Sultan Agung - Exit Meeting Report

download Sultan Agung - Exit Meeting Report

of 40

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    34
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Sultan Agung - Exit Meeting Report

LEADERSHIP EXIT MEETING REPORT

LEADERSHIP EXIT MEETING REPORTRSI Sultan Agung Semarang; 21-23 Februari 2013

YOUR STRONG POINTSKomitmen nyata dari manajemen untuk menjadi rumah sakit yang berstandar internasionalStaf yang sangat bersahabat dan terbuka pada masukan masukan dan hal yang baruFasilitas ruangan yang memadai untuk dilakukannya perbaikanRumah sakit merupakan teaching hospital sehingga kegiatan dokumentasi dan peningkatan mutu akan terlaksana dengan baikKesadaran akan pemenuhan persyaratan peraturan perundangan sangat tinggi

STARTING YOUR JOURNEYIPSGIPSG 1. Buat metode / kebijakan / SPO identifikasi pasien sesuai dengan standar akreditasi, minimal 2 identitas, baik secara aktif dan pasif di seluruh area yang berhadapan langsung dengan pasienIPSG 2. membuat panduan komunikasi secara verbal / komunikasi SBARIPSG 3. membuat daftar obat high alert, lokasi penyimpanan dan menyusun manajemen penggunaan obat high alertIPSG 4. membuat prosedur verifikasi operasi yg memastikan operasi yg dilakukan benar pasien, benar prosedur, dan benar lokasiIPSG 5. membuat panduan hand hygiene sesuai program WHO, melengkapi dengan fasilitas hand hygiene yg sesuai, dan melakukan audit cuci tanganIPSG 6. membuat Kebijakan / SPO manajemen risiko jatuh

ACCRS belum punya metode screening awal pasien di UGD - TRIAGERS belum mempunyai aturan tentang kriteria masuk ruang rawat RS belum mempunyai mekanisme yang mengatur tentang Serah Terima PasienPerjelas mekanisme Penerimaan Pasien baru di rawat inap dan rawat jalanRS belum mempunyai mekanisme yang mengatur pasien rujuk : sementara / permanenRS belum mengatur tentang Standing Order

PFRBelum ada standarisasi General consentBelum ada mekanisme yang mengatur tentang Informed consent: administratif, tindakan dan Informed consent khususBelum ada mekanisme yang mengatur bagaimana menjaga privacy, confidentiality dan barang-barang milik pasien Belum ada mekanisme yang mengatur tentang Hak dan Kewajiban pasien

PFERS belum mempunyai mekanisme tentang Early discharge planningIdentifikasi barier pasienDokumentasi proses edukasi yang dilakukan

PFE

COPRS belum menentukan mekanisme kapan dilakukan kajian ulangRS belum mempunyai proses monitoring resiko malnutrisiDokumentasi antar pemberi layanan masih terkotak-kotak belum terintegrasiRS belum mempunyai aturan pemilahan pasien katagori penyakit beresiko tinggi

APForm pengkajian UGD tidak konsisten diisi dengan lengkap; identitas perawat tidak terdokumentasikanPengkajian riwayat penyakit terdahulu tidak diikuti dengan pengkajian obat dan alergiPengkajian wajib tambahan: nyeri, nutrisi, fungsional, risiko jatuh belum dilakukanFormat pengkajian awal pasien baik oleh dokter maupun perawat tidak terstandardisasiBelum ada suatu pencatatan yang terintegrasi antar pemberi perawatan

NUTRITION SCREENING

ASCBelum ditentukan kewajiban dokter operator menuliskan rencana tindakan pembedahan di dalam catatan medisPreanestesia visit dan pre induksi assessment belum dilakukanPencatatan TTV selama proses operasi dilakukan belum dilakukan dengan lengkap (suhu dan nyeri tidak ada); serta tidak dilakukan dokumentasi untuk obat-obatan yang dimasukkan selama tindakan pembedahanBelum dilakukan pengawasan khusus untuk pasien di ruang pemulihan serta pendokumentasian belum dilakukan dengan lengkapNursing care plan dari OK belum dibuatKriteria discharge pasien dari RR tidak ada Check list serah terima pasien dari ruangan-OK-ruangan tidak representatif

PFE

COPMonitoring tindakan2 risiko tinggi seperti restraintPenyajian makanan tidak dilakukan secara hygienisTindakan-tindakan preventif untuk mencegah tindak kekerasan antar pasienForm catatan perkembangan pasien yang terintegrasi

INTEGRATED PATIENTS NOTE

MMUInstruksi pemberian obat dari dokter banyak yang tidak terbaca dan tidak lengkap sehingga membingungkan bagi perawat dalam pelaksanaannyaStaff belum menunjukkan cara peracikan obat dengan tehnik aseptikForm pemberian obat tidak mencantumkan sistem double check sebelum diberikan kepada pasienObat-obat yang disimpan dalam trolley emergency tidak memenuhi standarObat-obat yang termasuk dalam controlled drugs tidak diawasi dengan baikRS belum melindungi stock obat dan alkes di gudang dari bahaya pencurianSistem dispensing obat masih memungkinkan terjadinya banyak retur dan kesalahan pemberian obat

Contoh Daftar Obat

SQERS belum melaksanakan primary source verificationRS belum punya kebijakan terkait imunisasi/vaksinasi staf dan tindak lanjutnyaRS belum mengatur mengenai leveling keperawatanBelum dilakukan review berkala untuk kredensial dokter, perawat, staf penunjang lain maupun clinical privilege dokterRS belum memiliki prosedur pengecekan berkala terhadap keabsahan SIP/STRRS belum melakukan penilaian tahunan terhadap kinerja dan kompetensi seluruh level personel rumah sakitPetugas keperawatan belum memiliki uraian tugas yang spesifik sehingga banyak hal yang bukan menjadi tugas utamanya dilakukan oleh perawatMCIRS belum melakukan pengendalian dan perlindungan terhadap akses rekam medisRS belum mengatur mekanisme untuk meng-update pedoman pelaksaan kerja ketika referensi regulasi yang terkait mengalami revisi/kadaluwarsa atau jika suatu form diujicobakanRS belum konsisten dalam hal pengisian berkas rekam medik yg memenuhi syarat tepat waktu dan lengkapResume medis tidak lengkap dan tidak komprehensif dan tidak memenuhi kerangka waktu yang ditetapkan untuk penyerahan resume medisSingkatan-singkatan di dalam berkas rekam medis belum terstandardisasi

QPSBelum ditentukan 5 area prioritas, dan belum ada clinical pathway & guidelines.Belum ada pengukuran indikator mutu yang telah ditetapkan oleh JCI Library of Measures.Target yang ditetapkan masih lebih rendah dari standar pelayanan minimal berdasarkan Permenkes 129 Tahun 2008. Misalnya : pasien rawat jalan TBC yang ditangani dengan strategi DOTS adalah 60%, namun targetnya ditetapkan sebesar 50%.QPSKejadian kematian di meja operasi ditargetkan