cukup dimiliki. Kalau ada dan cukup beli, kalau tidak beli, kalau tidak tidak jadi atau tidak jadi atau membeli barang lain yang kepuasannya maksimal dan terjangkau membeli barang lain yang kepuasannya maksimal dan terjangkau anggaran. anggaran.

Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition

Chapter 14: Page 3

Overview Awal (2) Overview Awal (2) Beberapa yang perlu dikritisi dari perspektif Konv. diatas: Beberapa yang perlu dikritisi dari perspektif Konv. diatas: (1) Penentuan barang dan jasa untuk dikonsumsi didasarkan pada (1) Penentuan barang dan jasa untuk dikonsumsi didasarkan pada kriteria kepuasan. Kritik kriteria kepuasan. Kritik apakah barang dan jasa yang apakah barang dan jasa yang memuaskan selalu identik dengan barang dan jasa yang membawa memuaskan selalu identik dengan barang dan jasa yang membawa manfaat atau kebaikan ??Jawabnya belum tentu. manfaat atau kebaikan Jawabnya belum tentu. (2) batasan konsumsi hanya anggaran. Sepanjang ada anggaran (2) batasan konsumsi hanya anggaran. Sepanjang ada anggaran maka akan dikonsumsilah barang tersebut. Kritik maka akan dikonsumsilah barang tersebut. Kritik sikap seperti sikap seperti ini jelas akan menafikan kepentingan orang lain atau ini jelas akan menafikan kepentingan orang lain atau pertimbangan aspek lain seperti kehalalan. pertimbangan aspek lain seperti kehalalan. Prilaku seperti diatas tidak dapat begitu saja diterima oleh Ekon Islam. Prilaku seperti diatas tidak dapat begitu saja diterima oleh Ekon Islam. Konsumsi yang Islami selalu berpedoman pada ajaran Islam. Konsumsi yang Islami selalu berpedoman pada ajaran Islam. Diantaranya: memperhatikan kebutuhan orang lain. Sebagaimana Diantaranya: memperhatikan kebutuhan orang lain. Sebagaimana hadits yang menganjurkan membagi makanan untuk tetangga yang hadits yang menganjurkan membagi makanan untuk tetangga yang mencium aroma masakannya, diharamkan berlebihan sedang tetangga mencium aroma masakannya, diharamkan berlebihan sedang tetangga kelaparan. kelaparan. Tujuan konsumsi Tujuan konsumsi seorang muslim akan lebih mempertimbangkan seorang muslim akan lebih mempertimbangkan maslahah daripada utilitas. maslahah daripada utilitas. pencapaian maslahah merupakan pencapaian maslahah merupakan tujuan syariah Islam (maqashid syariah) tujuan syariah Islam (maqashid syariah) tentu saja harus menjadi tentu saja harus menjadi tujuan kegiatan konsumsi. tujuan kegiatan konsumsi.

Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition

Chapter 14: Page 4

Dalam menjelaskan konsumsi Dalam menjelaskan konsumsi kita mengasumsikan konsumen cenderung kita mengasumsikan konsumen cenderung untuk memilih barang dan jasa yang memberikan maslahah maksimum. untuk memilih barang dan jasa yang memberikan maslahah maksimum. sesuai rasionalitas Islami pelaku ekon selalu ingin meningkatkan sesuai rasionalitas Islami pelaku ekon selalu ingin meningkatkan maslahah yang diperoleh. Keyakian adanya hari pembalasan berpengaruh maslahah yang diperoleh. Keyakian adanya hari pembalasan berpengaruh signifikan terhadap kegiatan konsumsi. signifikan terhadap kegiatan konsumsi. Kandungan maslahah terdiri dari manfaat dan berkah. Dalam konsumsi Kandungan maslahah terdiri dari manfaat dan berkah. Dalam konsumsi konsumen mempertimbangkan manfaat dan berkah ini. konsumen mempertimbangkan manfaat dan berkah ini. Manfaat kegiatan konsumsi Manfaat kegiatan konsumsi konsumen mendapatkan pemenuhan keb konsumen mendapatkan pemenuhan keb fisik atau psikis atau material. fisik atau psikis atau material. Berkah Berkah diperoleh ketika konsumen mengkonsumsi barang/jasa yang diperoleh ketika konsumen mengkonsumsi barang/jasa yang halal. Mengkonsumsi yang halal saja halal. Mengkonsumsi yang halal saja kepatuhan pada Allah SWT, kepatuhan pada Allah SWT, karenanya memperoleh pahala pahala ini yang dirasakan sebagai karenanya memperoleh pahala pahala ini yang dirasakan sebagai berkah. berkah. Berkah negatif Berkah negatif dosa dan siksa Allah dosa dan siksa Allah konsumsi barang haram. konsumsi barang haram. Contoh: dipagi hari melihat TV bisa memilih tayangan berita Contoh: dipagi hari melihat TV bisa memilih tayangan berita bermanfaat atau melihat infotaiment ghibah. bermanfaat atau melihat infotaiment ghibah.

Maslahah dalam Konsumsi Maslahah dalam Konsumsi

1. 1. 2. 2. 3. 3. 4. 4.

Kebutuhan dan Keinginan Kebutuhan dan Keinginan Maslahah dan Kepuasan Maslahah dan Kepuasan Maslahah dan Nilai-nilai EI Maslahah dan Nilai-nilai EI Penentuan dan Pengukuran Maslahah bagi Penentuan dan Pengukuran Maslahah bagi Konsumen KonsumenChapter 14: Page 5

Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition

Kebutuhan dan Keinginan Kebutuhan dan Keinginan Kenaikan permintaan barang/jasa Kenaikan permintaan barang/jasa kehendak orang untuk membeli atau kehendak orang untuk membeli atau memiliki faktor kebutuhan atau faktor keinginan. memiliki faktor kebutuhan atau faktor keinginan. Kebutuhan Kebutuhan segala sesuatu yang harus dipenuhi agar manusia berfungsi segala sesuatu yang harus dipenuhi agar manusia berfungsi sempurna. Contoh: baju menutup aurat, sepatu pelindung kaki, genting dan sempurna. Contoh: baju menutup aurat, sepatu pelindung kaki, genting dan jendela untuk rumah tinggal, dll. jendela untuk rumah tinggal, dll. Keinginan Keinginan hasrat atau harapan seseorang yang jika dipenuhi belum tentu hasrat atau harapan seseorang yang jika dipenuhi belum tentu meningkatkan kesempurnaan fungsi manusia. Contoh: interior rumah yang meningkatkan kesempurnaan fungsi manusia. Contoh: interior rumah yang indah, sepatu bermerek, pakaian mahal, dll. Keinginan indah, sepatu bermerek, pakaian mahal, dll. Keinginan berkaitan dengan berkaitan dengan selera orang dan subjektif. selera orang dan subjektif. Pemenuhan kebutuhan akan memberikan manfaat fisik, spiritual, intelektual Pemenuhan kebutuhan akan memberikan manfaat fisik, spiritual, intelektual atau material. Sedang pemenuhan keinginan akan menambah kepuasan atau atau material. Sedang pemenuhan keinginan akan menambah kepuasan atau manfaat psikis disamping manfaat lain. manfaat psikis disamping manfaat lain. Jika suatu kebutuhan diinginkan Jika suatu kebutuhan diinginkan pemnuhan pemnuhan melahirkan maslahah melahirkan maslahah sekaligus kepuasan. sekaligus kepuasan. Pemenuhan kebutuhan tidak dilandasi keinginan Pemenuhan kebutuhan tidak dilandasi keinginan hanya memberikan hanya memberikan manfaat saja. manfaat saja. Jika yang diinginkan tidak dibutuhkan Jika yang diinginkan tidak dibutuhkan hanya memberi kepuasan saja hanya memberi kepuasan sajaKarakteristik Sumber Hasil Ukuran Sifat Keinginan Hasrat (nafsu) manusia Kepuasan Preferensi atau selera Subjektif Kebutuhan Fitrah manusia Manfaat & berkah Fungsi Objektif DipenuhiPage 6 Chapter 14:

Tuntunan Islam Dibatasi/dikendalikan Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition

Maslahah dan Kepuasan Maslahah dan Kepuasan Jika dilihat kandungan maslahah dari suatu barang/jasa yang terdiri dari manfaat dan Jika dilihat kandungan maslahah dari suatu barang/jasa yang terdiri dari manfaat dan berkah berkah seolah tampak bahwa manfaat dan kepuasan adalah identik. seolah tampak bahwa manfaat dan kepuasan adalah identik. Contoh: Contoh: Ahmad dalam keadaan yan