Teknologi Pemeliharaan Itik Petelur dan ... 2019 1 Teknologi Pemeliharaan Itik Petelur dan Pedaging

download Teknologi Pemeliharaan Itik Petelur dan ... 2019 1 Teknologi Pemeliharaan Itik Petelur dan Pedaging

of 30

  • date post

    17-Mar-2020
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Teknologi Pemeliharaan Itik Petelur dan ... 2019 1 Teknologi Pemeliharaan Itik Petelur dan Pedaging

  • 1

    Teknologi Pemeliharaan Itik

    Petelur dan Pedaging

    Disusun oleh

    Ir. Kurnia Sapta Putri., SP

    NIP: 196012221989032002

    DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA BARAT

    2019

  • 1

    I. PENDAHULUAN

    Usaha peternakan itik petelur semakin banyak diminati sebagai salah satu alternatif usaha peternakan unggas penghasil telur yang cukup menguntungkan, khususnya dengan pemeliharaan secara intensif. Namun demikian, perlu diingat bahwa beternak itik tidaklah semudah beternak ayam ras petelur dimana semuanya telah tersedia dalam paket-paket tertentu. Untuk beternak itik, juga telah tersedia beberapa buku petunjuk akan tetapi agar berhasil perlu lebih dari sekedar buku petunjuk, melainkan perlu pengalaman dan ketekunan dalam memelihara ternak itik. Hal ini terutama disebabkan karena bibit itik yang ada selama ini bukan merupakan bibit ternak yang sepenuhnya telah dijinakkan seperti halnya ayam ras, dan masih banyak faktor lingkungan yang ikut mempengaruhi produktivitas ternak itik. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha ternak itik adalah (i) kualitas bibit yang digunakan, (ii) tatalaksana pemeliharaan yang benar, (iii) kualitas pakan dan cara pemberian pakan yang tepat, (iv) sistem usaha dan analisa keuangan yang baik, dan (v) pengalaman dalam memelihara ternak itik yang cukup. Faktor-faktor tersebut sangat menentukan keberhasilan dan tingkat keuntungan yang diperoleh dari suatu sistem pemeliharan intensif.

    Untuk meningkatkan pengetahuan peternak itik petelur dan pedaging, dibuat informasi teknologi pemeliharaan itik petelur dan pedaging. TEKNOLOGI PEMELIHARAAN ITIK PETELUR

    Peternak itik petelur biasanya menggunakan itik dara (babaya) sebagai bibit yang dibeli dari peternak pembesaran itik, karena beberapa pertimbangan tertentu antara lain: (a). faktor waktu; peternak akan mendapatkan hasil telur dalam waktu singkat (kurang 20 hari); (b) faktor tempat (kandang); bila memelihara dari DOD maka perlu adanya penambahan tempat kandang); (c). modal; diperlukan biaya memelihara dari DOD, cukup besar dan waktu cukup lama.

  • 2

    Jenis Bibit Itik a. Itik Mojosari - Merupakan tipe petelur. - Produksi telur bisa mencapai 200-210 butir/ekor /tahun. - Bertelur pertama usia 5 bulan. - Bobot telur 60 - 65 gram. - Produktivitasnya bisa mencapai 80%. - Bobot badan jantan ±1,5 Kg dan betina 1,2 Kg.

    b. Itik Alabio - Merupakan tipe petelur yang produktif. - Produksi telur bisa mencapai 180-190 butir / ekor / tahun. - Berat telur rata-rata 65-70 gram / butir. - Bobot badan jantan 1,5-1,8 Kg dan betina 1,3-1,5 Kg. - Merupakan itik lokal Kalimantan Selatan.

    c. Itik Tegal/Rambon - Merupakan tipe petelur. - Produksi telur bisa mencapai 180 butir / ekor / tahun. - Berat telur berkisar antara 65-70 gram / butir. - Bertelur pertama usia 6 bulan. - Ciri khusus tubuhnya tegak lurus menyerupai botol. Memilih Bibit Petelur yang Baik

    Itik Babaya

     Umur 5,5 - 6 bulan  Badannya langsing, tegak seperti botol  Bentuk leher kecil, panjang dan bulat seperti rotan  Kepala kecil, mata terang, dan terletak di bagian atas

    kepala

     Sayap tertutup rapat di badan dengan ujungnya terlihat rapi di pangkal ekor

     Bulu tumbuh rata, halus dan berkilau (tidak suram/kusam)  Kaki berdiri kokoh

  • 3

     Tidak terdapat luka

    KANDANG ITIK PETELUR

    Pada dasarnya itik tidak membutuhkan air untuk berenang walaupun secara alamiah mereka umumnya bermain dan bahkan berenang dalam air. Kandang bentuk kering ini jauh lebih gampang dikelola dibanding kandang dengan kolam, karena liter (alas) dapat dijaga lebih kering dibanding liter kandang yang menggunakan kolam. Begitu pula fungsi utama kandang adalah untuk menyediakan tempat bagi itik agar terhindar dari angin kencang, hujan, hewan pemangsa dan sekaligus tempat makan, minum dan tumbuh. Oleh karena itu para peternak disarankan untuk menggunakan kandang tanpa kolam.

    Hal yang membedakan bentuk kandang antara itik petelur dan pedaging hanya pada saat itik bertelur. Pada periode starter (anak) adalah sama sedangkan pada periode finisher (siap potong) bentuk kandang itik potong dapat dibuat sama dengan itik petelur. Bahan kandang sebaiknya digunakan dari bahan lokal yang cukup baik dan tahan lama, tetapi harganya relatif lebih murah.

    Tataletak kandang juga perlu mendapat perhatian, khususnya arah angin. Untuk kandang itik dewasa sebaiknya diletakkan pada akhir arah angin agar peluang penyebaran virus yang terbawa angin tidak masuk ke kandang anak itik. Pada datangnya arah angin lebih baik ditempatkan kandang anak itik, kemudian disusul dengan kandang itik dara dan terakhir itik dewasa. Apabila berdasarkan topografi maka pada letak tanah yang paling atas dan kebetulan sebagai tempat datangnya arah angin maka disitu sebaiknya kandang untuk anak itik. Sedangkan tanah yang paling bawah pada akhir arah angin ditempatkan kandang itik dewasa.

    Kebersihan (sanitasi) disekitar kandang sangat perlu diperhatikan yaitu lantai kandang, saluran air minum dan saluran pembuangan, agar lingkungan selalu kering/bersih. Areal kandang hendaknya disucihamakan secara rutin dan teratur

  • 4

    dengan menggunakan larutan disinfektan. Kandang digunakan pada saat itik sudah dewasa dan tidak memerlukan pemanas lagi. Pembersihan sistem kandang yang relatif mudah dapat dilakukan jika menggunakan lantai semen yaitu dengan penyemprotan air melalui selang, kotoran akan larut dan air yang kotor masuk ke dalam selokan

    Kandang itik harus memenuhi syarat- syarat sebagai

    berikut :

    1. Mempunyai luas yang cukup untuk jumlah itik yang di

    pelihara, maupun untuk rencana perluasan usaha.

    2. Terpisah dari tempat pemukiman/rumah

    3. Mempunyai ventilasi udara yang cukup.

    4. Cukup masuk sinar matahari, kandang sebaiknya menghadap

    ke timur.

    5. Mudah dibersihkan, lantai kandang harus lebih tinggi dari

    tanah sekelilingnya dan harus padat lantainya. Tinggi

    kandangnya harus cukup bagi peternak untuk bekerja

    didalamnya.

    6. Di dalam kandang tersedia alat perlengkapan pokok (tempat

    makan, tempat minum, alat pemanas buatan, tempat

    bertelur) bagi kepentingan hidup itik yang bersangkutan.

    7. Terletak di daerah yang tenang, aman dan mempunyai

    sumber air yang cukup dan bersih.

    8. Di sekeliling kandang dibuat parit pembuang air dan jarak

    antar kandang cukup jauh, minimum 1 x lebar kandang.

    Sarana utama budidaya itik petelur adalah kandang. Kandang ren dinilai cocok dan banyak dipakai dalam budidaya itik semi intensif. Kandang ren dibagi dua ruangan utama: yaitu terdiri dari 2 bagian di mana 1/3 bagian tertutup dan beratap untuk itik tidur dan bertelur dan 2/3 bagian yang terbuka

  • 5

    (pelataran) sebagai halaman untuk itik makan, minum dan bermain pada siang hari

    Ruangan istirahat berupa ruangan beratap seperti rumah joglo, lantai tanah yang dilapisi alas (litter). Di tempat inilah itik beristirahat pada malam hari dan bertelur pada dini hari. Lebar ruangan istirahat disesuaikan dengan kapasitas itik yang akan dipelihara. Idealnya 4 ekor itik menempati ruang 1m2.

    Jadi bila ingin memelihara 600 ekor itik petelur misalnya, diperlukan area kurang lebih 150 m2. Lahan seluas ini dibagi dua, separuh untuk kandang tertutup dan selebihnya untuk pelataran. Misalkan kandang dibuat 25 m x 6 m, berarti satu sekat ruang istirahat dan pelataran masing-masing luasnya 3 m x 5 m. Jumlah ruangan 5 unit, setiap unit dihuni 120 ekor itik. Hindari atap bocor bila hujan.Pilihan bahan baku atap antara lain genteng, asbes, plastic tau rumbia.

    Rumbia lebih disukai peternak. Selain harganya murah ia dapat menahan panas. Rangka dan penyangga terbuat dari kayu atau bambu.

    Agar peternak mudah masuk ke kandang, tinggi atap 2,5 m – 3 m dari lantai. Bagian belakang dan samping kiri-kanan kandang ditutup tembok atau bilik bambu.

    Untuk menjamin lancarnya sirkulasi udara, antara ruang istirahat dan pelataran dibuat terbuka. Pembatas ruangan hanya berupa sekat/pagar bambu atau kayu setinggi 50 cm – 60 cm. Lantai kandang yang empuk dan kering merangsang itik bertelur. Alas lantai berupa jerami, sekam, serbuk gergaji atau rumput kering. Bahan lain, asalkan empuk, tidak mudah padat, kering, agak lembab, hangat, bersih dan dapat mencegah telur tidak pecah.

    Untuk mempertahankan kondisi kandang tetap baik, tanah diberi kapur sebelum diberi alas. Tujuannya, untuk mencegah penyakit dan mengurangi bau karena kotoran itik. Dengan perlakuan ini kandang bisa dibersihkan total setelah dua tahun. Cara lain mengantisipasi serangan penyakit adalah menyemprot tanah dengan larutan formalin 5 persen.

  • 6

    Sediakan bak besar yang selain sebagai tempat air minum juga pengganti kolam permandian. Wadahnya berupa plastik atau parit panjang. Kedalamannya diatur sedemikian rupa agar leher itik bisa terendam. Air minum itik harus diganti 3 - 5 kali sehari.

    Ruang istirahat dan playangan perlu dibuatkan sekat. Sekat bisa dibuat dari batu bata, pagar kayu atau bambu. Tingginya cukup 50 cm – 60 cm. Pada siang hari itik sebaiknya berada di luar kandang istirahat. Meski ada juga beberapa peternak membebaskan itik mereka keluar masuk kandang sesukanya.

    Gambar 1. Kandang itik petelur dengan bagian tertutup dan bagian terbuka

  • 7

    Gambar 2. Kandang anak itik masa gro