Suplemen Trading Forex Anda - FOREXimf Magz

download Suplemen Trading Forex Anda - FOREXimf Magz

of 28

  • date post

    24-Jan-2015
  • Category

    Business

  • view

    110
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Suplemen Trading Forex Anda - FOREXimf Magz

Transcript of Suplemen Trading Forex Anda - FOREXimf Magz

  • 1. 2 Salam sejahtera. Menjelang akhir tahun 2013 ini ada beberapa hal penting yang layak dijadi- kan catatan. Pertama adalah pergantian tampuk pimpinan Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat yang biasa kita sebut dengan nama The Fed. Janet Yellen sebagai kandidat tunggal yang dicalonkan oleh Presiden AS Barack Obama diperkirakan kuat akan segera menggantikan posisi Ben S. Bernanke jika mayoritas anggota Senat menyetujuinya. Jika Yellen berhasil mendapat restu Senat, maka per Februari 2014 ia akan segera mengambil alih tugas dan tanggung jawab Bernanke memimpin The Fed. Isu yang tak kalah hangatnya datang dari dalam negeri. Ya, apa lagi jika bukan pelemahan rupiah terutama terhadap USD yang sempat menyentuh kisaran level 12.000 menjelang tutup tahun 2013. IM Trader edisi kali ini juga tidak ingin ketinggalan membahas isu penting ini. Kawasan Eropa juga layak mendapat perhatian. Kami akan mencoba mem- bahas diturunkannya suku bunga acuan oleh ECB (European Central Bank). Topik-topik lain adalah outlook untuk pergerakan forex dan emas, juga ten- tang fenomena window dressing yang mungkin akan terjadi pada Nikkei. Jangan ketinggalan juga rubrik psikologi trading yang menarik untuk di- baca, terutama bagi Anda yang baru akan memulai belajar trading. Selamat menikmati edisi ke dua IM Trader. Salam sejahtera. Editorial Eko Trijuni Editor In Chief

2. 3 DAFTAR ISI Fundamental Global Janet Yellen: Calon Bos Baru The Fed (hal 4) Apakah Krisis Eropa Akan Segera Berakhir ? (hal 8) Fundamental Indonesia Rupiah Sakit, Mampukah BI Sediakan Obatnya? (hal 6) Market Outlook Market Outlook Forex (hal 10) Market Outlook Komoditi (hal 12) Fundamental Bursa Saham Asia Potensi Window Dressing Di Nikkei 225 (hal 14) Pojok Edukasi Tips Memilih Broker (Hal 20) Memanfaatkan Pola Ascending dan Descending Triangle Dalam Transaksi (hal 18) Psikologi Trading Tidak Ada Salahnya Belajar Sendiri, Tapi.. (hal 22) Trivia Quiz [Jawaban Minggu lalu + Kuis baru] (hal 24) Pojok Bang Edu (hal 26) Editorial (hal 2) Daftar isi + Kontributor (hal 3) Susunan Redaksi Pendiri : PT. International Mitra Futures Pemimpin Umum : Freddy Chandra Editor In Chief : Eko Trijuni Kontributor : Adi Nugroho, Fredy Rodo, Garry Adrian, Ifsan Lukman, Rizal Perwira, Dandun Wintolo Layout & Design : Alex Immanuel, Andreas Lim Marketing & Distribusi : Eka Saputra, Ega Rezauddin DISCLAIMER Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi. Setiap transaksi yang dil- akukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas sua- tu jenis kontrak perdagangan apapun berdasarkan isi dari artikel majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi. 3. 4 Mundurnya Menteri Keuangan Lawrence Summers dari bursa pencalonan pimpinan The Fed untuk menggantikan Ben Bernanke menjadikan Janet Yellen satu-satunya kan- didat kuat untuk menempati posisi nomor satu di Federal Reserve. Di akhir bulan Desember Senat Amerika akan melakukan voting, jika suara mayoritas menyetujui Ja- net Yellen sebagai pemimpin The Fed beri- kutnya maka per tanggal 1 Februari 2014 ia akan segera mengambil alih kursi Ben Bernanke hingga tahun 2018. Seperti apa sebenarnya sosok Janet Yellen ini? Mari kita telusuri. Summa cum laude hingga wakil Bernanke Janet Yellen lahir pada 13 Agustus 1946 di Brooklyn, New York. Setelah lulus dari SMA Fort Hamilton di Bay Ridge Brooklyn, ia melanjutkan pendidikan di jurusan ekonomi Brown University dan berhasil lulus dengan predikat summa cum laude tahun 1967. Tidak cukup dengan itu, ia berhasil meraih gelar Ph.D. dari Yale University di tahun 1971. Janet Yellen juga pernah menjabat menjadi asisten professor di Harvard pada tahun 1971-1976 dan ahli ekonomi di Dewan Gu- bernur Federal Reserve tahun 1977-1978. Di tahun 1977, dia bertemu suaminya, George Akerlof, ahli ekonomi kenamaan peraih penghargaan Nobel bidang ekonomi. Di tahun 1994 1997, Janet Yellen pernah menjabat menjadi ketua Dewan Penasehat Ekonomi Presiden Bill Clinton, lalu di tahun 1994-1997, dia ditunjuk menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed dan menjabat Fundamental Global Garry Adrian Junior Analyst International Mitra Futures Janet Yellen: Calon Bos Baru The Fed "Saya percaya bahwa mendukung pemulihan adalah jalan yang paling pasti untuk kembali ke pendekatan kebijakan moneter yang lebih normal," kata Yellen 4. 5 Glossary : The Fed / Federal Reserve : Bank Sentral Amerika Serikat menjadi Presiden Asosiasi Internasional Ekonomi Barat. Pada tahun 2004 sampai 2010, dia men- jabat sebagai presiden Federal Reserve Bank of San Fransisco dan barulah pada tanggal 4 Oktober 2010, dia terpilih jadi wakil Ben Bernanke. Diperkirakan akan lanjutkan stimulus Pada hari Rabu, tanggal 9 Oktober 2013, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mencalonkan Janet Yellen untuk mem- impin The Fed menggantikan Ben Bernan- ke. Jika pencalonan ini disetujui Senat, maka Yellen akan menjadi perempuan pertama dalam sejarah yang menjabat se- bagai ketua The Fed. Di hadapan wartawan pasca pengumuman pencalonannya oleh Obama, Yellen berjanji akan meningkat- kan pemulihan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran di Amerika Seri- kat. Ia mengatakan bahwa akan me- maksimalkan lapangan kerja, harga yang stabil dan sistem finansial yang sehat. Ia menegaskan, adalah tugas pemerintah untuk meyakinkan masyarakat bahwa masih ada lapangan pekerjaan yang terse- dia. "Saya percaya bahwa mendukung pemuli- han adalah jalan yang paling pasti untuk kembali ke pendekatan kebijakan moneter yang lebih normal," kata Yellen, seperti dilansir The Economic Times. Kata- katanya itulah yang menimbulkan ek- spektasi bahwa The Fed akan mendorong program paket stimulusnya hingga tahun depan. Menurut Feroli, kepala ekonom JPMorgan Chase, Yellen akan cukup agresif dalam menjalankan pekerjaannya. Ia mungkin tidak akan membiarkan inflasi menjadi terlalu tinggi melebihi target The Fed sebesar 2 persen. Di tempat terpisah, Winang Budoyo, Chief Economist Business And Economic Re- search PT Bank CIMB Niaga Tbk, menga- takan bahwa Yellen memiliki pandangan yang hampir sama dengan Ben Bernanke. Ia dikatakan sebagai salah satu pemeran kunci dalam mem- bantu Ben Bernan- ke meluncurkan program stimulus moneter untuk mendukung perekonomian. Banyak kalangan yang mem- perkirakan, Janet Yellen tidak akan melakukan peru- bahan yang signif- ikan, hanya melanjutkan program- program yang telah dicanangkan Bernan- ke. Begitupun, sepak terjang Janet Yellen dari kursi pertama Federal Reserve layak untuk ditunggu. Fundamental Global 5. 6 Keputusan Bank Indonesia (BI) pada tanggal 12 November 2013 untuk menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin dari 7,25% menjadi 7,5% benar-benar mengejutkan berbagai pihak. Di awal tahun 2013, BI rate masih berada pada 5.75% namun dalan waktu kurang lebih 11 bulan kemudian sudah berada pada 7.5%. Kabar ini direspon negatif di pasar saham dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok selama dua hari perdagangan usai pengumuman bank sentral tersebut. Langkah kenaikan BI Rate menjadi 7,5% merupakan langkah yang sangat responsif dan antisipatif, diharapkan permintaan im- por akan terus berkurang, tutur Ali Se- tiawan, Managing Director, Head of Global Markets HSBC Indonesia. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa yakin bahwa Bank Indonesia sudah memperhitungkan berbagai aspek sebelum memutuskan kenaikan BI Rate. Gubernur BI, Agus Martowardojo mengakui, Kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk merespon kondisi global dan domestik, termasuk dari sisi defisit transaksi berjalan yang sudah masuk kuartal IX yang kecenderungannya akan meningkat bukan menurun dan di- perkirakan defisit transaksi berjalan di akhir tahun ini mencapai US$ 30 miliar. Keputusan Bank Indonesia ini sempat menahan laju rupiah di kisaran 11.500 11.600 per USD. Namun seiring ber- jalannya waktu, kebijakan ini belum bisa Fundamental Indonesia Garry Adrian Junior Analyst International Mitra Futures Rupiah Sakit, Mampukah BI Sediakan Obatnya? Gubernur BI: Kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk merespon kondisi global dan domestik, termasuk dari sisi defisit transaksi berjalan yang sudah masuk kuartal IX yang kecenderungannya akan meningkat bukan menurun dan diperkirakan defisit transaksi berjalan di akhir tahun ini mencapai US$ 30 miliar. 6. 7 membendung laju pelemahan rupiah. Ketika artikel ini ditulis, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mer- osot ke level Rp 12.000 per USD. Kenaikan BI Rate ini berpotensi memper- lambat pertumbuhan ekonomi nasional khususnya untuk para kreditur yang men- jalankan bisnis usahanya. Memang betul kebijakan ini menaikkan daya pikat untuk menabung bank karena nasabah tabungan akan menyukai suku bunga yang tinggi. Tetapi di lain pihak, perbankan tentunya akan semakin sulit menyalurkan kredit ke masyarakat karena tingginya suku bunga pinjaman. Padahal, kemungkinan BI Rate untuk naik kembali akan terbuka lebar ji- ka dampak dari pengurangan stimulus moneter oleh The Fed Amerika Serikat jadi dilakukan. Secara garis besar dapat disimpulkan bah- wa kebijakan menaikkan suku bunga di- ambil untuk menahan laju inflasi agar tak terlalu menggelembung. Apabila dikalku- lasi inflasi dari Januari sampai Oktober sa- ja sudah mencapai 8.32%, sedangkan tar- get inflasi dalam APBN 2013 adalah 7.2%. BI tentu tidak akan tinggal diam melihat inflasi semakin membubung meskipun selalu ada kemungkinan dampak negatif dari menaikkan suku bunga. Obat me- mang biasanya rasanya tidak enak, na- mun diharapkan bisa mempercepat penyembuhan. Fundamental Indonesia Gambar grafik pergerakan harga USD/IDR (Sumber: IMTrader) Kenaikan BI Rate ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional khususnya untuk para kreditur yang menjalankan bisnis usahanya. 7. 8 Dalam rilis resminya presiden ECB Mario Draghi mengatakan keputusan menurunk- an tingkat suku bunga ini merefleksikan tingkat inflasi di kawasan Eropa yang ren