Tentir Patologi Anatomi

download Tentir Patologi Anatomi

of 11

  • date post

    14-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    5

Embed Size (px)

description

Ringkasan singkat mengenai patologi anatomi sistem respirasi

Transcript of Tentir Patologi Anatomi

Bismillahirrohmanirrohim...TENTIR PATOLOGI ANATOMIPENYAKIT PARU OBSTRUKTIFAsma Ditandai dgn bronkospasme episodik reversibel akibat bronkokostriksi berlebihan terhadap berbagai rangsangan inflamasi kronis pada bronkus Manifestasinya: dispnea, batuk, mengi (wheezing) Berdasarkan penyebabnya:1. Asma ekstrinsik reaksi hipersensitivitas tipe I (diperantarai sel TCD4+ yg mengeluarkan mediator untuk pematangan & kemotaksis eosinofil) karena pajanan antigen ekstrinsik (dari luar tubuh). Ada 3 jenis asma ekstrinsik: asma atopik (paling sering terjadi; karena riwayat keluarga), asma pekerjaan, dan aspergilosis bronkopulmonal alergik (tjd kolonisasi Aspergillus diikuti terbentuknya IgE)2. Asma intrinsik pemicunya bersifat autoimun rangsang kecil yg tidak berefek diorang lain, menyebabkan bronkospasme pd penderita Patogenesis:

Intinya: alergen aktivasi sel mast pelepasan mediator kimia membuka taut antar sel epitel mukosa & perangsangan langsung ke reseptor n.vagus alergen masuk lebih jauh, tjd bronkospasme, peningkatan permeabilitas vaskular, dan peningkatan produksi mukus oleh sel goblet lumen bronkus jadi lebih sempit, sehingga pd waktu ekspirasi menghasilnya bunyi mengi merupakan kelainan obstruksi yg bersifat sementara. Dapat pula terjadi kerusakan epitel akibat pelepasan mediator kimia lainnya.*baca & diingat lagi yaa mekanisme reaksi hipersensitivitas tipe I Gambaran mikros:

Peningkatan limfosit & eosinofilPenyempitan lumenSubmembran basal fibrosisHipertrofi otot polos

Asma terus-menerus penumpukan mukus tempat pertumbuhan bakteri jadi bronkitis akut yang ditandai dengan demam dan batuk produktif

Bronkitis Kronik Bronkitis akut yang berulang dan terus-menerus dapat mengarah ke bronkitis kronik Bronkitis kronik ditandai dengan batuk produktif persisten selama paling sedikit 3 bulan berturut-turut pada 2 tahun terakhir Ada beberapa bentuk:1. Bronkitis kronik sederhana: batuk produktif & sputumnya mukoid tapi jalan napasnya tidak terhambat2. Bronkitis mukopurulen kronik: sputum mengandung pus karena infeksi sekunder3. Bronkitis asmatik kronik: tdpt hiperresponsivitas jalan napas &episode asma intermiten4. Bronkitis obstruktif kronik: terdapat obstruksi jalan napas Patogenesis: (intinya sama aja sih..)Iritan (rokok & polutan) memicu hipersekresi mukus menyebabkan hipertrofi kelenjar mukosa & sel gobletnya mengalami metaplasia (gambaran mikros) Secara makrosnya terlihat bronkus dengan hipersekresi mukus Bronkitis kronik terus-menerus dapat menyebabkan bronkiektasis

Bronkiektasis Bronkiektasis adalah dilatasi bronkus dan bronkiolus permanen akibat kerusakan otot & jaringan elastik penunjang Gejalanya: batuk dan pengeluaran sputum mukopurulen dalam jumlah banyak, kadang2 berbau busuk (hasil metabolisme mikroorganisme) Patogenesis: bisa disebabkan oleh obstruksi dan infeksi persisten kronik (bisa jadi saling sebab akibat gitu loh). Obstruksi mekanisme pembersihan normal di bronkus & bronkiolus terganggu jadi sarang untuk infeksi sekunder mukosa semakin menumpuk & tjd kerusakan dinding bronkus akibat infeksi jd dilatasi bronkus & bronkiolus

Emfisema Ditandai dgn pelebaran & destruksi dinding alveolus secara permanen. Merupakan akibat lain dari ulah si rokok

Intinya: radikal bebas pada rokok inaktivasi antiprotease (contohnya: enzim antitripsin 1) tjd ketidakseimbangan protease-antiprotease protease (terutama elastase) kekurangan inhibitornya akivitas protease meningkat destruksi dinding alveolus (jaringan elastin) kemampuan recoil alveolus menghilangSelain itu, timbunan partikel asap rokok influks neutrofil dan makrofag meningkat - sekresi protease meningkat Emfisema melibatkan struktur asinus (struktur sebelah distal pada bronkiolus terminal, tdd: bronkiolus respiratorius, duktus alveolar & alveolus)) dan struktur lobulus (kelompokan 3-5 asninus) Jenis emfisema:1. Emfisema sentroasiner: melibatkan lobulus, bagian proksimal atau sentralnya kena namun alveolus tidak terkena sering di daerah apeks sering pada perokok yg tidak menderita defisiensi kongenital enzim antitripsin 12. Emfisema panasinar (panlobular): Asinus secara merata terkena (dari bronkiolus respiratorik sampai alveolus) Sering di lobus bagian bawah pd paru Terjadi pada orang dgn defisiensi kongenital enzim antitripsin 13. Emfisema asinar distal (parasepatl): Bagian proksimal asinus normal, bagian distalnya terkena Terjadi di dekat pleura Sering di bagian separuh atas paru Temuan: terdapat bula yg merupakan alveolus yg saling bergabung dengan menghasilkan diameter yg lebih besar

Bentuk emfisema yg umum terjadi adalah emfisema asiner dan panasiar.

INFEKSI PARUPneumonia dan Bronkopneumonia Penumonia secara umum diartikan sebagai infeksi apapun di paru, biasanya berasal dari aspirasi flora faring, Streptococcus pneumoniae Lobus inferior atau lobus medial kanan paling sering terkena Pneumonia bakteri akut dari pola anatomik dan radiografik dibagi menjadi:1. Bronkopneumonia Infeksi awalnya di bronkus dan bronkiolus lalu nyebar ke alveolus didekatnya Merupakan penyakit ikutan yg biasa mengenai anak dan pasien yang telah lama terbaring di rumah sakit Secara makros: terdapat bercak2 putih tersebar di lobus mana saja Secara mikros: alveolus penuh oleh eksudat inflamasi Bercak yang terbentuk merupakan hasil konsolidasi (pemdatan) dari proses inflamasi (sel radang, eksudat, fibrin) membentuk pus ketika fibrin & jaringan ikat bertambah banyak jd struktur padat2. Pneumonia lobaris Infeksi awalnya langsung ke alveolus Konsolidasi lobular: hanya terjadi di satu lobus

Pada masa praantibiotik, dikenal 4 stadium klasik:1. Kongesti Pada hari pertama Lobus yang terkena menjadi berat, hiperemia, sembab Secara histologis: terdapat kongesti vaskular dengan cairan berprotein berupa neutrofil dan banyak bakteri di alveolus; kapiler septa dipadati eritrosit2. Hepatisasi merah Hari kedua-ketiga Konsistensi lobus paru tampak seperti hati: lobus tampak merah & padat Rongga alveolus dipenuhi neutrofil, eritrosit dan fibrin Pleura terdapat eksudat fibrinosa atau fibrinopurulen3. Hepatisasi abu-abu Hari keempat-keenam Paru menjadi kuning, abu-abu dan padat, karena eritrositnya lisis sedangkan eksudasi fibrinosa tetap ada di rongga laveolus Secara makros: grayish brown, permukaan kering4. Resolusi Hari ketujuh-kedelapan Konsolidasi eksudat berubah menjadi debris granular semifluid oleh proses enzimatik difagosit oleh makrofag, dibatukkan atau diorganisasi oleh fibroblas

Tuberkulosis Disebabkan oleh Micobacterium tuberclosis yang dapat hidup dorman tanpa menimbulkan gejala hingga pada saat imunitas orang tersebut melemah Infeksi primer TB: terjadi pd orang yang belum pernah terpajan Patogenesis: (pahami dengan baik yaa)

Intinya: pada fase awal infeksi primer (< 3 minggu), M.TB masuk ke makrofag alveolar memanipulasi pH endosom, mengganggu fusi fagosom & lisosom pembentukan fagolisosom tidak efektif untuk mematikan M.TB M.TB bisa berproliferasi di makrofag. Setelah > 3 minggu, mediator kimia yang dihasilkan berperan merekrut monosit yang kemudian berdiferensiasi menjadi epiteloid epiteloid berkumpul (berserta limfosit & fibroblas) dan menjadi tuberkel/granuloma inti sel saling berderet di tepi membentuk sel datia langhansKumpulan tuberkel/granuloma dengan disertai limfadenopati daerah hilus disebut sebagai kompleks primer/fokus Ghon. Bagian tengah fokus Ghon ini mengalami nekrosis perkijuan

Karena M.TB bisa dorman dan berproliferasi di makrofag M.TB mengikuti sirkulasi darah dan menyebabkan pembentukan fokus primer di organ lain: disebut TB milier. Selain itu, dapat juga terjadi infeksi sekuder karena: Reaktivasi dari M.TB yang dorman Reinfeksi M.TB baruInfeksi sekuder (biasanya di apeks salah satu atau kedua lobus superior paru) dapat membentuk kavitasi.

Sekian dulu tentir PA nya, dibaca lagi ya om Robbins-nya, karena banyak yang penting tapi tidak dimasukan ke tentir ini. Gambar2 diatas jg diperhatikan ya. Semoga bermanfaat and happy sumatif