Survei pendahuluan

download Survei pendahuluan

of 39

  • date post

    10-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    88
  • download

    12

Embed Size (px)

description

audit

Transcript of Survei pendahuluan

SURVEY PENDAHULUAN INTERNAL AUDIT

BAB VIIA.Preliminary Survey:Survey Pendahuluan berguna untuk mendapatkan informasi mengenai objek yang diteliti. Hiro Tugiman (2003 : 56) mengemukakan bahwa :Survei merupakan suatu proses untuk mendapatkan informasi, tanpa melakukan verifikasi secara terperinci, tentang kegiatan yang akan di audit.Survey pendahuluan merupakan proses yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai risiko dari suatu unit yang akan diperiksa. Oleh karena itu survey pendahuluan di sini meliputi langkah-langkah analisis terhadap risiko mikro yang terkait dalam suatu unit yang akan diaudit.Survey pendahuluan dapat dilakukan dengan sejumlah teknik audit. Penggunaan berbagai teknik audit tersebut dimaksudkan agar tercapai kombinasi optimal dari berbagai upaya untuk memperoleh dan menganalisis informasi yang relevan dengan penilaian risiko secara efisien dan efektif. Terdapat dua klasifikasi utama dari teknik-teknik audit pada tahap survey pendahuluan, yaitu yang berkaitan dengan langkah-langkah survey pendahuluan di kantor unit auditor internal (on desk/off site audit), dan di lokasi unit yang diaudit (on site audit).1.The Opening ConferenceDuring this opening conference meeting, the client describes the unit or system to be reviewed, the organization, available resources (personnel, facilities, equipment, finds), and other relevant information. It is important that the client identify issues or areas of special concern that should be addressed.The opening Conference (Pertemuan Pendahuluan)dilakukan antara anggota tim audit internal dengan manajemen perusahaan. Pertemuan ini biasanya diselenggarakan ditempat kerja auditee.

2.On-Site TourOn-site tour merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk meninjau lokasi atau tempat dilakukan audit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan suatu gambaran luas mengenai operasional perusahaan. Namun demikian, auditor internal harus mengamati aktivitas operasional yang tidak biasa atau indikasi penyalahgunaan fasilitas serta melihat sikap karyawan terhadap pekerjaannya.Dalam hali ini, auditor internal dapat melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait untuk memperoleh informasi secara jelas dan efektif. Untuk memastikan bahwa wawancara merupakan bentuk komunukasi yang efektif, yayasan Pendidikan internal Audit (2003 :16) mengemukakan bahwa :Salah satu bentuk komunikasi auditor dengan auditee adalah melalui wawancara. Teknik wawancara yang efektif akan menciptakan komunikasi yang baik antara auditor dan auditee.Dengan demikian, jelas bahwa wawancara merupakan alat komunikasi yang sangat efektif dilakukan antara auditor dan objek yang diaudit, sehingga auditor memperoleh informasi dengan cepat karena terciptanya hubungan yang baik antara kedua belah pihak.3.Study Of DocumentsStudy of Documents (Mempelajari Dokumen) yang dipilih memberikan dasar untuk deskripsi tertulis dari kegiatan audit yang tercakup dalam file audit, Arens, Elder and Beasley (2006:170) mengatakan bahwa :The Documents examined by the auditor are the records used by the client to provide information for conducting its business in an organized minner.Dari pernyataan di atas, jelas bahwa dokumen yang diperiksa oleh auditor adalah dokumen yang digunakan klien dalam menyediakan informasi untuk menuntun bisnis dalam suatu organisasi. Auditor internal akan mempelajari dokumen tentang grafik organisasi, pernyataan tujuan organisasi, gambaran kerja, dokumen kegiatan lain serta laporan-laporan relevan. Kunci dari kegiatan ini dalah auditor internal dapat mengetahui bagaimana dokumen tersebut, bagaimanacara menyimpannya dan bagaimana cara pengamanannya.4.Written Description Of The AuditeeAuditor internal harus meengerti tentang kegiatan auditee dalam hal mengevaluasi sistem pengendalian internal yang memadai. Written Description of the auditee disimpan dalam file permanen yang dapat dimengerti dan memberikan referensi untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal dan prosedur audit.Deskripsi dari sistem informasiDan kegiatan mencakup flow chart, struktur organisasi, informasi financial dan operasi perusahaan.5.Analytical ProceduresAnalitycal Procedures (Prosedur Analitis) memberikan analisis laporan Singkat dari rangkuman data kuantitatif yang mencakup laporan keuangan dan laporan kegiatan lainnya. Saat pelaksanaan tinjauan prosedur analitis, auditor internal membandingkan hasil nyata untuk aktivitas audit dari tahun ke tahun, contohnya membandingkan hasil operasi dengan anggaran.Arens, Elder and Beasley (2006:170) menyatakan bahwa :Analitycal Procedures use comparisons and relationship to assess whether account balances or other data appear resonable.Dari pernyataan di atas, jelas bahwa prosedur analitis digunakan untuk membandingkan dan menghubungkan apakah account balances atau data yang lain relevan.B.Internal Control Review:1.Konsep Pengendalian InternalPengertian Pengendalian InternMenurut Michael P. Cangemi dan Tommie Singleton (2002, p.66), pengendalian internal adalah aturan, praktek, prosedur, dan peralatan yang dirancang untuk :a)Keamanan asset yang berhubungan dengan badan hukum.b)Meyakinkan akurasi dan kepercayaan perolehan data dan informasi produk.c)Mendapatkan efisiensi.d)Mengukur pemenuhan dengan aturan yang berhubungan dengan badan hukum.e)Mengukur pemenuhan dengan regulasi-regulasi.f)Mengatur kejadian-kejadian negatif dan pengaruh dari penyuapan, kejahatan dan aktivitas pengrusakan.Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal meliputi metode dan kebijakan yang terkoordinasi di dalam perusahaan untuk mengamankan kekayaan perusahaan, menguji ketepatan, ketelitian dan keandalan catatan / data akuntansi serta untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen.Tujuan Pengendalian InternMenurut Anomymous 1 (2007, http://id.wikipedia.org/wiki/ Pengendalian_intern), tujuan pengendalian intern adalah menjamin manajemen perusahaan agar :a)Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai.b)Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya.c)Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.Komponen Pengendalian InternMenurut Weber (1999, p.49), pengendalian internal terdiri dari lima unsur / komponen yang saling berintegrasi, antara lain:a)Lingkungan Pengendalian (Control Environment)Komponen ini diwujudkan dengan cara pengoperasian, cara pembagian wewenang dan tanggung jawab yang harus dilakukan, cara komite audit berfungsi, dan metode-metode yang digunakan untuk merencanakan dan memonitor kinerja.

b)Penilaian Resiko (Risk Assessment)Komponen untuk mengidentifikasi dan menganalisa resiko yang dihadapi oleh perusahaan dan cara-cara untuk menghadapi resiko tersebut.c)Aktivitas Pengendalian (Control Activities)Komponen yang dioperasikan untuk memastikan transaksi telah terotorisasi, adanya pembagian tugas, pemeliharaan terhadap dokumen dan record, perlindungan asset dan record, pengecekan kinerja dan penilaian dari jumlah record yang terjadi.d)Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)Komponen dimana informasi digunakan untuk mengidentifikasi, mendapatkan, dan menukarkan data yang dibutuhkan untuk mengendalikan dan mengatur operasi perusahaan.e)Pemantauan (Monitoring)Komponen yang memastikan pengendalian internal beroperasi secara dinamis.Unsur-unsur sistem pengendalian intern sangat penting karena sistem mempunyai beberapa unsur dan sifat-sifat tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan dapat dipercayainya data-data akuntansi serta tindakan pengamanan terhadap aktiva dan catatan perusahaan.Sistem pengendalian intern merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem informasi akuntansi. Tanpa dukungan sistem pengendalian intern yang memadai sistem informasi akuntansi tidak akan dapat menghasilkan informasi yang handal untuk pengambilan keputusan. Sistem pengendalian intern yang diterapkan pada sistem informasi akuntansi sangat berguna untuk mencegah dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Sistem pengendalian intern juga dapat digunakan untuk mengecek kesalahan-kesalahan yang terjadi sehingga dapat dikoreksi.1)Pengertian Pengendalian InternSistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan dapat dipercaya tidaknya data akuntansi mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen.

Pengawasan intern (Internal Control) dalam arti sempit, pengawasan intern merupakan pengecekan penjumlahan mendatar (crossfooting) maupun penjumlahan menurun (footing). Dalam artian luas, pengawasan intern tidak hanya meliputi pekerjaan pengecekan tetapi meliputi semua alat-alat yang digunakan manajemen untuk mengadakan pengawasan. Pengawasan intern itu meliputi struktur organisasi dan semua cara-cara serta alat yang dikoordinasikan yang digunakan dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam operasi, dan membantu dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.Berdasarkan dari beberapa definisi yang telah dipaparkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern adalah suatu rancangan prosedur organisasional yang mendorong terciptanya kebijakan manajemen untuk menciptakan efisiensi operasional, melindungi aktiva, serta yang terpenting untuk mencegah penyelewengan terhadap aktiva perusahaan.2)Fungsi Pengendalian InternDengan melihat definisi sistem pengendalian intern di atas maka fungsi pengendalian intern dapat dibagi atas:a)Melindungsi harta perusahaan dari tindakan dan keadaan yang merugikan, misalnya pencurian, kerugian