Teknik Permesinan 1

download Teknik Permesinan 1

of 137

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    62
  • download

    10

Embed Size (px)

description

teknik permesinan i

Transcript of Teknik Permesinan 1

  • Widarto dkk.

    TEKNIK PEMESINANJILID 1

    SMKSMKSMKSMKSMK

    Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah KejuruanDirektorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan MenengahDepartemen Pendidikan Nasional

  • Hak Cipta pada Departemen Pendidikan NasionalDilindungi Undang-undang

    TEKNIK PEMESINANJILID 1

    Untuk SMK

    Penulis : Widarto dkk.Perancang Kulit : Tim

    Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm

    WID WIDARTOT Teknik Pemesinan Jilid 1 untuk SMK /oleh Widarto

    Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, DirektoratJenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, DepartemenPendidikan Nasional, 2008.

    xiv. 242 hlmDaftar Pustaka : 216218Lampiran : 219242ISBN : 978-979-060-115-4ISBN : 978-979-060-116-1

    Diterbitkan olehDirektorat Pembinaan Sekolah Menengah KejuruanDirektorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan MenengahDepartemen Pendidikan NasionalTahun 2008

    Diperbanyak oleh:PT. MACANAN JAYA CEMERLANGJalan Ki Hajar Dewantoro Klaten Utara,Klaten 57438, PO Box 181Telp. (0272) 322440, Fax. (0272) 322603E-mail: macanan@ygy.centrin.net.id

  • KATA SAMBUTAN

    Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya,Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan DirektoratJenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen PendidikanNasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk darikegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karenabuku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran.

    Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar NasionalPendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhisyarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

    Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulisyang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen PendidikanNasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

    Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada DepartemenPendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan,atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersialharga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah.Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakatkhususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolahIndonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagaisumber belajar.

    Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para pesertadidik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karenaitu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

    Jakarta, 17 Agustus 2008Direktur Pembinaan SMK

    iii

  • iv

  • vPENGANTAR UMUM

  • vi

    Proses pemotongan logam merupakan suatu proses yang digunakan untukmengubah bentuk suatu produk (komponen mesin) dari logam dengan caramemotong. Berdasarkan pada cara pemotongannya, proses pemotongan logamdapat dikelompokkan menjadi empat kelompok dasar, yaitu:1. Proses pemotongan dengan mesin las2. Proses pemotongan dengan mesin pres3. Proses pemotongan dengan mesin perkakas4. Proses pemotongan non-konvensional (Electrical Discharge, Machining, Laser

    Beam Machining, Chemical Milling, dan sebagainya).

    Dari keempat proses pemotongan tersebut, buku ini hanya akan membahaskelompok ke-3 yaitu proses pemotongan dengan menggunakan pahat potong yangdipasang pada mesin perkakas dan kelompok ke-4, khususnya mesin EDM (ElectricalDischarge Machining). Dalam istilah teknik, proses ini sering disebut dengan namaProses Pemotongan Logam (Metal Cutting Process) atau Proses Pemesinan(Machining Process). Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman tentangistilah maka selanjutnya dipilih nama yang terakhir yaitu proses pemesinan.

    Buku Teknik Pemesinan ini terdiri dari 15 Bab, yang kami susun menjadi 2 jilid.Setiap jilid memuat secara rinci hampir semua proses pemesinan yang biasa dipakaidalam proses produksi dan hal-hal yang terkait dengan proses pemesinan. Buku TeknikPemesinan Jilid 1 dimulai dari Bab 1 tentang Memahami dasar-dasar Kejuruan, Bab 2Memahami Proses-proses dasar Kejuruan, Bab 3 Merealisasi Kerja yang Aman,Bab 4 Memahami Kaidah Pengukuran, Bab 5 Memahami Gambar Teknik, Bab 6Mengenal Proses Bubut (Turning), Bab 7 Mengenal Proses Frais (Milling). Buku TeknikPemesinan Jilid 2 dimulai dari Bab 8 Mengenal Proses Gurdi (Drilling) , Bab 9 MengenalProses Sekrap (Shaping), Bab 10 Mengenal Proses Gerinda (Grinding), Bab 11 MengenalCairan Pendingin yang Dipakai dalam Proses Pemesinan, Bab 12 Memahami MesinCNC Dasar, Bab 13 Memahami Mesin CNC Lanjut, Bab 14 Mengenal EDM, danBab 15 Memahami Toleransi Ukuran dan Geometrik.

    Untuk mempermudah pemahaman, materi buku ini dibuat dengan menganutsistematika pembahasan sebagaimana yang akan dibahas pada beberapa alineaberikut.

    Sebagai permulaan, Bab 1 Memahami Dasar-Dasar Kejuruan menjelaskan tentangStatika dan Tegangan, Mengenal Komponen Mesin, dan Mengenal Material dan Mineral.Dilanjutkan Bab 2 Memahami Proses-proses Dasar Kejuruan yang menjelaskan ProsesPengecoran Logam, Mengenal Proses Pemesinan, Mengenal Proses Pengerjaan Panas,dan Mesin Konversi Energi.

  • vii

    Berikutnya Bab 3 Merealisasi Kerja yang Aman, membahas tentang Kesehatandan Keselamatan Kerja, menguraikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3),Manajemen Bahaya, Contoh Pengendalian Bahaya Kebisingan (noise), Pencahayaan,Pengendalian Bahaya Pencemaran Udara/Polusi, Alat Perlindungan Diri, Pencegahandan Pemadaman Kebakaran, Pedoman Singkat Antisipasi dan Tindakan PemadamanKebakaran, Fasilitas Penunjang, serta Pemeliharaan dan Penggunaan Alat-alatPerkakas. Bahasan terakhir ini sangat penting untuk diperhatikan dalam setiap pekerjaanpemesinan, agar pekerja selalu menjaga keamanan dan keselamatan baik bagioperatornya, mesin, maupun alat-alat perkakasnya.

    Bab 4 Memahami Kaidah Pengukuran, membahas alat ukur yang umum digunakandalam pekerjaan pemesinan yaitu jangka sorong, mikrometer, dan jam ukur(dial indicator), yang dilanjutkan dengan membahas sistem satuan yang digunakandalam proses pemesinan, yaitu sistem Metris (Metric system) dan sistem Imperial(Imperial system/British system).

    Bab 5 Memahami Gambar Teknik yang memberikan penjelasan Mengenal AlatMenggambar Teknik, Lembar Kerja, dan Membaca Gambar Teknik.

    Bab 6 membahas Proses Bubut (Turning) yang merupakan Bab yang paling banyakisinya. Maklum, proses bubut adalah proses pemesinan yang sering digunakan dalamproses produksi. Bab ini menguraikan parameter yang diatur pada Mesin Bubut. Tigaparameter utama pada setiap proses bubut adalah kecepatan putar spindel (speed),gerak makan (feed) dan kedalaman potong (depth of cut). Selanjutnya dibahas geometripahat yang menguraikan besaran sudut pada pahat bubut, yang terdiri dari sudut beram(rake angle), sudut bebas (clearance angle), dan sudut sisi potong (cutting edge angle).Kemudian dipaparkan mengenai alat bantu produksi, dan jenis-jenis Mesin Bubut. Padabahasan mengenai proses bubut ini diakhiri dengan uraian tentang perencanaan danperhitungan dalam proses bubut yang diawali dengan penjelasan tentang elemen dasarproses bubut yang dapat dihitung yaitu kecepatan potong, kecepatan makan, dankecepatan terjadinya beram. Pada sub-Bab terakhir, lebih detail dijelaskan mulai darimaterial pahat (yaitu baja karbon sampai dengan keramik dan intan, pemilihan mesin(dengan pertimbangan yang mendasar adalah dimensi benda kerja yang yang akandikerjakan), penentuan langkah kerja (meliputi persiapan bahan benda kerja, settingmesin, pemasangan pahat, penentuan jenis pemotongan, penentuan kondisipemotongan, perhitungan waktu pemotongan, dan pemeriksaan hasil berdasarkangambar kerja), perencanaan proses membubut, mulai dari membubut lurus, tirus, ulir,alur, mengkartel, membuat profil, eksentris, dan proses pembubutan cembung maupuncekung.

  • viii

    Bab 7 menjabarkan Proses Frais (Milling). Pada Bab ini diawali dari klasifikasi prosesfrais yang diklasifikasikan dalam tiga jenis yaitu berdasarkan jenis pahat, arah penyayatan,dan posisi relatif pahat terhadap benda kerja. Dibahas juga tentang metode kerja MesinFrais yang ditentukan berdasarkan arah relatif gerak makan meja Mesin Frais terhadapputaran pahat. Metode proses frais ini ada dua yaitu frais naik (up milling) dan fraisturun (down milling). Kemudian jenis-jenis Mesin Frais, terdiri dari column and kneemilling machines, bed type milling machines, dan special purposes. Dilanjutkanparameter pada proses frais yaitu parameter yang dapat langsung diatur oleh operatormesin ketika sedang mengoperasikan Mesin Frais : putaran spindel (n), gerak makan(f), dan kedalaman potong (a). Berikutnya diuraikan geometri pahat frais, peralatansebagai alat bantu Mesin Frais terdiri dari arbor, tool holder, dan kolet. Dijelaskan pulaalat pencekam dan pemegang benda kerja yang menjelaskan pemegang benda kerjapada Mesin Frais dan beberapa macam asesoris yang berguna untuk membantupengaturan Mesin Frais maupun penempatan benda kerja. Sub-Bab berikutnya elemendasar proses frais yang menjelaskan tentang kecepatan potong, gerak makan per gigi,waktu pemotongan, kecepatan pembentukan beram dan diakhiri dengan contoh-contohpengerjaan benda kerja yang terdiri dari proses frais datar/rata (surface milling) danproses frais roda gigi.

    Bab 8 menjelaskan tentang proses pembuatan lubang bulat dengan menggunakanmata bor (twist drill) yang disebut dengan Proses Gurdi (Drilling). Pada Bab ini dimulaidari pengertian Mesin Gurdi dan