Tandan Kosong vs Jamur Merang

download Tandan Kosong vs Jamur Merang

of 52

  • date post

    13-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Tandan Kosong vs Jamur Merang

Oleh: 1. Venny Arnika N. 2. Lia Yuni A.

2305 100 065 2305 100 127

Dosen Pembimbing : 1. Ir. Sri Murwanti, MT. 2. Dr.Ir. Sri Rachmania Juliastuti, M.EngLaboratorium Pengolahan Limbah Industri Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS 2010

Latar BelakangJumlahnya sangat melimpah.1 ton TBS (Tandan Buah Segar) dihasilkan 220 230 kg TKKS.TKKS

Belum dimanfaatkan secara baik Pengolahan/pemanfaatan masih sangat terbatas.

Jamur merang

Menghasilkan enzim ligninolitik

Penelitian TerdahuluNo Nama Peneliti 1. Happy Widiastu ti dan Tri Panji Judul Jurnal Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sisa Jamur Merang (Volvariella Volvacea) (TKSJ) sebagai Pupuk Organik pada Pembibitan Kelapa Sawit (Menara Perkebunan, 2007, vol 75 (2), hal. 7079) Hasil Penelitian - TKKS sisa media jamur merang (TKSJ) dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk bibit kelapa sawit. - TKSJ 25 % meningkatkan tinggi, bobot basah, serapan K dan Mg bibit. - TKSJ 75% tidak menurunkan berbagai peubah pertumbuhan dan serapan hara bibit. - TKSJ 100% cenderung menurunkan berbagai peubah pertumbuhan dan serapan hara bibit

Penelitian Terdahulu (contd)No Nama Peneliti 2. R. Siburian Judul Jurnal Hasil Penelitian

Pengaruh Konsentrasi dan Inkubasi effective microorganism (EM-4) terhadap Kualitas Kimia Kompos (Bumi Lestari, 2008, vol 8 (1))

Pemberian effective microorganism (EM-4) 25 % (v/v) berpengaruh terhadap kadar N dan K. pemberian effective microorganism (EM-4) 10 % berpengaruh terhadap kadar P.

Rumusan MasalahTKKSalami

Dekomposisi

Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun

+ aktivator EM-4 dan jamur merang (Volvariella volvacea)

proses pengomposan dapat berlangsung lebih cepat

Tujuan PenelitianMempelajari pengaruh penambahan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sisa Media Jamur Merang (TKSJ) terhadap peningkatan kadar unsur hara pada proses pembuatan pupuk organik Mempelajari pengaruh penambahan aktivator effective microorganism (EM-4) pada TKKS sebagai media tanam jamur merang (Volvariella volvacea) terhadap waktu proses pengomposan dan peningkatan unsur hara.

Tujuan Penelitian (Contd)Mempelajari proses pembuatan pupuk organik secara aerob dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan penambahan 5% dan 10% w/w bibit jamur merang (Volvariella volvacea) dan aktivator effective microorganism (EM-4).

Manfaat PenelitianMengetahui kinerja jamur merang (Volvariella volvacea) yang dikombinasikan dengan aktivator effective microorganism (EM-4) dengan metode aerob terhadap waktu pengomposan dan peningkatan unsur hara.

Batasan MasalahPembuatan pupuk organik dengan bahan baku Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Jamur yang digunakan untuk mendegradasi lignin adalah Jamur Pelapuk Putih (JPP) yaitu jamur merang (Volvariella volvacea). Aktivator yang digunakan pada proses pembuatan pupuk organik adalah effective microorganism (EM-4). Metode pengomposan yang digunakan yaitu dengan proses aerob.

Tinjauan PustakaKOMPOS

Lingkungan : hangat, lembab, aerob atau anaerob mikroba Bahan-bahan organik

Hasil penguraian

Tinjauan Pustaka (Contd)PENGOMPOSAN anaerob

aerobMikroba aerob

Bahan organik

CO2 + H2O + unsur hara + humus + energi

Standar Kualitas Kompos Menurut Departemen PertanianKepmen Pertanian No. 434.1/KPTS/TP.27017/2004No. Parameter 1 Kadar air 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Satuan Minim %o

Maks. 50

No. Parameter 17 Cobal (Co) 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Satuan Minim Maks. mg/kg * 34 * * * * * * * * * 210 100 0,8 62 150 2 500 25,5 0,6 2 2,2 0,1 1000 3

Temperatur C W arna Bau Ukuran partikel mm Kemampuan ikat air % pH Bahan asing % Unsur makro Bahan organik % Nitrogen % Karbon % Phospor (P2 05 ) % C/N-rasio Kalium (K2 0) % Unsur Mikro Arsen mg/kg Cadmium mg/kg

suhu air tanah kehitaman berbau tanah 0.55 25 58 6.8 7.49 * 1.5 27 0.4 9.8 0.1 10 0.2 * * 58 32 20 * 13

Chromium (Cr) mg/kg Tembaga (Cu) mg/kg Mercuri (Hg) mg/kg Nikel (Ni) mg/kg Timbal (Pb) mg/kg Selenium (Se) mg/kg Seng (Zn) mg/kg Unsur Lain Calsium (Ca) % Magnesium (Mg) % Besi (Fe) % Aluminium (Al) % Mangan (Mn) % Bakteri Fecal coli MPN/gr Salmonella Sp. MPN/4gr

Sumber: Simamora,2008

Tinjauan Pustaka (Contd)Jamur merang (Volvariella volvacea)Kondisi Lingkungan: Suhu : 30 - 38C, optimum 35C Kelembaban : 80 - 90%, cukup oksigen Tidak tahan cahaya matahari langsung, pH : 6,8 - 7 Jamur merang bersifat saprofitik sehingga memerlukan sumber karbon untuk pertumbuhannya.

Tinjauan Pustaka (Contd)Aktivator Effective Microorganism (EM-4) 5 golongan mikroorganisme pokok dalam EM-4 :1. Bakteri fotosintetik 2. Lactobacillus (bakteri asam laktat) 3. Streptomyces 4. Ragi/yeast 5. Actinomycetes

Variabel PenelitianKondisi OperasiTipe reaktor : rotary drum composter. Proses : batch. Kondisi Pembiakan Jamur Merang (Volvariella volvacea) Suhu operasi : 32 - 38oC pH : 6.8 - 7 Kadar air : 80 - 90%

Variabel Penelitian (Contd)Kondisi Pengomposan Suhu operasi : 40 - 60oC pH : 6.5 - 7.5 Kelembaban : 40 60% Lama pengomposan : 15 hari (sampai kompos matang) Pengadukan pada rotary drum composter : 2 x sehari. Aerasi : 0,41 m3 udara/kg(awal)-hari. Volume reaktor : 19,64 liter (volume limbah x volume reaktor)

Variabel Penelitian (contd)VariabelTandan kosong sisa tanam jamur merang :5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

Perbandingan tandan kosong kelapa sawit : tandan kosong sisa tanam jamur merang (TKKS:TKSJ)1:0 1:3 1:5

Penambahan EM-410 ml/kg bahan

Metodologi PenelitianTAHAP PERSIAPAN Persiapan media TKKS. Penanaman jamur merang. Persiapan tangki composter. PROSEDUR OPERASI Pengomposan pada blanko. Pengomposan pada TKKS dan TKSJ. Pengomposan pada TKKS dan TKSJ dengan Penambahan aktivator effective microorganism EM-4. Analisa Kadar N,P,K dan C.

Persiapan Media TKKS

Penanaman Jamur Merang

Persiapan Tangki Composter3 6 8 1 4 5

2

7

9

Keterangan gambar: 1: Rotary Drum Composter 2: Aerator 3: Lubang (hole) 4: Tutup 5: Lubang termometer 6: Poros (As) 7: Penyangga 8: Selang (saluran udara) 9: Pengaduk

Pengomposan pada Blanko

Pengomposan pada TKKS dan TKSJ

Pengomposan pada TKKS dan TKSJ dengan Penambahan aktivator EM-4

Hasil Penelitian dan PembahasanHASIL PENELITIAN Tabel 4.1 Hasil analisa Kandungan Bahan Organik dalam Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)Komponen Selulose Hemiselulose Lignin Abu Air Komposisi (% berat basah) 41,4 22 18,3 10,1 8,2

Hasil PenelitianTabel 4.2 Hasil Analisa C, N, P dan K dalam Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Sebelum Ditanami Jamur Merang Variabel TKKS C (%) 11,6 N (%) 0,24 P (%) 0,61 K (%) 0,38

Pembahasan Variabel Tanpa EM-420.00 18.00 16.00 14.00 C (% ) 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 0.00 11.60 11.48 11.6 11.45 18.57 18.46 18.3 18.15 18.42 18.33 18.10 17.97

TKKS : TKSJ1:0 1:3 1:5

sebelum (5 % )

sesudah (5 % )

sebelum (10 % )

sesudah (10 % )

Pe ngom posa n

Gambar 4.1 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada Variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Terhadap Kadar C

Pembahasan Variabel Tanpa EM-42.5 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 1:0 1:3 Variabel TKKS : TKSJ 1:5

Penurunan Kadar C (%)

TKSJ5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

Gambar 4.2 Grafik Penurunan Kadar C pada variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Merang

Pembahasan Variabel Tanpa EM-40.45 0.40 0.35 0.30 N (% ) 0.25 0.20 0.15 0.10 0.05 0.00 0.24 0.25 0.22 0.27 0.26 0.32 0.27 0.24 0.30 0.31 0.36 0.42

TKKS : TKSJ1:0 1:3 1:5

sebelum (5 % )

sesudah (5 % )

sebelum (10 % )

sesudah (10 % )

Pe ngompos an

Gambar 4.3 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada Variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Merang Terhadap Kadar N

Pembahasan Variabel Tanpa EM-445 40 35 Kenaikan kadar N (%) 30 25 20 15 10 5 0 1:0 1:3 Variabel TKKS : TKSJ 1:5

TKSJ5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

Gambar 4.4 Grafik Kenaikan Kadar N pada variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Merang

Pembahasan Variabel Tanpa EM-40.90 0.80 0.70 0.60 P (%) 0.50 0.40 0.30 0.20 0.10 0.00 0.65 0.67 0.61 0.77 0.73 0.67 0.69 0.82 0.77 0.71

0.66 0.64

TKKS : TKSJ1:0 1:3 1:5

sebelum (5 %)

sesudah (5 %)

sebelum (10 %)

sesudah (10 %)

Pengomposan

Gambar 4.5 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada Variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Merang Terhadap Kadar P

Pembahasan Variabel Tanpa EM-420 18 16 Kenaikan kadar P (%) 14 12 10 8 6 4 2 0 1:0 1:3 Variabel TKKS : TKSJ 1:5

TKSJ5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

Gambar 4.6 Grafik Kenaikan Kadar P pada variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Merang

Pembahasan Variabel Tanpa EM-40.80 0.70 0.60 0.50 K (%) 0.40 0.30 0.20 0.10 0.00 0.44 0.41 0.38 0.57 0.52 0.43 0.47 0.43 0.40 0.49 0.67 0.58

TKKS : TKSJ1:0 1:3 1:5

sebelum (5 %)

sesudah (5 %)

sebelum (10 %)

sesudah (10 %)

Pengomposan

Gambar 4.7 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada Variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Merang Terhadap Kadar K

Pembahasan Variabel Tanpa EM-445 40 35 Kenaikan kadar K (%) 30 25 20 15 10 5 0 1:0 1:3 Variabel TKKS : TKSJ 1:5

TKSJ5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

Gambar 4.8 Grafik Kenaikan Kadar K pada variabel 5% dan 10 % w/w Bibit Jamur Merang

Pembahasan Variabel + EM-420 18 16 14 12 C (%) 10 8 6 4 2 0 sebelum (5 %) sesudah (5 %) sebelum (10 %) sesudah (10 %) TKKS : TKSJ 1:0 1:3 1:5 18.3618.26 18.24 18.0317.93 17.87 18.2418.11 18.01 17.8917.74 17.61

Pengomposan

Gambar 4.9 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada variabel 5% dan 10% w/w bibit Jamur Merang + EM-4 terhadap Kadar C

Pembahasan Variabel + EM-45

Penurunan Kadar C (%)

4

3

TKSJ 5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

2

1

0 1:0 1:3 Variabel TKKS:TKSJ 1:5

Gambar 4.10 Penurunan Kadar C pada Variable 5% dan 10% w/w bibit jamur Merang + EM-4

Pembahasan Variabel + EM-40.7 0.6 0.51 0.5 0.42 N (%) 0.4 0.32 0.3 0.2 0.1 0 sebelum (5 %) sesudah (5 %) sebelum (10 %) sesudah (10 %) Pengomposan 0.34 0.36 0.34 0.46 0.39 1:0 1:3 1:5 0.47 0.43 TKKS : TKSJ 0.57 0.64

Gambar 4.11 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada variabel 5% dan 10% w/w bibit Jamur Merang + EM-4 terhadap Kadar N

Pembahasan Variabel + EM-460

50 Kenaikan Kadar N (%)

40

TKSJ 5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

30

20

10

0 1:0 1:3 Variabel TKKS : TKSJ 1:5

Gambar 4.12 Kenaikan Kadar N pada Variable 5% dan 10% w/w bibit jamur Merang + EM-4

Pembahasan Variabel + EM-41.2 1.1 1.0 0.9 0.8 0.7 P (%) 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0.0 sebelum (5 %) sesudah (5 %) sebelum (10 %) sesudah (10 %) Pengomposan 0.62 0.67 0.68 0.77 0.84 0.89 0.73 0.76 0.77 TKKS : TKSJ 1:0 1:3 1:5 0.94 0.99 1.11

Gambar 4.13 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada variabel 5% dan 10% w/w bibit Jamur Merang + EM-4 terhadap Kadar P

Pembahasan Variabel + EM-450 45 40 Kenaikan Kadar P (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 1:0 1:3 Variabel TKKS : TKSJ 1:5 TKSJ 5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

Gambar 4.14 Kenaikan Kadar P pada Variable 5% dan 10% w/w bibit jamur Merang +EM-4

Pembahasan Variabel + EM-41.0 0.9 0.8 0.7 0.6 K (%) 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0.0 sebelum (5 %) sesudah (5 %) sebelum (10 %) sesudah (10 %) Pengomposan 0.41 0.44 0.48 0.59 0.45 0.49 0.53 0.64 0.71 0.66 0.75 TKKS : TKSJ 1:0 1:3 1:5 0.87

Gambar 4.15 Grafik Pengaruh Proses Pengomposan pada variabel 5% dan 10% w/w bibit Jamur Merang + EM-4 terhadap Kadar K

Pembahasan Variabel + EM-470 60 Kenaikan Kadar K (%) 50 TKSJ 40 30 20 10 0 1:0 1:3 Variabel TKKS : TKSJ 1:5 5% w/w bibit jamur merang 10% w/w bibit jamur merang

Gambar 4.16 Kenaikan Kadar K pada Variable 5% dan 10% w/w bibit jamur Merang + EM-4

Pembahasan Variabel Tanpa EM-4 dan + EM-42.5

2 Penurunan Kadar C(%) tanpa EM-4 5% w/w bibit jamur 1.5 tanpa EM-4 10% w/w bibit jamur 1 + EM-4 5% w/w bibit jamur +EM-4 10% w/w bibit jamur

0.5

0 1:0 1:3 Perbandingan TKKS : TKSJ 1:5

Gambar 4.17 Penurunan Kadar C pada Variabel 5% dan 10% w/w Bibit Jamur Merang Tanpa EM-4 dan dengan Penambahan EM-4

Pembahasan Variabel Tanpa EM-4 dan + EM-460.000 50.000 Kenaikan Kadar N(%) 40.000 tanpa EM-4 5% w/w bibit jamur 30.000 20.000 10.000 0.000 1:0 1:3 Perbandingan TKKS : TKSJ 1:5 tanpa EM-4 10% w/w bibit jamur + EM-4 5% w/w bibit jamur + EM-4 10% w/w bibit jamur

Gambar 4.18 Kenaikan Kadar N pada Variabel 5% dan 10% w/w Bibit Jamur Merang Tanpa EM-4 dan dengan Penambahan EM-4

Pembahasan Variabel Tanpa EM-4 dan + EM-450.000 45.000 Kenaikan Kadar P(%) 40.000 35.000 30.000 25.000 20.000 15.000 10.000 5.000 0.000 1:0 1:3 Perbandingan TKKS : TKSJ 1:5 tanpa EM-4 5% w/w bibit jamur tanpa EM-4 10% w/w bibit jamur + EM-4 5% w/w bibit jamur + EM-4 10% w/w bibit jamur

Gambar 4.19 Kenaikan Kadar P pada Variabel 5% dan 10% w/w Bibit Jamur Merang Tanpa EM-4 dan dengan Penambahan EM-4

Pembahasan Variabel Tanpa EM-4 dan + EM-470.000 60.000 Kenaikan Kadar K(%) 50.000 tanpa EM-4 5% w/w bibit jamur 40.000 30.000 20.000 10.000 0.000 1:0 1:3 Perbandingan TKKS : TKSJ 1:5 tanpa EM-4 10% w/w bibit jamur + EM-4 5% w/w bibit jamur + EM-4 10% w/w bibit jamur

Gambar 4.20 Kenaikan Kadar K pada Variabel 5% dan 10% w/w Bibit Jamur Merang Tanpa EM-4 dan dengan Penambahan EM-4

Gambar hasil pengomposan

Variabel TKKS:TKSJ 1:0 (5% w/w Bibit Jamur)

Variabel TKKS:TKSJ 1:3 (5% w/w Bibit Jamur)

Variabel TKKS:TKSJ 1:5 (5% w/w Bibit Jamur)

Variabel TKKS:TKSJ 1:0 (5% w/w Bibit Jamur) EM-4 10 ml

Variabel TKKS:TKSJ 1:3 (5% w/w Bibit Jamur) EM-4 10 ml

Variabel TKKS:TKSJ 1:5 (5% w/w Bibit Jamur) EM-4 10 ml

Gambar hasil pengomposan

Variabel TKKS:TKSJ 1:0 (10% w/w Bibit Jamur)

Variabel TKKS:TKSJ 1:3 (10% w/w Bibit Jamur)

Variabel TKKS:TKSJ 1:5 (5% w/w Bibit Jamur)

Variabel TKKS:TKSJ 1:0 (5% w/w Bibit Jamur) EM-4 10 ml

Variabel TKKS:TKSJ 1:3 (10% w/w Bibit Jamur) EM-4 10 ml

Variabel TKKS:TKSJ 1:5 (10% w/w Bibit Jamur) EM-4 10 ml

Gambar hasil penanaman jamur merang 5% w/w bibit jamur

Bibit Jamur Merang Tempat Pembiakan Jamur Merang

Hari ke 1 s/d 6 Media ditumbuhi miselium

Hari ke 7 s/d 12 Media ditumbuhi bintik putih

Hari ke 13 s/d 18 jamur tumbuh dengan ukuran kecil

>18 hari jamur tumbuh dengan ukuran besar

Gambar hasil penanaman jamur merang 10% w/w bibit jamur

Hari ke 1 s/d 6 Media ditumbuhi miselium

Hari ke 7 s/d 12 Media ditumbuhi bintik putih

>18 hari Jamur tumbuh dengan ukuran besar

Hari ke 13 s/d 18 Jamur tumbuh dengan ukuran kecil

KesimpulanTerjadi kenaikan kadar unsur N, P, K dan penurunan kadar C setelah terjadi proses pengomposan. Penambahan aktivator Effective microorganism EM-4 dapat meningkatkan kadar N, P dan K. Semakin banyak penambahan TKSJ semakin meningkat pula kadar N, P, K dalam kompos. Penurunan kadar C paling optimal pada variabel 10% w/w bibit jamur merang dengan perbandingan TKKS : TKSJ = 1:5 dan penambahan EM-4 10 ml. Kenaikan kadar N, P dan K paling optimal pada variabel 10% w/w bibit jamur merang dengan perbandingan TKKS : TKSJ = 1:5 dan penambahan EM-4 10 ml.