Sungai kahayan

download

of 26

  • date post

    24-Apr-2015
  • Category

    Engineering
  • view

    1.407
  • download

    3

Embed Size (px)

description

menggambarkan permasalahan dan solusi sungai kahayan

transcript

  • 1. Identitas sungai Sungai Kahayan merupakan salah satu sungai terpanjang di KalimantanTengah, Indonesia. Sungai yang terletak di kota Palangkaraya ini bisa juga disebut sebagai sungai dayak besar atau sungai Biaju Besar. Sungai Kahayan melewati beberapa kabupaten seperti Kabupaten Gunung Mas , Kabupaten Kapuas , Kabupaten Katingan , Kabupaten Murung Raya , Kabupaten Pulang Pisau , Kota Palangka Raya. Sungai Kahayan memiliki luas mencapai 22.904,80 km2 Panjang sungai mencapai 600 km, lebar 500 meter dan kedalaman sungai hingga 7 meter dengan pemberhentian muara terakhir di laut jawa. Sungai Kahayan merupakan sungai dengan jenis pasang surut
  • 2. PERMASALAHAN SUNGAI Potensi sumber air baku Pertambangan emas Kematian ikan Kegiatan hutan tidak terkendali transportasi
  • 3. Potensi sumber air baku NRW Cakupan pelayanan Kualitas, kuantitas, kontinuitas
  • 4. Kualitas, kuantitas dan kontinuitas Ada beberapa daerah di Kota Palangka Raya yang kondisi tanahnya bergambut sehingga air tanah dangkalnya kurang baik (pengambilan 15 m). sumber air baku PDAM Kota Palangka Raya, memiliki debit yang besar (musim kemarau debit 40 m3/dt) namun kualitasnya sangat terpengaruh dengan kondisi lingkungan. Apalagi pada musim penghujan, air Sungai Kahayan mendapat pengaruh dari Sungai Rungan yang merupakan air gambut. Hal ini menyebabkan warna air baku menjadi coklat kemerahan, dan memerlukan penanganan tersendiri untuk menjernihkan air.
  • 5. Parameter yang digunakan dalam penelitian air terdiri dari parameter fisik (kekeruhan, TSS, suhu, dan warna), parameter kimia (BOD, COD, Fe, Hg, NH3, Deterjen dan pH) dan parameter biologi (E.Coli). Kontinuitas pelayanan masih kurang baik Disebabkan panjangnya perpipaan tanpa dilengkapi dengan air vent, padahal Kota Palangka Raya secara geografis cendrung datar. Ada sebagian wilayah pelayanan yang tidak mendapatkan air dengan baik bahkan tidak mengalir, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari PDAM Kota Palangka Raya ( 5-6 km dari lokasi PDAM) seperti di daerah Kelurahan BukitTunggal. Padahal pada daerah ini sebagian besar air tanahnya kurang baik, sehingga ini merupakan peluang PDAM Kota Palangka Raya menyediakan air bersih.
  • 6. Cakupan pelayanan Kesulitan yang dihadapi oleh PDAM Kota Palangka Raya saat ini adalah meyakinkan masyarakat untuk berlangganan air PDAM Kota Palangka Raya, karena mudahnya masyarakat mendapatkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Namun dari hasil responden, ada beberapa wilayah/daerah yang air tanahnya kurang baik, misalnya di daerah Jalan Rajawali Bukit Tunggal, Panarung, Perumnas Jalan Garuda.
  • 7. NRW (Non Revenue Water) PDAM Kota Palangka Raya saat tahun 2008 sebesar 27 %, diharapkan pada tahun 2018 dapat diturunkan menjadi 23% sesuai target MDG Menurut hasil wawancara dengan Bagian Teknik PDAM Kota Palangka Raya, masalah NRW berasal dari meter air pelanggan yang belum ditera sehingga pembacaan meter air tidak akurat, jaringan pipa distribusi yang sudah tua, serta faktor non teknis misal kesalahan pembacaan meter air oleh petugas. Pembacaan meter air dilakukan oleh 6 orang karyawan PDAM Kota Palangka Raya yang telah diatur dan terjadwal antara tanggal 1 20 setiap bulannya.
  • 8. Pertambangan emas Diantara sejumlah sungai yang ada di Kalimantan Tengah dari 2264 tromol emas yang diopersikan, di daerah DAS Kahayan tercatat 1563 unit mesin. Cara penambangan yang tidak sesuai standar mendukung pengaruh negatif dari pencemaran air sungai seperti pengolahan bijih dilakukan dengan proses amalgamasi di mana merkuri (Hg) digunakan sebagai media untuk mengikat emas konsentrasi merkuri antara 2,966 hingga 4,687 mikrogram per liter ditemukan di Bawan, Tanjung Sanggalang, Tumbang Rungan di Kabupaten Gunung Mas, Jembatan Kahayan di Kota Palangkaraya, Kecamatan Jabiren di Kabupaten Pulang Pisau. Kandungan merkuri tinggi tersebut berkorelasi erat dengan aktivitas ribuan mesin sedot dari pertambangan emas tanpa izin (Peti) yang menggunakan merkuri dalam proses penyaringannya.
  • 9. Pertambangan skala besar, tailing yang dihasilkan lebih banyak lagi. Pelaku tambang selalu mengincar bahan tambang yang tersimpan jauh di dalam tanah, karena jumlahnya lebih banyak dan memiliki kualitas lebih baik. Untuk mencapai wilayah konsentrasi mineral di dalam tanah, perusahaan tambang melakukan penggalian dimulai dengan mengupas tanah bagian atas (top soil). Limbah tailing merupakan produk samping, reagen sisa, serta hasil pengolahan pertambangan yang tidak diperlukan.Tailing hasil penambangan emas biasanya mengandung mineral inert (tidak aktif). Mineral tersebut antara lain: kwarsa, kalsit dan berbagai jenis aluminosilikat.Tailing hasil penambangan emas mengandung salah satu atau lebih bahan berbahaya beracun seperti Arsen (As), Kadmium (Cd),Timbal (Pb), Merkuri (Hg), Sianida (CN) dan lainnya. Sebagian logam-logam yang berada dalam tailing adalah logam berat yang masuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
  • 10. Kadar Logam Hg, Pb dan Cd dalam Air Sungai Kahayan Logam Titik I (mg/kg) Titik II (mg/kg) Titik III (mg/kg) Baku Mutu*) (mg/kg) Hg 0,007 0,007 0,006 0,001 Pb < 0,03 < 0,03 < 0,03 0,03 Cd < 0,005 < 0,005 < 0,005 0,01
  • 11. Kematian ikan Tingkat kematian ikan dalam keramba di Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah, mencapai 60 persen. Kematian yang tinggi itu dipicu hawa panas sehingga debit air jauh berkurang. Pembudidaya terpaksa memanen ikan lebih awal agar tidak mengalami kerugian lebih besar. Kualitas air Sungai Kahayan menurun dan permukaan air sungai lebih rendah merupakan unsur yang memicu kematian ikan tersebut.
  • 12. air yang digunakan kualitasnya harus baik, yaitu: Suhu air berkisar antara 25 33 C. pH air 6,5 9,0 optimal 7 8,5. Oksigen terlarut (DO) antara 3 - 7 ppm (part per million), optimal 5 6 ppm. Kadar amonia (NH3) dan asam belerang (H2S) tidak lebih dari 0,1 ppm. Karbondioksida (CO2) tidak lebih dari 10 ppm.
  • 13. Kegiatan hutan tidak terkendali Selain penambangan emas liar di kawasan hulu, pencemaran air juga timbul oleh adanya erosi akibat semakin berkurangnya pohon di bantaran sungai. Terdapat longsor akibat kegiatan di hutan-hutan yang tak terkendali sekitar sungai juga menyebabkan TSS berlebihan. AngkaTSS tinggi dapat dilihat dari air yang terlihat amat keruh, air menjadi pekat dengan partikel tanah. AngkaTSS yang tinggi ditemukan misalnya di Desa Bawan, Kecamatan Banamatingang dan Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah. Kedua desa itu terletak di Kabupaten Pulang Pisau. Kandungan partikel tanah yang amat tinggi menyebabkan sinar matahari terhalang masuk ke Sungai Kahayan. Proses fotosintesis tumbuhan sungai pun terganggu. Pertumbuhan fitoplankton yang menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen terhambat dan mengakibatkan kandungan oksigen dalam air berkurang. Fitoplankton yang menjadi makanan ikan-ikan kecil di sungai pun berkurang. Kondisi itu dikhawatirkan membuat populasi ikan lambat laun dapat menyusut. Partikel tanah juga menyerap panas dari sinar matahari. Karena itu, suhu air sungai meningkat sehingga membuat ikan tidak nyaman.
  • 14. transportasi Musim kemarau sungai menjadi dangkal, maka sarana perhubungan sungai berupa kapal baik besar maupun kecil tidak dapat berlayar. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi daerah pedalaman menjadi lamban. Selain sungai sebagai sarana transportasi di KalimantanTengah juga digunakan kanal/Anjir sebagai sarana penghubung dari sungai yang satu dengan yang lain, dan dalam rangka membuka keterisolasian suatu daerah.
  • 15. Potensi sumber air baku (kualitas, kuantitas, kotinuitas) Melakukan pengkajian pemanfaatan air tanah sebagai sumber air baku khususnya pada musim penghujan, berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Tengah. Jika ini dapat dilakukan, akan berdampak pada penurunan biaya operasional PDAM, karena