Tentir Parasitologi 1

download Tentir Parasitologi 1

of 14

  • date post

    31-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    232
  • download

    7

Embed Size (px)

description

tertir

Transcript of Tentir Parasitologi 1

Tentir Parasitologi 1PARASIT YANG HIDUP DI DALAM GASTROINTESTINAL MANUSIA1. Entamoeba histolytica2. Blastocystis hominis3. Giardia lambliaParasit pertama yang akan dibahas modul GI adalah Entamoeba histoliytica. Manusia merupakan satu-satunya hospes dari parasit ini. Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini disebut amebiasis. Bisa juga terjadi Disentri ameba, amebiasis kolon dan hepatitis ameba. Untuk distribusi geografiknya amebiasis terdapat di seluruh dunia ( kosmopolit) kalau di slide di tulis sekitat 0,2 % -50 % terutama didaerah tropik dan subtropik. Kata dr. nya di Indonesia cukup banyak penderitanya.Morfologi dan Daur HidupDalam daur hidupnya, E. histolytica mempunyai 2 stadium, yaitu : trofozoit dan kista. Stadium tropozoit memiliki 2 bentuk : bentuk hystolitica dan bentuk minuta. Perbedaan antara hystolitica dan minuta adalah pada histolitika terbentuk pseudopodium mirip kaki yang bercabang-cabang sedangkan pada minuta jarang terbentuk pseudopodium sehinga berbentuk bulat danberinti banyak.a. Bentuk Histolitika (Bentuk patogen) Ukuran : 15 - 30 mikron (>bentuk minuta) Mempunyai ektoplasma: bentuknya lebar, bening, 1/3 bagian parasit dan pseudopodium seperti jari dan dibentuk cepat untuk pergerakan dan mengambil makanan. Endoplasma : Bergranula halus, mengandung eritrosit yang bersifat lisis : melisiskan sampai ke bagian dalam epitel usus sehingga terkena pada daerah2 pembuluh darah dan eritrosit masuk ke Entamoeba, ini yang membedakan dengan Entamoeba coli, kalo Entamoeba coli apatogen. Tidak mempunyai eritrosit. Inti entameba

b. Bentuk Minuta (Bentuk Apatogen) : ukuran : 10 - 20 mikron ektoplasma : tampak bila dibentuk pseudopodium pseudopodium lebih longgar gak terlalu aktif dibentuk perlahan-lahan seperti jari ada yg berbentuk bulat pergerakan tidak progresif endoplasma bervakuol bakteri dan sisa makanan (bukan SDM) inti entamebac. bentuk kista ukuran : 10 - 20 mikron bentuk bulat atau oval dinding tipis (0,5 mikron), tidak ambil warna sitoplasma : vakuol glikogen, berisi cadangan makanan, berbentuk seperti rongga-rongga, kalo matang makin membesar benda kromatoid (merupakan kumpulan ribosom) juga makin lama makin besar inti entamoeba : intinya bervariasi ,jumlah bisa 1 sampai 2 sampai 4 ,maksimal 4, tapi kalo coli bisa sampai 8 jumlah intiny. Ini yang membedakan dengan Entamoeba coli.

Keterangan :A. Bentuk Tropozoit HystolisticaB. Bentuk tropozoit minuta, pseudopodiumnnya lebih kecil, tidak aktif dan perlahanC-E berbentuk kista (yang E kistanya udh matang-> tidak ada benda kromatid dan vakuolC-E . Entamoeba bentuk kista, dengan inti maksimal 4, vakuolnya makin lama makin besar.

1. Kista keluar dalam tinja-> dimatangkan diluar-> kemudian tertelan-> di terminal usus halus berubah jadi minuta -> di usus besar jadi histolystica yang patogen2. Bentuk minuta akan mengalami enkistasi dengan inti 1, kemudian membelah menjadi dua dan akhirnya berinti 4. Ini daur hidupnya :

Bila kista matang (infektif) tertelan, kista tersebut tiba di lambung masih dalam keadaan utuh karena dinding kista tahan terhadap asam lambung. Di rongga terminal usus halus, dinding kista dicernakan, terjadi ekskista dan keluarlah stadium tropozoit yang masuk ke rongga usus besar. Stadium tropozoit dapat bersifat patogen dan menginvasi jaringan usus besar. Dengan aliran darah, menyebar ke jaringan hati, paru, otak, kulit dan vagina. Hal tersebut disebabkan sifatnya yang dapat merusak jaringan sesuai dengan nama spesiesnya E. histolytica. Stadium kista dibentuk dari stadium tropozoit yang berada di rongga usus. Di dalam rongga usus besar, stadium tropozoit dapat berubah menjadi precyst yang berinti satu (encyst) kemudian membelah menjadi berinti 2 dan akhirnya berinti 4 yang dikeluarkan bersama tinja. Infeksi terjadi dengan menelan kista matang.

Gambar dari Pembelahan Entamoeba hystolistycaPATOLOGI lesi primer : intestinal (kolon) ,Habitatnya terutama sekum, sigmoid, rectum. Ini mungkin karena sekum, sigmoid, rectum : pergerakannya tidak terlalu aktif dibandingkan dgn usus kecil yang pergerakannya cepat. Nantinya tertahan diusus besar sehingga makin lama bertahan sehingga bisa ber multiplikasi di sekum, sigmoid, rectum lesi sekunder : ekstra intestinal : organ-organ tubuh terutama hati

Dari gambar bisa dilihat di sekum paling banyak dan bisa tertahan di appendix.Patologinya Tergantung : Resistensi hospes Virulensi strain ameba Jumlah ameba Kondisi lokal usus, bila luka dapat memperberat penyakitnya, kalo kita makan kista Entamoeba dalam jumlah sedikit tubuh kita masih bisa menanggulanginya, tapi kalau banyak jumlahnya, maka ini yang bisa menjadi patogen.PATOLOGI LESI PRIMER Ulkus Ameba Berbentuk botol, ujungnya kecil dan membesar di bawahnya Berisi sel litik, mukus, ameba Meluas ke lateral dan ke submukosa Ulkus Ameba Besar , Dasar nekrotik Membentuk sinus-sinus yang bersambungan

Amoebiasis

Pada saat entamoeba menempel pada permukaan usus , entamoeba ini memiliki antigen yang namanya galactose/N-acetyl galactosamine specific lectin, yang akan melekatkan trofozoit dengan sel epitel kolon.Sel epitel kolon yang berikatan dengan trofozoit E. histolytica akan jadi immobile, kemudian granula dan struktur sitoplasma menghilang diikuti hancurnya inti sel. Sel epitel menjadi lisis dan trofozoit akan merusak mukosa dan masuk kedalam jaringan submukosa, di dalam submukosa entamoeba akan menetap dan bermultiplikasi menjadi lebih banyak dan melisiskan daerah-daerah luas di sepanjang lateral submukosa sehingga ulkusnya akan membentuk mirip botol. PATOLOGI LESI PRIMER Perubahan Histologis : histolisis, trombosis kapiler, perdarahan, infiltrasi sel, nekrosis hiperemia, edema infeksi sekunder oleh bakteri ameba di dasar ulkus dan dalam jaringan

Perubahan histologi ini yang menyebabkan terjadinya diare, diare dengan lendir dan darah.

Gambaran histologinya di usus halus ini. gambaran Entamoeba Hystolistyca yang ditunjuk panah merah.Epidemiologii. Prevalensi bergantung padaa. Sanitasi lingkunganb. Sanitasi peroranganc. Sosio-Ekonomiii. Prevalensi infeksi: Indonesia 18%-25%iii. Sumber infeksi: Makanan yang terkontaminasiiv. KISTA TAHAN HIDUP : 2 hari pada 37 oC 60 hari pada 0 oC 7 jam pada - 28 oC 5 menit pada 50 oC klorinasi air tidak efektif

II. TerapiObat untuk parasit di lumen usus adalah paromomisin, diloxanide furoat, iodokuinol. Sedangkan untuk parasit di jaringan adalah emetin, dihidroemetin, metronidazole, dan klorakuin

i. Metronidazole Histolitika Efektif untuk abses hatiEfektif untuk amebiasis koli750mg X 3 Sehari selama 5-10 hari atau 2000mg X 1 Sehari selama 3 hariTidak pada wanita hamilii. Dehidroemetin Histolitika + KistaEfektif untuk abses hati100mg/hari selama 4-6 hariKurang toksikiii. Emetin HistolitikaEfektif untuk abses hati1mg/KGBB/hari (MAX dewasa 65mg/hari)Dosis anak