TEKNIK OTOMASI INDUSTRI - bsd.· atom dan muatan listrik q 16 2.1.2.2. muatan elektron 16 2.1.2.3.

download TEKNIK OTOMASI INDUSTRI - bsd.· atom dan muatan listrik q 16 2.1.2.2. muatan elektron 16 2.1.2.3.

of 332

  • date post

    26-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    256
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TEKNIK OTOMASI INDUSTRI - bsd.· atom dan muatan listrik q 16 2.1.2.2. muatan elektron 16 2.1.2.3.

Agus Putranto dkk

TEKNIK OTOMASI INDUSTRI SMK JILID 1

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK OTOMASI INDUSTRI

Untuk SMK JILID 1 Penulis : Agus Putranto Abdul Mukti Djoko Sugiono Syaiful Karim Arie Eric Rawung Sodikin Susaat Sugiono Perancang Kulit : TIM Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

PUT PUTRANTO, Agus t Teknik Otomasi Industri untuk SMK Jilid 1 /oleh Agus

Putranto, Abdul Mukti, Djoko Sugiono, Syaiful Karim, Arie Eric Rawung, Sodikin Susaat, Sugiono ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

xii, 330 hlm Daftar Pustaka : LAMPIRAN A. Glosarium : LAMPIRAN B. ISBN : 978-979-060-089-8 ISBN : 978-979-060-090-4

KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iv

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Alloh, dengan tersusunnya buku Teknik Otomasi Industri ini semoga dapat menambah khasanah referensi khususnya di bidang tekologi industri yang akhir-akhir ini mulai berkembang di Indonesia.

Isi buku ini sengaja disajikan secara praktis dan lengkap sehingga dapat membantu para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mahasiswa, guru serta para praktisi industri. Teknik Otomasi Industri yang selama ini dideskripsikan secara variatif dan adaptif terhadap perkembangan serta kebutuhan berbagai kalangan praktisi industri. Penekanan dan cakupan bidang yang dibahas dalam buku ini sangat membantu dan berperan sebagai sumbangsih pemikiran dalam mendukung pemecahan permasalahan yang selalu muncul didalam disain, pengendalian / pemgontrolan suatu sistem.

Oleh karena itu, buku ini disusun secara integratif antar disiplin ilmu yaitu teknik elektronika analog, elektronika daya,teknik digital, pemrograman dan elektronika daya yang saling mendukung sehingga skill yang diperlukan terkait satu dengan lainnya. Secara tuntas, kualitas maupun manajemen proses control standar yang berlaku di tingkat internasional termasuk didalam wilayah pembahasan.

Tim penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu materi naskah serta dorongan semangat dalam penyelesaian buku ini. Kami sangat berharap dan terbuka untuk masukan serta kritik konstruktif dari para pembaca sehingga dimasa datang buku ini lebih sempurna dan implementatif.

Tim Penulis

vi

vii

DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN iii KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 PENGANTAR OTOMASI 1 1.2 SISTIM OTOMASI 4 1.3 ARSITEKTUR SISTEM 5 1.4 INDUSTRI PEMAKAI 8 1.5 SISTEM KONTROL INDUSTRI 8 BAB II PENGETAHUAN DASAR OTOMASI INDUSTRI 2.1 PENGETAHUAN LISTRIK DAN ELEKTRONIKA 2.1.1 BESARAN DAN SATUAN 11 2.1.1.1. SISTIM SATUAN 11 2.1.1.2. SATUAN SATUAN 11 2.1.1.3. AWALAN SATUAN 11 2.1.1.4. DAFTAR AWALAN SATUAN 12 2.1.1.5. SATUAN DASAR : 13 2.1.1.6. SATUAN TAMBAHAN 13 2.1.1.7. SATUAN TURUNAN 13 2.1.1.8. SATUAN-SATUAN DALAM TEKNIK LISTRIK 14 2.1.2. STRUKTUR BAHAN 16 2.1.2.1. ATOM DAN MUATAN LISTRIK Q 16 2.1.2.2. MUATAN ELEKTRON 16 2.1.2.3. PENGHANTAR ARUS DALAM LOGAM 17 2.1.2.4. PENGHANTAR ARUS DALAM ZAT CAIR 18 2.1.2.5. PERISTIWA ATOM: 18 2.1.2.6. PEMBENTUKAN ION DALAM LARUTAN ENCER 20 2.1.2.7. PENGHANTAR ARUS DALAM GAS 20 2.1.2.8. IONISASI 21 2.1.2.9. PELEPASAN GAS 21 2.1.3. SUMBER LISTRIK 22 2.1.3.1. TEGANGAN LISTRIK 22 2.1.3.2. ARUS LISTRIK 23 2.1.3.3. KESEIMBANGAN MUATAN LISTRIK 24 2.1.4. PEMBANGKIT TEGANGAN 26 2.1.4.1. PEMBANGKIT TEGANGAN DENGAN INDUKSI 26 2.1.4.2. PEMBANGKIT TEGANGAN DENGAN TENAGA KIMIA 26 2.1.4.3. PEMBANGKIT TEGANGAN DENGAN TENAGA PANAS 27 2.1.4.4. PEMBANGKIT TEGANGAN DENGAN TENAGA CAHAYA 27 2.1.4.5. PEMBANGKIT TEGANGAN DENGAN PIEZO ELEKTRIK 27 2.1.5. RANGKAIAN LISTRIK 28 2.1.5.1. TENAGA LISTRIK 28 2.1.5.2. LISTRIK DALAM RANGKAIAN TERTUTUP 28

Diunduh dari BSE.Mahoni.com

viii

2.1.5.3. USAHA ARUS LISTRIK 30 2.1.6. ELEKTROLISA 31 2.1.6.1. PERISTIWA KIMIA LISTRIK 31 2.1.6.2. PELAPISAN BAHAN 31 2.1.6.3. USAHA LISTRIK DALAM PROSES ELEKTROLISA 32 2.1.6.4. DAYA MEKANIK DALAM PROSES ELEKTROLISA 34 2.1.6.5. KONVERSI DAYA MEKANIK 34 2.1.6.6. PROSES PENYEPUHAN LOGAM 36 2.1.6.7. TUJUAN PENYEPUHAN 36 2.1.6.8. CARA MENDAPATKAN LOGAM MURNI 36 2.1.6.9. DAYA LARUTAN 38 2.1.6.10. URUTAN TEGANGAN KIMIA LISTRIK 38 2.1.6.11. POLARISASI ELEKTROLISA 40 2.1.7. ELEMEN GALVANIS 41 2.1.7.1. PASANGAN GALVANIS 41 2.1.7.2. SISTIM ELEKTROKIMIA 44 2.1.7.3. PERBANDINGAN SIFAT 44 2.1.7.4. PENGISIAN DAN PENGOSONGAN LISTRIK 45 2.1.7.5. DAYA GUNA AKKUMULATOR 46 2.1.7.6. KOROSI 46 2.1.8. TAHANAN LISTRIK ( R ) 47 2.1.8.1. TAHANAN DAN NILAI HANTAR 47 2.1.8.2. TAHAN JENIS 48 2.1.8.3. KODE WARNA TAHANAN 49 2.1.8.4. TAHANAN STANDARD IEC 51 2.1.8.5. JENIS TAHANAN 52 2.1.8.6. TAHANAN FUNGSI SUHU DAN FUNGSI CAHAYA 54 2.1.8.7. PERUBAHAN TAHANAN 56 2.1.8.8. FAKTOR PERUBAHAN TAHANAN 57 2.1.8.9. TOLERANSI TAHANAN 58 2.1.9. PEMBAGI ARUS DAN TEGANGAN 59 2.1.9.1. HUKUM OHM 59 2.1.9.2. HUKUM KIRCHOFF 63 2.1.9.3. HUKUM KIRCHOF II 66 2.1.9.4. ANALISA PERCABANGAN ARUS 68 2.1.9.5. ANALISA ARUS LOOP 69 2.1.9.6. HUBUNGAN SERI 69 2.1.9.7. PEMBAGIAN TEGANGAN 70 2.1.9.8. RUGI TEGANGAN DALAM PENGHANTAR 73 2.1.9.9. PEMBEBANAN SUMBER 74 2.1.9.10. HUBUNGAN JAJAR. 75 2.1.10. PENGUKURAN RANGKAIAN 78 2.1.10.1. HUBUNGAN JEMBATAN 79 2.1.10.2. HUBUNGAN CAMPURAN 80 2.1.10.3. HUBUNGAN JEMBATAN ARUS SEARAH 81 2.1.10.4. JEMBATAN BERSETIMBANG 82 2.1.10.5. PEMBAGI TEGANGAN BERBEBAN 83 2.1.10.6. HUBUNGAN CAMPURAN BERBEBAN 83 2.1.10.7. HUBUNGAN DENGAN POTENSIOMETER 85 2.1.10.8. PARAREL SUMBER BERBEBAN 86

ix

2.1.10.9. RANGKAIAN SUMBER CAMPURAN 86 2.1.10.10. DAYA LISTRIK 88 2.1.11.11. DAYA GUNA(EFISIENSI) 90 2.1.11. PANAS LISTRIK 91 2.1.11.1. TEMPERATUR 91 2.1.11.2. PENGUKURAN TEMPERATUR 92 2.1.11.3. SKALA TERMOMETER 92 2.1.11.4. KWALITAS DAN KAPASITAS PANAS 93 2.1.11.5. KONVERSI BESARAN DAN SATUAN USAHA 97 2.1.11.6. KONVERSI BESARAN DAN SATUAN DAYA 97 2.1.11.7. DAYA GUNA EFISIENSI 99 2.1.11.8. PERPINDAHAN PANAS 100 2.2 KOMPONEN LISTRIK DAN ELEKTRONIKA 2.2.1. KONDENSATOR 104 2.2.1.1. KUAT MEDAN LISTRIK 105 2.2.1.2. DIELEKTRIKUM 106 2.2.1.3. PERMITIFITAS LISTRIK 107 2.2.1.4. PENGARUH ELEKTROSTATIK 111 2.2.1.5. KAPASITAS KONDENSATOR / KAPASITOR 114 2.2.1.6. ENERGI TERSIMPAN PADA KONDENSATOR 115 2.2.1.7. SIFAT HUBUNGAN KONDENSATOR 117 2.2.1.8. RANGKAIAN PARAREL : 118 2.2.1.9. RANGKAIAN SERI ( DERET ) 118 2.2.2 KEMAGNETAN 119 2.2.2.1. KEKUATAN MAGNET 119 2.2.2.2. TEORI WEBER. 120 2.2.2.3. TEORI AMPERE. 120 2.2.2.4. SIFAT MEDAN MAGNET 121 2.2.2.5. RANGKAIAN MAGNET 121 2.2.2.6. BESARAN MAGNET 124 2.2.2.7. FLUKSI MAGNET 126 2.2.3 DIODA 141 2.2.3.1. DASAR PEMBENTUKAN DIODA 141 2.2.3.2. DIODA ZENNER 142 2.2.3.3. SIFAT DASAR ZENNER 144 2.2.3.4. KARAKTERISTIK ZENNER 146 2.2.4. DIODA VARACTOR 156 2.2.4.1. BIAS BALIK, KAPASITANSI PERSAMBUNGAN 156 2.2.4.2. BIAS MAJU , KAPASITANSI PENYIMPANAN 158 2.2.5. DIODA SCHOTTKY 159 2.2.6. DIODA TUNNEL 162 2.2.7 TRANSISTOR 164 2.2.7.1. PROSES PEMBUATAN 165 2.2.7.2. PENGARUH TEMPERATUR 167 2.2.7.3. KURVA KARAKTERISTIK 167 2.2.7.4. PENENTUAN RUGI 170 2.2.7.5. HUBUNGAN DASAR TRANSISTOR 178 2.2.8 TRANSISTOR EFEK MEDAN ( FET ) 183

x

2.2.8.1. PARAMETER JFET 191 2.2.8.2. ANALISA RANGKAIAN FET 196 2.2.8.3. KONFIGURASI-KONFIGURASI RANGKAIAN JFET 199 2.2.8.4. FET SEBAGAI PENGUAT 201 2.2.8.5. FET SEBAGAI SAKLAR DAN MULTIVIBRATOR 201 2.2.8.6. BIAS MOSFET 203 2.2.8.7.