TB Referat

download TB Referat

of 36

  • date post

    26-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    251
  • download

    7

Embed Size (px)

description

laporan kasus radiologi

Transcript of TB Referat

TUBERKULOSIS PARUI. KASUSNo. Rekam Medik: 696309Nama Pasien:Tn. YAUmur: 36 tahun, 9 bulan, 0 hariJenis Kelamin:Laki-lakiAlamat: JL. Mamuju Blok C No 140 BSP MakassarTempat/Tanggal lahir:Makassar, 12-04-1978Agama:Islam Kebangsaan:Indonesia

Tanggal Pemeriksaan:12-01-2015Perawatan Bagian :Infection Center1.2 Anamnesis :

a. Keluhan utama: Batuk Darahb. Anamnesis terpimpin:

Dialami sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Awalnya batuk darah 3 hari yang lalu. Volumenya sekitar 1 gelas. Hari ini batuk darah bercampur lendir. Riwayat batuk lama ada, sudah sekitar 9 bulan. Riwayat batuk darah sebelumnya tidak ada. Riwayat berobat TB sebelumnya tidak ada. Demam tidak ada, keringat pada malam hari ada. Riwayat penurunan berat badan ada. Riwayat merokok aktif ada hingga saat ini, 1 bungkus 2 hari. Sejak >10 tahun terkahir.1.1 Pemeriksaan Fisisa. Status Generalis

Keadaan umum: Keadaan sakit sedang

Kesadaran: Compos mentis (GCS 15)

Status Gizi: Gizi kurangb. Tanda Vital

Tekanan darah: 120/70 mmHg

Nadi: 80 kali/menit

Pernafasan: 20 kali/menit

Suhu: 36,7oC

c. Mata

Kelopak mata: Edema (-)

Konjungtiva: Anemia (-)

Sclera: Ikterus (-)

Kornea: Jernih

Pupil: Bulat, isokor

d. THT: Dalam batas normal

e. Mulut

Bibir: Pucat (-), Kering (-)

Lidah: Kotor (-), hiperemis (-), kandidiasis oral (-)

Faring: Hiperemis (-)

Tonsil: T1 T1, Hiperemis (-)f. Leher

Pembesaran kelenjar getah bening (-)

Massa tumor (-)

Nyeri tekan (-)

Pembesaran thyroid (-/-)

g. Paru paru

a. Inspeksi: simetris (ka=ki), tidak menggunakan otot-otot bantuan pernapasan, hematom (-), luka (-), jaringan sikatrik (-).b. Palpasi: massa tumor (-), nyeri tekan (-),vocal fremitus (ka=ki), krepitasi (-)

c. Perkusi: sonor, batas paru hepar ICS VI dextra, bunyi: pekak ke timpani.

d. Auskultasi: BP = vesikulerBT = Wheezing (-/-)

Ronchi (-/-) e. Jantung

Inspeksi: Iktus kordis tidak tampak

Palpasi: Iktus kordis tidak teraba

Perkusi: Pekak

Auskultasi :Bunyi jantung I/II murni regular, bunyi tambahan

tidak adaf. Abdomen

Inspeksi: Tampak cembung, ikut gerak nafas, distensi abdomen (-), meteorismus (-)

Palpasi: Nyeri tekan (-), massa tumor (-),hepar (tidak teraba), lien (tidak teraba)

Perkusi: Timpani

Auskultasi: Peristaltik (+) kesan normal1.2 Laboratorium

Laboratorium (15-12-2014)PemeriksaanHasil

WBC9.3 x 103/mm3

RBC4.98 x 106/dL

HGB9.7 g/dL

HCT31 %

PLT369 x 103/mm3

PemeriksaanHasil

Sputum BTA 1X+

Sputum BTA 2X+

Sputum BTA 3X++

Kesan : Pemeriksaan Laboratorium dalam batas normal1.3 Radiologi a. Foto Thoraks AP

Hasil pemeriksaan:

Bercak berawan pada lapangan atas kedua parudan lapangan tengah paru kiri disertai garis fibrosis yang meretraksi kedua hilus. Cor dengan cardiothoraks index dalam batas normal, aorta normal Kedua sinus baik, kedua diafragma baik Tulang-tulang intakKesan: TB paru dupleks lama aktif1.5 Diagnosis

Hemoptoe ec. TB paru1.6 Terapi1. Diet biasa2. IVFD RL 28 tetes permenit

3. Cefotaxim 1 gr/12 jam/iv4. Codein 10 mg/8 jam/oral 5. Paracetamol 500 mg/8 jam/ oral (bila demam)

II. Tinjauan PustakaII.1 Definisi

TB adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama di kenal pada manusia, misalnya dia dihubungkan dengan tempat tinggal didaerah urban, lingkungan yang padat, dibuktikan dengan adanya penemuan kerusakan vertebra torak yang khas TB dari kerangka yang di gali di Heidebierg dari kuburan zaman neolitikum, begitu juga penemuan yang berasal dari mumi dan ukiran dinding piramid di Mesir kuno pada tahun 2000-40000 SM. Hipocrates telah memperkenalkan terminologi phthisis yang diangkat dari bahasa Yunani yang menggambarkan tampilan TB paru.1

TB paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis,yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau diberbagai organ tubuh yang lainnya yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi.2

TB adalah sejenis penyakit paru yang disebabkan karena infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.3II.2 Anatomi Paru Paru-paru merupakan bagian dari sistem respirasi yang terletak pada rongga dada. Antara paru kiri dan paru kanan dipisahkan oleh mediastinum. Setiap bagian paru tersusun oleh lobus-lobus yang tersusun dari alveolus. (1) Masing masing paru berbentuk seperti kerucut dengan bagian apeks yang tumpul yang terletak disekitar sternum setinggi costa 1 anterior. Bagian basal dari paru-paru terletak di bagian atas dari diafragma.(2) Paru-paru kanan secara anatomis memiliki 3 buah lobus yaitu lobus atas, tengah dan lobus bawah, sedangkan paru-paru kiri memiliki 2 buah lobus yaitu lobus atas dan lobus bawah. Masing masing paru memiliki 10 buah segment paru yang terbagi berdasarkan cabang utama dari bronkus.(2)

Paru-paru sendiri memiliki pembungkus yang dikenal dengan pleura. Tiap paru memiliki pleura masing-masing. Pleura terdiri dari 2 lapisan yaitu pleura viseralis yang berhubungan langsung dengan permukaan paru dan pleura parietalis yang membatasi bagian dalam dari dinding dada, permukaan atas dari diafragma, dan sisi lateral dari pericardium dan mediastinum.(3) Diantara pleura viseralis dan pleura parietalis terdapat ruang potensial yang dikenal dengan kavum pleura yang secara fisiologis berisi cairan serous yang berfungsi untuk meminimalisasi gesekan saat proses pernapasan. Selain cairan serous, potensial spase di kavum pleura juga dapat terisi oleh udara, darah dan nanah (pus).(1,3)

Gambar 1: sistem respirasi pada manusia (kiri) dan struktur alveolus (kanan)(11)

Gambar 2 : anatomi paru paru(11)

Gambar 3: Gambaran normal foto thoraks(14)Ket:

1. Corakan bronchovaskuler dalam batas normal

2. Tidak tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru

3. Cor: bentuk dan ukuran normal, aorta normal

4. Kedua sinus costophrenicus dan diafragma dalam batas normal

5. Tulang tulang intake

II.3Epidemiologi

Indonesia adalah negeri dengan prevalensi TB ke-3 tertinggi di dunia setelah China dan India. Pada tahun 1998 diperkirakan TB di China, India dan Indonesia berturut-turut: 1.828.000, 1.414.000, dan 591.000 kasus.(3) Perkiraan kejadian di BTA di sputum yang positif di Indonesia adalah 266.000 tahun 1998. Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga 1985 dan kesehatannasional 2001, TB menempati ranking nomor tiga sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Prevalensi nasional terkahir TB paru diperkirakan 0,24%. Sampai sekarang angka kejadian TB di Indonesia relatif terlepas dari angka pandemi HIV karena masih relatif rendahnya infeksi HIV, tapi hal ini mungkin akan berubah di masa datang melihat semakin meningkatnya laporan infeksi HIV dari tahun ketahun.3,4II.4 Etiologi

Penyebab dari penyakit tuberkulosis paru adalah terinfeksinya paru oleh Mycobacterium tuberkulosis yang merupakan kuman berbentuk batang dengan ukuran sampai 4 mikron dan bersifat anaerob. Sifat ini yang menunjukkan kuman lebih menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigennya, sehingga paru-paru merupakan tempat prediksi penyakit tuberkulosis.Kuman ini juga terdiri dari asal lemak (lipid) yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisik.Penyebaran Mycobacterium tuberkulosis yaitu melalui droplet nukles, kemudian dihirup oleh manusia dan menginfeksi.2,3II.5 Patofisiologi

A.Tuberkulosis Primer

Penularan tuberkulosis paru terjadi karena kuman di batukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuclei di sekitar kita. Partikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1-2 jam, tergantung pada ada tidaknya sinar ultraviolet, ventilasi yang buruk dan kelembaban. Dalam suasana lembab dan gelap kuman dapat tahan berhari-hari sampai berbulan-bulan. Bila partikel infeksi ini terisap oleh orang sehat, ia akan menempel pada saluran napas atau jaringan paru. Partikel dapat masuk ke alveolar bila ukuran partikel < 5 mikrometer. Kuman akan pertama kali dihadapi oleh neutrofil, kemudian baru oleh makrofag. Kebanyakan partikel ini akan mati atau dibersihkan oleh makrofag keluar dari percabangan trakeobronkial bersama gerakan silia dan sekretnya.2

Bila kuman menetap di jaringan paru, berkembang biak dalam sitoplasma makrofag. Di sini ia bisa terbawa masuk ke organ tubuh lainnya. Kuman yang bersarang di jaringan paru akan berbentuk sarang tuberkulosis pneumonia kecil dan disebut sarang primer atau afek primer atau sarang (fokus) ghon. Sarang primer ini dapat terjadi di setiap bagian jarinagn paru. Bila menjalar sampai ke pleura, maka terjadilah efusi pleura. Kuman dapat juga masuk melalui saluran gastrointestinal, jaringan limfe, orofaring dan kulit, terjadi limfadenopati regional kemudian bakteri masuk ke dalam vena dan menjalar ke seluruh organ seperti paru, otak, ginjal, dan tulang. Bila masuk ke arteri pulmonalis maka tejadi penjalaran ke seluruh bagian paru menjadi TB milier.2,3

Dari sarang primer akan timbul peradangan saluran getah bening menuju hilus dan juga diikuti pembesaran kelenjar getah bening hilus. Sarang primer limfangitis lokal + limfadenitis regional = kompleks primer. Semua proses ini memakan waktu 3-8 minggu. Kompleks primer ini selanjutnya dapat menjadi:21. Sembuh sama sekali tanpa meninggalkan cacat.

2. Sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas berupa garis-garis fibrotik, kalsifiksi di hilus, keadaan ini terdapat pada lesi pneumonia yang lausnya >5 mm dan 10 % diantaranya dapat terjadi reaktivasi lagi karena kuman yang dormant.

3. Berkomplikasi dan menyebar.B.Tuberkulosis Pasca Primer (Tuberkulosis Sekunder)

Kuman yang dormant pa