Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

download Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

of 17

  • date post

    16-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    148
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Nothing

Transcript of Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

  • 5/26/2018 Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

    1/17

    TEKNIK PEMBERIAN OBAT DAN DOSIS

    DISUSUN OLEH :

    1. Esti Nurul Hatam ( B1301051 )2. Ety Purnaningsih ( B1301052 )3. Fatimah Nur Rahma ( B1301053 )4. Fitriana Puspitasari ( B1301054 )5. Fitriani Lestari ( B1301055 )6. Fitrilia Maya Surya ( B1301056 )

    STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

    PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN

    2013-2014

  • 5/26/2018 Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

    2/17

    2

    DAFTAR ISI

    1. Teknik-Teknik Pemberian Obata. Teknik Pemberian Obat melalui Inhalasi 3b. Teknik Pemberian Obat melalui Vagina 7c. Teknik Pemberian Obat melalui Rectum 8d. Teknik Pemberian Obat melalui Kulit 9e. Teknik Pemberian Obat melalui Mata 10f. Teknik Pemberian Obat melalui Epidural 11g. Teknik Pemberian Obat melalui Terapi Panas Dingin 12h. Teknik Pemberian Obat melalui Zid Bath Kompres 15i. Teknik Pemberian Obat melalui Manejemen Nyeri 16

    2. Referensi

  • 5/26/2018 Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

    3/17

    3

    A. TERAPI INHALASI RESPIRATORY1. DEFINISI

    Terapi inhalasi juga dapat diartikan sebagai suatu pengobatan yang ditujukan untuk

    mengembalikan perubahan-perubahan patofisiologi pertukaran gas sistem kardiopulmoner kearah yang normal, seperti dengan menggunakan respitor atau alat penghasil aerosol.

    2. CARA PENGGUNAAN BERBAGAI TERAPI INHALASIAda beberapa cara dalam terapi inhalasi, yaitu (1) inhaler dosis terukur (MDI, metered doseinhaler), (2) penguapan (gas powered hand held nebulizer), (3) inhalasi dengan intermitten

    positive pressure breathing (IPPB), serta (4) pemberian melalui intubasi pada pasien yang

    menggunakan ventilator.

    2.1.INHALER DOSIS TERUKURInhaler dosis terukur atau lebih sering disebut MDI diberikan dalam bentuk inhaler aerosoldengan/tanpaspacerdan bubuk halus (dry powder inhaler) yaitu diskhaler, rotahaler, dan

    turbohaler. Pada umumnya digunakan pada pasien yang sedang berobat jalan dan jarangdipergunakan di rumah sakit. Cara ini sangat mudah dan dapat dibawa kemana-mana oleh

    pasien, sehingga menjadi pilihan utama pagi penderita asma.1,3,7

    MDI terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian kotak yang mengandung zat dan bagian mouthpiece. Bila

    bagian kotak yang mengandung zat ini dibuka (ditekan), maka inhaler akan keluar

    melaluimouthpiece.1,7

    Pemakaian inhaler aerosol. Inhaler dikocok lebih dahulu agar obat homogen, lalu tutupnyadibuka inhaler dipegang tegak, kemudian dilakukan maksimal ekspirasi pelan-pelan mulut

    inhaler diletakan di antara kedua bibir, lalu katupkan kedua bibir dan lakukan inspirasi pelan-

    peran. Pada waktu yang sama kanester ditekan untuk mengeluarkan obat tersebut dan penarikannapas diteruskan sedalam-dalamnya tahan napas sampai 10 detik atau hitungan 10 kali dalam

    hati. Prosedur tadi dapat diulangi setelah 30 detik sampai 1 menit kemudian tergantung dosis

    yang diberikan oleh dokter.1,3

    Pemakaian inhaler aerosol dengan ruang antara (spacer). Inhaler dikocok lebih dahulu danbuka tutupnya, kemudian mulut inhaler dimasukan ke dalam lubang ruang antara mouthpiecediletakan di antara kedua bibir, lalu kedua bibir dikatupkan, pastikan tidak ada kebocoran

    tangan kiri memegangspacer, dan tangan kanan memegang kanester inhaler tekan kanester

    sehingga obat akan masuk ke dalamspacer, kemudian tarik napas perlahan dan dalam, tahan

    napas sejenak, lalu keluarkan napas lagi. Hal ini bisa diulang sampai merasa yakin obat sudahterhirup habis.

    3

    Pemakaian diskhaler. Lepaskan tutup pelindung diskhaler, pegang kedua sudut tajam, tarik

    sampai tombol terlihat tekan kedua tombol dan keluarkan talam bersamaan rodanya letakkan

    diskhaler pada roda, angka 2 dan 3 letakkan di depan bagian mouth piece masukan talamkembali, letakan mendatar dan tarik penutup sampai tegak lurus dan tutup kembali keluarkan

    napas, masukan diskhaler dan rapatkan bibir, jangan menutupi lubang udara, bernapas melalui

  • 5/26/2018 Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

    4/17

    4

    mulut sepat dan dalam, kemudian tahan napas, lalu keluarkan napas perlahan-lahan. putar

    diskhaler dosis berikut dengan menarik talam keluar dan masukan kembali.

    Pemakaian rotahaler. Pegang bagian mulut rotahaler secara vertikal, tangan lain memutar

    badan rotahaler sampai terbuka, masukan rotacaps dengan sekali menekan secara tepat ke dalam

    lubang epat persegi sehingga puncak rotacaps berada pada permukaan lubang, pegangpermukaan rotahaler secara horizontal dengan titik putih di atas dan putar badan rotahaler

    berlawanan arah sampai maksimal untuk membuka rotacaps, keluarkan napas semaksimal

    mungkin di luar rotahaler, masukan rotahaler dan rapatkan bibir dengan kepala agak ditinggikandengan kepala agak ditengadahkan ke belakang, hiruplah dengan kuat dan dalam, kemudian

    tahan napas selama mungkin. Lalu keluarkan rotahaler dari mulut, sambil keluarkan napas secara

    perlahan-lahan.

    Pemakaian turbohaler. Putar dan lepas penutup turbohaler, pegang turbohaler dengan tangan

    kiri dan menghadap atas lalu dengan tangan kanan putar pegangan (grip) ke arah kanan sejauhmungkin kemudian putar kembali keposisi semula sampai terdengar suara klik, hembuskan napas

    maksimal di luar turbohaler, letakkan mouthpiecedi antara gigi, rapatkan kedua bibir sehingga

    tidak ada kebocoran di sekitar mouth piecekemudian tarik napas dengan tenang sekuat dansedalam mungkin, sebelum menghembuskan napas, keluarkan turbohaler dari mulut. Jika yang

    diberikan lebih dari satu dosis ulangi tahapan 2 5 (tanda panah) dengan selang waktu 1 2

    menitpasang kembali tutupnya.

    Setelah penggunaan inhaler.Basuh dan kumur dengan menggunakan air. Ini untuk

    mengurangi/menghilangkan obat yang tertinggal di dalam rongga mulut dan tenggorokan, juga

    untuk mencegah timbulnya penyakit di mulut akibat efek obat (terutama kortikosteroid).

    Cara mencuci. Kegagalan mencuci inhaler dengan cara yang benar akan menimbulkansumbatan dan pada akhirnya dapat mengurangi jumlah/dosis obat. Cusi bekar serbuk yang

    tertinggal di corong inhaler. Keluarkan belas obat dan basuh inhaler dengan air hangat dengan

    sedikit sabun. Keringkan dan masukan kembali ke dalam tempatnya.

    Bagaimana cara untuk mengetahui inhaler sudah kosong. Setiap inhaler telah dilabelkandengan jumlah dos yang ada. Contoh di bawah akan menerangkan bagaimana untuk menentukan

    kandungan obat di dalam inhaler. Jika botol obat mengandungi 200 hisapan dan kita harus

    mengambil 8 hisapan sehari, maka obat habis dalam 25 hari. Jika kita mula menggunakan inhaler

    pada tanggal 1 Mei, maka gantikan inhaler tersebut dengan yang baru pada/atau sebelum tanggal

    25 Mei. Tulis tanggal mula menggunakan inhaler pada botol obat untuk menghindari kesalahan.

    Kandungan inhaler juga boleh diperkirakan dengan cara memasukkan botol obat ke dalam air.

    Kedudukan botol obat di dalam air menggambarkan kandungan obat dalam inhaler.

    2.2. PENGUAPAN (NEBULIZER)Cara ini digunakan dengan memakai disposible nebulizer mouth piece dan pemompaan udara

    (pressurizer) atau oksigen. Larutan nebulizer diletakan di dalam nebulizer chamber. Cara ini

    memerlukan latihan khusus dan banyak digunakan di rumah sakit. Keuntungan dengan cara iniadalah dapat digunakan dengan larutan yang lebih tinggi konsentrasinya dari MDI. Kerugiannya

    adalah hanya 50 70% saja yang berubah menjadi aerosol, dan sisanya terperangkap di dalam

    nebulizer itu sendiri.

  • 5/26/2018 Teknik Pemberian Obat Dan Dosis

    5/17

    5

    Jumlah cairan yang terdapat di dalam hand held nebulizeradalah 4 cc dengan kecepatan gas 6

    8 liter/menit. Biasanya dalam penggunaannya digabung dalam mukolitik (asetilsistein) atau

    natrium bikarbonat. Untuk pengenceran biasanya digunakan larutan NaCl.

    Cara menggunakannya yaitu: Buka tutup tabung obat, masukan cairan obat ke dalam alat

    penguap sesuai dosis yang ditentukan gunakan mouth pieceatau masker (sesuai kondisipasien). Tekan tombol on pada nebulizer jika memakai masker, maka uap yang keluar

    dihirup perlahan-lahan dan dalam inhalasi ini dilakukan terus menerus sampai obat habismasker.

    Bila memakai mouth piece, maka tombol pengeluaran `erosol ditekan sewaktu inspirasi, hirupuap yang keluar perlahan-lahan dan dalam. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai obat habis

    (1015 menit).

    Beberapa contoh jenis nebulizer antara lain: Simplenebulizer; Jetnebulizer, menghasilkan

    partikel yang lebih halus, yakni antara 2 8 mikron. Biasanya tipe ini mempunyai tabel dan

    paling banyak dipakai di rumah sakit. Beberapa bentuk jet nebulizer dapat pula diubah sesuaidengan keperluan, sehingga dapat digunakan pada ventilator dan IPPB, dimana dihubungkan

    dengan gas kompresor.

    Ultrasonik nebulizer, alat tipe ini menggunakan frekuensi vibrator yang tinggi, sehingga

    dengan mudah dapat mengubah cairan menjadi partikel kecil yang bervolume tinggi, yakni

    mencapai 6 cc/menit dengan partikel yang uniform. Besarnya partikel adalah 5 mikron danpartikel dengan mudah masuk ke saluran pernapasan, sehingga dapat terjadi reaksi, seperti

    bronkospasme dan dispnoe. Oleh karena itu alat ini hanya dipakai secara intermiten, yakni untuk

    menghasilkan sputum dalam masa yang pendek pada pasien dengan sputum yang kental.

    Antomizer nebulizer, partikel yang dihasilkan cukup besar, yakni antara 10 30 mikron.

    Digunakan untuk pengobatan laring, terutama pada pasien dengan intubasi trakea.

    2.3. INTERMITEN POSITIVE PRESSURE BREATHINGCara ini biasanya diberikan di rumah sakit dan memerlukan tenaga yang terlatih. Cara ini jauhlebih mahal dan mempunyai indikasi yang terbatas, terutama untuk pasien yang tidak dapat

    bernapas dalam dan pasie