Tanggal Penerbitan MANAJEMEN KOPERASI .Pedoman Penilaian Kesehatan KSP dan USP Koperasi bertujuan

download Tanggal Penerbitan MANAJEMEN KOPERASI .Pedoman Penilaian Kesehatan KSP dan USP Koperasi bertujuan

of 42

  • date post

    30-Aug-2018
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Tanggal Penerbitan MANAJEMEN KOPERASI .Pedoman Penilaian Kesehatan KSP dan USP Koperasi bertujuan

  • MANAJEMEN KOPERASI Ibnu Khayath Farisanu - STIE Widya Praja Tana Paser

    Tanggal Penerbitan

    26 November 2016 Pertemuan

    10

    https://ibnukhayathfarisanu.wordpress.com

    ibnu.khayath@gmail.com 1 / 3

    Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas bahwa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Usaha Simpan Pinjam (USP) Koperasi merupakan jenis koperasi yang terbanyak di Indonesia, mencapai 110 ribu koperasi dengan 20 juta anggota (Nabila, 2016). Pengelolaan KSP/USP Koperasi tidaklah sama dengan pengelolaan koperasi pada umumnya, mengingat yang dikelola adalah uang. Kepercayaan dari anggota menjadi dasar utama yang dijaga sehingga pengelolaan usaha koperasi harus berusaha agar tetap sehat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melalui Deputi Bidang Pengawasan telah mengeluarkan aturan No. 06/Per/Dep.6/IV/2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam yang bertujuan untuk memberikan pedoman dalam pelaksanaan penilaian kesehatan KSP dan USP Koperasi. Sasaran penilaian kesehatan usaha KSP/USP Koperasi antara lain: a. terwujudnya pengelolaan KSP dan USP Koperasi yang sehat

    sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. terwujudnya pelayanan prima kepada pengguna jasa

    koperasi; c. meningkatkan citra dan kredibilitas kegiatan usaha simpan

    pinjam oleh koperasi sebagai lembaga keuangan yang mampu mengelola kegiatan usaha simpan pinjam sesuai

  • MANAJEMEN KOPERASI Ibnu Khayath Farisanu - STIE Widya Praja Tana Paser

    Tanggal Penerbitan

    26 November 2016 Pertemuan

    10

    https://ibnukhayathfarisanu.wordpress.com

    ibnu.khayath@gmail.com 2 / 3

    dengan peraturan perundang-undangan; d. terjaminnya aset kegiatan usaha simpan pinjam oleh

    koperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan; e. meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan

    kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi; dan f. meningkatnya manfaat ekonomi anggota dalam kegiatan

    usaha simpan pinjam oleh koperasi. Untuk mewujudkan hal itu, landasan kerja dalam penilaian kesehatan KSP/USP Koperasi adalah: 1. KSP dan USP Koperasi menyelenggarakan kegiatan

    usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan; 2. KSP dan USP Koperasi dilakukan untuk memenuhi

    kebutuhan keuangan anggota secara bersama (self help); 3. Anggota KSP dan USP Koperasi berada dalam satu kesatuan

    sistem kerja koperasi, yang diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KSP dan USP Koperasi; dan

    4. KSP dan USP Koperasi wajib memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggotanya.

    Meskipun penilaian kesehatan koperasi dilaksanakan oleh SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi/Deputi. pengetahuan dan pemahaman tentang ini wajib dimiliki oleh setiap anggota, pengurus, pengawas atau pengelola koperasi sebagai pendidikan bersama dalam menjaga koperasi yang dimiliki. Penilaian kesehatan ini dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun setelah pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Ruang lingkup penilaian kesehatan KSP/USP Koperasi dilakukan terhadap aspek-aspek sebagai berikut: 1. Permodalan; 2. Kualitas Aktiva Produktif; 3. Manajemen; 4. Efisiensi; 5. Likuiditas; 6. Kemandirian dan Pertumbuhan; dan 7. Jati diri Koperasi.

  • MANAJEMEN KOPERASI Ibnu Khayath Farisanu - STIE Widya Praja Tana Paser

    Tanggal Penerbitan

    26 November 2016 Pertemuan

    10

    https://ibnukhayathfarisanu.wordpress.com

    ibnu.khayath@gmail.com 3 / 3

    Penilaian aspek-aspek tersebut dilakukan dengan menggunakan nilai yang dinyatakan dalam angka 0 s.d. 100. Hasil penilaian kesehatan akan diklasifikasikan dalam 4 (empat) kategori, yaitu:

    No. Kategori Total Skor

    1. Sehat 80,00 x 100

    2. Cukup Sehat 66,00 x 80

    3. Dalam Pengawasan 51,00 x 66

    4. Dalam Pengawasan Khusus 0 x 51

    Lebih detail terkait penilaian kesehatan, terlampir Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 06/Per/Dep.6/IV/2016 bersama dengan materi ini.

    SUMBER BACAAN

    Nabila, Masya. Kembangkan Koperasi Simpan Pinjam, Kemenkop Gandeng Bank Dunia. 29 Maret

    2016. http://industri.bisnis.com/read/20160329/87/532434/kembangkan-koperasi-simpan-

    Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 06/Per/Dep.6/IV/2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi

  • KEMENTERIANKOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAHREPUBLIK INDONESIA

    PERATURANDEPUTI BIDANG PENGAWASAN

    KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAHREPUBLIK INDONESIA

    NOMOR: ^ /Per/Dep.6/IV/2016

    TENTANGPEDOMAN PENILAIAN KESEHATAN

    KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    DEPUTI BIDANG PENGAWASANKEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

    REPUBLIK INDONESIA

    Menimbang:a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 31 ayat (7)Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil danMenengahRepublikIndonesiaNomor15/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Usaha SimpanPinjam oleh Koperasi, telah ditetapkan Peraturan DeputiBidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha

    Kecil dan Menengah Nomor 01/Per/Dep.6/III/2016tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi SimpanPinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi;

    b. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensipenilaian kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan UnitSimpan Pinjam Koperasi, memerlukan penyempurnaan

    beberapa ketentuan Peraturan Deputi BidangPengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan

    MenengahRepublikIndonesiaNomor01/Per/Dep.6/III/2016 tentang Pedoman PenilaianKesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit SimpanPinjam Koperasi, sehingga perlu diganti;

  • c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

    dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkanPeraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian

    Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RepublikIndonesia tentang Pedoman Penilaian Kesehatan KoperasiSimpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi;

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentangPerkoperasian (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1992 Nomor 116, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3502);

    2.Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang PerubahanKedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5679);

    3.Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1994 tentangPersyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendiriandan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 8,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor3540);

    4.Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentangPelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam olehKoperasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun1995 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 3501);

    5.Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil danMenengahRepublikIndonesiaNomor08/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Organisasi dan TataKerja Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil danMenengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015Nomor 20);

    6.Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil danMenengahRepublikIndonesiaNomor10/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Kelembagaan Koperasi(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor1489);

    7.Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil danMenengahRepublikIndonesiaNomor15/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Usaha Simpan Pinjamoleh Koperasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun2015 Nomor 1494);

    -2-

  • 8. Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil danMenengahRepublikIndonesiaNomor17/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Pengawasan Koperasi(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor1496).

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : PERATURAN DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEMENTERIANKOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH TENTANGPEDOMAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAMDAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI

    BAB IKETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

    1.Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang ataubadan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkanprinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasaratas asas kekeluargaan.

    2.Koperasi Simpan Pinjam yang selanjutnya disebut KSP adalah koperasiyang kegiatan usahanya hanya simpan pinjam.

    3.KSP Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orangseorang yang bergerak dalam usaha simpan pinjam.

    4.KSP Sekunder adalah Koperasi yang bergerak dalam usaha simpanpinjam yang didirikan oleh dan beranggotakan KSP.

    5.Unit Simpan Pinjam Koperasi yang selanjutnya disebut USP Koperasiadalah unit koperasi yang bergerak di bidang usaha simpan pinjamsebagai bagian dari kegiatan usaha Koperasi yang bersangkutan.

    6.Penilaian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam merupakan penilaian untukmengukur tingkat kesehatan KSP dan USP Koperasi.

    7.Kantor Cabang KSP adalah kantor yang mewakili kantor pusat KSP dalammenjalankan kegiatan usaha menghimpun dana dan penyalurannya serta

    mempunyai wewenang memutuskan pemberian pinjaman.

    8.Penilai Kesehatan adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberi tugasdan wewenang untuk menilai kesehatan KSP dan USP Koperasi sesuaidengan wilayah keanggotaan.

    9.Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

    10.Deputi adalah Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi danUsaha Kecil dan Menengah.

    11.Gubernur adalah kepala daerah Provinsi/Daerah Istimewa (D.I).12.Bupat