Subyek Pajak

of 15/15
Subyek Pajak
  • date post

    16-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    58
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Subyek Pajak. Ketentuan Umum PPh. Bab. I . Ketentuan Umum - dari UU PPh Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 36 Tahun 2008 , mengenai Pajak Penghasilan terdiri hanya 1 Pasal . Pasal 1 menetapkan sbb : - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of Subyek Pajak

  • Subyek Pajak

  • Ketentuan Umum PPhBab. I . Ketentuan Umum - dari UU PPh Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 36 Tahun 2008 , mengenai Pajak Penghasilan terdiri hanya 1 Pasal .

    Pasal 1 menetapkan sbb :Pajak Penghasilan dikenakan terhadap Subyek Pajak atas penghasilan yang diperolehnya dalam tahun pajak.

    win xp

  • Nama Pajak ini adalah Pajak PenghasilanMerupakan Pajak SubyektifPajak Penghasilan ini termasuk dalam kelompok pajak langsungPajak Penghasilan ini termasuk dalam kelompok pajak pusat.Penghasilan yang diterima dalam Tahun Pajak.

    win xp

  • Penjelasan No.1 (Pajak Penghasilan)Penghasilan adalah Setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak , baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia , yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan , dengan nama dan dalam bentuk apa pun.

    Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh Orang pribadi atau Badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang , dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

  • Penjelasan No.2 (Subyek Pajak)Perhatikan cara perumusan pasal 1, yaitu Pajak Penghasilan dikenakan pada Subyek Pajak atas penghasilan yang dipe- roleh dalam tahun pajak. Jadi penekanannya pada Subyek Pajak, lalu Obyeknya, Keadaan atau status subjek yang dikenai pajak, menentu kan cara perhitungan pajak dan besarnya pajak terutang oleh subyek yang bersangkutan.Jadi Subyek Pajak, sesuai Pasal 2 ayat 1 UU PPh adalah : 1. Orang Pribadi dan Warisan (yang belum terbagi) 2. Badan Usaha 3. BUT

  • Ada tiga kriteria bahwa PPh termasuk dalam kelompok -Pajak Langsung :

    Semua ketentuan dalam UU PPh harus ditafsirkan sebagai penghasilan yg diperoleh selama satu tahun pajak. Demikian pula dengan biaya-biaya dan pengurangan penghasilan bruto, termasuk PTKP ditafsirkan dikeluarkan selama satu tahun pajak.

    Utang PPh timbul secara periodik setahun sekali sehingga pemajakannya dilakukan setahun sekali setelah timbulnya utang PPh, Jika ada pemajakan tahun berjalan itu artinya adanya pembayaran PPh dimuka atau ada pengecualian.

    Secara Yuridis beban /utang PPh harus dipikul dan dibayar oleh subyek yang ditunjuk oleh UU, tidak boleh dialihkan kepada pihak /subyek lain dengan cara apapun.

  • Penjelasan No. 4 (Pajak Pusat)1. Pihak Yang berwenang untuk memajakinya adalah Negara ditingkat pusat (Pemerintah Pusat).

    2. Dikenai terhadap Subyek Pajak, baik yg berada ditingkat pusat maupun yg berada daerah- daerah.

    3. Membayar pajak pusat di Kas Negara, kalau pajak daerah harus di kas daerah.

    4. Agar pemerintah daerah tidak mengenakan pajak yang sama atau sejenis dengan PPh daerahnya, sehingga tidak terjadi pemajakan ganda.

  • Pegawai /KaryawanDokter, Notaris, Akuntan, Aktuaris, Konsultan (Tenaga Ahli)Pegawai Tetap

    Pegawai Tidak Tetap

  • Dimulai sejak orang pribadi dilahirkan, berada, atau berniat tinggal di Indonesia. Orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, kewajiban pajak subyektifnya mulai timbul pada hari pertama berada di Indonesia.Berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanyaWARISANDimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi (saat meninggalnya pewaris).Berakhir pada saat warisan tersebut dibagi kepada ahli warisnya

  • Dimulai saat didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. Berakhir pada saat dibubarkan , dan tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia Hal ini sesuai dengan Pasal 2 A ayat 2 UU PPh

  • Dimulai pada saat orang pribadi atau badan di Luar Negeri menjalankan usaha atau melakukan kegiatan atau menerima/memperoleh penghasilan dari Indonesia.Berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan atau menerima / memperoleh penghasilan dari IndonesiaBentuk Usaha TetapDimulai pada saat BUT tersebut mulai berada di Indonesia Berakhir pada saat BUT tersebut tidak menjalankan usaha atau tidak menjalankan kegiatan melalui BUT dan sudah tidak lagi berada di Indonesia

  • a. Badan Perwakilan Negara Asingb.Pejabat perwakilan diplomatik dan Konsulat atau pejabat lain dari negara asing, dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yg bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka, dengan syarat : -Bukan warga negara Indonesia -Tidak menerima atau memperoleh penghasilan diluar jabatannya di Indonesia -Negara yang bersangkutan memberlakukan perlaku an timbal-balik

  • c. Organisasi-organisasi Internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan , dengan syarat : - Indonesia menjadi anggota oragnisasi tersebut - Tidak menjalankan usaha / melakukan kegiatan lain utk memperoleh penghasilan di Indonesiad. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi Internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dengan syarat : - Bukan warga negara Indonesia - Tidak menjalankan usaha/kegiatan/pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan di Indonesia

  • ******