Tata Laksana Diet Pada Pasien Hipertensi Maligna Dengan Epistaksis Posterior

download Tata Laksana Diet Pada Pasien Hipertensi Maligna Dengan Epistaksis Posterior

of 33

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Tata Laksana Diet Pada Pasien Hipertensi Maligna Dengan Epistaksis Posterior

Transcript of Tata Laksana Diet Pada Pasien Hipertensi Maligna Dengan Epistaksis Posterior

LAPORAN PRAKTIK LAPANGAN

BLOK ASUHAN GIZI KLINIK 2TATA LAKSANA DIET PADA PASIENHIPERTENSI MALIGNA DENGAN EPISTAKSIS POSTERIOR

Disusun Oleh:Fitria Eka Purwandari(12/335403/KU/15215)

PROGRAM STUDI GIZI KESEHATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS GADJAH MADAYOGYAKARTA2015

Halaman Pengesahan

LAPORAN PRAKTIK LAPANGAN

TATA LAKSANA DIET PADA PASIEN

HIPERTENSI MALIGNA dengan EPISTAKSIS POSTERIORLaporan studi kasus ini diajukan dalam rangka pembelajaran praktik lapangan

Blok Asuhan Gizi Klinik 2 Degeneratif dan Metabolik

Disusun Oleh:

Fitria Eka Purwandari12/335403/KU/15215

Telah diperiksa dan disetujui

Tanggal 22 Juni 2015Oleh

Dosen Pembimbing LapanganSupervisor

Ida Rubaida, S. Gz, DietisienPerdana Samekto T, M.Sc

BAB 1.

PENDAHULUANBAGIAN 1. ASSESSMENT GIZI

A. Anamnesis

1. Identitas Pasien

Nama: Ny. JNo RM: 10.25.15.82

Umur: 70Ruang: Al Kahfi 11

Sex: PTanggal Masuk: 31 Mei 2015

Pekerjaan: IRTTanggal Kasus: 1 Juni 2015

Pendidikan: SDAlamat: Sendangsari, Pajangan, Bantul

Agama: IslamDiagnosis Medis: Hipertensi Maligna dengan Epistaxis Posterior

2. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit

Keluhan UtamaMimisan, leher kaku

Riwayat Penyakit Sekarang2 JSMRS pasien mimisan, darah terus mengucur dari hidung, masuk rumah sakit dengan pendarahan dari hidung dan keluar darah dari mulut (+)

Riwayat Penyakit DahuluRiwayat hipertensi sejak 2 tahun yang lalu

Riwayat Penyakit Keluarga-

3. Berkaitan dengan Riwayat Gizi

Data Sosio EkonomiPenghasilan

: menengah keatas

Jumlah anggota keluarga: 6

Suku

: jawa

Aktifitas FisikJumlah Jam kerja:6 jamJumlah tidur sehari:6 jamJenis olahraga

:-Frekuensi olahraga:-

Alergi makananMakanan

:-Penyebab

:-Jenis diet khusus:-Alasan

:-Yang menganjurkan:-

Masalah GastrointestinalNyeri ulu hati (ya/tidak), Mual (ya/tidak), Muntah (ya/tidak),

Diare (ya/tidak), Konstipasi (ya/tidak), Anoreksia (ya/tidak)

Perubahan pengecapan/penciuman (ya/tidak)

Penyakit kronikJenis penyakit : hipertensiModifikasi Diet : -Jenis pengobatan : -

Kesehatan mulutSulit menelan (ya/tidak), stomatitis (ya/tidak), gigi lengkap (ya/tidak)

PengobatanVitamin/mineral/suplemen gizi lain :-Frekuensi dan jumlah :-

Perubahan berat badanBertambah / berkurang; lamanya : tidak diketahuiDisengaja / tidak disengaja

Mempersiapkan makananFasilitas memasak:makanan dimasak oleh anaknya, tidak pernah membeli makanan di luarFasilitas menyimpan makanan : tudung saji, kulkas

Riwayat/ pola makan Makan utama 3x/hari dengan selingan 1-2 x/hari, yaitu roti, singkong rebus, gembili @ 1 potongMakanan Pokok : nasi putih 3 kali / hari @ 1 centong, Lauk Hewani : telur ayam 2-3 x seminggu @ 1 butir, ayam 1 x seminggu @ 1 potongLauk Nabati : tahu dan tempe 2-3 x/hari @ 1 potong, bergantian, dimasak seringnya bacemSayur : setiap hari ada sayur seperti sayur kacang panjang, sayur daun singkong dimasak santan, sayur beningBuah : pisang, pepaya. Setiap hari ada karena hasil panen sendiri.Minum : hampir setiap selesai makan minum teh manis 1 gelas, air putih 2-3 gelas sehariSemenjak sakit hipertensi, pasien telah mengurangi konsumsi dan penggunaan garam dalam mengolah makanannya. Pasien juga mengurangi konsumsi makanan olahan ataupun awetan.

Kesimpulan:

Dilihat dari riwayat penyakitnya, dapat diketahui bahwa pasien J menderita hipertensi sejak 2 tahun yang lalu.

Pembahasan:

Pasien datang ke rumah sakit dan masuk UGD dengan keluhan darah mengucur dari hidung dan mulutnya. Pasien juga mengeluhkan pada leher bagian belakang terasa kaku. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diketahui tekanan darah pasien tinggi. Dari riwayat penyakit dahulu, pasien menderita sejak dua tahun yang lalu namun tidak mengonsumsi obat rutin, hanya pada saat kambuh saja berobat ke dokter terdekat.Pasien tidak mengetahui perubahan berat badan karena tidak pernah melakukan penimbangan. Tidak terdapat masalah gastrointestinal pada pasien namun pasien mengalami mual muntah saat datang ke rumah sakit dan saat asesmen dilakukan. Hal ini dikarenakan pasien mengalami epistaxis pada kondisi hipertensi maligna. Keluhan leher kaku juga disebabkan karena tekanan darah yang tinggi yang dialami oleh psien. Pasien tidak mengalami masalah pada kesehatan mulutnya karena masih dapat mengonsumsi makanan yang bertekstur agak keras tetapi gigi pasien sudah tidak lengkap.Berdasarkan riwayat gizi, dari segi pola makan untuk frekuensi makan pasien sudah baik yaitu 3x sehari dan selingan 1-2x sehari. Setiap harinya, pasien mengonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya. Selingan yang biasa dikonsumsi antara lain singkong rebus, gembili, dan beberapa jenis umbi hasil panen sendiri. Untuk lauk, pasien jarang mengonsumsi lauk hewani karena tidak terlalu suka. Konsumsi cairan pasien juga masih tinggi yaitu 5-6 gelas air putih hangat sehari-harinya. Konsumsi buah pasien juga tergolong baik karena setiap hari pasien terbiasa mengonsumsi buah. Semenjak sakit hipertensi, pasien telah mengurangi konsumsi dan penggunaan garam dalam mengolah makanannya. Pasien juga tidak mengonsumsi makanan olahan ataupun awetan.B. Antropometri

ULLila

2222,5

TB estimasi = 3,5796 (UL) + 66,377 = 3,5796 (22) + 66,377 = 78,7512 + 66,377 = 145,13 cm (Pureepatpong, 2012)

Lila/U = 22,5/29,9 x 100%

= 75,25%

Kesimpulan:Status gizi pasien kurangPembahasan:

Status gizi pasien ditentukan dengan menggunakan LLA/U karena pasien tidak dapat ditimbang untuk diketahui berat badannya dan diukur tingginya. Penghitungan menggunakan LLA pasien dibagi LLA persentil untuk wanita usia 65-74,9 tahun yaitu 29,9 didapatkan hasil 75,25%. Menurut Wahyuningsih (2013), LLA >70-60 tahun, kreatinin tergolong rendah dari nilai normal karena adanya penurunan massa otot (Wulandari, 2012).

Pemeriksaan APTT dan PTT merupakan pemeriksaan untuk mengetahui pemeriksaan hitung trombosit, masa protrombin dan masa tromboplastin (APTT), karena pasien mengalami epistaksis. Bila terjadi kehilangan darah yang banyak dan cepat, harus difikirkan pemberian transfusi sel-sel darah merah (packed red cell) disamping penggantian cairan (Abelson, 1997)D. Pemeriksaan Fisik Klinik

1. Kesan Umum : Compos mentis, tampak lemah, sudah tidak mimisan2. Vital Sign : PemeriksaanAwal MasukAwal Kasus

Tensi190/150 mmHg180/110 mmHg

Respirasi20x22x

Nadi90x80x

Suhu36,50C360C

3. Kepala/ Abdomen / Extremitas : GCS 15, E=4, V=5, M=6Kesimpulan:Pasien dalam keadaan compos mentis dan keadaan lemah. Saat awal masuk rumah sakit, pasien mengalami hipertensi stage II. Saat awal kasus kasus hipertensi yang dialami pasien masih tinggi yaitu 180/110 mmHg namun epistaxis sudah tertangani. Hasil pemeriksaan GCS (Glasgow Coma Scale) pasien, yaitu E=4, V=5, M=6.Pembahasan:Berdasarkan pemeriksaan fisik klinis dapat diketahui tekanan darah pasien tergolong hipertensi stage II, yaitu 180/110 mmHg jika dibandingkan dengan nilai normalnya 120/80 mmHg (The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure, JNC VII, 2003). Respirasi rate nya tergolong sedikit di atas normal yaitu 22x/menit (nilai normal 14-20 x/menit). Suhunya normal yaitu 360C (nilai normal 120%, normal 90-110 %, defisit ringan 80%-89%, defisit sedang 70%-79%, dan defisit berat 55 %) 61.6 %

dietary fiber 5.3 g 30.0 g 18 %

alcohol 0.0 g--

PUFA 4.8 g 10.0 g 48 %

cholesterol 137.3 mg--

Vit. A 234.1 g 800.0 g 29 %

carotene 0.4 mg--

Vit. E (eq.) 0.9 mg 12.0 mg 8 %

Vit. B1 0.4 mg 1.2 mg 30 %

Vit. B2 0.4 mg 1.5 mg 26 %

Vit. B6 0.6 mg 1.6 mg 38 %

tot. fol.acid 69.5 g 300.0 g 23 %

Vit. C 10.3 mg 75.0 mg 14 %

sodium 345.4 mg 2000.0 mg 17 %

potassium 753.3 mg 3500.0 mg 22 %

calcium 129.5 mg 1000.0 mg 13 %

magnesium 172.3 mg 300.0 mg 57 %

phosphorus 409.9 mg 1500.0 mg 27 %

iron 6.4 mg 15.0 mg 43 %

zinc 3.2 mg 12.0 mg 27 %

Lampiran 2. Rekomendasi Menu

==================================================================

Analysis of the food record

==================================================================

FoodAmountenergycarbohydr.

___________________________________________________________________________

BREAKFASTbubur nasi400 g 291.6 kcal 64.0 g

Tomato red fresh10 g 1.7 kcal 0.3 g

kangkung10 g 1.5 kcal 0.2 g

toge kacang hijau mentah5 g 3.0 kcal 0.2 g

daging ayam40 g 114.0 kcal 0.0 g

minyak kelapa10 g 86.2 kcal 0.0 g

gula pasir13 g 50.3 kcal 13.0 g

Meal analysis: energy 548.4 kcal (37 %), carbohydrate 77.7 g (32 %)

1. BREAKpisang raja70 g 64.4 kcal 16.4 g

Meal analysis: energy 64.4 kcal (4 %), carbohydrate 16.4 g (7 %)

LUNCHbubur nasi400 g 291.6 kcal 64.0 g

buncis mentah5 g 1.7 kcal 0.4 g

kentang5 g 4.6 kcal 1.1 g

Carrot fresh10 g 2.6 kcal 0.5 g

telur puyuh30 g 55.5 kcal 0.4 g

minyak kelapa5 g 43.1 kcal 0.0 g

Meal analysis: energy 399.2 kcal (27 %), carbohydrate 66.4 g (28 %)

DINNERbubur nasi400 g 291.6 kcal 64.0 g

bayam segar10 g 3.7 kcal 0.7 g

Carrot fresh10 g 2.6 kcal 0.5