Teknik Penulisan Soal Pilihan Ganda

download Teknik Penulisan Soal Pilihan Ganda

If you can't read please download the document

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    53
  • download

    6

Embed Size (px)

description

full text Teknik Penulisan Soal Pilihan Ganda baik dan benar

Transcript of Teknik Penulisan Soal Pilihan Ganda

TEKNIK PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA

KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadlirot Ilahi Robbi yang senantiasa selalu memberikan kepada kita kekuatan sehingga kita dapat melaksanakan aktivitas sesuai dengan rencana yang telah kita programkan.

Selanjutknya kami sebagai Pengawas yang bertugas sebagai monitoring / supervisor berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas guna persiapan pelaksanaan UASBN dan UAS SD / MI Tahun pelajaran 2009 / 2010.

Atas dasar itulah kami membuat mini diktat Teknik Penulisan soal pilihan ganda untuk UASBN / UAS yang bertujuan agar segala persiapan untuk mencapai out put siswa Madrasah Ibtidaiyah di kecamatan dapat trealisasi dengan baikDan kami mengucapkan terimaksih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi guna terselesaikannya mini diktat ini. Dan kami yaqin semua itu didasari karena tanggungjawab terhadap tugas pemerintah dan Negara.

Dan kami mohon maaf manakala dalam mini diktat ini masih terdapat kekurangan mulai dari isi materi, bahasa, konstruksi penulisan dan sebagainya.Demikian mini diktat ini yang telah kami buat semoga sedikit menjadikan manfaat. Amiin Ya Robbal Aalamiin.

Banyuwangi, 15 Desember 2009

Pengawas Pendais

MOH. YANI, S.Ag , MM

Nip. 19690725 199203 1 002TEKNIK PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA

OLEH. MOH. YANI, S.Ag, MM

NIP. 19690725 199203 1002

PENGAWAS PENDAIS KEC. BANYUWANGI

A. Pengertian

Pengukuran secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis ( Paper and Pencil test ). Kumpulan soal soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban, tetapi juga dalam bentuk lain seperti, memberi tanda mewarnai menggambar dan sejenisnya. Tes tertulis merupakan teknik pengukuran yang banyak digunakan dalam menilai pencapaian kompetensi mata pelajaran seebagai hasil belajar. B. BENTUK TES TERTULIS

Soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu Soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan ( bentuk soal pilihan ganda, benar salah ) dan Soal dengan memberikan jawaban secara tertulis ( bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian ).

Dilihat dari bentuk soalnya, tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi tes tertulis obyektif seperti pilihan ganda dan isian, dan tes tertulis non obyektif seperti bentuk soal uraian non obyektif.C. BENTUK SOAL PILIHAN GANDA

Soal pilihan ganda merupakan soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Konstruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar. Sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkan memilihnya jika tidak menguasai materinya.

Soal pilihan gnada dapat diskor dengan mudah, cepat dan memiliki obyektifitasa yang tinggi, mengukur berbagai tingkatan kognitif, serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk kajian berskala besar yang hasilnya harus segera di umumkan, seperti Ujian Nasional, Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Seleksi Pegawai Negeri. Hanya saja untuk menyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya cukup besar, disamping itu Penulis soal akan kesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban, dan peserta mudah mencotek kunci jawaban. Secara umum setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor)Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi, konstruksi, maupun bahasa/ Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi.

Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara :

1. Mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilaku pemahaman, penerapan, analisis, sintesis atau evaluasi.

Perilku ingatan juga diperlukan namun kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum sisiwa dapat megukur perilaku yang disebutkan diatas.

2. Membiasakan menulis soal yang mengukur kemampuan berfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahan masalah.

3. Menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiap pentanyaan, misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus, contoh, table dan sebagainya.

D. KAIDAH PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA

Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah kaidah sebagai berikut :

a. Materi

Soal harus sesuai dengan indicator.

Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi

Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar

b. Konstruksi

Pokok soal harus dirumuskan secara logis dan tegas

Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.

Poko soal jangan memberi petunjuk kearah jawaban benar

Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negative ganda

Panjang rumusan pilihan jawaban harus relative sama

Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan semua pilihan jawaban diatas salah atau semua pilihan jawaban diatas benar.

Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya

Gambar, grafik, tabel, diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

c. Bahasa

Setiap soal harus mengunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa indonesia

Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.

Setiapa soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif

Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Catatan : Jumlah soal jawaban untuk soal SD/ MI empat Pilihan(option)

Contoh-Contoh Bentuk Soal Pilihan Ganda

Bacaan berikut ini untuk contoh soal no. 1 sampai dengan 3.

1.Soal harus sesuai dengan indikator

Indikator :Siswa dapat memprediksi keadaan populasi dalam ekosistem kolam setelah jangka waktu yang lama, berdasarkan ilustrasi yang diberikan.

Contoh Soal yang Kurang Baik:Diantara hewan-hewan berikut yang paling terpengaruh oleh insektisida...a.Ikan.

b.Ular.

c.Katak.

d.Serangga.

Penjelasan :

Dalam contoh di atas dapat dilihat bahwa kemampuan yang ingin diukur dalam indikator adalah memprediksi keadaan populasi dalam ekosistem kolam setelah jangka waktu yang lama, sedangkan soal menanyakan tentang hewan yang terpengaruh oleh adanya insektisida. Rumusan pokok soal ini tidak sesuai dengan indikator.

Contoh Soal yang Lebih Baik :

Yang akan terjadi dengan populasi dalam ekosistem kolam pak Irfan dalam jangka waktu yang lama...a.Populasi ikan akan langsung mati karena mereka memakan insektisida.

b.Populasi eceng gondok akan meledak karena insektisida merupakan pupuk bagi tumbuhan tersebut.

c.Populasi ikan akan berkurang karena mereka memangsa plankton yang mengandung insektisida.

d.Semua populasi yang terdapat dalam kolam akan mati.

Kunci: D

2.Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dalam ekosistem kolam pak Irfan adalah ....

a.katak

b.ikan

c.teratai

d.air

Kunci: C

Penjelasan:

Pilihan jawaban d pada contoh soal di atas tidak homogen dari segi materi karena air bukanlah organisme, sedangkan pokok soal menanyakan tentang organisme yang dapat membuat makanannya sendiri.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dalam ekosistem kolam pak Irfan adalah ....

a.katak

b.ikan

c.teratai

d.serangga

Kunci: C

3.Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau

yang paling benar.

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Bila populasi serangga punah, apa yang terjadi dengan populasi lain dalam kolam pak Irfan?

a.Katak dan ular meningkat.

b.Teratai meningkat dan ular menurun.

c.Katak meningkat dan ular menurun.

d.Katak dan ular menurun.

Kunci: B dan D

Penjelasan:

Contoh soal di atas lebih dari satu pilihan jawaban yang benar, yaitu b dan d sehingga dapat membingungkan siswa. Sedangkan jawaban yang diminta hanya satu jawaban yang benar atau paling tepat.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Bila populasi serangga punah, apa yang terjadi dengan populasi lain dalam kolam pak Irfan?

a.Katak dan ular meningkat.

b.Katak menurun dan ular meningkat.

c.Katak meningkat dan ular menurun.

d.Katak dan ular menurun.

Kunci: D

4.Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

Contoh Soal yang Kurang Baik :

Pohon mangga di kebun pak Budi adalah....

a.750 buah

b.450 buah

c.300 buah

d. 50 buah

Kunci : A

Penjelasan :Karena perumusan permasalahan dalam pokok soal tidak jelas, pengecoh menjadi sangat heterogen, dan tidak jelas konsep apa yang ditanyakan.

Contoh Soal yang Lebih Baik :

Bila banyak mangga golek 150 buah, jumlah seluruh mangga yang diperoleh pak Budi adalah ....

a.750 buah

b.450 buah

c.300 buah

d. 50 buah

Kunci : A

5.Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyat