Tentir Radiologi

download Tentir Radiologi

of 18

  • date post

    16-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    118
  • download

    15

Embed Size (px)

description

ffcrfsdasf

Transcript of Tentir Radiologi

  • Halo teman-teman Mencoba untuk mengambil yang baik-baik dari FKUI, sekarang mau dicoba buat

    tentir yang mirip-mirip dengan buatan mereka.. Semoga aja hasilnya bagus, kalo ada kesalahan langsung

    beritahu yang buatnya ya jadi bisa diperbaiki..

    Untuk menegakkan suatu diagnosis, kita juga butuh yang namanya pemeriksaan penunjang.. nah salah

    satu pemeriksaan penunjang yang akan dibahas kali ini adalah gastrointestinal imaging (bisa X-ray, MRI,

    USG, CT Scan, dll). Untuk X-ray bisa digunakan foto polos (plain film), abdomen 2/3 posisi atau

    intraluminal kontras study (caranya dengan masukin zat ke dalam bagian yang mau difoto, supaya zat yg

    dimasukin ntar bisa nge-warnain bagian yg mw difoto supaya lebih jelas). Kelaianan pada abdomen juga

    dapat diperoleh dari pemeriksaan foto toraks, foto soft tissue toraks contohnya kelainan pada esophagus

    (varises esophagus, abses retrofaringeal). Untuk mengartikan hasil foto polos, kita perlu identitas pasien

    (termasuk temuan klinis), posisi dan kondisi foto agar dalam interpretasi hasil tidak terjadi kesalahan.

    Foto polos mengandalkan kontras fisik dan alami berdasarkan kepadatan dari material yang dilewati oleh

    radiasi sinar X. Dengan demikian, gas,lemak, jaringan lunak dan tulang menghasilkan warna gelap, gelap-

    keabua-abuan, abu-abu dan putih pada gambaran radiografi terutama pada film. Foto polos juga bisa

    digunakan untuk memperlajari dinding abdomen, organ padat, organ berongga dan tulang.

    Benda-benda yang mudah ditembus sinar X akan memberikan gambaran hitam (radiolusen). Benda-benda

    yang sukar ditembus sinar X akan memberikan gambaran putih (radioopak). Ada juga bayangan tidak

    terlalu hitam (moderately radioluscent) dan bayangan tidak terlalu putih (moderately radioopaque).

    Diantara radiolusen sedang dan radioopak sedang ada bayangan keputih-putihan (intermediate).

    Kata dr. Zainuddin, foto ini kurang ideal.. Kenapa?? Soalny foto

    yang baik itu harus Nampak dinding abdomennya, ntar juga

    bakal keliatan pre-peritoneal fat. Nah kalo ini saya juga

    bingung, jadi kalo ada yang tau kenapa harus Nampak dinding

    abdomennya, beritahu ya..

    Disamping foto di slide ada tulisan:

    KUB: (Kidney, Ureter, bladder) Jika foto diambil dari sisi AP,

    maka ketiga organ ini akan tampak.

  • Berdasarkan mudah tidaknya ditembus sinar X, bagian tubuh dibedakan atas:

    1. Radiolusen: gas, udara

    2. radiolusen sedang: jaringan lemak

    3. keputih-putihan: jaringan ikat, otot, darah, kartilago, epitel, batu kolesterol, batu asam urat

    4. radioopak sedang: tulang, garam kalsium

    5. radioopak: logam-logam berat

    Nah organ-organ padat yang akan menghasilkan gambaran radioopak antara lain: hati, limfa, ginjal, M.

    psoas , kandung kemih, Uterus dan Prostate.

    Selain organ padat juga ada organ berongga yang akan terlihat, antara lain lambung, usus halus (gas

    biasanya terlihat dalam bentuk polygonal karena peristaltis. Normalnya diameter usus halus antara 2,5-3

    cm. Valvula mungkin terlihat menyilang di dalam lumen. Usus halus sering terlihat pada foto polos),

    apendiks (kadang-kadang appendicolith terlihat) dan kolon ( bisa berisi udara atau F.E.S.E.S, kolon

    berada di tepi abdomen). Setelah tau organnya, trus kita menilai apakah organ tersebut terletak di

    tempatnya atau ada perubahan letak.

  • Pada foto abdomen, kita perlu mencari apakah terdapat kalsifikasi a

    empedu, pancreas dan sepanjang daerah traktus urinarius.. Nah, untuk mengetahui yang abnormal, kita

    perlu tau dulu yang normalnya.. betul ngk?? Kalsifikasi normal pada daerah abdomen itu antara lain di

    kartilago kosta, nodus limfa mesenterika, vena plebholith pelvis dan kelenjar prostat. Nah kalo selain

    daerah-daerah itu terdapat kalsifikasi, maka bisa dikatakan bahwa terjadi kalsifikasi abnormal.. (nih

    ngomong panjang lebar tentang kalsifikasi, udah pada tau kan kalsifika

    mbah Google).

    Dari foto abdomen,kita menilai ada tidaknya gas yang abnormal.. gas yang abnormal itu bisa terdapat di

    ekstraluminal atau intraluminal (sebenarnya gas di intraluminal itu normal, kecuali jika distribusi da

    jumlahnya yang berlebihan maka jadi ngk normal) seperti di lambung, duodenum dan intestinal.

    Abnormal gas pada esophagus terjadi pada kasus akalasia.. di sini gas esophagus bercampur dengan

    makanan terutama di daerah mediastinum. Gas abnormal yang terdap

    biasanya terjadi pada kasus obstruksi duodenum atau hipertrofik pilorik stenosis (HPS). Gas abnormal

    pada kolon biasa dijumpai pada kasus ileus atau volvolus.

    Obstruksi usus besar dapat dinilai dari foto polos dengan ciri

    dari 5 cm dan ditemukan cut-off (gambaran yang menunjukkan adanya gas, eh tapi tiba

    gambarannya putus di tengah jalan)

    1

    Pada foto abdomen, kita perlu mencari apakah terdapat kalsifikasi abnormal terutama di daerah kandung

    empedu, pancreas dan sepanjang daerah traktus urinarius.. Nah, untuk mengetahui yang abnormal, kita

    perlu tau dulu yang normalnya.. betul ngk?? Kalsifikasi normal pada daerah abdomen itu antara lain di

    dus limfa mesenterika, vena plebholith pelvis dan kelenjar prostat. Nah kalo selain

    daerah itu terdapat kalsifikasi, maka bisa dikatakan bahwa terjadi kalsifikasi abnormal.. (nih

    ngomong panjang lebar tentang kalsifikasi, udah pada tau kan kalsifikasi apaan?? Kalo ngk tau, cari aja di

    Dari foto abdomen,kita menilai ada tidaknya gas yang abnormal.. gas yang abnormal itu bisa terdapat di

    ekstraluminal atau intraluminal (sebenarnya gas di intraluminal itu normal, kecuali jika distribusi da

    jumlahnya yang berlebihan maka jadi ngk normal) seperti di lambung, duodenum dan intestinal.

    Abnormal gas pada esophagus terjadi pada kasus akalasia.. di sini gas esophagus bercampur dengan

    makanan terutama di daerah mediastinum. Gas abnormal yang terdapat di lambung atau duodenum

    biasanya terjadi pada kasus obstruksi duodenum atau hipertrofik pilorik stenosis (HPS). Gas abnormal

    pada kolon biasa dijumpai pada kasus ileus atau volvolus.

    Obstruksi usus besar dapat dinilai dari foto polos dengan ciri-ciri diameter usus tersebut menjadi lebih

    off (gambaran yang menunjukkan adanya gas, eh tapi tiba

    2 3

    bnormal terutama di daerah kandung

    empedu, pancreas dan sepanjang daerah traktus urinarius.. Nah, untuk mengetahui yang abnormal, kita

    perlu tau dulu yang normalnya.. betul ngk?? Kalsifikasi normal pada daerah abdomen itu antara lain di

    dus limfa mesenterika, vena plebholith pelvis dan kelenjar prostat. Nah kalo selain

    daerah itu terdapat kalsifikasi, maka bisa dikatakan bahwa terjadi kalsifikasi abnormal.. (nih

    si apaan?? Kalo ngk tau, cari aja di

    Dari foto abdomen,kita menilai ada tidaknya gas yang abnormal.. gas yang abnormal itu bisa terdapat di

    ekstraluminal atau intraluminal (sebenarnya gas di intraluminal itu normal, kecuali jika distribusi dan

    jumlahnya yang berlebihan maka jadi ngk normal) seperti di lambung, duodenum dan intestinal.

    Abnormal gas pada esophagus terjadi pada kasus akalasia.. di sini gas esophagus bercampur dengan

    at di lambung atau duodenum

    biasanya terjadi pada kasus obstruksi duodenum atau hipertrofik pilorik stenosis (HPS). Gas abnormal

    iameter usus tersebut menjadi lebih

    off (gambaran yang menunjukkan adanya gas, eh tapi tiba-tiba

  • (Gambar 1 dan 2 tuh dari slide, coba liat di abdomennya ada gambaran gas yang radiolusen tapi tiba-tiba

    jebrekkk putus tengah jalan, nah itu kata dr. Zainuddin disebut cut-off. Gambar 3 itu diambil dari mbah

    Google, kemungkinan yang tanda panah itu gas yang ada cut-off nya)

    Untuk bedain antara obstruksi usus besar dengan ileus paralitik, di foto bisa ditemukan fluid level. Kalo

    ditemukan gambaran fluid level yang jumlahnya sedikit tapi gambarannya panjang, maka harus dicurigai

    ileus paralitik, tapi kalo ditemukan gambaran fluid level yang kecil-kecil dan bertingkat, bisa dikatakan

    itu obstruksi usus besar. (semoga aja ngerti.. J )

    Nah untuk obstruksi usus halus gambarannya agak mirip dengan obstruksi usus besar. Bedainnya

    gimana?? Liat aja dari letak anatomisnya, usus besar kan ada di tepi (lebih perifer) kalo usus halus tuh di

    tengah. Tapi ada bedanya juga loh.. dilatasi dari lekukan usus halus terlihat di tengah (kayak yang

    dijelasin sbelumnya), diameternya lebih dari 3 cm tapi biasanya kurang dari 5 cm. karena yang

    obstruksinya di usus halus, jadi tidak ditemukan gas di usus besar. Selain itu juga ditemukan gambaran

    fluid level yang agak mirip dengan obstruksi usus besar yaitu kecil-kecil dan bertingkat (mirip tangga

    katanya)

    Berikut ini perbandingan antara obstruksi di usus halus dan usus besar

    Ciri Usus halus Usus besar

    Diameter Usus > 3 dan < 5 > 5

    Posisi loop (lekukan) Tengah Tepi

    Jumlah lekukan Banyak Sedikit

    Fluid level Pendek, sedikit Panjang

    Penanda usus Valvulae (di sepanjang usus) Haustra (sebagian)

    Gas di usus besar Tidak ada Ada

    Kemungkinan ini yang di

    bilang fluid level

  • Capek?? Istirahat dulu.. ambil kopi, karena setelah ini kita ada ngomongin tentang kopi..

    Volvulus adalah keadaan usus yang terpelintir (karena mesenteriumnya), bagian usus yang paling sering

    terkena adalah sigmoid dan caecum. Jika volvulus terjadi di sigmoid, maka akan terlihat gambaran seperti

    biji kopi (coffee bean) tapi kalo yang terkena adalah caecum maka akan terlihat caecumnya kosong

    (empty caecum)

    Nih ada 3 gambar tentan