Surveilan Epid Dbd

download Surveilan Epid Dbd

of 36

  • date post

    13-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3
  • download

    1

Embed Size (px)

description

SURVEILAN EPIDEMIOLOGI DI DAERAH NON ENDEMIK

Transcript of Surveilan Epid Dbd

KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas hidayah dan rahmat ilmu serta kekuatan dari Ilahi Rabbi yang telah dicurahkan kepada penyusun makalah ini sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam juga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta junjungannya karena keindahan budi pekerti yang menjadi suri tauladan kita.Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum mencapai ekspektasi yang diharapkan. Namun penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat berguna khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

Parepare, 27 April 2013

YUSRIANI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR1DAFTAR ISI2BAB I PENDAHULUANA. Latar belakang4B.Rumusan masalah6C.Tujuan penulisan7BAB II PENGERTIANA. Defenisi DBD8B.Penyebab8C.Penularan8D. Tanda dan gejala penyakit9E. Patofisiologi12F.Diagnosis penyakit DBD14G.Prognose penyakit14H. Pengobatan15I. Pencegahan15BAB III TUJUAN UMUM18BAB IV PEDOMAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DBDA.Surveilans penyakit DBD19B.Tujuan 22C.Sasaran22A.Langkah-langkah23BAB V PENUTUPA.Kesimpulan29B.Saran 30DAFTAR PUSTAKA31LAMPIRAN

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakangPenyakit demam berdarah dengue (dengue haemoragic fever) atau lebih dikenal dengan penyakit DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk aedes aegepty. Penyakit DBD masih merupakan masalah besar dalam kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Hal ini disebabkan karena DBD adalah penyakit yang angka kesakitan dan kematiannya masih tinggi.1Menurut Word Health Organization (1995) populasi di dunia diperkirakan berisiko terhadap penyakit DBD mencapai 2,5-3 miliar terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. Saat ini juga diperkirakan ada 50 juta infeksi dengue yang terjadi diseluruh dunia setiap tahun.2Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. Diperkirakan untuk Asia Tenggara terdapat 100 juta kasus demam dengue (DD) dan 500.000 kasus DHF yang memerlukan perawatan di rumah sakit, dan 90% penderitanya adalah anak-anak yang berusia kurang dari 15 tahun dan jumlah kematian oleh penyakit DHF mencapai 5% dengan perkiraan 25.000 kematian setiap tahunnya.2Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga 2009, WHO mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara dan tertiggi nomor dua di dunia setelah Thailand. 2Menurut Depkes RI (2009) pada tahun 2008 dijumpai kasus DBD di Indonesia sebanyak 137.469 kasus dengan CFR 0,86% dan IR sebesar 59,02 per 100.000 penduduk, dan mengalami kenaikan pada tahun 2009 yaitu sebesar 154.855 kasus dengan CFR 0,89% dengan IR sebesar 66,48 per 100.000, dan pada tahun 2010 Indonesia menempati urutan tertinggi kasus DBD di ASEAN yaitu sebanyak 156.086 kasus dengan kematian 1.358 orang (Kompas, 2010). Tahun 2011 kasus DBD mengalami penurunan yaitu 49.486 kasus dengan kematian 403 orang (Ditjen PP & PL Kemkes RI, 2011).3Di Sulawesi Selatan, menurut laporan dari Subdin P2&PL tahun 2003, jumlah kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 26 kab./kota sebanyak 2.636 penderita dengan kematian 39 orang (CFR= 1,48 %), disamping itu pula jumlah kejadian luar biasa (KLB) sebanyak 82 kejadian dengan jumlah kasus sebanyak 495 penderita dan kematian 19 orang (CFR=3,84%). Bila dibandingkan dengan kejadian KLB Demam Berdarah Dengue Tahun 2002 maka jumlah kejadian mengalami peningkatan sebesar 1,60 kali, jumlah penderita meningkat sebesar 4,21 kali dan jumlah kematian meningkat 1,97%.3Sedangkan untuk tahun 2004, telah dilaporkan kejadian penyakit Demam Berdarah sebanyak 2.598 penderita (termasuk data Sulawesi Barat) dengan kematian 19 orang (CFR=0,7%).3Berdasarkan laporan P2PL Insiden Rate DBD di Sulawesi Selatan pada tahun 2010 sebesar 49 per 100.000 penduduk dengan CFR 0,8%, angka IR tertinggi adalah kota Parepare 188 per 100.000, menyusul Selayar 1 per/100.000 dan Jeneponto 1 per 100.000 penduduk sedangkan Bantaeng,Luwu Timur, Toraja Utara IR 0%.4Saat ini pengendalian terhadap vektor adalah metode yang tersedia untuk pencegahan demam berdarah dan kontrol terhadap DBD. WHO sendiri terus mengembangkan strategi global untuk pencegahan dan pengendalian dengue / DBD, dengan prioritas utama: memperkuat surveilans epidemiologi, mempercepat pelatihan dan penerapan standar WHO terkait manajemen dan pedoman klinis DBD, promosi perubahan perilaku pada tingkat individu, rumah tangga dan masyarakat untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian, serta penelitian percepatan pada pengembangan vaksin.5

B. Rumusan masalahAdapun rumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut :1. Bagaimana gambaran epidemiologi penyakit DBD ?2. Bagaimana gambaran pedoman surveilans epidemiologi penyakit DBD ?

C. Tujuan penulisanBerdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang hendak dicapai adalah :1. Untuk mengetahui gambaran epidemiologi penyakit DBD ?2. Untuk mengetahui pedoman surveilans epidemiologi penyakit DBD ?

BAB IIPENGERTIANA. Defenisi DBDPenyakit DemamBerdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit DBD dapat menyerang semua umur/orang. Sampai saat ini penyakit DBD lebih banyak menyerang anak-anak, tetapi dalam dekade terakhir ini terlihat adanya kecenderungan kenaikan proporsi penderita penyakit DBD pada orang dewasa.6

B. PenyebabPenyebab penyakit ini adalah virus dengue yang sampai sekarang dikenal ada 4 tipe (tipe 1, 2, 3dan 4), termasuk dalam group B Anthropod Borne Virus (Arbovirus), keempat virus ini telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian di Indonesia menunjukkan Dengue tipe-3 merupakan serotype virus yang dominant yang menyebabkan kasus yang berat. Masa inkubasi penyakit demam berdarah dengue diperkirakan 7 hari.6

C. Penularan Penularan penyakit demam berdarah dengue umumnya ditularkan melalui gigitan nyamukaedes aegyptimeskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang hidup di kebun. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.Orang yang kemasukan virus dengue untuk pertama kali, umumnya hanya menderita sakit demam dengue atau demam yang ringan dengan tanda/gejala yang tidak spesipikatau bahkan tidak memperlihatkan tanda-tanda sakit sama sekali (Asimtomatis). Penderita demam dengue biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 5 hari tanpa pengobatan. Tetapi apabila orang sebelumnya sudah pernah kemasukan virus dengue, kemudian kemasukan virus dengue dengan virus tipe lain maka orang tersebut dapat terserang penyakit demam berdarah dengue (Teori Infeksi Sekunder).6

D. Tanda dan Gejala Penyakit1. DemamPenyakit ini didahului oleh demam tinggi yang mendadak, terus menerus berlangsung 2-7 hari, kemudian turun secara cepat.2. Tanda-Tanda PendarahanSebab pendarahan pada penderita penyakit DBD ialah:a. Trombositopenib. Gangguan fungsi trombositc. Perdarahan ini terjadi di semua organ. Bentuk perdarahan dapat berupa: Uji Tourniquet (Rumple Leede) positifUji Torniquet positif sebagai tanda perdarahan ringan, dapat dinilai sebagai presumtif test (dugaan keras) oleh karena Uji Torniquet positif pada hari-hari pertama demam ditemukan pada sebagian besar penderita penyakit DBD. Namum uji Torniquet positif juga dijumpai pada penyakit virus lain (campak, demamchikungunyah) di lengan bawah bagian depan (volar) dekat lipat siku (fosa cubiti). Petechiae, Purpura, Echymosis dan perdarahan conjunctiva. (Petechiae sulit dibedakan dengan bekas gigitan nyamuk. Untukmembedakannya: regangkan kulit, jika hilang maka bukan petheciae). Petechiae merupakan tanda perdarahan yang tersering ditemukan. Tanda ini dapat muncul pula perdarahan subkonjunctiva atau hematuri. Hematemesis, melena. Hematuria.3. Hepatomegali (Pembesaran Hati)Sifat pembesaran hati :a. Pembesaran hati pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan penyakit.b. Pembesaran hati tidak sejajar dengan beratnya penyakit.c. Nyeri tekan sering kali ini ditemukan tanpa disrtai ikterus.Pembesaran hati mungkin disebabkan strainserotipe virus dengue.4. Renjatan (Shock)Tanda-tanda renjatan :a. Kulit terasa dingin dan lembab terutama pada ujung jari dan kaki,b. Penderita menjadi gelisah.c. Sianosis disekitar mulut.d. Nadi cepat, lemah, kecil sampai tak teraba.e. Tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmHg atau kurang).f. Tekanan darah menurun (tekanan sistolik menurun sampai 80 mmHg ataukurang).Sebab renjatan:a. Karena perdarahan ataub. Karena kebocoran plasma ke darah ekstra vaskuler melalui kapiler yang rusak.5. Trombositopenia. Jumlah trombosit di bawah 150.000/mm3 biasanya ditemukan diantara heri ketiga samapi ke tujuh sakit.b. Pemeriksaan trombosit dilakukan minimal dua kali. Pertama pada waktupasien masuk dan apabila normal diulangi pada hari kelima sakit. Bila perlu diulangi lagi pada hari ke 6-7 sakit.6. HemokonsentrasiMeningkatnya nilai hematokrit (Ht) merupakan indikator yang peka terhadap akan terjadinya renjatan sehingga perlu dilakukan pemeriksaan berulang secara periodik.7. Gejala Klinik laina. Gejala klinik lain yang dapat menyertai penderita penyakit DBD ialah anoreaksi, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare atau konstipasi dan kejang.b. Pada beberapa kasus terjadinya kejang disertai hiperpireksia dan penurunan kesadaran sehingga sering di diagnosa sebagai ensefalitis.c. Keluhan sakit perut yang hebat sering kali timbul mendahului perdarahan gastrointestinal dan renjatan.6

E. PatofisiologiPatofisiologi utama yang menentukan berat penyakit ialah:1. Meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah2. Menurunnya volume plasma darah3. Terjadinya hipotensi4. Trombositopeni5. Diatesis hemoragikPeny