TENTANG KUALIFIKASI TAMBAHAN DOKTER SPESIALIS DAN...

download TENTANG KUALIFIKASI TAMBAHAN DOKTER SPESIALIS DAN kki.go.id/assets/data/menu/4_Prof_Sukman_KUALIFIKASI...¢ 

of 13

  • date post

    29-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    42
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of TENTANG KUALIFIKASI TAMBAHAN DOKTER SPESIALIS DAN...

  • PERKONSIL NO 54 TAHUN 2018 TENTANG

    KUALIFIKASI TAMBAHAN DOKTER

    SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS

    KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

    DALAM RANGKA REKOGNISI/PENGAKUAN SECARA FORMAL

    OLEH PMRA (KKI) TERHADAP KOMPETENSI TAMBAHAN (Additional Qualification)

  • PERKONSIL NO 54 TAHUN 2018 TENTANG

    KUALIFIKASI TAMBAHAN DOKTER

    SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS

    KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

    KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

  • OUTLINE

    • Persyaratan pembentukan Spesialis/Cabang ilmu kedokteran – subspesialis

    • Mengapa diperlkan pengakuah terhadap kompetensi tambahan (additional qualification)

    • STR dan STR-KT (dua STR yang terpisah)

    • Ruang lingkup Perkonsil no 54 tahun 2018

    KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

  • KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA UU 29/2004 ttg Praktik Kedokteran

    KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

    Pasal 4(1) TUJUAN : 1) melindungi masyarakat penerima jasa pelayanan

    kesehatan oleh dokter dan dokter gigi 2) meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dari

    dokter dan dokter gigi Pasal 8(e) WEWENANG : Mengesahkan penerapan cabang ilmu Kedokteran dan kedokteran gigi

  • Persyaratan pembentukan cabang spesialisasi/subspesialisasi baru

    Pembentukan Cabang Spesialisasi Baru Pembentukan Subspesialisasi

    1.Harus berorientasi pada pelayanan masyarakat, efisiensi biaya kesehatan, keterjangkauan dan keterkaitan dengan sistem yang ada

    2.Pembentukan prodi baru hanya dapat dipertimbangkan apabila 75% dari kurukulumnya tidak terdapat di prodi lain

    3.Memiliki standar pendidikan, standar kompetensi, dan modul pendidikan yang memenuhi syarat yang dibuat oleh Kolegium terkait dan disahkan oleh KKI

    4.Ada bench mark yang terakreditasi oleh konsil negara setempat

    5.Standar kompetensi harus dikaji dan mendapat persetujuan pihak KKI dan Kolegium terkait

    6.Pendidikan subspesialisasi tetap melalui jenjang pendidikan spesialis dengan diupayakan agar lama pendidikan lebih singkat

    1.Harus berorientasi pada pelayanan masyarakat, efisiensi, keterjangkauan dan keterkaitan dengan sistem yang ada

    2.Harus dihindari fragmentasi ilmu dengan senantiasa memperhatikan ilmu induknya

    3.Memiliki standar pendidikan, standar kompetensi, dan modul pendidikan yang memenuhi syarat yang dibuat oleh Kolegium terkait dan disahkan oleh KKI

    4.Ada bench mark yang terakreditasi oleh konsil negara setempat

    5.Bila ada tumpang tindih kompetensi dengan program spesiaisasi/subspesialisasi lain, standar kompetensi dan modul program spesialisasi/subspesialisasi tersebut disarankan untuk dikaji bersama antar kolegium terkait dan harus mendapat persetujuan KKI.

  • Kriteria pembentukan spesialisasi/subspesialisasi baru dibidang kedokteran

    Ada 4 hal pokok yang harus dipertimbangkan dalam pembentukan spesialisasi atau subspesialisasi baru dibidang kedokteran, yaitu: 1. Dampak cabang spesialisasi atau subspesialisasi

    baru terhadap penyediaan pelayanan dan perawatan kesehatan

    2. Dasar akademik, klinis, dan/atau keilmuan yang mendukung terbentuknya spesialisasi atau subspesialisasi baru

    3. Organisasi profesi spesialisasi atau subspesialisasi kedokteran

    4. Pendidikan dan pelatihan

  • PERKONSIL NO 54 TAHUN 2018 TENTANG REGISTRASI KUALIFIKASI TAMBAHAN DOKTER SPESIALIS DAN DOKTER GIGI SPESIALIS

    KETENTUAN UMUM PASAL 1 POIN 8 :

    Kualifikasi Tambahan Subspesialis adalah kualifikasi dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang telah memperoleh kompetensi tambahan melalui proses pendidikan sub spesialis atau fellowship sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Poin 11:

    Surat Tanda Registrasi Kualifikasi Tambahan yang selanjutnya disingkat STR KT adalah bukti tertulis yang diberikan oleh KKI kepada dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang telah memiliki sertifikat kompetensi tambahan.

    STANDAR PENDIDIKAN &KOMPETENSI HARUS DISAHKAN

    OLEH KKI

  • RUANG LINGKUP

    Pasal 3

    Ruang lingkup pengaturan dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia ini meliputi:

    a. Dokter Spesialis-Subspesialis, Dokter Gigi Spesialis- Sub spesialis dan Fellow yang kompeten dalam memberikan pelayanan kedokteran yang profesional dan aman bagi masyarakat yang dibuktikan dengan STR KT.

    b. Dokter Spesialis-Subspesialis, Dokter Gigi Spesialis- Sub spesialis dan Fellow yang mendapat Kualifikasi Tambahan sesuai dengan kompetensi dan memenuhi standar kompetensi yang disahkan KKI.

  • Pendidikan Subspesialis

    Pasal 6 1. Pendidikan subspesialis dilaksanakan oleh institusi pendidikan

    bekerjasama dengan Kolegium dan rumah sakit pendidikan.

    2. Pendidikan subspesialis hanya dapat dilaksanakan oleh institusi pendidikan yang melaksanakan pendidikan spesialis dengan akreditasi tertinggi untuk Fakultas Kedokteran atau Fakultas Kedokteran Gigi.

    3. Pendidikan subspesialis merupakan pendalaman dari spesialis kedokteran.

    4. Pendidikan subspesialis wajib mempunyai dan menggunakan standar pendidikan dan standar kompetensi subspesialis yang disahkan oleh KKI.

    5. Pendidikan subspesialis dapat dilaksanakan secara bertahap dalam program pendidikan yang dapat diperhitungkan dalam pemenuhan kompetensi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Pendidikan Fellowship Pasal 7 1. Tahapan pendidikan subspesialis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4)

    dapat diselenggarakan permodul sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

    2. Modul Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dapat diberikan dalam pendidikan Fellowship.

    3. Pendidikan Fellowship dapat dilaksanakan paling singkat 6 (enam) bulan untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan dalam pelayanan, terutama dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan.

    4. Lulusan pendidikan Fellowship mendapat Sertifikat Kompetensi oleh Kolegium terkait sesuai dengan standar kompetensi modul pendidikannya.

    5. Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis yang telah menyelesaikan program pendidikan Fellowship dapat mengajukan kembali pendidikan Fellowship berikutnya pada bidang subspesialisasi yang sama setelah melaksanakan praktik Kualifikasi Tambahan paling singkat 2 (dua) tahun.

    6. KKI dapat menerbitkan STR KT setelah Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis menyelesaikan program pendidikan Fellowship.

  • Ayat (1)

    Bukti Registrasi Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis dengan Kualifikasi Tambahan oleh KKI terdiri atas: a. STR Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis; dan b. STR KT subspesialis atau STR KT Fellowship.

    Ayat (8)

    Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis dengan Kualifikasi tambahan hanya dapat melakukan praktik di 3 (tiga) tempat praktik yang sama sebagaimana ditetapkan dalam Surat Izin Praktik Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis

    Pasal 9

  • Pasal 10

    STR KT yang diberikan oleh KKI kepada Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis bukan merupakan persyaratan penerbitan Surat Izin Praktik.

    Pasal 11

    STR KT merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari STR Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis.

  • Terimakasih