Tentir Faal dan Morfologi Kulit - Dermatovenereology

download Tentir Faal dan Morfologi Kulit - Dermatovenereology

of 11

  • date post

    16-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    279
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Tentir Kuliah modul Dermatovenereology

Transcript of Tentir Faal dan Morfologi Kulit - Dermatovenereology

~TENTIR K2 DERMATOVENEREOLOGY: FAAL KULIT~

Assalamualaikum wr.wb~Halloo manteman semua kembali lagi dengan tentir tercinta yang kali ini kita bertemu di modul Dermatovenereology (iyak, nyebutnya aja susah apalagi nulisnya). Kali ini kita bakal ngebahas tentang Kuliah 2 yaitu faal kulit. Tapi gw bingung juga soalnya kayaknya kuliah 2 itu antara faal kulit atau kelainan morfologi kulit ._.)? Tapi yasudahlah kita coba saja heheheu..#mungkinsayalelah #yasudahlahbondanSebelum belajar nyok kita baca doa dulu...

Gambar 1.1 : Doa Belajar by Google ImagePertama kita bakal ngebahas soal pungsi kulit..Fungsi kulit ada 8 Proteksi Absorbs Ekskresi Persepsi Termoregulasi Pembentukan pigmen Keratinisasi Pembentukan vitamin D

1. Proteksi (Perlindungan)Beberapa macam perlindungan :a. Fisis / Mekanis Kulit punya bantalan lemak, ketebalan, serabut jaringan penunjang yang dapat melindungi tubuh dari gangguan Stratum korneum juga memberi proteksi mekanik terhadap kulit Subkutis : membungkus tubuh, menyediakan cadangan energy, mobilitas terhadap struktur di bawahnya

b. Kimiawi Stratum korneum impermeable terhadap berbagai zat kimia dan air Stratum Corneum : sebagai barrier terhadap cairan dan permeasi terhadap zat-zat yang permeabel. Kulit memiliki lapisan keasaman (pH 5 - 6,5) terbentuk dari ekskresi keringat dan sebum berfungsi memberikan perlindungan kimiawi terhadap infeksi. Komposisi keringat : ion anorganik (NaCl, HCO3, K), laktat, urea, ammonia, asam amino, protein. Komposisi sebum : skualen, kolesterol, kolesterol ester, wax ester, trigliserid. Saat melalui saluran folikel rambut, enzim bakteri menghidrolisis sebagian trigliserid membentuk asam lemak bebas. Sebum melindungi terhadap infeksi karena mengandung immunoglobulin A. Mantel asam (Acid Mantle) membatu kulit dalam berbagai cara. Berperan sebagai antioksidan, melindungi kulit dibawahnya dari kerusakan. Membantu menolak air sehingga lapisan kulit tidak mengalami kerusakan, dan meng-inhibisi pertumbuhan bakteri. Juga membantu menjaga kekuatan dari protein. Kulit luar kita terdiri dari protein yang disebut Keratin yang membutuhkan keseimbangan asam untuk tetap kuat, sehingga mantel asam membantu untuk menolak alkalin yang dapat memecah protein dan menyebabkan gangguan seperti jerawat dan alergi kulit. Gambar 1.2: Acid Mantle di Kulitc. Perlindungan terhadap infeksi Innate : Sebagai barrier fisik Terdapat factor terlarut berupa : komplemen, antimicrobial peptide ( cathelicidin, B- Defensin yang dihasilkan oleh keratinosit), kemokin, dan sitokin Sel-sel : monosit / makrofag, dan sel dendritic

Adapted Antigen Presenting Cells : seperti sel Langerhans, dan sel dendritic dermal. Limfosit T dan B

d. Perlindugan terhadap panas Melanosit lindungi kulit dari pajanan sinar matahari dengan mengadakan tanning (penggelapan kulit) Granul keratohialin pada straum granulosum : profilagrin diubah menjadi filagrin uroconic acid dan pyrrolidone carboxylic acid berperan pada hidrasi stratum korneum dan membantu melindungi terhadap sianr UV

Gambar 1.3: Melanosit dan Melanisasie. Keratinisasi Proses keratinisasi sebagai sawar (barrier) mekanis karena sel mati melepaskan diri secara teratur. Lamellar ganules : glikolipid, glikoprotein, fosfolipid, sterol, acid hydrolase, glukosilseramid.

Gambar 1.4 : Proses Keratinisasi

2. Absorbsi permeabilitas kulit terhadap O2, CO2, dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil fungsi respirasi. Penyerapan dapat melalui celah antar sel, menembus sel epidermis, melalui muara saluran kelenjar. Kemampuan absorbsinya bergantung pada ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme, dan jenis vehikulum.

Gambar 1.5: Macam-macam jalan menuju roma absorbsi

3. Ekskresi mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh hasil metabolisme seperti NaCl, urea, dan amonia. Sebum : meminyaki kulit, menahan evaporasi air berlebih Produk kelenjar lemak dan keringat keasaman kulit Pada fetus, kelenjar lemak dengan bantuan hormon androgen dari ibunya memproduksi sebum untuk melindungi kulitnya dari cairan amnion, pada waktu lahir ditemui sebagai Vernix Caseosa

Gambar 1.6: Ekskresi Kulit

4. Persepsi kulit mengandung ujung saraf sensori di dermis dan subkutis. Saraf sensori lebih banyak jumlahnya pada daerah yang erotik. Badan Ruffini di dermis dan subkutis peka rangsangan panas Badan Krause di dermis peka rangsangan dingin Badan Taktik Meissner di papila dermis peka rangsangan rabaan Badan Merkel Ranvier di epidermis peka rangsangan rabaan Badan Paccini di epidemis peka rangsangan tekanan

Gambar 1.7: Kalo nggak keliatan tolong di zoom

5. Termoregulasi Dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi) pembuluh darah kulit. Kulit kaya pembuluh darah sehingga mendapat nutrisi yang baik. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis (asetilkolin). Pada bayi, dinding pembuluh darah belum sempurna sehingga terjadi ekstravasasi cairan dan membuat kulit bayi terlihat lebih edematosa (banyak mengandung air dan Na)

Gambar 1.8: Ceritanya Termoregulasi Kulit6. Pembentukan pigmen Sel pembentuk pimen : melanosit Jumlah melanosit, jumlah dan besar butiran pigmen (melanosom) menentukan warna kulit apakah dia hitam atau putih. Melanosom dibentuk dengan bantuan enzim tirosinase, ion Cu, dan O2 Pajanan sinar matahari mempengaruhi produksi melanosom.

Gambar 1.9: Biarlah putih menjadi hitam, tetaplah kau menjadi milikku *eh, nyanyi

7. Fungsi Keratinisasi Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum makin ke atas sel makin menjadi gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum Makin lama inti makin menghilang keratinosit menjadi sel tanduk yang amorf. Proses ini berlangsung 14-21 hari dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik.

Gambar 1.10: Kayaknya tadi keratinisasi gambarnya udah, deh.

8. Pembentukan Vitamin D kulit mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari Vitamin D. Tapi kebutuhan vit D tubuh tidak hanya cukup dari hal tersebut. Pemberian vit D sistemik masih tetap diperlukan.

Gambar 1.11 : Pembentukan Vitamin D by kulit

Hoke~ Rambe Yamko~Seeelanjutnya, kita akan membahas sedikit tentang morfologi kulit. Tapi bener nggak sih tentir yang ini ngebahas morfologi kulit juga? Ah sudahlah..

Gambar 2.1 : Saitama bilang OKMorpologi KulitKatanya buku yang warna merah. Dermatologi itu bisa dipelajari secara sistematis setelah mas Plenck (1776) menulis buku yang judulnya System der Hautkrankheiten. Nah sampe sekarang, pemikirannya mas Plenck ini yang dipake buat mendiagnosis kelainan kulit yaitu berdasarkan efloresensi-efloresensi yang bisa ditemukan di kulit.Nah, kalo menurut Bapak Prakken (1996), efloresensi dibagi 2, ada yang primer ada yang sekunder (seperti biasa), yaitu adalah:1. Efloresensi Primera. Makula Kelainan kulit berbatas tegas, perubahan warna merah-merah doang. Kayak abis ditabok.

Gambar 2.2 : Makula

b. Papul Yang nonjol-nonjol di atas permukaan kulit, sirkumskrip (artinya tegas), isinya zat padat. Kira-kita cm kalo kata penggaris.

Gambar 2.3: Si Papul

c. Plak Peninggian di atas permukaan kulit, permukaannya datar isinya zat padat.

Gambar 2.4 : Plak, tapi ini ada skuamanya

d. UrtikaEdema setempat yang timbul mendadak dan hilang perlahan-lahan. Mungkin kayak digigit nyamuk, digigit kebo, digigit ucup (?). Maap, cup.

Gambar 2.5: Miss Urtika

e. Nodus Kayak papul tapi rada gedean dikit.

Gambar 2.6: Papul tapi rada gedean

f. Nodulus Nodus tapi rada kecilan dikit.

g. Vesikel Gelembung berisi cairan serum (jernih). Kalo isinya darah namanya vesikel hemorragik.

h. Bula Vesikel yang GEDE. Waw. Gede. (nama orang bali)

Gambar 2.7: Vesikel ama Bulla. Bulla gede yah.i. Pustul Vesikel yang isinya nanah atau pus. Meong.

Gambar 2.8: Kira-kira seperti ini

j. Kista Ruangan berdinding dan berisi cairan, sel, maupun sisa sel. Terbentuk bukan akibat peradangan, tapi akibat saluran yang tertutup.

Gambar 2.9: Mungkin kista seperti ini

2. Efloresensi Sekundera. Skuama Lapisan stratum kroneum yang terlepas dari kulit. Bahasa Prancisnya adalah Kulit ngelupas.

Gambar 2.4 : Plak, tapi ini ada skuamanya (yg putih-putih)

b. Krusta Cairan tubuh yang mengering di atas kulit. Bahasa Inggrisnya adalah koreng.

Gambar 2.10: Engkrusta

c. Erosi Kelainan kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basal. Pokoknya kayak digaruk ampe bedarah. Hayo. Nama kerennya adalah kebeset.

Gambar 2.11: Abis naek sepedah terus jatohd. Ulkus Kalo ulkus lukanya lebih dalem dari erosi, hampir lebih dari stratum papilare.

Gambar 2.12: ngkong ulkus

e. Sikatriks Sikatriks itu bahasa Ciputatnya scar. Kayak bekas luka gitu tapi nonjol. Nah itu scar, ato sikatriks. Ya pokoknya gitu.

Gambar 2.13: Sikat aja, Triks!

Alhamdulillah Tentirnya segitu dulu yakk.. ada yang gatel-gatel abis baca tentir ini? Sama, dong, yang bikin tentir juga sambil garuk-garuk daritadi. WeheheMohon maaf kalo ada yang kurang-kurang jelas atau kurang lengkap penjelasan dari tentirnya. Lebih lengkapnya bisa dilihat pada buku merah yang tentang faal kulit juga tentang kelainan morfologi kulit. HeheuSebelum ditutup, mari kita mengucap hamdalah bersama-sama..

Semoga Lulus Dermato 100%! Aamiin..Wassalamualaikum manteman~